Chapter 9

SANG ALPHA

Main Cast:

Kim JunMyeon

Zhang Yixing

Other Cast:

All members EXO

Etc

SuLay Mood

Yaoi

Dont Plagiat

Mari membaca dan selamat berimajinasi dalam pesona jatuh cinta...

Arti kehidupan sebenarnya bukanlah dari buku-buku yang kita baca, kalimat-kalimat yang di ucapkan dalam kedewasaan seseorang, melainkan dari apa yang telah mengakar dihati, jiwa dan inti kehidupan kita. JunMyeon menatap kedua orang tua nya yang duduk di depannya, Yixing disebelahnya hanya menatap tangannya yang di genggam erat JunMyeon. Kim Siwon balas menatap tajam anaknya sedangkan Soo Young tidak membalas tatapan JunMyeon, matanya terpaku akan renda yang menghiasi meja makannya.

" Aku tidak setuju keputusan ayah untuk memperkerjakan Yixing setelah dia tamat sekolah." Ucap JunMyeon dingin

" Itu keputusan ayah. Bukan keputusanmu." Balas Siwon

" Kalau Ayah tetap bersikeras aku akan membawa Yixing pergi selama nya." ancam JunMyeon

" Perlu kuingatkan siapa pemilik Yixing, JunMyeon?." Tanya Siwon dingin

" Aku. Aku lah pemiliknya. Aku yang menikahinya, dia punyaku." JunMyeon mengeratkan genggaman tangannya.

" Tidak JunMyeon! Sudah cukup semua keinginanmu kami turuti. Kali ini kau yang akan mengikuti keputusan ku."

" Kenapa ayah selalu bersikap egois?!. Apa aku masih dianggap sebagai anak disini?!." Tanya JunMyeon emosi

PLAK

Tanpa disadari tangan lembut Soo Young menampar pipi JunMyeon. Anak yang disayangi nya. Soo Young tampak terkejut, begitu juga semua yang duduk di meja itu.

" I..Ibu.." JunMyeon tampak sangat kaget

" J-J-JunMyeon.."

" Sekarang aku tahu kenapa ibu tidak berani sekedar membalas pandanganku. Aku memang binatang bagimu." JunMyeon menarik tangan Yixing untuk keluar dari rumah besar itu.

.

.

Hubungan ibu dan anak adalah paradoks dalam arti tertentu tragis. Hal ini membutuhkan cinta paling intens di sisi ibu, cinta yang membantu sang anak tumbuh dalam membangun karakter dirinya. Karena itu, cinta kasih seorang ibu tidak akan padam hanya karena amarah sang anak ataupun kepergian sang anak. Tapi cinta kasih itu mampu tidak terlihat jika satu amarah dari sang ibu keluar untuk anaknya.

Yixing menatap kamar JunMyeon yang daritadi tidak terbuka. Yixing mengetuk pelan, ia masuk tanpa sang empunya kamar mempersilahkan. Yixing tahu JunMyeon sedang bersedih. Yixing mendekap tubuh JunMyeon dari belakang. Jika biasanya JunMyeon mendekapnya, mententramkan ketakutan dan kesedihannya. Kini Yixing melakukannya untuk JunMyeon.

Yixing menceritakan dengan pelan tentang kisah seekor anak burung yang belajar terbang oleh induknya.

" Induk burung tahu, anak nya tidak akan terbang berdasarkan keuntungan dari gravitasi semata. Induk burung yang tidak ingin anaknya jatuh ditiup angin ketika belajar terbang mempelajari bagaimana awalnya ia bisa terbang." Yixing bercerita dengan lembut masih mendekap erat JunMyeon dari belakang

" Induk burung akhirnya belajar tentang ilmu fisika. Ia mempelajari semakin banyak energi yang digunakan dapat menghasilkan suatu gerakan berpindah." Yixing mengambil napas dan kembali berpikir untuk melanjutkan ceritanya

" Akhirnya induk burung pun berpikir keras, semakin tinggi tekanan energi ditambah dengan energi gerak dan potensi energi yang dihasilkan akan menghasilkan dua kali lipat dari hasil energi yang ada. Itu artinya anaknya harus cukup umur dan cukup makan untuk bisa diajarkan terbang, pikir induk burung yang pintar. Induk burung pun tidak habis ide ia berpikir lagi tentang keuntungan alam semesta bagi anaknya kelak. " JunMyeon masih diam tidak menggubris cerita Yixing. Sedangkan Yixing sudah keasikan dalam ceritanya.

" Induk burung pun belajar lagi tentang kecepatan angin dan kecepatan sayap seekor burung kecil. Akhirnya induk burung mengerti tekanan udara dibawah sayap jika lebih besar dari udara diatas sayap akan membuat burung terbang tidak terjatuh. Induk burung pun mengajarkan anaknya terbang tidak mengikuti angin, ataupun tidak melawan angin. Induk burung mengajarkan anaknya untuk bersahabat dengan angin. Dan anak burung pun belajar terbang dan meninggalkan induknya. Tamat." Cerita Yixing

" Jadi moral of story mu itu apa? Sampai-sampai induk burung yang tidak bersalah harus belajar fisika." Tanya JunMyeon tiba-tiba

" Hmm apa ya? Oh aku tahu, kita tidak boleh menyalakan keadaan sebelum kita tahu apa yang akan terjadi. Sama seperti induk burung yang tidak berburuk sangka pada angin. Nyatanya angin atau udara lah salah satu alasan burung bisa terbang." Ucap Yixing

" Entahlah. Kepalaku Cuma sakit mendengar ceritamu itu. Jangan ceritakan aku apa-apa lagi mulai sekarang." Ucap JunMyeon

Yixing tertawa mendengar perkataan JunMyeon. Yixing memang pencerita yang buruk. Itu yang mendiang ibunya pernah katakan. Dan memang itulah kenyataannya.

" Makan Yuk. Aku lapar." Ucap Yixing

" Kau mau makan dimana?." Tanya JunMyeon moodnya mulai terisi lagi

" Makan dirumah. Makanan sehat dan enak yang kubuat. Okay?." Pujuk Yixing

" Hmm kau tidak bosan masak dan mengemas rumah?. Sekali-kali kita harus makan diluar untuk refleshing daripada mendengar cerita induk ayam belajar fisika." Ucap JunMyeon

" Yak kau ini. Jangan bahas ceritaku lagi. Ayo keluar kamar temankan aku masak." Yixing menarik tangan JunMyeon.

Yixing memang bukan seorang pencerita yang baik, tapi dialah salah satu alasan JunMyeon tersenyum. Bukankah itu yang selalu dilakukan kekasih?.

...

Mereka semua kini telah mendengar pengumuman kelulusan mereka. Yixing perahi nilai terbaik disusul dibelakang oleh Chen. JunMyeon dan kawanan nya tidak terlalu menyambut kelulusan mereka. Karena setelah kelulusan kemungkinan untuk terus bersama dalam satu tempat pendidikan yang sama tidak mungkin terjadi. Jongin memiliki impian untuk melanjutkan di bidang psikologi sedangkan Chanyeol akan berkonsentrasi di musik. Sehun sudah dipastikan akan mengambil bisnis. Chen lebih tertarik melanjutkan kepintarannya di ilmu kedokteran. JunMyeon? Dia belum menentukan pilihannya.

" Yixing, apa benar kau tidak akan melanjutkan pendidikanmu?." Tanya Luhan sedih

" Ya Lu. Aku akan bekerja dengan ayahnya JunMyeon." Jawab Yixing

JunMyeon diam tidak menggubris perkataan Yixing.

" Kalau kau diberi pilihan kau tertarik dengan apa? Aku masih bingung mau kemana." Ucap Luhan

" Hmm. Aku mau jadi guru matematika. Tapi bekerja sebagai pembisnis juga tidak masalah. Aku menyukainya." Ucap Yixing antusias

" Oh kau sangat pintar. Kau bisa menjadi segalanya. Kalau kau Baekhyun?." Tanya Luhan

" Aku sepertinya akan mengambil tentang seni. Disana ada tari, nyanyi, melukis dan banyak lagi. Menarik bukan?." Ucap Baekhyun

" Ya betul. Aku juga mau. Kita sama-sama ya." Pujuk Luhan yang disambut pelukan Baekhyun

Yixing menatap kedua sahabatnya dengan sedikit sedih. Sesungguhnya melanjutkan pendidikan adalah keinginannya. Ia sangat senang menerima ilmu baru. Tapi ia harus tahu diri, siapa dia. Dia hanya seorang budak dari Kim Siwon.

" Hyung, kau kemana?." Tanya Sehun

" Aku belum tahu." Jawab JunMyeon tidak bersemangat

" JunMyeon akan melanjutkan pendidikannya di bisnis sama sepertimu Sehun. Kalian akan menjadi pesaing dimasa depan nanti." Ucap Yixing

" Aku tidak akan melanjutkan kalau kau juga tidak." Ucap JunMyeon

" JunMyeon, aku ini sangat-sangat pintar. Aku tidak butuh pendidikan lagi. Suatu hari nanti kau harus membantuku menyelesaikan bisnis keluarga kalian kalau kau tidak ingin aku di ruangan kerjaku 24 jam." Ucap Yixing

" Tidak." Ucap JunMyeon

" Please. Demi aku." Mohon Yixing.

" Kau kan tahu. Kalau aku melanjutkan pendidikan tidak mungkin aku tetap berada di negara ini." Ucap JunMyeon

Yixing terdiam, sesungguhnya hal itu sudah bisa ditebak oleh Yixing. JunMyeon pasti akan dikirim ke negara barat untuk memperoleh pendidikan yang baik mungkin sama seperti yang akan dilakukan kawanannya lainnya. Yixing tidak akan rela ditinggal JunMyeon. Tapi ia sadar, ia tidak mempunyai hak menahan JunMyeon demi keinginan pribadinya.

" Karena itu kau harus pergi. Jadi aku punya alasan untuk ambil cuti mengunjungimu. Okay?." Pujuk Yixing lagi

JunMyeon mengambil napas panjang. Meninggalkan Yixing sendirian sungguh tidak akan membuatnya nyaman.

...

Bagiku kepergian tidak memberikan kehilangan jika ia berjanji akan kembali pulang

Disinilah Yixing setelah ditinggal JunMyeon. Bekerja digelapnya ruangan ketika malam hari hingga dini hari. Siangnya berlatih bela diri yang merupakan suatu syarat dari JunMyeon sebelum ia pergi ke Eropa dengan tenang. Mereka masih saling berkomunikasi melalui jaringan internet. Dewa dewi peluklah sang penemu jaring laba-laba tercanggih ini. Karena nya yang jauh bagai terasa dekat.

" Minho, tubuhku sudah akan rontok jika kau masih memaksa aku membalas pukulanmu." Ucap Yixing yang terbaring di dalam ring.

" Haha. JunMyeon akan mematahkan hidungku kalau dia pulang kau masih belum bisa berkelahi." Bela Minho

" Aku bisa melindungi diriku Minho, percayalah." Ucap Yixing

" Baiklah. Jadi kapan JunMyeon pulang? Kudengar kawanan Kim akan mengadakan reuni sebentar lagi." Ucap Minho

" Apanya yang reuni jika JunMyeon, Sehun, Chanyeol dan Chen berada di satu negara yang sama di Eropa sana." Ketus Yixing

" Kau melupakan Jongin? Yang setia mengantar jemputmu kesini?." Ucap Minho

" Ah Jongin bahagia dengan ku, Luhan dan Baekhyun disini. Aku bahkan merindukan Kyungsoo dan Kris." Ucap Yixing

" Wu bersaudara? Mereka dimana?."

" Mereka bersekolah di Canada. Tapi kudengar Jongin sudah mendapatkan nomor telepon Kyungsoo. Progres yang luar biasa kan. Kawanan Kim akan menjalin asmara dengan salah satu Wu bersaudara." Ucap Yixing bahagia

" Jongin, tidak kusangka ia banyak berubah. Ia menjadi sangat dewasa sekarang."

" Minho, anak kecil pun bisa dewasa jika ia menemukan cinta sejatinya. Kau juga, sudah saatnya kau menemukan cintamu. Jangan hanya kelahi saja tahumu haha. Sudah ah aku pulang. Jongin sebentar lagi menjemputku." Yixing meninggalkan Minho yang terlihat kesal dengan komentar Yixing.

Rupanya Jongin belum menjemputnya. Yixing menunggu di depan bangunan latihan Minho, sambil membuka ponselnya, mengetik pesan singkat penuh cinta kepada kekasihnya. Disana masih malam mungkin JunMyeon telah tidur. Tapi Yixing dengan setia tetap mengirimkan perkembangannya sehari-hari walau kadang tidak mendapat balasan dari JunMyeon.

" Hai kau Yixing?." Tanya seorang pria

" Ya benar. Siapa ya?." Tanya Yixing

" Perkenalkan aku Wang HanBin."

Seorang pria yang mengaku adalah teman masa kecil JunMyeon mengajak Yixing untuk meminum kopi bersama di kafe tak jauh dari bangunan Minho. Yixing tidak menyadari bahaya besar yang sedang mengintainya dari kedatangan pria berwajah tampan itu.

" Kau tahu anehnya lagi? Kawanan Kim sangat membenciku karena aku adalah teman masa kecil JunMyeon. Maka dari itu kuminta kau merahasiakan pertemuan kita dari JunMyeon dan kawanannya." Ucap Wang HanBin

" Oh kenapa? Apakah mereka sangat memusuhimu?." Tanya Yixing penasaran

" Kami pernah salah paham. Kedatanganku ini sesungguhnya ingin meminta bantuan darimu untuk mendekatkan aku lagi pada JunMyeon dan kawanannya. Sehingga aku tidak dimusuhi mereka lagi." Ucap Wang HanBin

" Oh begitu. Baiklah aku usahakan. Tapi aku harus pergi dulu. Jongin sudah memintaku bertemu di tempat tadi." Ucap Yixing

" Baiklah kalau begitu boleh aku minta nomor mu?." Tanya Wang HanBin

" Tentu. Teman JunMyeon adalah temanku juga." Ucap Yixing polos

.

.

.

Jongin menatap Yixing yang keluar dari kafe kopi dengan pandangan curiga. Yixing tidak pernah meminum kopi apalagi mengunjungi sebuah kafe.

" Kau kenapa dari sana?." Tanya Jongin penasaran

" Aku mencari kue saja. Rupanya tidak ada. Jongin maukah kau tidak usah mengantar jemputku? Aku bukan seorang gadis. Aku bisa pergi kemana saja sendirian." Ucap Yixing

" Ya kalau kau mau JunMyeon pulang kesini memenggal kepalaku." Ucap Jongin menakut-nakuti Yixing

" Hu! Bagaimana Kyungie? Kapan dia pulang? Aku merinduinya." Ucap Yixing

" Haha aku juga. Tapi dia mengatakan akan pulang secepatnya bersama Kris kesini." Ucap Jongin

" Yay cant wait! Kalian pasangan tornado ketemu volcano!." Teriak Yixing bahagia

" Apa-apaan itu." Ucap Jongin yang langsung dijawab Yixing dengan pembahasan panjang lebar tentang asal mula tornado dan terjadinya volcano yang langsung disesali oleh Jongin.

.

.

Yixing menatap ruangan kerjanya. Walaupun ruangannya bebas asap rokok ia tetap harus melewati club dan casino yang penuh asap. Bahkan kadang ia harus memeriksa kebawah tempat casino. Yixing berpakaian kerja layaknya seorang penjudi besar. Memakai jas mahal dan sepatu hitam yang elegan. Tak sedikit wanita yang melirik padanya. Bahkan beberapa lelaki mencoba menggodanya secara terus terang. Yixing tidak pernah memperdulikannya.

Kim Siwon sudah tidak bekerja lagi mengurusi casino nya. ia memilih merawat dirinya di rumah dan rumah sakit. Tetap tidak diketahui oleh Yixing ataupun JunMyeon. Hanya ia, kakek Kim, istrinya dan Seung Hyun yang mengetahui kondisinya.

Seung Hyun setia membantu pekerjaan Yixing di casino. Segala pekerjaan yang dilakukan Yixing tampak sempurna. Walaupun ia tidak bersekolah bisnis, ia mampu membuat saham perjudian naik. Bahkan karena campur tangannya kakek Kim berhasil memperluas wilayah kekuasaannya. Yixing tidak menggunakan kekerasan. Ia hanya menggunakan kepintarannya.

Kakek Kim juga telah menyayangi Yixing. Bahkan menawarkan beberapa penjagaan untukknya yang langsung ditolak mentah-mentah. Yixing hanya mau hidup nyaman. Bila ia tidak sedang bekerja ia akan mengemas rumah dan memasak, menunggu video call dari JunMyeon . Ia juga rutin datang kejurang bersama Jongin untuk berlatih terjun. Dengan itu ia mengingat indahnya senyum JunMyeon dan segala kenangan yang mereka miliki.

...

JunMyeon merapatkan baju hangatnya. Seharian ini ia belum mendapatkan kabar apa-apa dari Yixing. Ia yang satu apartemen dengan Sehun sedang di luar menghirup coklat panas. Seharusnya ketika musim dingin ini JunMyeon lebih menyukai tetap di kamarnya tapi karena Luhan yang baru saja tiba dari Korea untuk menjumpai kekasihnya. JunMyeon memilih untuk keluar dan mencari cara menghangatkan dirinya diluar daripada harus terbakar perasaan iri oleh pasangan romantis itu. JunMyeon mengira waktu, mungkin di Korea sudah malam. Itu artinya Yixing sedang bekerja dan tidak bisa diganggu. JunMyeon merasa merana melihat kenyataan ini. JunMyeon akhirnya memilih alternatif lain menanyakan Yixing melalui Jongin dan Minho.

Yixing masih menjalankan hari-harinya seperti bisa. Seharusnya JunMyeon tidak perlu cemas, tapi itulah yang di cemaskan. Dia takut Yixing akan akhirnya bosan menunggunya dan memilih pergi meninggalkannya atau melupakannya. Bukankah Yixing juga manusia yang akan merasakan bosan. JunMyeon sudah jatuh hati terhadap Yixing. JunMyeon itu seperti serigala, dan serigala hanya mencintai satu untuk selamanya. Bahkan ia rela akan menderita daripada harus mencari yang lain. JunMyeon mulai dimakan oleh pikiran negatifnya sendiri.

...

Yixing mengendarai mobil hitam kesayangan JunMyeon pulang menuju apartemen nya bersama JunMyeon. Ia ditawari mobil yang lebih baru oleh Kim Siwon. Tapi ia memaksa ingin menggunakan mobil JunMyeon saja. Mobil kuning masih terpakir rapi disebelah secara rutin di rawat oleh Yixing juga. Yixing masih tidak tahu misteri dari mobil kuning itu. Tapi Yixing juga tidak berani menggunakan nya walau JunMyeon mengizinkannya. Sudah dini hari hampir matahari terbit jalanan sepi sehingga Yixing bisa dengan santai mengendarai mobil plat nomor K1M itu

Tin Tin.

Sebuah mobil merah mengklakson nya dari belakang. Yixing memelankan mobilnya untuk mempersilakan mobil itu duluan. Mobil itu pun sejajar dengan Yixing membuka jendela mobilnya dan terlihatlah Wang HanBin yang tersenyum pada Yixing.

" Wah gayamu dengan jas itu seperti raja judi." Komentar Wang Hanbin

" Haha aku anggap itu sebuah pujian." Ucap Yixing

" Mampir dulu di depan? Kita minum air gingseng untuk kesehatan?." Ucap Wang HanBin

" Hmm Boleh." Ucap Yixing

Mereka pun berhenti di sebuah tempat minum gingseng dan bakar-bakar. Mengobrol panjang lebar tentang kehidupan.

Teet teet teet

Ponsel Yixing berbunyi.

" JunMyeon meneleponku." Ucap Yixing semangat

" Rahasiakan aku." Ucap Wang HanBin sambil pura-pura bersembunyi

Yixing tertawa dan menjawab telepon JunMyeon

" Ya Halo."

" Kenapa kau sangat senang sekali? Kau lagi dimana? Kenapa ramai sekali?." Tanya JunMyeon protektif

" Haha aku lagi minum air gingseng. Baru saja mau menuju apartemen untuk pulang." Jawab Yixing jujur

" Minum air gingseng? Bukannya sudah jam 4 pagi disana? Sama jongin?." Tanya JunMyeon menyelidiki. Pergi mampir kesuatu tempat sehabis pekerjaan bukanlah kebiasaan Yixing.

" Iya benar. Tidak aku bersama.. Seorang teman." Ucap Yixing yang disambut isyarat bisik oleh HanBin

" Teman?."

" Iya teman."

" Hmm baiklah.. "

" Nyonya, bisa ambilkan kami arak?." Ucap Wang HanBin agak kuat berharap JunMyeon mendengar di ujung telepon sana.

" Yixing! Pulang. Aku tidak mau tahu, kau harus pulang sekarang atau aku suruh Jongin menyusulmu." Ucap Junmyeon emosi.

" Kenapa JunMyeon?." Tanya Yixing tidak mengerti

" KU BILANG PULANG YA PULANG!." Teriak JunMyeon marah

" Baiklah.. baiklah aku pulang. Nanti sampai apartemen ku telepon." Ucap Yixing mematikan telepon

" HanBin, tampaknya aku harus pulang duluan. Maafkan aku ya." Ucap Yixing meminta izin

" Oh baiklah. Tinggalkan saja aku masih mau duduk disini." Ucap Wang HanBin

" Baiklah, terimakasih." Ucap Yixing

Setelah Yixing pergi, Hanbin tertawa puas. Ia tahu daripada dia harus menghabisi Yixing langsung lebih baik dia akan gunakan dulu agar JunMyeon jauh lebih menderita nantinya.

Kena kau JunMyeon. Desis HanBin dalam hatinya.

TBC

...

*JANGAN LUPA REVIEW KAKA^^*

Bagi pembaca yang lupa siapa Wang Hanbin baca lagi di chapter 6 yah ^^

Maaf buat yang pembaca merasa lelah akan ceritaku..

Entah kenapa menulis SANG ALPHA ini udah jadi candu aku ^^

Sebenarnya udah aku mau The End kan aja tapi kok kayaknya masih banyak yang belum aku jelaskan lagi dicerita ini.

Jadi belajar dari FF aku sebelumnya yang ujungnya gantung bagai lagu Melly G jadi aku lebih mending siapkan perchapter dengan ga terduga biar nanti ujungnya ga gantung..

Bagi yang bosan baca FF aku.. maafkan daku ya kalian harus jadi korban dari santapan imajinasiku ini T.T

Hari minggu ini aku mau berangkat ke kota lain (LAGI) jadi kemungkinan senin ga ada upload..Mianhe... janji dah nanti Upload mendekati 3.000/lebih words... Amiiin

Kalau tugas akhir tahun ga ada Cuma aku banyak berpergian ke kota-kota lain and kebanyakan balik hari. Hadeeh udah kayak dokter antar pulau aja deh gueee T.T

Sehat terus readers dan tetaplah merasa jatuh cinta...