Chapter 12
SANG ALPHA
Main Cast:
Kim JunMyeon
Zhang Yixing
Other Cast:
All members EXO
Etc
SuLay Mood
Yaoi
Dont Plagiat
Author: Flying White Unicorn
Mari membaca dan selamat berimajinasi dalam pesona jatuh cinta...
Maaf ya sebelumnya banyak yang review kalau chapt 12-13 hilang jadi aku bukan sengaja hapus T.T
semalam aku minta temanku baca FF ku di hp ku masih login punyaku, aku juga ga tau percis dia ketekan apa katanya cuma review tapi sampai error n ilang 2 chapt T.T ( ga papa mungkin dia terlalu semangat T.T )
jadi aku reupload lagi.. aku baca2 di yahoo questions katanya kalau chapt ilang reviews jg ilang ya? T.T sedih nya T.T
aku ga ada ubah cerita yah.. next nya aja aku bagusin... selamat menunggu chapt 14...
Kris menatap Yixing yang menyibukkan diri membaca sebuah novel horror tidak memperdulikan orang yang daritadi menunggunya menyelesaikan drama kehidupannya. Demikianlah mereka berdua yang satu saling menatap tapi berbeda objek pandangannya. Sepanjang hidup Kris mengenal orang di depannya itu seolah tak berhenti menaklukkan perasaannya, mencoba mendapatkan cintanya yang telah bertuan.
" Apa benar aku tidak mendapatkan sedikit tempat dihatimu?."
" Kris, Cinta itu harus satu tidak boleh dua apalagi tiga. Bukan masalah tempat tapi ini komitmen."
" Kalau cinta itu matematis, bisa kau hitung berapa banyak nominal cintaku kepadamu dari dulu?."
" Ani. Aku tidak tahu tapi kurasa sudah seharusnya kau bersama orang yang mencintaimu juga. Kau berhak mendapatkannya."
" Lalu kenapa kau menerima Wang Hanbin? Orang yang jelas-jelas baru di kehidupanmu?."
" Apa?! Siapa bilang aku bersama HanBin? Aku hanya berteman dengannya."
" Teman seperti apa? Kau selalu menolak ku ajak makan malam, ketika berjumpa pun kau jarang menatapku. Tapi dengannya bahkan ku dengar dia sudah biasa memegang tanganmu."
" Kris. Kau salah paham. Aku dengannya hanya teman. Maaf aku harus pergi."
Yixing meninggalkan Kris yang tidak bisa berpaling darinya. Katakan Tuhan memang adil. Tapi kenapa takdir tidak pernah adil kepada Kris. Kris menyerah.
.
.
Yixing keluar dari cafe tempatnya berjumpa dengan Kris. Sesungguhnya dia merasa malu berjumpa dengan Kris. Ia malu karena terlalu yakin dengan perasaan JunMyeon kepadanya. Kini JunMyeon telah membuangnya. Yixing bukanlah apa-apa. Bagai hanya debu yang disapu dengan mudah, terbang terbawa angin dan hancur.
Hujan diluar, Yixing tidak mungkin kembali lagi ke dalam dan berjumpa dengan Kris kembali. Yixing menatap hujan. Itulah hubungannya dengan JunMyeon yang sekarang seperti hujan. Orang punya pilihan membencinya dengan menunggunya reda ataupun mencintainya dan bermain ditengah turunnya air. Tapi disinilah dia, menunggu hujan reda, membencinya menghindarinya. Yixing benci dengan dirinya sendiri. Disinilah dia yang lugu mau saja menunggu JunMyeon yang sudah membuangnya. Bukankah sama seperti lelucon. JunMyeon dipikirannya dan dia di saku JunMyeon. Ya Yixing hanya berada di ponsel JunMyeon. Tidak dilayan, diabaikan kemudian mati berlalu terabaikan. Bodoh Yixing merasa dirinya telah bodoh dengan perasaannya sendiri. Yixing menerobos hujan, bukan untuk bermain tapi untuk meninggalkan hujan.
.
.
JunMyeon mengutuk jauhnya jarak antara Eropa dan Korea. Selama percakapannya terakhir dengan Jongin di telepon ia tidak merasa tenang. Yixing bersama Wang HanBin? Apa kurang banyak penduduk di Korea sehingga Yixing harus bersama dia?. Dan apa tujuan HanBin mendekati Yixing?. Apa selama ini dia tahu Yixing bersama dengannya sehingga dia mendekati Yixing.
Tapi siapa yang tidak tertarik dengan Yixing. Mau itu perempuan atau laki-laki. Yixing melengkapi segalanya. Ialah pasangan yang sanggup menuruti kemauan pasangannya, mau menerima perlakuan apapun dari pasangannya dan mau berkorban demi pasangannya. JunMyeon menyadari dialah manusia paling bodoh yang dengan cepat memutuskan hubungannya dengan Yixing karena alasan tidak jelas. Dia telah menyia-nyiakan Yixing. Apa Yixing masih mau menerimanya? Atau Yixing dengan bangga nanti memperkenalkannya kepada HanBin. Pengganti JunMyeon.
...
Luhan menatap ponselnya, kekasihnya dan seluruh kawanan nya akan datang begitu juga Alpha mereka. Seharusnya hal ini akan menjadi kebahagiaan baginya, Baekhyun, Jongin dan Yixing. Tapi tampaknya kebahagiaan ini hanya bisa dibagi untuk ketiga sahabatnya. Yixing menerima kabar kedatangan mereka dengan jawaban dan ekspresi datar.
" Apa menurutmu Yixing sudah tidak mencintai JunMyeon?."
" Entahlah, awalnya kurasa Yixing tidak bisa hidup tanpa JunMyeon. Tapi kau tadi lihat ekspresinya? Aku tidak pernah melihatnya seperti itu."
" Apa benar kabar dari Jongin? Yixing sudah bersama orang lain?."
" Aku tidak tahu Luhannie. Kita Cuma bisa menduga, kalau kita tidak tanyakan sendiri dengan Yixing bagaimana kita bisa tahu jawabannya?."
" Tapi aku takut bertanya Baekki."
" Aku juga. Aku takut menerima jawabannya.."
Luhan menatap Baekhyun sahabat yang diberikan Yixing kepadanya. Yixing manusia yang tidak pernah egois. Jika manusia terkadang merasa iri bila sahabat baiknya dekat dengan orang lain tidak dengan Yixing. Ia akan memberikan yang terbaik untuk orang disekitarnya. Luhan menyesali keputusan JunMyeon untuk mengakhiri hubungannya dengan Yixing. Luhan beranggapan JunMyeon akan susah mendapatkan manusia seperti Yixing lagi nantinya.
.
.
.
Seorang laki-laki dengan wajah tampan melangkah menuju suatu ruangan untuk menyelesaikan segalanya. Pernah dengar cerita tentang seorang pemburu yang terjebak didalam jebakannya sendiri?. Masuk dalam perangkapnya karena terkesima dengan keindahan buruannya.
" Ayah, aku ingin melanjutkan pendidikan di Singapore saja."
" Apa pendidikan?. Lelucon apa ini? Siapa kau berani menentukan pilihanmu."
" Hanya itu yang aku mau sekarang."
" Tidak HanBin! Kau anak ku satu-satunya. Kau lah penerusku. Sebelum aku turun akan ku wariskan padamu daerah kekuasaan yang besar. Kita akan kalahkan si Kim. Dan kau! Apa kau lupa dengan sianganmu si JunMyeon! Kalau dia pulang dan dia perluas lagi kekuasaannya. Kau mau tidak dapat apa-apa nanti?!."
" Baiklah ayah. Aku hanya lelah dengan persainganmu itu."
" Kau lelah apa kau mulai jatuh cinta dengan budak keluarga Kim itu? Jangan pikir aku tidak tahu apa yang kau lakukan di luar sana."
" Ayah, bukan itu sungguh ini tidak ada hubungan apapun dengannya."
" Turuti aku atau budak itu yang mati ditanganku."
" Baiklah ayah."
Sang pemburu yang sudah masuk dalam jebakannya sendiri sudah putus asa. Tidak berharap keluar dari jebakannya. Hanya bermimpi sang buruan masuk kedalam jebakannya dan tinggal bersamanya di dalam jebakan. Sang pemburu lupa sepintar apapun dia, dia tetap membuat jebakan dalam hutan wilayah sang buruan. Sang Buruan bebas berlari kesana kemari. Semakin jauh meninggalkan sang pemburu dan jebakkannya. Tinggallah sang pemburu yang ngelangsa.
...
Sudah dua hari ini Yixing tahu JunMyeon sudah kembali ke Korea. Tapi sampai detik ini mereka belum berjumpa. Yixing memang tidak terlalu berharap untuk dapat berjumpa kembali dengan JunMyeon. Yixing sudah benar-benar menyerah. Dia kembali ke posisi awalnya. Budak keluarga Kim.
Yixing menyelesaikan pekerjaan nya dengan sedikit terburu-buru. Dia tidak mau berlama disini. Ia tidak ingin JunMyeon datang. Karena hanya di tempat kerjanya lah JunMyeon memiliki alasan berada disana.
" Tuan, Tuan muda Kim mau berjumpa."
Benar perkiraan Yixing, JunMyeon memang akan menjumpainya disini.
" Baiklah, boleh persilahkan dia masuk Seung Hyun."
Yixing menatap kedatangan lelaki tampan itu. Lelaki yang hingga kini masih membuat jantungnya berdebar kencang. Laki-laki yang dulu sangat ia takuti karena sifatnya. Laki-laki yang meruntuhkan harapannya untuk bahagia bersama.
" JunMyeon."
JunMyeon menatap Yixing. Ia benar tidak mengenali Yixing lagi. Sorot mata Yixing sudah berbeda dengannya. Tidak ada lagi manik-manik ketika menatapnya. Yang ada hanya tatapan kosong dibola mata Yixing yang gelap.
" Aku merindukanmu."
" Terimakasih. Silahkan duduk." Ucap Yixing sambil tersenyum. Menahan sakit hatinya ketika JunMyeon mengungkapkan kerinduannya. Dimana JunMyeon selama ini. Tanpa membalas ucapan kerinduan dan kecintaan Yixing di chat nya dan menjawab Video Call nya. Yixing yang sudah lama merasa terabaikan hanya merasa ucapan JunMyeon adalah omongan kosong semata.
" Kau tidak merindukanku?." Tanya JunMyeon
" JunMyeon, ada perlu apa kesini? Aku sangat sibuk sekali. Kalau kau ingin melihat perkembangan bisnis bisa kupanggilkan Seung Hyun untuk membantumu."
" Aku hanya mau menjumpai mu. Kenapa tidak kau jawab? Apa kau tidak merindukan ku?."
" Ya JunMyeon aku merindukanmu. Tapi itu kemarin, waktu kau tidak juga meresponku. Meninggalkanku begitu saja, memutuskan aku hanya melalui chat tanpa alasan dan pergi bagai pengecut. Maaf JunMyeon, aku hanya budak untuk keluargamu. Kuharap kau ingat posisi masing-masing sekarang." Yixing tidak menduga dimana dia bisa mendapatkan keberanian untuk berkata seperti itu.
" Aku memang pengecut meninggalkan mu seperti ini. Tapi boleh kutanya satu hal untuk membuatku rela melepaskanmu?." Tanya JunMyeon merana
" Apa?."
" Apa kau bahagia?."
"... Ya JunMyeon aku bahagia."
" Baiklah, aku akan terus menjagamu dari jauh. Aku senang kau menemukan kebahagiaanmu."
" JunMyeon. Boleh ku minta satu hal terakhir darimu?."
" Apa?."
" Peluk aku."
Rasakan semua
amarah atau asmara, kasih atau pedih
tak ada yang berubah
hanya peluk ini sebagai perpisahan
...
Setelah perpisahan tanpa tangisan tapi perihnya hati masih terasa hingga kini. Yixing dan JunMyeon mulai bekerja dalam satu tempat yang sama. JunMyeon menyelesaikan study nya yang tinggal sebentar lagi melalui jarak jauh. Menempati ruangan disebelah Yixing dan jarang bertegur sapa dengan Yixing. Dialah sang Alpha, yang terus menjaga pasangannya walau saling tidak berjumpa. Menjalani hal yangbukan dirinya agar tetap bisa memantau pasangannya. Satu hal yang dia tidak inginkan. Pasangannya menemukan pegantinya. Yixing semakin dekat dengan HanBin. Tapi JunMyeon tidak bisa melarang walau segenap hati nya ingin. Dia tidak memiliki hak lagi semenjak Yixing mengatakan sendiri hubungan mereka hanya sebatas tuan dan budak.
Yixing memusatkan pikiran dan tenaganya pada pekerjaannya. Berharap berita yang di takutinya tidak akan muncul. JunMyeon akan menikahi orang lain. Yixing memang telah menerima perpisahan mereka dengan pelukan terakhir dari JunMyeon. Tapi Yixing tidak bisa membohongi perasaannya. Yang masih pedih bila mengingat sesosok manusia yang berada disampingnya. Kini sangat dekat tapi tidak bisa digapai. JunMyeon seperti kabut tak tergenggam.
...
Ketika luka semakin pedih menusuk jiwa
Kau kibarkan derita ke empat penjuru angin
Agar lukamu terbang pergi
...
Sehun dan Luhan saling mengalungkan tangannya, berpisah oleh jarak membuat mereka tidak ingin jauh satu sama lain. Hal itu membuat Yixing yang menatap mereka menjadi kesal. Seharusnya dia juga bisa seperti itu. Dengan kepulangan JunMyeon dari Eropa, seharusnya dia kini sedang bercumbu mesra di kamarnya tidak keluar hingga berhari-hari. Tapi semua harapan musnah. Yixing meminum teh nya.
" Jadi kalian mau mengajakku ngobrol apa tidak?."
" Haha maaf ya Yixing, kami lupa dengan keberadaanmu disini." Ucap Luhan
" Hmm.. Mana yang lain? Katanya mau ngumpul disini."
" Nah itu Chen Hyung dengan pacarnya." Ucap Sehun
" Wah imut sekali pria itu." Ucap Luhan
" Maaf menunggu lama. Kenalkan ini Minseok." Ucap Chen memperkenalkan pasangannya
" Minseok.."
" Aku Yixing, yang putih itu Sehun dan yang cantik itu Luhan." Ucap Yixing
" Aku manly bukan cantik!." Ucap Luhan
" Hai maaf kami terlambat. Maklum sudah lama tidak jumpa haha." Ucap Chanyeol menggandeng Baekhyun yang tampak malu-malu
" Ya ya ya anggap aku tidak ada disini." Ucap Yixing
" Hai kami tidak terlambat kan?. Aku harus menulis surat perjanjian akan membawa Kyungsoo pulang dalam keadaan baik-baik saja dengan Gege nya itu." Ucap Jongin membawa Kyungsoo
" Kyungie..."
" Wah perkembangan Jongin." Komentar Chen
" Baik cukup kan tempat duduknya?." Tanya Luhan menghitung tempat duduk
" Lebih satu lagi." Ucap Yixing
" Tidak pas." Ucap Sehun
" Ha?."
" Maaf terlambat."
Suara JunMyeon langsung membuat jantung Yixing berdebar keras. Dengan tergesa-gesa Yixing meminum teh nya lagi dan mengakibatkannya tersedak.
" Uhuk..Uhuk.."
" Aduh kau tidak perlu salah tingkah begitu berjumpa JunMyeon. Bukannya kalian satu tempat kerja juga." Ucap Baekhyun menepuk nepuk punggung Yixing
" Aku tidak salah tingkah. Aku biasa saja." Ucap Yixing
Yang lain menahan tawa kecuali JunMyeon yang menatapnya tajam.
Kampret kenapa dia lihatin aku begitu sih. Cetus Yixing dalam hatinya
Pertemuan kembali kawanan Kim dan pasangan masing-masing ditambah mantan masing-masing berlangsung hingga malam hari. Minseok rupanya satu jurusan juga dengan Chen di perguruan nya di Eropa. Walau mereka baru berkenalan sifat lembut Minseok langsung membuat Baekhyun dan Luhan manja kepadanya. Kyungsoo pun sudah mulai membiasakan diri dekat dengan kawanan Kim walau mata dan ucapan nya yang sadis tidak hilang. JunMyeon tidak banyak berbicara seperti biasa. Yixing yang berbicara banyak, bercerita tentang perbuatan Jongin selama mereka tinggal, tentang kebiasaan Baekhyun menciumi layar ponselnya setiap Chanyeol mengirimkan foto selfie nya. ataupun kebiasaan Luhan menangis diam-diam bila merindukan Sehun. Hal yang langsung di sangkal oleh Luhan yang merasa dirinya manly. Yixing sangat senang dapat berkumpul dengan semuanya. Tak terkecuali dengan si Alpha yang hanya menjaga kawanan nya tidak ikut berbicara.
" Yixing, kau tahu. Kalau Hyung juga sering melakukan hal bodoh jika merindukanmu?." Ucap Sehun
Yixing langsung terdiam salah tingkah lagi. JunMyeon masih menatapnya tajam tanpa berkomentar apapun tentang infomasi dari Sehun.
" Benarkah? Seperti apa?." Tanya Baekhyun penasaran
" Hyung sering mengemas koper nya dan bersiap akan terbang ke Korea kemudian tidak jadi karena tahu kau akan memarahinya jika dia pulang ke Korea sebelum kuliahnya selesai." Ucap Sehun
" Benarkah Hyung?." Tanya Jongin menahan tawa nya
" Ya karena itu aku juga jadi tidak pulang. Untung Luhannie yang datang ke Eropa mengunjungiku."
" Tentu sayang, kau tahu kalau Yixing itu juga sering melakukan hal bodoh jika rindu dengan JunMyeon." Ucap Luhan semangat.
" Apa?." Tanya JunMyeon mengeluarkan suaranya tiba-tiba
" Dia akan pergi dengan Jongin ke tebing kalian dan menerjunkan dirinya. Gila kan?." Ucap Luhan
" Mungkin dia mau mengingat kembali peristiwa-peristiwa di tebing dan Villa disana. Baekhyun, masih ingat tidak suara teriakan Yixing malam itu?." Ucap Chanyeol polos
" Iya-Iya aku ingat. Suaranya sampai juga di kamar kalian?." Tanya Luhan
" Yak! Apa-apaan kalian ini. Aku mau ke casino sudah waktunya kerja." Ucap Yixing pergi dengan wajahnya memerah karena menahan malu.
Apa-apaan mereka pembahasannya kenapa sampai kesana. Yixing merasa sangat malu apalagi disana ada JunMyeon mantannya yang mendengarkan semua yang diceritakan tentangnya.
" Yixing tunggu!." Panggilan JunMyeon membuat Yixing makin mempercepat langkahnya.
" Yixing! Aku tidak bawa mobil. Aku mau menumpang." Ucap JunMyeon mengehentikan langkah Yixing
Kenapa kau pakai acara tidak bawa mobilmu segala. Yixing meringis dalam hatinya.
Sepanjang jalan Yixing dan JunMyeon diam tidak berbicara. Yixing hanya berharap mereka cepat sampai. Ia sudah tidak bisa menahan malunya lagi.
" Apa benar kau sering datang ke tebing?." Tanya JunMyeon
" T-Tidak sering. Kadang-kadang saja." Jawab Yixing berbohong
" Apa benar alasan dari Chanyeol itu?."
" Yak kau pikir aku mesum seperti Jongin?! Aku tidak mau berbicara soal itu!." Teriak Yixing panik
" Baiklah. Kau tidak perlu berteriak kalau itu benar." Ucap JunMyeon menahan senyumnya
Yixing dua kali merasa malu. Ia merasa ketahuan oleh JunMyeon. Rasanya dia mau menerjunkan tubuhnya ke dasar lautan ditebing itu dan tidak muncul-muncul lagi sampai JunMyeon melupakan cerita tadi.
JunMyeon merasa gembira, semula ia merasa Yixing benar telah melupakannya. Tapi kini ia merasa dia masih memiliki harapan bersama Yixing.
.
.
Yixing bersyukur mereka telah sampai ke casino akhirnya. Cepat-cepat ia melangkah meninggalkan JunMyeon yang masih dibelakang dan masuk ke dalam ruangannya. Yixing ingin teriak agar malunya hilang tapi tidak mungkin. Ia takut JunMyeon disebelah mendengar suaranya. Ia hanya memukul-mukul kepalanya sendiri. Tahu begini dia tidak mau diajak bertemu dengan kawanan Kim lagi. Rasa gengsi nya membuatnya tidak ingin JunMyeon tahu tentang perasaannya yang sesungguhnya.
Ting
Makan malam di tempat biasa? Please?
HanBin mengirim pesan singkat untuk Yixing.
Ok. Jangan ditempat biasa. Aku mulai bosan dengan menu nya. makan dirumahku saja nanti aku yang masak.
Yixing memang tidak menerima cinta dari HanBin, tapi Yixing tidak bisa pungkiri sosok HanBin mulai mengisi hari-harinya yang makin terasa pilu semenjak kedatangan JunMyeon kemarin. Ia telah menganggap HanBin sebagai salah satu sahabatny juga.
.
.
.
" Aku tidak mau makan sayur." Protes HanBin menatap sajian di meja makan Yixing
" Cerewet. Cepat habiskan atau aku usir kau dari rumahku." Ancam Yixing
" Hehe baiklah. Selamat makan."
Ting Ting
" Siapa ya yang datang? Mungkin Jongin." Pikir Yixing
" Sebaiknya aku pergi saja." Ucap HanBin
" Duduk. Sudah berkali-kali kau terus menghindari kawanan Kim. Kalian harus menyelesaikan masalah kalian. Bukan menghindar."
" Bukan begitu. Kau tidak tahu masalahnya bukan seperti itu."
" DUDUK!. Tunggu aku buka pintu."
Yixing membuka pintu yang bel nya berbunyi. Melihat sosok didepannya. Sosok yang terus saja membuat jantungnya berdebar. Jantung yang kurang ajar atau ketampanan pria ini yang terlewat sempurna.
" JunMyeon.."
" Boleh aku masuk?." Tanya JunMyeon yang langsung masuk tanpa menunggu jawaban dari Yixing
JunMyeon menatap HanBin yang sedang duduk menyantap makanan. Seluruh amarah dan kecemburuannya memuncak. JunMyeon memang sengaja datang karena tahu HanBin sedang berada di rumah Yixing. Tapi menatap laki-laki musuh turun temurun keluarganya di tempat orang yang ia sayangi membuat darahnya mendidih.
" Silahkan duduk. Kau sudah makan? Bagaimana kalau kita makan bersama. Kau pasti kenal HanBin kan?." Ucap Yixing polos
" Ya aku mengenalnya sejak dari kecil." Ucap JunMyeon menahan emosi
" Oh lucu sekali pastinya ketika kalian kecil. Ayo sini kau duduk disamping HanBin."
Yixing memang polos tidak menyadari perubahan tubuh HanBin yang tampak lebih tegang dan siaga. Ataupun JunMyeon yang dengan kaku duduk disebelah HanBin. Mereka pun makan dalam diam. Yixing mengkode HanBin dengan senyuman bahagia seakan-akan dia berhasil mendekatkan dua orang bekas sahabat ini dekat kembali. Yixing tidak tahu bukan persahabatan lah yang terjalin dari mereka kecil melainkan permusuhan antar generasi.
JunMyeon melihat Yixing yang terus tersenyum bahagia ke HanBin. JunMyeon tidak pernah melihat senyuman Yixing seperti itu. JunMyeon menyadari ketika bersamanya Yixing lebih banyak menderita dan menerima kelakuannya kepada Yixing.
HanBin yang sangat tegang, takut rahasianya terbongkar. Ia sudah candu untuk terus dekat dengan Yixing. Tapi pertemuan dan kedekatan mereka dimulai dari sebuah kebohongan. HanBin tahu jika Yixing tahu akan hal itu pasti dia akan menjauh darinya dan kembali ke JunMyeon.
" Baiklah, untuk penutup makan malam hari ini aku akan membuatkan sesuatu yang special. Kalian tunggu sambil menonton video dulu ya. Maaf jika ruangannya kecil. Tapi bukankah bagus ruangan kecil bisa mempererat suatu hubungan haha." Yixing terlihat satu-satunya manusia yang bahagia di ruangan itu. Meninggalkan dua serigala yang siap menerkam itu.
" Buat apa kau mendekatinya?." Tanya JunMyeon setelah Yixing pergi
" Bukan urusanmu. Dia bukan siapa-siapa lagi untukmu."
" Dia tetap pasanganku. Kami masih dalam ikatan pernikahan!."
" Benarkah? Apa perlu aku menghasutnya supaya kalian benar-benar bercerai? Bukankah sudah jelas aku mampu menghancurkan hubungan kalian."
" Apa maksudmu ha!."
" Kau kira dia pergi ke bar sendirian? Kau yang tolol gampang terjebak dasar bodoh!."
" Jaga ucapanmu! Kau punya masalah denganku jangan bawa-bawa dia."
" Terlambat! Kalau aku mundur dia yang dalam bahaya!."
" Maksudmu brengsek!."
" JunMyeon! Sudah hentikan. Tidak bisakah kau tetap menghargainya? Bagaimana pun dia pernah menjadi sahabatmu ketika kau kecil dulu." Ucap Yixing yang datang mendengar keributan
" Apa-apaan ini? Sahabat apa maksudmu?." Tanya JunMyeon bingung
" Yixing, aku bukan sahabat JunMyeon, sebenarnya aku adalah musuh keluarga Kim." Ucap HanBin
" H-HanBin? Kau sedang melucu ya?." Tanya Yixing kaget
" Itu benar, sebenarnya aku lah yang membuat kau putus dengan JunMyeon, tapi perasaanku kepadamu adalah nyata. Aku hanyalah pengecut yang jatuh cinta pada buruanku sendiri."
" Kenapa kau.. Kenapa kau begitu tega kepadaku. Keluar aku tidak mau melihatmu lagi!."
JunMyeon memeluk Yixing. Ini berbeda dengan pelukan kemarin. Ini adalah pelukan selamat datang kembali dari JunMyeon. Pelukan kepemilikan. Yixing kembali kepelukannya.
TBC
...
*JANGAN LUPA REVIEW KAKA^^*
SORRY UPLOAD LAGI FF KU ERROR T.T 2 CHAPT JADI TERHAPUS.. REVIEWS IKUTAN TERHAPUS T.T KALAU ADA YANG MAU REVIEWS LAGI BOLEH KALAU GA YA SUDAHLAH MAU GIMANA LAGI HUAAA HIKS HIKS
Bikin chapter ini sedih, ketawa, geleng-geleng haha
Semua saran di review buat chap selanjutnya aku jadikan satu nih di chap ini kecuali yang adegan penyiksaannya..
Masih di save manis kaka sabar yah ^^
Note chap ini ga panjang lebar dah..
Makasih buat doain aku sehat terus, lancar buat FF n cepat punya baby awww why you all so sweet like an apple ehk?
Muaachh muaachhh muaccch salam dua titik satu bintang
