Chapter 8

SANG ALPHA

Main Cast:

Kim JunMyeon

Zhang Yixing

Other Cast:

All members EXO

Etc

SuLay Mood

Yaoi

Dont Plagiat

Mari membaca dan selamat berimajinasi dalam pesona jatuh cinta...

Masa sekolah adalah masa yang bahagia, tapi bohong jika kau bilang semua waktu yang kau habiskan disekolah adalah waktu yang terbaik. Pernahkah kau mengunjungi perpustakaan untuk sekedar mencium bau dari buku yang lama tidak dibuka?. Cobalah sebelum kau meninggalkan bangku sekolahmu. Dan ingatlah kembali kekonyolanmu mencium bau buku itu nanti jika kau sudah duduk dibelakang layar laptopmu menatap pekerjaanmu yang sama sekali tidak pernah keluar dari buku sekolah yang kau pelajari itu.

Yixing masih mencium bau-bau dari buku. Baekhyun yang tampak serius membaca salah satu buku mengenai masalah kesehatan kulit tidak memperhatikan kekonyolan sahabatnya itu. Yixing memang genius, tapi ia sangat konyol. Ditengah keasikannya menghirup bau buku Yixing melihat Kyungsoo yang melewati jendela perpustakaan.

" Kyungie, sini dulu." Panggil Yixing

" Ada apa? Aku sibuk." Ucap Kyungsoo

" Sini..." Panggil Yixing lagi

Kyungsoo akhirnya mendatangi Yixing di dalam perpustakaan.

" Ada apa?." Tanya Kyungsoo dingin

" Baek.. Baekhyun sini. Kenalkan ini Kyungsoo tapi kau bisa panggilnya Kyungie." Ucap Yixing

" Siapa kau berani mengganti namaku. Aku Kyungsoo Wu." Ucap Kyungsoo dingin

" Hai Kyungie. Aku Baekhyun, Wah matamu cantik sekali bibirmu juga. Aku iri sekali." Ucap Baekhyun

" Ah biasa saja, sudah dari lahir memang sempurna begini." Ucap Kyungsoo bahagia

" Kalian semua memang cantik dan tampan." Ucap Luhan yang baru saja datang

" Kau.. Aku sibuk, aku pergi dulu." Ucap Kyungsoo sangar sambil keluar meninggalkan mereka

" Kenapa dia? Apa aku salah?." Ucap Luhan

" Mungkin dia memang sibuk." Ucap Yixing

" Baiklah Yixing. Bisakah kau membawaku ketempat yang lebih bagus lagi? Aku bosan di perpustakaan ini." Ucap Baekhyun

" Aku tahu tempat yang menarik." Ucap Luhan

" Dimana?." Tanya Yixing

" Ayo ikut aku. Ini jam mereka." Ucap Luhan menarik tangan Yixing dan Baekhyun.

Sorak penonton yang notabene adalah anak-anak orang kaya itu bagai manusia primitif. Menonton sebuah pertunjukan dalam ring yang tertutup oleh penonton.

" Minggir..Minggir kalian pacar Oh Sehun mau lewat." Ucapan Luhan yang langsung dtanggapi oleh para penonton yang menyingkir.

Yixing bisa melihat dengan jelas apa yang ditonton para murid itu. Rupanya dua orang yang saling mencoba menghabisi hingga kalah dalam ring pertarungan. JunMyeon melawan Sehun. Dua orang yang mencoba menghabisi itu saling tertawa bila melihat salah satu dari mereka tampak akan menyerah. Hingga pertandingan yang diperkirakan Yixing tidak akan ada habisnya itu tidak akan pernah berakhir.

" Ok.. Ok.. Tolong hentikan dulu, kalau begini terus bisa-bisa sampai minggu depan. Apakah ada yang mau mencoba ke dalam ring ini?." Tanya Jongin

Semua murid yang menonton terdiam, masuk kedalam sama melawan kawanan Kim sama saja menandatangani surat kematian. Kawanan Kim bukan lawan mereka.

" Aku." Suara dingin akhirnya keluar

Kris Wu dan Kyungsoo berjalan menuju ring. Kyungsoo membisikan sesuatu ke Kris yang dibalas gelengan oleh Kris.

" Oh baiklah seorang Wu kau boleh masuk." Ucap Jongin

Setiap melihat Kris entah kenapa bekas tattoo nya terasa panas seakan mengingati nya kenapa ia mendapatkan tattoo itu. Yixing menduga ia mengalami trauma.

JunMyeon menatap Kris lawannya dengan tatapan amarah. JunMyeon juga melihat Yixing yang melihat Kris ketakutan sambil memegang punggungnya ia tahu disitu letak tattoo yang dihadiahkannya pada Yixing. JunMyeon menatap Yixing dengan pandangan bersalah. Ia tahu semestinya ia tidak melakukan seperti itu padanya. Kalau JunMyeon tidak ingin dianggap sebagai serigala oleh ibu nya, orang yang dia sayangi seharusnya ia tidak berprilaku seperti itu kepada Yixing orang yang masih memperlakukannya sebagai manusia.

" Hyung kau siap?." Ucap Jongin

" Ya." Jawab JunMyeon

" Dan kau siap?."

" Ya." Jawab Kris

Pukulan demi pukulan saling bertebaran di dalam ring pertarungan itu. Baekhyun sudah hampir pingsan menonton acara yang dianggap Luhan menarik. Ya memang hanya Luhan dan kawanan Kim yang tampaknya benar-benar menikmati pertandingan itu. Murid-murid lain dibalik euforia mereka terselip rasa kasihan pada lawan JunMyeon yang sudah babak belur itu. Yixing menatap Kris yang sudah dibawah JunMyeon masih menerima pukulan demi pukulan dan tidak mampu lagi membalas.

" JunMyeon hentikan JunMyeon.." Teriak Yixing mencoba masuk ke dalam ring pertandingan

Yixing menarik badan JunMyeon dari atas Kris yang terkapar.

" Kau bisa membunuhnya." Ucap Yixing

" Lalu kenapa kalau aku membunuhnya ha? Apa pedulimu padanya?!." Teriak JunMyeon emosi

" Aku tidak mau kau menjadi seorang pembunuh itu peduli ku! Hentikan sikap mu seperti ini. Hanya orang bodoh yang tidak bisa menahan emosinya." Ucap Yixing emosi sambil membawa Kris keluar dibantu oleh Kyungsoo.

.

.

.

Yixing mengobati luka-luka Kris yang secara ajaib tidak ditanya oleh petugas Kesehatan sekolah. Tampaknya pertarungan Kris dan JunMyeon sudah menjadi rahasia besar disekolah ini.

" Sudah. Aku tidak apa-apa." Ucap Kris menolak usapan obat dari Yixing lagi

" Kau menurut saja. Aku Cuma balas budi." Ucap Yixing pelan

Kris menatap Yixing yang tidak berani menatap mata Kris. Kini ia membersihkan darah di leher dan dada Kris. Kris menahan tangan Yixing.

" Tataplah aku." Pinta Kris

Yixing akhirnya memberanikan diri menatap mata Kris.

" Apa yang kau tahan di mata polosmu itu?. Kau sudah terlalu lama menderita. Ikutlah denganku tinggalkan JunMyeon." Pinta Kris

" Ya kalau aku menginginkan kau menjadi mayat. Aku baik-baik saja. Buktinya aku masih disini, bersekolah bersamamu kan." Ucap Yixing meyakinkan

" Ragamu memang disini tetapi tidak jiwa dan hatimu." Ucap Kris dan langsung memeluk Yixing

" Menangis lah. Aku tuli hari ini." Ucap Kris lagi

Yixing yang kini berada dalam dada Kris yang masih shirtless merasa degupan jantung Kris yang tidak beraturan.

" Aku tidak akan menangis, tapi terimakasih atas pinjaman pelukanmu." Ucap Yixing menahan semua perasaan kesedihannya kepada kehidupan, JunMyeon dan takdirnya.

...

Yixing menyiapkan makan malam nya. Hari ini entah kenapa JunMyeon memintanya memasakkan sop seperti yang ia makan waktu ia sakit kemarin. JunMyeon juga meminta digantikan sprei nya. Hari ini dia sangat rewel. Pikir Yixing.

" Yixing.." JunMyeon lagi-lagi memanggilnya dari dalam kamarnya

Mau apa lagi dia. Pikir Yixing kesal sambil mematikan kompornya

" Ne. Ada apa?." Tanya Yixing masuk ke dalam kamar JunMyeon

" Keringkan rambutku." Ucap JunMyeon

Yixing hampir tidak percaya. JunMyeon yang awalnya tidak suka badannya disentuh orang kini meminta dikeringkan rambutnya oleh Yixing.

" Mwo? Kesini cepat keringkan." Ucap JunMyeon menyadarkan Yixing

Yixing mengeringkan rambut JunMyeon dengan pelan dan lembut. Sesekali sambil memijat kepala JunMyeon. JunMyeon memegang tangan Yixing.

" Kenapa? Apakah sakit pijatanku?." Tanya Yixing

" Sebenarnya aku cemburu kau tadi menolong Kris." Ucap JunMyeon terus terang.

JunMyeon manusia yang selalu saja berhasil membuat Yixing terkejut. Kemanjaannya daritadi rupanya karena ia cemburu dengan perhatian Yixing kepada Kris. Yixing tersenyum bahagia. Ia tidak tahu apakah itu sebuah hal yang bagus apa tidak. Tapi paling tidak JunMyeon tidak menggunakan kekerasan lagi dalam mengekspresikan perasaannya.

" Tenanglah. Aku akan selalu ada untukmu. Kau mau kupakaikan minyak pada rambutmu?." Tanya Yixing lembut

" Aku mau menciummu." Ucap JunMyeon.

Yixing tidak berani mengeluarkan suara ataupun sekedar menjawab perkataan JunMyeon. JunMyeon bukanlah meminta izin, ia hanya mengatakan kemauan nya. Yixing tidak tahu harus berbuat apa. JunMyeon membalikkan tubuhnya. Kini ia menatap Yixing dan Yixing menatapnya. Mata JunMyeon tidak akan berubah menjadi lembut. Matanya masih menatap Yixing tajam. Hanya saja yang Yixing tahu selanjutnya JunMyeon menciumnya secara lembut. Tidak ada ciuman robekan dari JunMyeon seperti malam pertama mereka kemarin. Inilah perlakukan terindah dan terlembut pertama yang Yixing rasakan dari JunMyeon. Ciuman yang memabukkan yang membawa perasaan dan pikiran Yixing melayang.

Bunyi suatu ciuman tidak sekeras meriam, tidak berwarna seperti pelangi tetapi gemanya mampu menggetarkan tubuh dan indahnya mampu menceriakan hati. Yixing bangun dengan perasaan bahagia. Semalaman ia tidur dalam pelukan JunMyeon, pelukan yang sama seperti malam kemarin tapi dengan perasaan yang berbeda. Bukan perasaan takut yang terus menyerang. Perasaan aman berada dibawah pelukan orang yang dicintai sama seperti kau dipeluk oleh seorang dewa. Ya Yixing memang dalam keadaan sangat jatuh cinta.

.

.

.

Baekhyun terus menatap sahabatnya yang terus tersenyum sepanjang hari ini. Yixing memang konyol tapi Baekhyun berdoa dia tidak akan menjadi gila.

" Kau kenapa? Daritadi senyum terus." Tanya Baekhyun

" Tidak apa-apa. Aku hanya bahagia. Eh kenapa Chanyeol terus melihat dirimu?." Tanya Yixing mengalihkan pembicaraan

" Si aneh itu? Aku tadi mengancamnya akan mematahkan hidung nya kalau dia masih saja bertanya soal dirimu." Ucap Baekhyun

" Dia masih menanyaiku?. Sudah tidak usah layan dia, dan ngomong-ngomong memangnya tanganmu sampai mau mematahkan hidungnya?." Tanya Yixing menahan tawa

" Yak kau ini. Lihat suami mu itu dia juga aneh hanya melihatmu tanpa bekedip tapi tanpa ekspresi. Sungguh mengerikan." Ucap Baekhyun

" Sttt.. Kau tidak boleh bilang dia begitu." Ucap Yixing

" Yak bela saja suami mu itu." Ucap Baekhyun memutar kepalanya kearah Kyungsoo

Yixing memandangi JunMyeon, memang benar yang dibilang Baekhyun. JunMyeon menatapnya tanpa berkedip dan juga tanpa ekspresi apapun. Yixing tersenyum dan dibalas JunMyeon dengan memalingkan wajahnya dan kini malah berbicara dengan Sehun.

Dasar, semalam saja kau menciumku tapi kini kau mengacuhkan ku. Kesal Yixing dalam hatinya.

Chen menghampiri Yixing yang terlihat kesal pada JunMyeon.

" Hei. Yixing kenapa wajahmu cemberut seperti itu?." Tanya Chen

" Lihat temanmu itu. Aku tidak pernah melihatnya tertawa atau senyum dengan gembira." Ucap Yixing

" Aku juga jarang melihatnya tersenyum. Aku punya ide bagaimana kalau kita merencanakan acara bertamasya? bukankah sebentar lagi kita akan ujian?." Ucap Chen

" Setahu ku kalau orang mau ujian itu belajar bukan bertamasya." ucap Yixing

" Kau tahu, aku ini pintar dan kau juga pintar, kurasa watak kita tidak jauh berbeda. Jujur saja jauh dilubuk hatimu itu kau ingin juga kan bertamasya sebelum ujian?." Tanya Chen

" Hmm. Bolehkah?." Tanya Yixing

" Tentu boleh. Jangan terlalu keras dengan hidupmu kalau kau tak mau jadi genius yang mati muda." Ucap Chen

" Ayo. Bolehkah aku ajak Baekhyun dan Luhan?." Tanya Yixing

" Tentu. Aku akan mengajak kawanan kami. Kau suka pergi kemana? Pegunungan? Pantai?."

" Pantai?."

" Sempurna, JunMyeon pasti menyukainya juga." Ucap Chen

" Tapi boleh aku ajak yang lain?." Tanya Yixing takut

" Ya siapa?." Tanya Chen

" Kris dan Kyungsoo?."

" Oh.. Aku pesimis soal itu, tapi akan kutanyakan dulu." Ucap Chen sambil meninggalkan Yixing dan kembali ke kawanan nya.

Chen menyampaikan rencananya kepada JunMyeon dan yang lain. JunMyeon kembali menatap Yixing dan menganggukkan kepalanya. Chen menunjukkan tanda Ok kepada Yixing dan disambut gembira oleh Yixing.

" Ayolah Kyungie please." Pujuk Yixing

" Tidak! Apa kau mau melihat aku dan Gege ku ditenggelamkan di pantai oleh kawanan itu?." Ucap Kyungsoo

" Aku yang jamin kalian akan aman-aman saja. Okay ikut yah. Kris ayolah pujuk Kyungie. Demi aku." Ucap Yixing memohon

" Baiklah kami akan ikut." Ucap Kris untuk menghentikan aksi imut Yixing yang membuatnya makin berdebar.

" Ge...!"

" Hore. Makasih, kalian aku tunggu sabtu besok." Ucap Yixing bahagia.

Yixing memiliki misi tersendiri, ya kucing liar itu sedang berusaha menjinakkan dua serigala yang berbeda. Yixing sudah gila? Memang dia sudah gila sejak mengenal JunMyeon.

...

Yixing dan JunMyeon dalam satu mobil masih menunggu kedatangan Kris dan Kyungsoo. Rencananya mereka akan pergi bersama-sama walau berbeda mobil. Seperti yang sudah dipastikan Luhan berada satu mobil dengan Sehun dan Baekhyun secara spektakuler duduk di mobil Chanyeol, yang masih mengomeli seseorang anak laki-laki yang memilih mengencangkan volume musik mobilnya dan mengenakkan headset juga dengan kekuatan volume penuh untuk mereda suara Baekhyun yang tak kunjung selesai mengomel. Chen hari ini menumpang di kendaraan Jongin. Alasannya sungguh bijak, dia tidak akan membiarkan tubuhnya kecapekan karna mereka akan ujian. Padahal rencana jalan-jalan ini adalah idenya.

Criiit

Akhirnya yang ditunggu telah tiba. Kris dan Kyungsoo dalam satu mobil. Kyungsoo yang menunjukkan wajah JANGAN SESEKALI KALIAN BERANI MENEGUR KU menahan amarah karena akan berpergian dengan kawanan Kim.

" Kyungie, kau imut sekali dengan bantal leher itu." Ucap Yixing menegur Kyungsoo

" Yak. Aku tidak imut dan namaku Kyungsoo!." teriak Kyungsoo

" Lihat Kyungie, dia punya bantal leher. Kenapa Cuma mobilmu saja yang bagus tapi kau tidak mempunyai bantal leher?." Tanya Baekhyun kesal pada Chanyeol

" Yak! Kau kira mobiku ini kantong doraemon apa!." Ucap Chanyeol emosi

" Aku ga mau tahu. Aku mau bantal leher titik!." Ucap Baekhyun

" Yak..Yak..Yak anak ini. Baiklah nanti aku belikan di supermarket depan sana. Puas? Sekarang diam." Ucap Chanyeol yang disambut senyum manis dari Baekhyun.

" Sudah kan? Ayo kita pergi." Ucap Sehun

" Ok."

Kelima mobil itu pun akhirnya pergi menuju pantai yang indah dengan harapan yang manis.

.

.

.

Yixing dan Baekhyun menatap pantai dengan ekspresi tercengang. Pantai seperti apa ini yang memiliki Jurang tinggi untuk bisa menyentuh airnya. Kawanan Kim dan Luhan tampak sudah akrab dengan tempat ini, Kris dan Kyungsoo menatap dengan pandangan tidak tertarik.

" Kenapa kita kemari?." Tanya Yixing

" Bukannnya kau sendiri yang menginginkan pergi kepantai? Lagian Jongin memiliki Villa besar disini jadi kita bisa sekalian menginap disini." Jawab Cheb

" Tapi maksutku pantai yang benar-benar pantai. Bukan jurang begini." Omel Yixing

" Kau mau lihat JunMyeon tertawa kan? Nantikan sebentar lagi." Ucap Chen melepaskan bajunya.

" Kau mau ngapain?." Tanya Baekhyun penasaran

" Hyung? Ready?."

Chen mengambil ancang-ancang kemudian terjun melompat dari jurang menuju lautan lepas.

" Tidaaak! JunMyeon selamatkan dia! Dia gila dia bunuh diri!." Teriak Yixing panik

Jongin,Sehun, Chanyeol dan Luhan tertawa melihat Yixing. Kris dan Kyungsoo terlihat sedikit penasaran dan melihat kebawah. Chen sedang tertawa di bawah jurang bermain bersama air. JunMyeon melepas bajunya juga kemudian mengikuti perbuatan Chen. Disusul oleh Jongin, Chanyeol dan Sehun.

Yixing takjub melihat apa yang dilakukan kawanan Kim. Segera ia melihat kebawah menemukan kawanan Kim yang sedang tertawa bahagia. JunMyeon tertawa dengan sangat indahnya memperlihatkan deretan giginya yang putih rapi. Baru ini Yixing melihat JunMyeon mengeluarkan ekspresi tertawa seperti itu.

" Dasar tukang pamer." Ketus Kyungsoo

" Kenapa mereka semua abnormal?." Tanya Baekhyun terbengong

" Keren kan pacarku itu." Ucap Luhan sambil mengenakan kacamata rayban nya.

Kris menatap dengan dingin kelima kawanan Kim yang akhirnya naik keatas lagi. Chanyeol meninju-ninju tubuh JunMyeon yang masih tertawa. Jongin yang naik melihat Kyungsoo yang menatapnya dengan jijik.

" Kyungie kalau kau mau aku bisa ajarkan kau terjun." Ucap Jongin tulus

" Ya tunggu aku punya keinginan untuk bunuh diri." Ucap Kyungsoo sadis

" Apakah dingin? Ini handukmu." Ucap Luhan romantis pada Sehun

" Kau-memang-aneh." Ucap Baekhyun pada Chanyeol

Yixing tidak berkata apapun pada JunMyeon, ia masih terkesima oleh senyum dan tawa JunMyeon. Yixing ingin menyimpan memori itu selama-lamanya sendirian. Yixing tidak menunjukkan ekspresi apapun. JunMyeon menatap Yixing dengan tatapan menyelidiki.

" Kau tidak khawatir denganku? Tadi Chen terjun kau panik." Ucap JunMyeon

" Tidak. Karena aku tahu kau pasti bisa mengatasinya." Ucap Yixing singkat

JunMyeon sedikit kecewa mendengar jawaban Yixing. Ia suka Yixing yang perhatian, Yixing yang panik akan dirinya dalam bahaya. JunMyeon mulai terbiasa dengan perbuatan Yixing memperhatikan dirinya.

.

.

" Tidaaak aku tidak mau!." Teriak Baekhyun

" Oh dia mulai lagi." Chanyeol hampir menyerah menghadapi Baekhyun

" Baekhyun mengertilah. Aku akan satu kamar dengan Sehun, Jongin satu kamar dengan Chen, Kyungie satu kamar dengan Kris dan Yixing sudah pasti dengan JunMyeon nah tinggal kau satu kamar dengan Chanyeol. Bukankah sama dengan kita berpergian tadi?." Terang Luhan masih dalam sabar

" Ya sudah aku satu kamar saja dengan Baekhyun." Yixing menengahi

" Tidak kau satu kamar denganku. Jangan membantah." Ucap JunMyeon

" Hmm. Kyungie atau kau satu kamar dengan Baekhyun?." Pinta Yixing

" Tidak! Gege ku bisa mati kalau dia satu kamar dengan salah satu kawanan Kim itu." Ucap Kyungsoo

" Kyungsoo jangan khawatirkan aku." Ucap Kris

" Tidak ya tidak!." Ucap Kyungsoo keras

" Baekhyun please? Cuma semalam besok sore kita sudah pulang." Pujuk Luhan

" Baiklah. Tapi kau jangan dekat-dekat denganku tidurnya." Ancam Baekhyun

" Oh Tuhan tolonglah!." Pasrah Chanyeol menghadapi Baekhyun.

Akhirnya setelah perdebatan panjang itu mereka masuk ke kamar masing-masing. Kamar Yixing dan JunMyeon bersebelahan dengan kamar Luhan dan Sehun juga kamar Baekhyun dan Chanyeol. Sedangkan kamar Jongin dan Chen di bangunan Villa sebelah timur bersebelahan dengan kamar Kyungsoo dan Kris.

Yixing memang satu apartemen dengan JunMyeon. Ia juga sudah sering tidur dalam pelukan JunMyeon tapi tidur dalam satu kamar dengan JunMyeon ketika berpergian membuatnya gugup. JunMyeon memilih mengeluarkan bajunya dan bersiap untuk mandi. JunMyeon menghentikan kegiatannya. Yixing yang sedang melihatnya seketika menjadi gugup dan memilih untuk menggeser-geser layar ponselnya.

" Kau bawa sabun?." Tanya JunMyeon

" A-Apa? Sabun? Tidak." Jawab Yixing gugup

" Baiklah, aku pinjam Sehun dulu." JunMyeon keluar dari kamar.

Tidak lama JunMyeon kembali dengan tangan kosong.

" Kenapa? Sehun dan Luhan tidak bawa juga?." Tanya Yixing penasaran

" T-Tidak mereka lagi sibuk. Jadi aku tidak sempat bertanya." Jawab JunMyeon gugup

Yixing melirik JunMyeon dengan pandangan aneh.

" Ya sudah, aku tanya Baekhyun dulu. Biasa dia paling lengkap." Yixing keluar kamarnya.

Seketika Yixing tahu kenapa JunMyeon mendadak gugup. Diluar kamar suara desahan Luhan dan Sehun sangat berisik. Yixing mempercepat langkahnya ke arah kamar Baekhyun. Tapi siapa yang sangka Yixing sampai mentajamkan indera pendengarannya untuk memastikan benarkah itu suara Baekhyun yang sedang mendesah juga. Tampaknya Chanyeol dan Baekhyun menemuka cara perdamaian mereka sendiri. Yixing kembali ke kamar nya dengan gugup. Mungkin dia salah pilih sektor kamar. Yang tadinya dia diminta menjaga Baekhyun tapi kini malah Baekhyun mendesah kenikmatan bersama Chanyeol.

" Ada?." Tanya JunMyeon mengagetkan Yixing

" A-apa? Tidak. Sudah mandi saja tanpa sabun. Kau tadi kan cebur ke laut pasti badanmu gatal." Ucap Yixing mengalihkan pandangan curiga JunMyeon

Yixing naik ke atas kasurnya. Membelakangi JunMyeon, semula ia ingin mandi juga. Tapi perbuatan kanan kiri kamarnya membuatnya gugup. JunMyeon akhirnya mandi, Yixing memanfaatkan waktu itu untuk membuang pikiran macam-macam dari otaknya.

Tenanglah, jangan dipikirkan. Ucap Yixing dalam hati

JunMyeon keluar dari kamar mandi, Yixing masih membelakanginya berharap malam ini cepat berlalu. JunMyeon naik keatas ranjang mematikan lampu kamar. Perbuatan sangat salah karena menjadikan keadaan lebih sunyi dan suara dikanan kiri kamar makin bergema.

" Aaaah Sehunnie. Jangan menggigit itu sakit sayang aaah.."

" Baek.. Goyangkan lagi pinggulmu aaah ya seperti itu nikmaat.."

JunMyeon segera duduk di atas ranjang dengan cepat membuat Yixing terkejut dan menoleh padanya.

" K-kau kenapa?." Tanya Yixing panik

JunMyeon melihat Yixing, menatap bibir Yixing yang menawan dan menggiurkan. Segera ia condongkan tubuhnya kearah Yixing dan melumat bibir Yixing. Tangan kekar JunMyeon mulai menjalar ke punggung Yixing yang sudah hanyut dalam ciuman JunMyeon yang memabukkan. Tangannya mulai membelai dada Yixing dan memilin puting Yixing dengan lembut. Yixing mendesah kenikmatan. JunMyeon menghentikan ciuman nya dan disambut tatapan protes Yixing. JunMyeon tersenyum kemudian melanjutkan ciumannya yang berpindah ke leher hingga dada Yixing yang sudah tidak menggunakan baju lagi. Meninggalkan banyakknya tanda kepemilikan di leher dan tubuh Yixing. Ciumannya terhenti lagi dan kini menggesekkan lidahnya di puting Yixing. Yixing yang merasa kasar lidah JunMyeon di putingnya mendadak seperti kesetrum seluruh tubuhnya bergelinjing kenikmatan.

" Aaaah.. JunMyeon..."

" Enak?."

Yixing menganggukkan kepalanya dan disambut senyum JunMyeon yang kembali melakukan perbuatannya ke puting sebelah lagi.

Sesungguhnya engkau lah puncak klimaks ku kekasih, nikmat karena kau yang melakukannya. Kedua tangan JunMyeon sibuk meraba tubuh Yixing, meremas bongkahan bokong dengan gemas. Yixing tanpa sadar tangannya telah lama berada dibawah meraba junior JunMyeon yang masih berada di dalam celana. Sesuatu yang tertidur sudah terbangun daritadi. JunMyeon melepas celana dan semua kain yang masih menempel ditubuh Yixing. Melemparnya dengan sembarangan. Dan melepas semua pakaiannya.

Ini bukan pertama kalinya Yixing melihat JunMyeon telanjang di depannya. Tapi perasaan ini bagai pertama bagi Yixing. JunMyeon memperlakukannya seakan dia dan Yixing menginginkan malam itu terjadi sesuatu pada mereka

JunMyeon memegang junior Yixing dan mulai mengocoknya pelan. Bibirnya kembali ke bibir Yixing menciuminya hingga puas.

" Aaah.."

Seruan kenikmatan Yixing makin memburu sisi buas JunMyeon. JunMyeon pun memasukkan jari telunjuknya ke lubang pink kecil Yixing.

" Aaahh.. JunMyeon sakiit.."

" Masih sakit?." Tanya JunMyeon yang masih memaju mundurkan tangannya

" Aaaahh... aaahh JuunMyeoon..."

JunMyeon pun mengambil posisi membuka lebih besar lagi paha Yixing dan perlahan memasukkan juniornya dalam lubang Yixing.

" Aaah pelan-pelan JunMyeon..Aaaah.."

Dengan sedikit hentakan junior JunMyeon kini telah bersarang di lubang Yixing.

" Aaaah ini nikmat Yixing." JunMyeon merasa kenikmatan ketika Juniornya terasa terjepit kuat.

" Aaaagggghhh... JunMyeooon..." Yixing mulai mengerang keenakan sepertinya kesakitannya sudah terganti dengan kenikmatan yang diberikan JunMyeon akibat juniornya semakin terdorong dalam menembus titik kenikmatan Yixing. Tangan JunMyeon pun turut mengurut Junior Yixing. Yixing bagai diberi kenikmatan double. Yixing merasakan sesuatu akan meledak dalam dirinya. Ia akan sampai. Dan benar, cairan kenikmatannya keluar, JunMyeon yang masih memaju mundurkan juniornya menjilat cairan Yixing yang berada di perut Yixing.

JunMyeon mengajak Yixing berpindah posisi dengan hati-hati tidak ingin Juniornya tercabut dari lubang Yixing. Kini JunMyeon menghadap punggung Yixing.

" Menungginglah sedikit sayang." Ucap JunMyeon lembut

Setelah posisi yang dinginkan JunMyeon terlaksana. Dengan ganas JunMyeon menghentakkan lagi Juniornya.

" Aggghhh JunMyeooon pelan pelaan Aaaaaghhhhh..."

JunMyeon tidak menggubris permintaan Yixing. Ia tahu Yixing juga merasakan kenikmatan dengan bukti junior Yixing yang kembali bangkit lagi. JunMyeon mencium tengkuk Yixing menambah desahan kenikmatan dari Yixing.

" Aaaagghh Yixing.. Katakan kau milik siapa?." Ucap JunMyeon menciumi tattoo Yixing di punggungnya

" Aaaaghh JunMyeon aku milikmu aahhhh.." Yixing keluar lagi untuk kedua kalinya

JunMyeon yang masih belum keluar mempercepat lagi hentakan dalam lubang Yixing yang makin membuatnya kenikmatan.

" Aaaaghhh Yixing aku sampai aagghhhh.."

JunMyeon membenamkan juniornya makin dalam menyebabkan Yixing teriak kencang, terjatuh tidak bisa menahan lagi . Dan semburan hangat memenuhi lubang Yixing. JunMyeon ikut terjatuh diatas tubuh Yixing. Membawa Yixing kesamping dan memelukknya.

" Tidak kah kau mau mengeluarkannya?." Tanya Yixing

" Besok saja. Sekarang kita tidur." Ucap JunMyeon nakal

" Aku sakit JunMyeon."

" Tahanlah untukku sayang."

Dan mereka pun tidur dalam butiran keringat dan kenikmatan. Setiap waktu adalah kebahagiaan bagi pasangan yang bercinta. Bercinta adalah kenikmatan yang dirasakan sepasang kekasih jika mereka melakukannya tanpa beban. Yang dilakukan tanpa rencana tapi dengan persiapan yang matang. Bercinta hanya karena keinginan hanya dirasakan sang pelacur. Bercinta karena perasaan tanpa pikiran hanya dilakukan orang bodoh. Bercinta karena waktu dan perasaan yang tepat adalah kemurnian dalam hubungan.

So dont do it before you ready.

Tidak ada yang bangun pagi kecuali orang-orang di sektor Timur. Chen dan Jongin sudah mulai bermain di pantai. Kali ini mereka tidak terjun melainkan turun melalui jalan naik mereka kemarin. Kyungsoo yang di tarik Jongin ke pantai mau tidak mau harus berjemur di panasnya matahari dengan tatapan marah. Kris yang mulai merasa bosan karena kini menjadi babysister untuk adiknya agar tidak terlalu dekat dengan Jongin.

Sehun dan Luhan akhirnya keluar dari kamarnya. Memamerkan bekas kepemilikan yang banyak di badannya Sehun yang shirtless dengan santai langsung terjun dari atas Jurang ahli-ahli mengikuti Luhan yang turun dari jalan setapak. Baekhyun yang tampak malu-malu dan lebih pendiam kini digandeng Chanyeol yang juga tampak malu-malu turun mengikuti Luhan. Dan kamar terakhir akhirnya terbuka. JunMyeon mencoba memujuk Yixing yang tidak mau keluar kamar karena malu.

" Ayolah. Nanti sore kita sudah pulang. Kau harus merasakan hangatnya air di lautan." Pujuk JunMyeon

" Aku malu." Ucap Yixing tersipu

" Kau malu dengan siapa?."

" Semalam sepertinya suaraku terlalu kuat."

" Oh bahkan Luhan yang berteriak dan sahabatmu Baekhyun yang mendesah 8 Oktaf sudah diluar dengan santai." Ucap JunMyeon meyakinkan Yixing

" Baiklah." Yixing akhirnya mengalah.

Mereka pun keluar dan mulai menuju jurang.

" Kau mau terjun? Akan ku ajarkan kau terjun." Ucap JunMyeon

" A-Aku takut." Ucap Yixing

" Aku pegangi. Ayo dalam hitungan ketiga."

Byuuur...

Yixing merasakan tarikan dalam dasar laut ia tidak bisa menggapai tangan JunMyeon, bahkan ia tidak bisa melihat keberadaan JunMyeon. Yixing panik dan sebuah tangan menyambar punggungnya dan menarik nya ke atas.

" Ah maafkan aku. Pasti kau ketakutan." Ucap JunMyeon di atas air

Yixing menatap JunMyeon yang melihatnya dengan pandangan cemas. JunMyeon bukan lagi seorang binatang buas. Dia memang tetap serigala tapi ia kini memiliki rasa kemanusiaan. Yixing merasakan JunMyeon mulai menghangat.

" Kau kedinginan?." Tanya Kris

" Tidak. Airnya hangat. Kau tidak berenang?." Tanya Yixing

" Tidak." Kris menatap Kyungsoo yang masih asik di ikuti Jongin

" Dia tidak akan apa-apa. Nikmatilah liburanmu. Ayo berenang." Tarik Yixing

JunMyeon menatap Yixing yang menarik Kris ke dalam air.

" JunMyeon, maukah kau berenang bersama kami juga?." Tanya Yixing

JunMyeon terdiam, seluruh perasaan cemburunya mengatakan ia harus menolak ajakan Yixing dan bersikap bagai anak kecil yang merajuk. Tapi sifat Alpha nya mengatakan Yixing adalah miliknya dan ini adalah daerah kekuasaannya, Kris hanyalah seorang tamu yang sedang dijamu. Seburuk apapun tamu itu adalah tetap seorang tamu.

" Baiklah." Jawab JunMyeon

Yixing tersenyum dengan jawaban JunMyeon, Kris menatap JunMyeon walau dalam pandangan curiga tapi ia tetap masuk dalam air dan mulai berenang dalam air bersama JunMyeon.

TBC

...

*JANGAN LUPA REVIEW KAKA*

Aduh asli seminggu ini banyak dikejar jadwal yang tidak terjadwal sebelumnya

Kalau ada lambat sehari atau dua hari maafkan aku yah. Karna lagi rempong cyiin T.T

Kalau ga Minggu atau Senin pasti aku ada ga upload tuh. Soalnya biasa aku buat malam terus save dulu baru publish esoknya.

Kalau minggu upload berarti senin dah yang ga upload T.T maafkan...

Buat yang udah reviews kemarin request naena ena panjang ini udah ya please jangan minta lebih panjang lagi demam nanti authornya ahahah.

Bagi yang kenal aku please jangan bahas di dunia nyata or my sosmed soal aku nulis Rate M ini yah. Kita saling respect aja ya sahabat ku sayang ^^

Jangan lupa support Lay nonton MV Solo nya Lose Control yah. Tetap dukung dia walau ide shirtless di MV itu menghancurkan perasaanku hiks T.T wkwkw gayaa lah

Ingat jangan lupa review kaka kalau ada masukan dll.. Sehat terus dan Happy weekend all!