late night conversation © illustrations
kuroko no basuke © fujimaki tadatoshi

—percakapan kedua: Kagami Taiga/Kuroko Tetsuya
at basketball court

.

.

.

Yang dilihat Kagami adalah lapangan basket, ring basket, bola basket, sepatu basket miliknya sendiri, dan semua hal yang berhubungan dengan basket. Malam ini, dia sedang berlatih di lapangan basket dekat rumahnya, sendirian, tidak ada yang menemani.

Itu menurut pemikiran Kagami

Nyatanya Kuroko Tetsuya sedang berdiri di sampingnya tepat saat Kagami ingin mendribble bola.

"Whoaaa!"

Kagami langsung tersungkur, bola basketnya menggelinding ke samping, dan Kuroko, dengan tangan kiri yang tidak menggenggam apa-apa (tangan kanannya sedang memegang segelas vanilla milkshake) segera mengambil bola tersebut. "Sedang latihan, Kagami-kun?"

"Yang benar saja!" Kagami mengumpat lalu berdiri dengan cepat. "Kenapa tiba-tiba kau ada di sini, Kuroko?"

Kuroko menaikkan cup vanilla milkshake yang sedang dia pegang di tangan kanan untuk memperjelas penglihatan Kagami. "Beli minum."

"Hah." Kagami segera mendekati Kuroko untuk mengambil bola basket yang terbuang tadi. "Kenapa beli minum tengah malam begini?"

"Kenapa main basket tengah malam begini?"

Alis bercabang milik Kagami Taiga langsung tertaut mendengar pertanyaan Kuroko. "Aku menanyaimu, tahu!"

"Kagami-kun, pulang yuk."

"Heh?"

Muka datar milik Kuroko terpampang jelas ketika dia meminum vanilla milkshake lalu melanjutkan perkataannya, "angin malam tidak baik, Kagami-kun."

"Katakan untuk dirimu sendiri." Kagami mendribble bola, kali ini lebih santai, seraya mendunk bola tersebut dengan kuat. "Kemarin kan kau sakit flu," ujar Kagami.

"Kagami-kun." Kuroko kali ini berdiri tepat di depan wajah Kagami. Kagami harus menunduk sedikit karena Kuroko memang lebih pendek darinya. Kuroko memiringkan kepalanya. "Pulang."

Kagami menepuk kepala Kuroko. "Kau pulang duluan, sana."

Kuroko menggeleng. "Kita harus pulang bersama."

Pemuda berambut merah bergradasi hitam itu ngotot, masih tidak mau pulang bersama Kuroko Tetsuya yang masih berdiri di depannya. "Kenapa harus pulang bersama?"

"Soalnya sekarang sudah jam dua belas malam lewat."

"Terus?"

"Berarti hari ini hari jadi kita yang tiga bulan. Ayo kita rayakan bersama-sama, Kagami-kun."

.

.

.

a/n: plot akan berubah seiring perubahan karakter dan latar tempat. tapi konsepnya tetap sama, percakapan pada malam hari. terima kasih yang sudah menyempatkan membaca dan memberi feedback!