Chapter 11
SANG ALPHA
Main Cast:
Kim JunMyeon
Zhang Yixing
Other Cast:
All members EXO
Etc
SuLay Mood
Yaoi
Dont Plagiat
Author: Flying White Unicorn
Mari membaca dan selamat berimajinasi dalam pesona jatuh cinta...
JunMyeon meminum kembali coklat panasnya. Dalam diam ia menganalisa kembali cintanya yang sedikit membingungkan. JunMyeon mengingat kembali awal ia bertemu dengan Yixing. Sosok yang ia benci dan bertolak belakang padanya. Apakah ini yang disebut dengan takdir?. Atau Tuhan hanya sedang membawanya dalam sebuah permainan?. Dengan sederhana dan tanpa alasan yang jelas, JunMyeon kini mencintai satu orang yang sama dan ini sudah memasuki tahun ketiganya. Bersama mengarungi gejolak dalam asmara dan bertahan dalam ribuan kilometer yang memisahkan mereka. Namun Orang yang JunMyeon cintai kini hadir bagaikan kabut. Tidak beranjak kemana-mana.
Yixing yang melakukan aktivitasnya masih sama selama bertahun-tahun setelah JunMyeon tinggalkan. Tidak pernah menyimpan suatu rahasia apapun dari JunMyeon. Selalu berusaha mendekatkan komunikasi mereka walaupun jarak terpisah. Kini berubah, Yixing yang kini tampak lebih pasrah akan hubungan mereka. Yixing tetap menjalankan kehidupannya seperti biasa. Hanya Yixing tidak berkomunikasi seperti biasa.
JunMyeon memang sengaja jarang menghubungi Yixing. Awalnya karena ia masih sakit hati akan ketidak jujuran Yixing. Tapi JunMyeon semakin kecewa karena Yixing tidak mencoba untuk memaksa JunMyeon menghubunginya. Ia ingin Yixing di Korea sana memaksanya untuk pulang datang menghampirinya. Tapi Yixing sama sekali tidak mengharapkan sesuatu dari JunMyeon. Bukankah mereka adalah pasangan yang telah menikah?. Bukankah wajar bila suatu pasangan ingin selalu berada dekat dengan pasangannya?. Apakah Yixing menemukan pengganti sosok JunMyeon disana sehingga ia tidak terlalu menginginkan JunMyeon pulang kembali?. Apa hanya JunMyeon yang menginginkan ia untuk segera pulang kembali?.
JunMyeon bahkan tidak tahu bagaimana perasaan Yixing sesungguhnya kepadanya. Egonya lah yang mengatakan Yixing mencintai dan membalas cintanya. JunMyeon lupa siapa Yixing sebenarnya. Ia hanya orang yang dipaksa menikah dengan JunMyeon. Bahkan hingga kini JunMyeon masih belum mengenal siapa seseungguhnya Yixing itu. JunMyeon terlalu takut untuk bertanya bagaimana perasaan Yixing sesungguhnya padanya. JunMyeon tidak pernah mengalami penolakan dalam hidupnya. Ia tidak pernah kalah. Kini ia takut dikalahkan oleh perasaannya sendiri.
JunMyeon menguatkan perasaannya, dia tidak boleh kalah oleh pikiran bahkan perasaannya sendiri. Sebelum Yixing terlampau jauh darinya sebaiknya dialah yang harus melepas Yixing. Sama seperti teori menggenggam pasir. Semakin kuat kau genggam pasir itu akan jatuh tapi jika kau tampung sampai sebisamu ia akan mengisi wadah ditanganmu.
...
Yixing memeriksa kamar jongin, hari ini ia harus kuliah. Karena tindakan heroik nya mengantar jemput Yixing setiap malam ia menjadi manusia zombie yang kurang tidur. Yixing sangat kasihan dengan Jongin. Sifat setia dan patuhnya pada JunMyeon menyulitkan kehidupannya sendiri. Bahkan sudah dua kali dia lupa janjinya dengan Kyungsoo.
" Jongin bangun, kau harus kuliah hari ini tidak ada alasan."
" Aku masih mengantuk."
" Kalau kau mengantuk, jangan antar jemput aku lagi mulai sekarang. Aku akan berbicara dengan JunMyeon."
" Tidak perlu. Aku akan kuliah." Jongin langsung bangkit berdiri dan bersiap untuk pergi kuliah
Yixing menghela napasnya, sesungguhnya ia hanya menggertak Jongin. Ia tahu sebenarnya dia tidak akan bisa menghubungi JunMyeon. Tadi pagi ia mencoba video call lagi dengan JunMyeon tapi tetap tidak diterima JunMyeon. Yixing mengalah, ia sadar ia bukan seseorang yang seharusnya mendapatkan perhatian lebih dari JunMyeon. Cepat atau lambat JunMyeon akan menikahi seseorang yang benar-benar pantas untuknya. Mampu memberikan keturunan untuknya. Siapalah Yixing yang hanya memiliki otak cerdas ini. Mungkin ia bisa kerja sampai pagi. Tapi ia tidak akan pernah memberikan keturunan selanjutnya untuk keluarga Kim. Yixing harus bisa membiasakan diri tidak menerima kabar dari JunMyeon. Ia harus sadar diri.
Yixing bukanlah siapa-siapa, kadang ia mempunya pikiran ia seperti ilalang yang sudah ditebas berkali-kali tapi dengan keras kepala tetap tumbuh lagi tinggi menjulang tanpa peduli apa-apa. Sudah beruntung dia pernah mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari JunMyeon dan mungkin kini ia harus tahu diri. JunMyeon tidak mungkin akan terus bersikap begitu padanya.
Ting
Sebuah chat dari JunMyeon masuk. Yixing tersenyum dan seketika senyuman itu berubah menjadi kebisuan dalam kesenyapan pagi.
Yixing, sebaiknya kita akhiri saja hubungan kita. Aku tidak memutuskan pernikahan kita. Tapi kini kau dan aku bebas menentukan kelanjutan kehidupan masing-masing.
Mimpi buruknya telah terjadi.
...
Wahai engkau yang sedang kehilangan
Ragamu tetap menyatu untuk sekedar menunjukkan eksistensimu
Tetapi tidak jiwamu
..
Kau boleh menahan seribu bencana yang datang
Kecuali satu, kehilangan cinta
...
Tidakkah kau tahu bongkahan bernama perasaan itulah alasan kau kehilangan cinta?
Kini bongkahan itu mengkhianatimu
Mengejekmu,membiarkanmu tenggelam oleh rasa saki hati
Yang teramat dalam seakan mensyukuri dirimu yang tengah kehilangan cinta
..
Yixing masih belum membalas chat dari JunMyeon yang memporak-porandakan perasaannya. Ia masih berpikir apakah maksud dari chat dari JunMyeon ini. Perselisihan, pertengkaran dalam rumah tangga itu biasa terjadi. JunMyeon tidak memutuskan hubungan pernikahan mereka. Tapi JunMyeon memutuskan hubungan percintaan mereka. Yixing terlalu besar kepala ketika hari dimana ia merasa JunMyeon mulai menciumnya dengan lembut. Yixing mengira dia tidak akan pernah kehilangan JunMyeon. Ia adalah milik JunMyeon dan JunMyeon adalah kekasihnya. Yixing lupa selamanya dia tidak akan pernah bisa memiliki JunMyeon.
Aku hanya berharap kebahagiaanmu. Aku akan terus berada disini. Menunggumu pulang kembali untukku.
Yixing membalas chat JunMyeon dan hanya dibaca oleh JunMyeon. Haruskah Yixing menyerah? Atau terus berjuang? Tapi siapa dia? Dia tetap tidak pantas untuk seorang Kim JunMyeon.
.
.
Yixing menjalani rutinitasnya seperti biasa. Kabar perpisahannya dengan JunMyeon tampaknya tidak diketahui siapapun. Luhan dan Baekhyun masih berbincang tentang JunMyeon, Jongin masih mengarang alasan kenapa dia masih tetap tinggal di apartemen Yixing yang dikatakannya karena keinginan dari JunMyeon. Yixing tetap mengirim rutinitas seperti biasa kepada JunMyeon yang walau hanya di baca saja oleh JunMyeon. Hal itu berlangsung hingga berganti bulan.
Hari ini Minho mengatakan bahwa pukulan ku sudah cukup keras. Sehingga aku sudah bisa latihan sendiri. Prestasi bukan? Tapi aku tetap membenci olahraga, bukannya pertarung ini juga termasuk olahraga?
JunMyeon bolehkah aku merindukanmu?
Baiklah aku menyerah..
Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya dapat kugapai sebatas punggungnya saja. Akhirnya Yixing menyerah di titik akhirnya. Ia memang tidak akan pernah mendapatkan tempat yang sesuai untuk JunMyeon. Berbahagialah ia sudah dianggap anak oleh orang tua JunMyeon. Mengharapkan JunMyeon kepadanya bukankah seperti pungguk berindukan bulan?.
JunMyeon tetap tidak membalas. Kini Yixing benar-benar ditinggal seorang diri. Ia tidak pernah menyangka JunMyeon benar-benar akan meninggalkannya. Terkutuklah perasaan yang telah membiasakannya menggantungkan harapan setinggi awan dengan JunMyeon.
...
" Jongin, malam ini aku mau membawa mobil sendiri. Bisa kau berikan kunci mobil JunMyeon?." Pinta Yixing
" Tidak. JunMyeon Hyung bilang..."
" Hentikan karangan ceritamu Jongin, aku dan JunMyeon telah berakhir dari sebulan yang lalu. Aku tahu selama ini kau hanya mengarang cerita saja."
" Yixing apakah benar yang kau katakan itu?." Tanya Jongin kaget
" Aku mohon.. aku ingin menghabiskan waktu ku dengan barang kesayangannya saja. Agar aku dapat merasa bagaimana menjadi kesayangannya juga." Pinta Yixing
Disinilah Yixing bersama mobil JunMyeon menembus jalan kota, satu-satunya wujud nyata yang mendapatkan title kesayangan dari JunMyeon sesungguhnya. Disinilah Yixing yang sedang patah hati menahan segala rasa yang kecamuk di dadanya, menahan ribuan kilo berat beton baja yang seakan menghantam hatinya. Kehilangan orang yang disayang rupanya sangat berat dan sakit. Yixing mendapatkan pelajaran dari kehidupan.
...
Jongin tidak lagi mengikuti kemana Yixing pergi, bukan karena Yixing dan JunMyeon sudah berakhir tetapi menurut Jongin menyembunyikan dan berbohong dengan orang yang sedang sakit hati itu perbuatan sangat devil. Kyungsoo satu-satunya yang bisa ia bagi perasaannya. Jongin turut sedih dengan kabar perpisahan ini. Dia tidak menduga JunMyeon sanggup berpisah dengan Yixing. Jongin tahu bagaimana Yixing tetap mengupayakan pekerjaannya baik-baik saja untuk memastikan keluarga Kim hidup dalam berkecukupan. Yixing rela mendapatkan tidur yang sedikit untuk menunaikan janjinya pada JunMyeon. Dan Jongin tahu bagaimanapun Alpha nya itu sangat tergantung oleh perasaannya kepada Yixing. Walau tidak mengerti kenapa mereka bisa berpisah Jongin hanya berharap mereka akan kembali lagi.
" Sudahlah jangan sedih begitu. Yixing bisa mendapatkan yang lebih bagus daripada JunMyeon." Ucap Kyungsoo sinis
" Kau ini masih saja mengingat dendam masa lalu. Tidak ada yang terbaik selain Hyung ku itu."
" Ada. Gege ku. Bukankah dia sangat mencintai Yixing?."
" Tidak! Yixing itu milik JunMyeon."
" Tapi dia telah meninggalkan Yixing. Kau rela lihat Yixing terus menderita seperti ini?."
Jongin diam tidak menjawab. Yixing adalah orang baik. Tapi Jongin tidak rela bila melihat Yixing bersama orang lain selain Alpha nya.
" Sebentar lagi mereka akan pulang ke Korea. Ku harap JunMyeon Hyung dan Yixing bisa berbalikan kembali."
" Kalau begitu sebelum dia pulang Gege ku harus mendekati Yixing. Terimakasih infonya Jongin tampan."
" Yak! Kau memanfaatkanku!."
" Ani. Kau saja yang berpikiran begitu." Ucap Kyungsoo mencubit pipi Jongin mesra
.
.
Yixing sudah berusaha menjauh dari Kris. Ia tidak ingin Kris tahu perpisahannya dengan JunMyeon. Ia tidak ingin membuat harapan untuk Kris. Tapi itu sia-sia. Disinilah Yixing memesan pesanannya dalam tatapan Kris di depannya.
" Hentikan melihatku seperti itu."
" Kenapa? Apa Cuma JunMyeon yang boleh menatapmu?."
" Kris sudah kubilang kan kalau kau masih membahas JunMyeon aku tidak mau bertemu denganmu."
" Aku punya nomor JunMyeon, kalau kau mau aku bisa mengirimkan wajah jelekmu sekarang dan memberitahu kau menderita karenanya."
" Kris! Sudahlah, aku mau pulang lagi saja ke casino. Aku sudah lelah."
" Kau lelah karena pekerjaan atau karena perasaanmu?."
" Kris!.."
" Sudah ku katakan kan kau tidak cocok untuk bertahan dengan serigala seperti dia. Lihat kau sekarang yang perlahan disantapnya. Mana Yixing dahulu yang ku kenal?."
" A-Aku.."
" Kalau kau masih mencintainya kenapa kau tidak mengatakannya? Daripada kau hanya meratapi nasib disini."
" Bukan urusanmu. Terimakasih atas nasehatmu tapi aku bisa menjalani kehidupan ku sendiri tanpa nasehat darimu."
Yixing pergi meninggalkan Kris yang terlihat gusar. Kris marah dengan dirinya, dirinya yang tidak mampu melihat Yixing keadaan seperti itu. Seharusnya kabar perpisahan Yixing dan JunMyeon merupakan hal yang ditunggu-tunggunya. Tapi kini setelah melihat Yixing yang merana. Kris sadar ia tidak akan mampu merobos kedalam hati Yixing yang sudah terisi penuh oleh JunMyeon.
...
JunMyeon banyak menghabiskan waktunya kini untuk cepat menyelesaikan pendidikannya. Sudah cukup ia banyak berhutang waktu dengan Yixing. Ia akan segera pulang ke Korea untuk bekerja menggantikan Yixing. Ia akan sepenuhnya membebaskan Yixing dari ayahnya dan kakeknya. Dengan begini mungkin nantinya Yixing bisa bebas menjalani kehidupannya dengan leluasa.
Membiarkan orang yang kau cintai untuk terbang bebas bagai kupu-kupu adalah hal yang sangat berat. Kau harus kalahkan keegoanmu, dan segala hal yang kau tak relakan. Tapi bukankah indah bila cintamu terbang bagai kupu-kupu? Melihatnya bebas dan bahagia adalah keinginanmu.
Sebentar lagi ia akan kembali ke Korea setelah pendidikannya selesai. Yixing akan segera bebas. Yixing bisa pergi kemana saja dia suka, menentukan pilihannya sendiri, atau mewujudkan mimpinya menjadi guru matematika. Ia bisa melakukan segalanya tanpa pengaruh dari keluarga Kim lagi.
.
.
.
Ketiga laki-laki tampan sedang menatap seorang Alpha nya. tidak mengharapkan sang Alpha akan memberikan jamuan ataupun becandaan. Mereka hanya berharap sang Alpha mau berbicara dengan mereka. Mereka mendapatkan kabar bahwa JunMyeon sudah nemutuskan hubungannya bersama Yixing.
" Hyung.."
" Chanyeol aku tidak jadi ikut kalian pulang ke Korea. Aku harus tetap tinggal disini dan menyelesaikan pendidikanku."
" Tapi kan kau bisa mengambil liburanmu hyung."
" Aku lebih memilih disini."
" Tidakkah kau rindu dengan orang tuamu Hyung?. Ataupun untuk berjumpa dengan Yixing."
" Tidak Chen, aku mau tinggal saja disini."
" Kalau masih cinta lebih baik kau berterus terang dengan perasaanmu Hyung."
" Terimakasih Sehun sarannya. Tapi hargai keputusanku."
JunMyeon meninggalkan ketiga kawanannya yang setia dengannya. Walau mereka saling sibuk dengan pendidikan dan urusan masing-masing. Mereka masih datang untuk berbicara dengannya tentang keputusannya. JunMyeon tidak mengharapkan hal ini sebenarnya, ia tidak ingin terlihat lemah di depan kawanannya tapi itulah guna sahabat. Bukankah mereka sahabat kemudian menjadi sebuah kawanan.
" Tampaknya dia tidak bisa dipaksa untuk pulang. Jadi kalian jadi pulang?." Tanya Chen
" Ya tentu jadi. Kau jadi membawa pacarmu itu? Kau belum perkenalkan pacarmu kepada kami." Ucap Chanyeol
" Sabar, aku ingin perkenalkan pada kalian dan Hyung. Tapi tampaknya itu tidak mungkin terjadi dekat-dekat ini."
" Sudah jauh di Eropa kau masih mendapatkan laki-laki Korea juga Hyung?." Tawa Sehun
" Yak itu yang namanya kalau jodoh tidak kemana." Bela Chen
" Ah aku sudah rindu Baekhyun. Apa Hyung benar tidak rindu berjumpa dengan Yixing?." Tanya Chanyeol murung
" Entahlah, Cuma dia yang tahu kan." Jawab Sehun
" Persiapkan diri kalian, tak lama kita akan pulang ke Korea." Ucap Chen meninggalkan sahabat-sahabatnya.
...
Akulah lautan kemana kau selalu pulang
Yixing baru saja video call dengan Sehun si bungsu yang dijaga JunMyeon begitu komentar Kris. Yixing tertawa melihat tingkah Sehun yang hanya diam sambil menahan tawanya.
" Kau mau berbicara atau tidak Oh Sehun?. Kalau tidak aku tutup ya."
" Uh kenapa kau jadi kejam begitu semenjak terjun di dunia perjudian."
" Haha. Kau sehat? Apa kabar JunMyeon?."
" Aku sehat, Hyung? Tragis."
" Maksudmu?."
" Semenjak kalian berpisah, Hyung jadi kembali ke sifat aslinya. Bahkan lebih mengerikan."
" Bukankah kau sudah biasa dengan sifatnya itu?."
" Kau serius menerima keputusannya?."
" Ya Sehun, tentu."
Tiada yang lebih rindu selain hati Yixing kepada JunMyeon andai orang-orang tahu. Cinta adalah kehidupan, jika kau kehilangan cinta kau kehilangan masih berjalan dan melangkah dalam hidupnya. Tapi Yixing tidak benar-benar ada.
JunMyeon yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari gelapnya langit malam sebelum tangan Yixing sanggup mengejar. Seseorang yang hanya bisa Yixing kirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan.
...
Aku akan kembali ke tempat asalku, dibelakangmu...
Yixing menatap rumah barunya. Rumah yang jauh sederhana baru Yixing sadari baju kerjanya terlihat sangat mewah di rumah ini. Yixing memutuskan keluar dari apartemen JunMyeon. Mengembalikan dua mobil JunMyeon kerumah JunMyeon. Yixing memutuskan untuk membeli mobil sendiri. Ia harus bisa sendiri tidak bergantung lagi dengan JunMyeon. Ia harus siap menghadapi jika suatu hari nanti junMyeon pulang ke Korea membawa calon istrinya. Ia harus sadar diri sebelum JunMyeon yang menyadarkannya.
" Apa-apaan ini? Kenapa kau pindah ketempat seperti ini?." Tanya Kris yang baru masuk ke rumah Yixing
" Aku rasa ini nyaman walau tidak besar." Komentar Kyungsoo
" Iya aku suka tempat ini. Kita kalau punya rumah ga usah besar-besar ya nanti." Sambung Jongin
" Yak! Siapa yang mau satu rumah denganmu. Adikku pasti tidak sudi. Iya kan Kyungsoo?." tanya Kris khawatir
" Er..Er Ge bantu Yixing memindahkan itu. Kasihan dia." Kyungsoo mengalihkan pembicaraan
" Yixing bilang kalau kau tidak kuat. Apa gunanya kami datang kesini membantumu."
" Terimakasih kalian mau datang membantu. Tapi tidak apa-apa. Ini sudah beres kok."
" kalau begitu kita akan berfoto dan mengirimkannya ke Sehun. Dia pasti juga suka dengan rumah kecilmu ini. Terlihat cozy. Satu.. dua.. tiga.. Kimchi!." Jongin memfotokan mereka berempat.
.
.
Sehun menatap foto di chat nya yang baru saja dikirimkan oleh Jongin.
" Lihat.. Yixing membeli rumah baru imut sekali ruangannya."
" Mana-mana? Wah nyaman sekali. Itu Kris dan Kyungsoo ya?." Tanya Chanyeol lugu
" Mana?." Tanya JunMyeon tiba-tiba
" Er Hyung... Kurasa mereka datang membantu Jongin saja. Kudengar Jongin sudah sangat dekat dengan Kyungsoo." ucap Sehun
" Mereka tampak seperti sedang double date." Komen JunMyeon kembali menyerahkan ponsel Sehun kembali dan pergi.
" Kau rasa Hyung marah?." Tanya Chanyeol
" Dia tidak marah, dia putus asa." Jawab Sehun
Rasa memiliki itu seperti pengikat. Semakin kau eratkan dia akan semakin kencang. Bila kau buka akan ada bekas dalam ikatan itu. JunMyeon tahu ia telah mengalami apa itu jatuh cinta, kini ia sedang mengalami patah hati. Bukankah semua itu proses yang biasa manusia rasakan?. Jatuh cinta kemudian patah hati dan belajar kembali untuk mencintai. Tapi apa JunMyeon sanggup mencintai orang lain selain Yixing? Sudah pasti jawabannya tidak. JunMyeon tidak tahu bagaimana dengan Yixing. Mungkin benar keputusan JunMyeon membebaskan Yixing. Ia mungkin akan mencintai Kris yang juga mencintainya dari dulu. Atau dia akan bersama laki-laki yang JunMyeon sampai sekarang tidak tahu siapa tapi berhasil membakar hatinya.
.
.
HanBin menunggu Yixing keluar dari rumahnya. Akhirnya sekian lama mereka akan berjumpa juga. HanBin masih menyusun rencana. Tapi mengingat JunMyeon tidak pulang-pulang suatu pertanda baik untuknya. JunMyeon tidak siap untuk turun ke bisnis hitam keluarganya. Menghancurkan JunMyeon tidak melakukan kekerasan dan biaya apapun. Sungguh suatu keberuntungan bagi HanBin. Hanya satu korban dari rencana ini Yixing. Laki-laki yang mulai menganggap HanBin sebagai temannya. Lelaki yang terkadang HanBin tidak rela kenapa dia harus berkenalan dengan JunMyeon dan mengisi hati JunMyeon.
" Maaf telat, lihat kubawakan salad buah untukmu."
" Yixing, kau kan tahu aku tidak akan makan itu."
" Makanya kubuatkan, biar kau makan. Kita mau kemana?."
" Makan malam?."
" Asik di traktir. Ayo!."
HanBin tersenyum, sejujurnya bila berada di dekat Yixing ia merasa bahagia. Tak heran jika Alpha Kim itu jatuh cinta padanya.
.
" Kenapa makan disini?." Tanya Yixing
" Kenapa?."
" Ini terlalu romantis. Seharusnya kau bawa pacarmu kesini bukan aku tahu."
" Kalau kau saja jadi pacarku bagaimana?."
" Kau gila. Ayo ketempat lain." Yixing berdiri dari tempat duduknya
" Aku serius." Ucap HanBin menahan tangan Yixing
HanBin menatap Yixing serius. Yixing menjadi salah tingkah. Yixing tidak mengharapkan hal ini terjadi. Ia hanya ingin menjalin hubungan pertemanan dengan HanBin. Lagipula dia masih bingung dengan perasaannya kepada JunMyeon dan Kris. Kini tambah lagi HanBin. Yixing benar-benar bingung.
" HanBin, kita tidak mungkin..."
" Tidak ada yang tidak mungkin. Kita bisa mencoba perlahan."
Tak jauh dari tempat duduk Yixing dan HanBin. Terlihat Jongin tampak menahan amarahnya dengan apa yang sedang ia lihat dengan mata kepalanya. Kyungsoo menahan tangannya untuk tidak mendatangi tempat duduk Yixing dan HanBin. Jongin mengalah dia mengambil ponsel nya dan menelepon.
" Hyung, kau tahu sekarang Yixing dengan siapa? Dia dengan Wang HanBin. Kuharap kau pulang atau lupakan Yixing selamanya."
TBC
...
*JANGAN LUPA REVIEW KAKA*
Horeee syukur yah bisa selesai juga senin ^^
Sorry kalau chapt ini annoying pake banget haha please jangan marahin guee hahaha ^^
Aku kalau lagi capek memang bawaannya sendu T.T
Huaa aku capek menjalani jabatan pengurus ini T.T
Mau cuhat nih ( memang mama dedeh apa wkwkwk ^^)
Jadi ceritanya itu aku ini udah nikah (ciee gaya sok laku authornya ^^) kebetulan suami aku alhamdulilah ada jabatan di pekerjaannya alhamdulilah2 ( Jaman presiden ini nih baru ada anak muda ada jabatan hidup endonesia hehe ^^) jadi aku masuk pengurus di istri2 kantornya
Pengurus Cuma 8 dan anggotanya ada 62 orang ( istri2 karyawan) aku paling muda pengurus disana huaa T.T tapi alhamdulilah mereka baik sama aku. Jadi ibu-ibu pengurus yang lain tahu aku gila korea ( wkwk^^) and sedikit unik haha awalnya sih mereka rasa risih juga liat aku yah apalagi sosmed aku suka posting2 korea gitu. Nanti kalau ad rapat pengurus pasti ada tuh ibu2 nyeletuk aku " Duh yang pikirannya korea terus.. bla bla bla..."
Aku sih mikirnya BODO daripada aku jadi sok dewasa, jaim dll yang bukan aku banget buat apa coba? Yang pentingkan aku sopan dan ga macem2. Syukurnya suami aku sih santai dengan kebiasaan aku. Malah kalau wifi dirumah mati dia yg bising aku ga bisa nonton korea wkwk, waktu pesawat aku delay dia yang nyuruh aku nonton korea aja di sosmed aku. Sederhana sih tapi bagi aku dengan dia ga malu aku kayak gini itu tuh udah so sweet banget menurut aku. Hahaha
Kemarin habis pulang dari luar kota Cuma buat shopping ( Bukan tajir oii sumpah!) bersama ibu-ibu pengurus lainnya. Yang lain beli tas branded aku beli tas korea lucu murah meriah warna pastel buat letak jomak doll Suho yang datang bulan desember nanti yay cant wait! hahaha. Minggu lalu aku ke Jakarta itu karena ada acara di SOETTA buat ibu pengurus kebetulan yang pergi Cuma 3 pengurus and salah satunya aku. Banyak info kesehatan aku dapat disana salah satunya ya minum juice itu.
Menikah muda lah wahai readers! Memang awal-awal aku sedih huhu tapi kini aku happy. Banyak pengalaman tak terduga kita dapat dari menjalin kehidupan yang baru bersama orang baru..
DAN JANGAN SEKALI-KALI KALIAN PANGGIL AKU IBU-IBU YA AKU BELUM PUNYA ANAK DAN UMURKU MASIH MUDA. MUKA KU MASIH CUTE AHAHAH. Pokoknya kalau aku jalan sama ibu pengurus yang lain pasti suka dikira ANAKNYA deh wkwkwk parah T.T
