late night conversation © illustrations
kuroko no basuke © fujimaki tadatoshi

—percakapan kelima: Murasakibara Atsushi/Himuro Tatsuya
in the market

.

.

.

"Apa semua permen dan camilan lainnya yang ada di rumahmu belum cukup, Atsushi?" Himuro bertanya di sela-sela heningnya konbini yang sedang mereka kunjungi. Ini pukul sebelas malam, dan kebetulan Himuro sedang berada di rumah Murasakibara tadinya untuk mengerjakan tugas. Dan pria bertubuh besar itu berkata bahwa ia kekurangan stok makanan. Padahal, Himuro sudah menggunakan kedua tangannya untuk menunjuk tumpukan camilan yang ada di meja.

"Kau sudah menanyakan itu berkali-kali, Muro-chin …," Murasakibara menjawab dengan nada datar, dan kini tangannya menarik keluar permen lolipop yang berada di dalam mulut, "dan jawabanku tetaplah sama. Aku memang kekurangan stok makanan."

Apakah tugas-tugas yang diberikan Yamato-sensei memang semelelahkan itu? Sebenarnya Himuro merasa biasa saja, namun karena Murasakibara mengajaknya ke sini … ia tak punya pilihan lain selain ikut dan juga memilih beberapa snack.

"Muro-chin, aku pingin yang manis-manis, nih," Murasakibara berkata kemudian setelah beberapa lama mereka mengelilingi konbini tersebut.

"Bukannya kau memang setiap hari makan yang manis-manis?"

Kini Murasakibara menatap Himuro. "Aku pingin yang manis-manis."

Himuro menghela napas panjang. "Permen lolipop yang berada di mulutmu itu sekarang penuh gula, Atsushi."

Murasakibara menggeleng.

Himuro mendesah frustrasi dan mulai mengelilingi rak bagian permen dan camilan yang mengandung gula. Ketika tangannya ingin mengambil salah satu bungkus permen, tangan lain yang lebih besar mencegahnya.

"Apa?" tanya Himuro keheranan.

"Muro-chin, 'kan, manis," Murasakibara berbisik tepat di telinga Himuro. Himuro membelalakkan mata. Irisnya kini menatap mata Murasakibara yang berada di sampingnya. "Aku mau Muro-chin~"

"Atsushi, kau sadar kalau sekarang kita berada di tempat umum?"

"Biarkan saja," Murasakibara kini kembali mengeluarkan permen lolipopnya dari dalam mulut agar bibirnya bisa leluasa mencicipi yang lain. Oh, hal manis yang dia inginkan, tentu saja.

.

.

.

a/n: plot akan berubah seiring perubahan karakter dan latar tempat. tapi konsepnya tetap sama, percakapan pada malam hari. terima kasih yang sudah menyempatkan membaca dan memberi feedback!

[saya bukan penganut pair tertentu yang sampai membenci karakter lain {misal ship AxB kemudian benci BxC}. sehingga, ada kemungkinan ada pair lain yang pernah saya tulis, di chapter selanjutnya salah satu karakternya akan saya tulis bersama karakter lain].

[also maafkan yang baru update setelah sekian dekade].