late night conversation © illustrations
kuroko no basuke © fujimaki tadatoshi

—percakapan ketiga: Aomine Daiki/Kise Ryota
on the bed

.

.

.

"Aominecchi! Berhenti membaca majalah mesum itu. Aku kan ada di sini, ssu!" Kise, dengan rambut pirang yang berantakan—padahal dia sudah menyisirnya, namun kembali dia acak-acak helaian-helaiannya—merengut melihat Aomine yang sedang duduk di pinggir kasur sambil membaca majalah Mai-chan.

"Berisik," sahut Aomine singkat, membalik-balikkan halaman majalah itu dengan tampang super mesum.

"Aominecchi!"

Kise kini mengacak rambut pirangnya lebih parah—sehingga bisa dilihat sepasang matanya yang berkilat-kilat memprotes kelakuan Aomine Daiki.

Ya, setelah satu bulan tinggal di apartemen yang sama, Kise Ryouta menjadi tahu lebih dalam soal kebiasaan-kebiasaan Aomine.

Bangun pukul sepuluh, siangnya makan, setelah makan mandi, habis mandi mengikuti Kise ke tempat pemotretan, malamnya membawa Kise ke kasur untuk melakukan hal-hal yang tidak perlu kalian ketahui.

Kise menggembungkan pipi.

"Tidak ada jatah untuk Aominecchi hari ini!" Kise berseru dan masih memberengut. Niatnya untuk merajuk, supaya Aomine bisa sadar diri dan berhenti membaca majalah itu.

Kise menghempaskan dirinya di kasur dengan kencang, menutupi wajahnya dengan bantal dan membelakangi Aomine.

—rajukan Kise berhasil. Aomine melepaskan majalah kesayangannya ketika Kise membanting tubuhnya ke ranjang. Aomine langsung memeluknya dari belakang, membuat pipi Kise yang putih mulus menjadi merona merah.

"Apa kau tega untuk tidak memberikan jatah hari ini, hm?"

Jangan salahkan Kise ketika esok harinya dia (semakin) sulit untuk berjalan.

.

.

.

a/n: plot akan berubah seiring perubahan karakter dan latar tempat. tapi konsepnya tetap sama, percakapan pada malam hari. terima kasih yang sudah menyempatkan membaca dan memberi feedback!