4. Treat You Better

.

.

.

I know he's just not right for you.

(Fiksi ini mengandung konten omegaverse dengan Alpha!Osomatsu, Omega!Karamatsu, dan Alpha!Ichimatsu. Mengandung konten implisit.)

.

.

.

Osomatsu menggeram, menatap tajam adik ketiganya yang menyeringai lebar padanya.

Di pelukan si adik, Karamatsu menghindari tatapannya. Lebih memilih membenamkan wajahnya di dada Ichimatsu. Osomatsu tidak pernah merasa kecewa dan sakit hati lebih dari ini. Kata-kata si omega masih terngiang di ingatannya, membuatnya segera beranjak meninggalkan keduanya, memasang sepatunya, dan berlari meninggalkan rumah.

"A-aku memilih Ichimatsu sebagai pa-pasanganku ..."

Tidakkah Karamatsu sadar bahwa perilaku Ichimatsu selama ini hanya menyakitinya? Setiap Ichimatsu memaksanya untuk melakukan itu, dia bersumpah dia selalu mendengar tangisan Karamatsu meminta si adik untuk berhenti.

Apa yang kurang dari Osomatsu, hingga adik birunya itu lebih memilih Ichimatsu? Dia yakin dia bisa menjaga Karamatsu, lebih bisa membuatnya bahagia, lebih bisa mencintainya dibanding si Matsuno ungu.

Osomatsu berhenti, napasnya terengah-engah bukan karena sehabis lari, namun lebih karena amarahnya. Dia berlari ke suatu gang yang sepi, lalu kepalan tangannya memukul salah satu tembok, membuat tembok putih itu memiliki retakkan.

.

.

Tiga minggu.

Tiga minggu setelah Karamatsu terang-terangan menyatakan ia berpasangan dengan Ichimatsu. Setelah Osomatsu melampiaskan amarahnya pada tembok di suatu gang. Setelah Ichimatsu meledeknya habis-habisan ketika ia kembali pulang. Setelah ia hampir saja membunuh adik ungunya jika Karamatsu tidak di sana, menyapanya dengan suara yang dicintainya, dengan senyuman yang selalu ia ingin lindungi.

Ia meneguk habis birnya, lalu memesan satu gelas lagi. Pelayan bar itu menatapnya dengan cemas, ini sudah gelas ke dua belasnya. Namun tetap memberikan gelas yang dimintanya.

Osomatsu lebih sering pergi, keluar entah kemana dari pagi, lalu kembali pulang di saat semuanya sudah tertidur. Dia lebih memilih menghindari keduanya—Ichimatsu dan Karamatsu—karena dia tidak dapat menahan dirinya jika melihat keduanya. Tidak dapat menahan amarahnya setiap melihat Ichimatsu, dan tidak dapat menahan diri untuk meminta Karamatsu agar memutuskan hubungannya dengan Ichimatsu.

"Hei." Tepukan di pundaknya membuat ia menoleh, dan terkejut ketika melihat siapa yang menyapanya.

"Karamatsu? Sedang apa kau di sini?" Osomatsu mencoba menutupi gelas birnya agar adiknya tidak dapat melihatnya, namun Karamatsu menggelengkan kepalanya dan mengambil gelas tersebut, menaruhnya di depan si adik.

"Harusnya aku yang bertanya, sedang apa kau di sini? Sudah malam, harusnya pulang."

Ia menghela napas panjang, tidak berniat untuk menjawab pertanyaan Karamatsu. Tangannya mengambil gelas birnya, lalu meneguknya sampai habis.

Karamatsu menatapnya, lalu tersenyum kecil. "Sebenarnya, aku sangat, sangaatt sayang padamu, Osomatsu. Bukan sayang sebagai saudara, namun sebagai omega yang tertarik pada alpha."

Ucapan Karamatsu membuatnya tersedak, ia menatap adiknya dengan kedua mata terbelalak, "L-lalu mengapa kau—"

"Aku sangat bingung waktu itu. Heat, hormon, dan segala macam itu. D-dan Ichimatsu bilang, jika aku memilihmu, bagaimana dengan Choromatsu? Jadi kupikir, lebih baik aku—"

Suara tawa itu mengagetkan Karamatsu. Untungnya, bar itu cukup ramai hingga Osomatsu tidak menjadi pusat perhatian. "Astaga. Karamatsu, tidakkah kau tahu bahwa Choromatsu memiliki si gadis idol itu? Yang aku inginkan itu kau, kau!"

Karamatsu menatapnya, kedua matanya bersinar, membuat Osomatsu kembali jatuh cinta padanya lagi. Karamatsu. Karamatsu yang selama ini dia inginkan.

Tangannya terulur, membuat pandangan Karamatsu beralih ke tangannya.

"Aku janji, Karamatsu, aku akan bersikap lebih baik dibanding Ichimatsu. Aku akan menjagamu. Aku akan selalu bersamamu."

Tawa Karamatsu saat itu merupakan melodi yang paling disukainya.

Tangannya digenggam, dan untuk yang pertama kali, mulut keduanya menyatu.

.

.

.

Take my hand, we'll be fine.

(Treat You Better - Shawn Mendes)

Maafkan saya, ini pertama kali saya bikin omegaverse dan yaa saya tahu ini rada aneh uhuhu.