Chapter 14
SANG ALPHA
Main Cast:
Kim JunMyeon
Zhang Yixing
Other Cast:
All members EXO
Etc
SuLay Mood
Yaoi
Dont Plagiat
Author: Flying White Unicorn
Mari membaca dan selamat berimajinasi dalam pesona jatuh cinta...
Bayi dalam bungkusan kain bercorak putih hijau itu menggeliat sedikit. Mencoba membuka mulutnya proses satu-satunya yang bisa dilakukan bayi tanpa perlu mencontoh. Yixing menatap bayi JunMyeon yang didekapnya dengan lembut. Menciumi ujung rambut halus bayi yang dipanggilnya dengan nama Anson.
" Ayah sedang menuju kesini. Kau ingin memanggilku dengan sebutan apa? Papa?."
Yixing mungkin bisa menjadi peganti seorang ibu. Ia mampu memberikan Anson ribuan kasih sayang yang seorang ibu berikan kepada anaknya. Tapi Yixing tidak mungkin menjadi seorang ibu untuk Anson. Ia tidak ingin memulai drama dalam kehidupannnya. Seperti yang dilihatnya di pemakaman ayah JunMyeon. Dia akan memberikan seluruh kejujuran dalam hidupnya untuk Anson. Anson boleh menangis, dia berhak sedih, bahagia dan kecewa. Yixing tidak akan memulai kedatangan Anson di keluarganya bersama JunMyeon dengan kebohongan meminta Anson menyebutnya dengan sebutan Ibu.
Anson akan mendapatkkan seorang ayah dan seorang papa. Dan kasih sayang ibu dari seorang papanya. Bukankah kasih sayang keluarga adalah yang terpenting? Daripada sekedar panggilan orangtuamu.
" Anson, tidurlah papa akan menjagamu, tak perlu bermimpi cukup tidurlah.."
Yixing mengeratkan pelukannya seakan mentransferkan hangat tubuhnya untuk Anson.
JunMyeon melihat Yixing yang sedang duduk mendekap Anson. Yixing benar, sesungguhnya yang di cari di dunia ini bukanlah sekedar kekuasaan dan materi. Ada yang lebih indah dan cukup memakai perasaan saja untuk menggapainya. JunMyeon yang semakin lama semakin menyadari sisi kemanusiaan nya telah kembali.
.
.
JunMyeon masih berlatih menggendong Anson yang selalu mendapat tertawaan dari Yixing. Gaya kaku JunMyeon menggendong anaknya seakan takut anaknya remuk dalam dekapannya. JunMyeon melihat wajah Anson dalam gendongannya ia memiliki wajah yang entah bagaimana bisa begitu mirip dengan Yixing. Bukankah dia ayah bilogis Anson, tampaknya Tuhan menunjukkan kebaikan lagi kepada pasangan ini. Memberikan Anson darah daging JunMyeon dan wajah yang mirip Yixing. JunMyeon berharap Anson juga memiliki karakter seperti Yixing.
" Kenapa dia sangat mirip dengan mu sayang?."
" Aku kan Papa nya, tentu saja mirip."
" Tapi aku ayahnya, kenapa dia tidak ada mirip-miripnya denganku?." Tanya JunMyeon ngambek
" Alolo. Kau tahu kenapa? Kudengar anak laki-laki kalau wajahnya mirip dengan ayahnya mereka akan berkelahi saja nantinya. Sungguh akan repot aku jika kau dan Anson berkelahi nanti."
" Lalu kau?."
" Anson tidak mungkin berkelahi denganku, karena aku akan menenangkan hatinya." Ucap Yixing
Yixing mengambil Anson dari pelukan JunMyeon menggendong nya dengan sempurna. JunMyeon menjatuhkan dirinya di sofa kamar Anson menatap dua orang yang dikasihinya itu. Yixing tersenyum melihat JunMyeon yang memandanginya dengan penuh kasih sayang. Yixing membawa dirinya dan Anson duduk di badan JunMyeon dan mereka saling mendekap satu sama lain. Mencoba saling melindungi.
.
.
Yixing mempoutkan bibirnya merahi jas hitamnya dengan tidak rela di minta keluar dari kamar bernuansa putih hitam milik Anson. Soo Young baru saja menidurkan Anson dan menyuruh Yixing untuk memulai pekerjaan nya. Sudah Tiga minggu ini Yixing memang tidak bekerja, hanya mengasuh Anson dan tidak rela untuk berjauhan dengan si little Kim itu. Semua pekerjaannya memang berantakan karena itu Seung Hyun meminta bantuan Soo Young untuk membujuk Yixing kembali lagi ke casino untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaannya.
" Yixing sudah jam berapa ini? Aku sampai bosan melihatmu daritadi sibuk memakai jas membuka jas. Sama bosan dengan melihat mobil kuning JunMyeon yang tidak diganti atau dipakainya itu." Ucap Soo Young
" Haha Ibu, aku masih ingin disini. Oh iya aku juga heran dengan mobil kuning itu. Bahkan mobil hitam kesayangannya sudah diganti tapi dia masih mempertahankan mobil kuning itu."
" Entahlah sepertinya itu salahku juga."
" Maksud ibu?."
" Mobil kuning itu adalah satu-satunya hadiah yang pernah kuberikan kepada JunMyeon. Mungkin dia menghargai mobil itu karna Cuma itulah bentuk perhatianku yang nyata untuknya." Ucap Soo Young lemah
" Ibu, Kau tidak boleh berkata begitu. Aku yakin JunMyeon sangat menyayangi mobil itu karena kau yang memberikannya. Ia sangat menyayangimu ibu."
" Terimakasih Yixing, kau selalu menentramkan hatiku. Tapi kau tetap harus pergi kerja."
" Baiklah-Baiklah aku akan pergi tapi aku mau mengucapkan perpisahan dulu dengan Anson ibu." Ucap Yixing memelas
" Yixing. Kau akan kembali delapan jam lagi. Apa perlu kata-kata perpisahan itu?."
" Tentu." Yixing tersenyum dan mendekatkan bibirnya ke telinga Anson
" Anson, akulah orang yang akan memelukmu setiap hari, memanggil namamu hingga keujung dunia, melukiskanmu di setiap sorotan mataku. Cepat tumbuh besar, tak perlu bermimpi karna kita akan menggapai bersama apa keinginanmu." Yixing mencium pipi Anson.
Ia tidak tahu entah kenapa begitu berat meninggalkan Anson dirumah sedangkan ia pergi kerja hingga dini hari ini. Mungkin kebiasaannya bersama Anson kini membuatnya tak sanggup berpisah dengannya. JunMyeon sebenarnya sudah menyuruhnya untuk dirumah saja tapi Yixing masih belum bisa melepaskan tanggungjawabnya.
" Ibu aku titip Anson ya. Aku akan kembali secepat mungkin."
Begitu Yixing keluar dari kamar Anson terlihat JunMyeon yang sedang berbicara dengan dua orang anak buahnya. Mereka terlihat sangat serius. Tapi Yixing tidak bisa pergi kerja tanpa permisi dahulu dengan JunMyeon walaupun itu lewat ponsel. Yixing merahi ponselnya dan memilih untuk permisi lewat pesan daripada mengganggu JunMyeon.
Aku pergi dulu. Jaga Anson, jangan keluar lagi ini sudah malam. Jaga kesehatanmu I love you.
Yixing mengirimkan pesannya dan terlihat JunMyeon membuka ponselnya. Tidak berekspresi apapun, kembali memasukkan ponselnya dan melanjutkan pembicaraan dengan dua anak buahnya. Yixing menatap kesal JunMyeon. Kebiasaan JunMyeon akhir-akhir ini memang jarang membalas pesan dari Yixing. Dengan lemah Yixing keluar menuju mobilnya.
Yixing mengendarai mobilnya dengan santai. Tidak ingin terburu dengan waktu yang berlalu sangat cepat. Akhirnya menyadari mobilnya telah di himpit dua mobil hitam yang tidak ia kenali. Yixing melajukan mobilnya mencoba keluar dari kedua mobil itu. Yixing berhasil, ia melaju dan tidak melihat dua mobil itu lagi dari spion nya. Yixing menjadi tidak fokus melihat ke arah depan mobilnya. Yixing terlambat menyadari sebuah mobil blok mobilnya di menabrakkan mobilnya dengan mobil di depannya. Selanjutnya yang Yixing ketahui hanyalah suara pecah dari kaca depan dan samping mobilnya. Kaki dan tangannya tidak bisa digerakkan perlahan ia menutupkan matanya.
Teruslah berjalan teruslah melangkah
Ku tahu kau ada..
Sudah dua hari terhitung hilangnya Yixing membuat JunMyeon bagaikan orang kebakaran jenggot. Memaksa Kakek Kim untuk membantunya mencari Yixing. Menghubungi Chen yang sudah membuka praktek dokternya di luar negeri untuk pulang ke Seoul. Membawa kembali Sehun dan Chanyeol yang sedang bermadu kasih dan Jongin yang datang bersama Kris.
Bruk!
" Sudah ku bilang! Cepat atau lambat hal ini pasti terjadi. Mau sampai mana kau membinasakan Yixing?!." Kris memukul pipi JunMyeon dengan emosi
" Kris! Sudah ini tidak akan mengembalikan Yixing. Sekarang kita harus bersama mencari." Ucap Jongin melerai Kris
" Hyung apa kau yakin Yixing masih hidup? Bukankah mobilnya ditemukan hancur?." Tanya Chanyeol
" Aku yakin. Aku tahu dia masih ada!. Seseorang menyembunyikannya dan aku tidak tahu apa maksudnya!." Ucap JunMyeon emosi
" Tidak ada gunanya kau emosi JunMyeon, kau tahu pertolongan paling baik adalah pertolongan dari musuhmu." Ucap Kakek Kim
" Maksud kakek?." Tanya JunMyeon
" Kurasa hilangnya Yixing berkaitan dengan kawasan Wang yang baru kita kuasai."
" HanBin?!."
...
Chanyeol dan Baekhyun masih berdebat di dalam apartemen mereka. Chanyeol tidak mengizinkan Baekhyun untuk turut serta dalam misi menerobos markas Wang. Sedangkan Baekhyun yang sudah terlanjut antusias melihat banyakknya pesanan senjata yang di miliki Chanyeol berharap salah satu adalah kepunyaannya. Ia sangat mencemaskan Yixing sahabatnya. Tidak mungkin mengikuti permintaan Chanyeol agar dia tetap disini menunggu kabar.
" Jadi kalian sudah tahu Yixing dimana? Aku berharap dia baik-baik saja." Ucap Baekhyun sedih
" Baekhee, semua juga berharap dia baik-baik saja. Sampai kini kami masih mencari tahu dimana Wang menyembunyikan Yixing."
" Kalian yakin HanBin yang menyembunyikan Yixing?."
" Entahlah, tapi HanBin pun bagai hilang dari bumi semenjak Yixing menghilang. Dia membuat dirinya sendiri menjadi orang yang kami curigai."
" Tapi, apa HanBin sanggup mencelakai Yixing? Kau lihat kan mobilnya yang rusak begitu. Aku hanya berdoa dia masih ada bersama kita."
Chanyeol memeluk Baekhyun yang mulai terisak. Pedih rasanya membayangkan seseorang pergi meninggalkan kita. Apalagi jika ia orang yang dekat denganmu, tahu siapa dirimu sejak kecil. Chanyeol hanya berharap apa yang didoakan Baekhyun terkabul. Walau kecil kemungkinan Yixing masih hidup. Tapi tidak ada salahnya berharap dengan kemungkinan terkecil itu.
.
Soo Young menatap anaknya JunMyeon yang duduk memejamkan matanya. Soo Young tahu setelah Yixing menghilang JunMyeon sama sekali tidak bisa tidur. Ia terus mengontak sana sini untuk mengmpulkan kekuatannya. Sesungguhnya ia tidak memerlukan anak buah nya yang banyak. Ia hanya memerlukan kawanannya yang telah mengerti dia. Setelah seluruh kawanannya hadir JunMyeon merasa sedikit beban nya terangkat.
" JunMyeon, maaf ibu menganggumu." Soo Young duduk di dekat JunMyeon
" Ne Ibu. Apa Anson bangun?." JunMyeon membuka matanya kembali menatap Ibunya dengan pandangan lelah.
" Tidak. Anson sudah tidur. Walau dia sering terbangun gelisah. Sepertinya dia menyadari ketiadaan Yixing disisinya."
" Anson memang anak yang pintar. Ia memiliki perasaan yang kuat seperti Yixing." Ucap JunMyeon
" Tidurlah dikamarmu JunMyeon, ibu rasa Yixing pun tak ingin melihatmu seperti ini."
" Ne ibu. Aku hanya merasa lebih kehilangan bila masuk ke kamar dan menyadari Yixing tidak ada disana."
" Ibu paham, tapi ibu mohon kau untuk menjaga kondisi mu juga. Kalau kau jatuh bagaimana kawananmu?. Kau alpha mereka kau harus lebih kuat daripada mereka."
" Ibu.."
" JunMyeon, jadilah apa yang kau inginkan. Walaupun itu adalah seseorang yang tidak ibu kenal. Ibu hanya menginginkan kau menjadi dirimu saja, berdamai dengan sifat dan keadaaan."
" Ne Ibu. Gomawo.."
Soo Young tahu hidup tidaklah semudah yang dibayangkan. Pengorbanan dalam hidup, pahit dan getir adalah hidup. Semua harus dijalani dengan perlahan. Menikah adalah suatu nasib dan mencintai adalah takdir. Kita bisa berencana akan menikahi siapa dalam hidup kita tapi kita tidak bisa merencanakan cintamu untuk siapa. Semua berjalan bagai air mengalir tidak seperti ombak yang menerjang tepi pantai.
.
Sehun dan Luhan mengendarai mobil dengan laju. Tiada percakapan antara mereka berdua. Dibelakangnya Chen dan Jongin menyusul. Luhan mengerti cepat atau lambat dia akan menghadapi kenyataan seperti ini. Walaupun Sehun sudah menjadi bos di perusahaannya sendiri tapi ia tetap salah satu dari kawanan JunMyeon. Persahabatan mereka abadi seperti torehan tattoo disetiap punggung mereka masing-masing.
" Kalian sudah pasti dia berada disana?." Luhan memandang Sehun dengan sendu
" Belum. Kami Cuma menerima laporan HanBin terlihat disana akhir-akhir ini." Jawab Sehun
" Hmm.."
" Aku pasti kembali Luhannie.. Kau tak perlu cemaskan aku." Ucap Sehun membalas tatapan Luhan
Sehun tidak pernah mendustakan janjinya, Luhan tersenyum lega ia tahu Sehun akan selalu kembali kepadanya.
Wangi bedak bayi terasa kuat di dalam mobil Jongin, Chen membuka sedikit jendela mobil. Sebenarnya dia tidak masalah dengan bau tersebut. Tapi bedak bayi mengingatkan nya dengan Minseok. Minseok yang selalu pulang kerumah dengan bau bayi di sekitarnya karena ia dokter anak.
" Setahuku kawanan kita baru mempunyai satu bayi. Tapi kenapa mobilmu bau bedak bayi?." Tanya Chen
" Oh itu, Kyungie selalu memakai bedak bayi. Aku rasa bau nya tertinggal disini." Jawab Jongin
" Oh.."
" Aku menyesal kami baru menikah sekarang. Pergi darinya sebentar saja sudah membuat rindu."
" Jongin, kita pasti kembali lagi. ku jamin kau akan kembali ke pelukan Kyungsoo setelah urusan kita selesai." Ucap Chen menenangkan Jongin
" Ya Hyung. Aku harap JunMyeon hyung masih bisa bertemu dengan Yixing. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika Yixing benar-benar telah..."
" Jongin, berhenti berpikir yang tidak-tidak. Kita akan bersama-sama menjemput Yixing." Ucap Chen menolehkan pandangannya ke arah luar melihat jalanan yang semakin lama semakin asing. Entah kenapa membuat mereka semakin pasrah.
Chanyeol memastikan lagi persediaan senjata untuk para kawanan nya. di ikuti oleh pandangan dari puppy eyes Baekhyun yang menatapnya dengan sedih. Baekhyun telah mengalah untuk tetap menunggu dirumah saja. Ia menerima dengan syarat Luhan juga menemaninya. Setelah Luhan mengantar Sehun ke suatu tempat untuk memata-matai dia akan ke apartemen Chanyeol untuk saling menunggu kabar dari para kekasihnya.
" Jam berapa JunMyeon datang kemari?." Tanya Baekhyun
" Sebentar lagi, Baekhee maukah kau mengambilkan tasku dibelakang?." Tanya Chanyeol
" Ne." Baekhyun pergi menuju arah belakang
Chanyeol menatap punggung Baekhyun yang semakin lama semakin hilang. Menyelipkan dua pistol di bawah tempat tidurnya. Dan menuliskan sesuatu untuk pesan kepada Baekhyun nanti. Chanyeol tidak tahu apakah dia akan bisa kembali lagi atau tidak nantinya. Ia hanya berharap pesan itu akan terbaca oleh Baekhyun kelak jika sesuatu terjadi pada dirinya.
" Yang ini?." Tanya Baekhyun menunjukkan tas hitam
" Ne. Kau pintar sekali." Ucap Chanyeol
" Kapan kau akan pulang?."
Chanyeol menghentikan kegiatannya mengemas, ia tidak punya jawaban dari pertanyaan Baekhyun. Ia pergi berperang tanpa tahu pasti kapan perang itu berakhir. Bahkan kini mereka masih tidak mengetahui dimana mereka akan berperang.
" Jangan cemas okay, aku akan pulang dan membawa Yixing juga pulang. Kau sudah rindu kan dengannya?." Ucap Chanyeol menarik Baekhyun kepelukannya.
" Sangat.. Ku mohon Yollie, berhati-hatilah."
" Pasti."
" Janji?."
" Janji."
" Demi aku?."
" Demi kita."
Chanyeol mengeratkan pelukannya. Baekhyun mencium sebanyak aroma Chanyeol berharap tersimpan dalam memori dan batinnya. Ia hanya berharap kawanan Kim akan kembali dengan selamat bersama Yixing. Harapan yang sangat besar.
Teet Teet
" Baekhee, kurasa JunMyeon Hyung sudah datang. Aku harus pergi. Dan ingat, aku mencintaimu hingga bumi tak bermentari."
" Kau sangat gombal Chanyeollie. Aku juga mencintaimu. Jaga dirimu."
Chanyeol melepaskan pelukannya menatap dengan penuh cinta kekasihnya. Dan pergi menyambut Alpha nya.
TBC
...
*JANGAN LUPA REVIEW KAKA*
Fenomena deh 1 hari upload 3 Chap gara-gara 2 chap ilang T.T
Makasih ya yang udah review kepanikan ilangnya 2 chapt aku pagi-pagi bangun baca reviewnya
Ga apa kok yang review banyak-banyak ga bikin aku bingung malah aku senang aku banyak dapat ide n masukan dari sana ^^
Makasih ya fighting2 nya huaa kau terhura ^^
Oh iya soal kenapa aku ga bikin mpreg aja malah pake sistem nyewa rahim itu karena aku pengen nya Yixing n JunMyeon ya begitu adanya. Sedih ya bukan anak Yixing dan JunMyeon? Tapi aku pengen walaupun Anson bukan anak dari hubungan mereka berdua tapi tetap terikat dengan mereka berdua. That's sweet right? Pernah ga liat anak angkat tapi anak itu mirip dengan orang tua yang angkat dia? Aduuh terhenyuh langsung hati ini haha ^^ kayaknya tuh sweet kali kasih sayang bisa buat sifat n wajah kita jadi mirip tanpa perlu hubungan darah.
Makasih juga ya buat yang udah doain aku punya baby hehe amin amin terimakasih doa nya ^^
Doain ya chapt selanjutnya lancar-lancar kayaknya mau masuk ending-ending gitu deh hahahaha ga tau mungkin 1-2 chap lagi kali yak...
Makasih ALPHA TEAM yang tergabung dalam team reviews SANG ALPHA.
Keren yah kalian aku sebut ALPHA TEAM! Karena tanpa kalian mungkin cerita ini bakal basi garing remah rempeyek (apaan coba wkwkwkwk) GOMAWO!
JANGAN LUPA REVIEW LAGI DAN NANTIKAN CHAP SELANJUTNYA!
