late night conversation © illustrations
kuroko no basuke © fujimaki tadatoshi

—percakapan keempat: Midorima Shintarou/Takao Kazunari
at the street

.

.

.

"TAKAO!" Midorima menggeram berang karena Takao daritadi berperilaku aneh-aneh di jalanan tersebut, membuat beberapa pedestrian yang masih lewat menatapnya ganjil. Takao, yang diteriaki, hanya nyengir tak bersalah.

"Ya?" sahutnya manis, lalu kembali berada di sisi Midorima.

"Berhenti melakukan yang aneh-aneh!" Midorima masih kesal karena kelakuan Takao yang berjoget sendirian di trotoar sambil menjulurkan lidahnya. "Kau memalukan," desisnya kesal.

"Uuh, Shin-chan jahat!"

"Aku tidak jahat! Dan hentikan panggilan memuakkan itu!"

Takao cemberut. Midorima juga merengut. Mereka berdua menghabiskan waktu di trotoar itu dengan bersungut-sungut.

Tapi yang namanya Takao Kazunari, keceriaannya selalu kembali berlonjak setelah beberapa saat. Tadi dia melakukan hal-hal aneh itu karena dia merasa pusing, ujian sudah hampir dekat dan dia malas belajar … kalau Shin-chan sih jelas saja sudah belajar, anak itu kan pintar ….

Orang-orang yang memperhatikan mereka berdua sudah kembali lagi ke tempat mereka masing-masing, sudah tidak ada tontonan menarik lagi bagi mereka. Mudah saja sebenarnya bagi Midorima untuk menyelinap pergi dan menganggap Takao bukan temannya, sayang Oha Asa mengatakan bahwa hari ini benda keberuntungannya adalah 'sesuatu yang dikenakan oleh orang berzodiak Scorpio'. Tsk.

"Nah, Shin-chan," kata Takao setelah jalanan itu sepi lagi dan hanya lampu-lampu jalanan yang menyala. Toko-toko sudah tutup—maklum, sudah menjelang tengah malam saat itu. Midorima bersikeras untuk bersama Takao seharian karena benda keberuntungannya. Siapa yang tahu kalau itu adalah modus?

"Apa," sahut Midorima ketus, bahkan tidak diiringi nada tanya di kalimatnya.

"Kalau aku melakukan hal-hal aneh lagi sekarang, boleh?"

"Ti—"

Takao berjinjit dan mencium pipinya. Midorima melotot. Apa-apaan nih?

Midorima baru saja mau meledak, tapi Takao sudah mencegahnya dengan kalimat maut. "Shin-chan tsundere, mukanya merah tuh …."

"TA-KA-O!"

.

.

.

a/n: plot akan berubah seiring perubahan karakter dan latar tempat. tapi konsepnya tetap sama, percakapan pada malam hari. terima kasih yang sudah menyempatkan membaca dan memberi feedback!