Because Of You by ParkBaek267


Main cast: Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Genre: Romance

Rated: M

Disclaimer: FF ini milik saya! maaf jika ff hancur maklum author amatir.

Semoga reader suka.. gomawo :)

Summary: - Masih terbayang masa lalu, aku bahkan tak bisa melupakanmu. Sekeras apapun aku berusaha dan mengabaikannya, aku tetaplah Byun Baekhyun yang dulu. -Hanya untuku, dan aku akan membawamu kembali. Tak peduli kau menolaknya sekalipun. 'Semua sudah terjadi dan sekarang saatnya pergi...' . NC-21. Boys Love. YAOI. CHANBAEK. Thank You.

Warning: This is YAOI!, Boys Love, no children, typos, EYD berantakan, MATURE CONTENT!


Seorang wanita menghampiri baekhyun dan menawarinya sebotol alkohol, ia menerimanya, wanita itu tersenyum menggoda dan memberikan botol itu, raut datar seakan tak berminat membuat wanita penghibur itu berdecih kesal dan pergi meninggalkan baekhyun bersama dengan kekasihnya. Kekasih? jangan salah paham dengan hal itu, kekasih baekhyun adalah sebuah motor sport yang saat ini menjadi sandarannya. Baekhyun tidak akan membiarkan siapapun meminjam motor kesayangannya. apalagi dengan mengendarainya. Tidak akan pernah.

Ditengah baekhyun menikmati setiap tegukan whiski-nya, ia melihat segerombolan pria berjalan kearahnya. Baekhyun mengenal mereka. Sahabat-sahabat sialannya. Itu adalah panggilan sayang untuk keempat orang sahabatnya.

"hey B pesta yang menyenangkan!" luhan memberinya pukulan ringan dibahu dan dibalas pukulan juga olehnya. Baekhyun hanya tersenyum pada beberapa orang yang benar-benar ia anggap penting dalam hidupnya.

"yeah hanya sedikit memberi hiburan untuk kalian."

"ah kulihat daehyun masuk ke ambulans, kau apa kan dia?" baekhyun menoleh pada xiumin yang dirangkul mesra chen, kekasihnya. mereka juga sahabatnya. Baekhyun tahu daehyun mengalami patah tulang tapi ia tak mempedulikannya, lagipula bukan salahnya jika daehyun terluka hanya karena mengejeknya di tengah jalan ia tak melihat jalan yang bergelombang dan berlubang alhasil daehyun terlempar dari motornya dan tanpa mempedulikan apapun baekhyun terus melaju dengan kecepatan penuh.

"tidak ada. Aku bermain seperti biasa."

"kuharap kau tidak mematahkan tulangnya baek." ucapan serius xiumin seakan tak berpengaruh padanya.

"cih lihat si arogan Byun. kau membuatku ingin memukulmu."

"kau tak bisa bermain-main denganku luhan sayang."

"hentikan itu. menjijikan!"

"yeah kau memang menjijikan" luhan mendelikan matanya dan menatap baekhyun tajam. Baekhyun hanya memutar bola mata malas, luhan terlalu berlebihan pada candaannya.

"aish anak ini.."

"dimana assistanmu itu lu? bukankah kalian selalu bersama?"

"sehun bukan assistanku. ia kekasihku B!"

"dan ia sibuk dengan mengurus beberapa hal akhir-akhir ini, aku tidak tahu apa yang ia kerjakan."

"kukira ia sibuk dengan hal yang berkaitan dengan otomotif, minggu lalu sudah empat kali aku melihatnya mengunjungi Light'Ex." ucapan xiumin membuat mereka tercengang, tapi seterkejutnya baekhyun ia tetap memasang raut datar tak berminat meskipun dalam pikirannya ia juga penasaran.

"kau yakin itu sehun?"

"tentu saja luhan bodoh! aku masih ingat wajah kekasihmu. apa ia sedang memperbaiki kendaraannya?"

"kurasa tidak. motor dan mobilnya baik-baik saja, ia selalu mengantarku kemanapun dan aku tidak menemukan kejanggalan pada motor ataupun mobilnya."

"mungkinkah ia memiliki project dengan Light'Ex?"

"kau bercanda? Light'Ex adalah bengkel dan perusahaan otomotif terbesar di Asia, mereka bahkan memiliki laboratorium sendiri untuk mengembangkan pemakaian bahan bakar dan mesin, yah meskipun Seoul adalah salah satu cabangnya tapi sehun tak memiliki hubungan apapun dengan mereka."

"Luhan jangan lupakan bahwa sehun adalah penyempurna teknologi mesin porche dua tahun lalu." luhan menepuk dahinya mendengar lontaran baekhyun. mengingatkannya pada project yang sehun lakukan dua tahun lalu. sehun saat itu menjadi trainee di perusahaan pendiri Porche dan entah apa yang dilakukan pemuda itu hingga ia dipilih untuk ikut serta dalam pengembangan tekhnologi mesin yang akan diluncurkan bersama dengan desain terbaru Porche.

"ah benar juga. aku harus bertanya padanya. aku tidak tahu apapun apa yang ia kerjakan!"

"lihat betapa menyedihkannya dirimu. bukankah sudah kukatakan memiliki 'kekasih' adalah hal yang tak berguna?"

"dengar B aku sudah mengatakan padamu berkali-kali, memiliki kekasih akan membuatku lebih baik, setidaknya ada seseorang yang mau berjuang untuk membuatku bahagia."

"aku bosan dengan kata-kata itu."

"maka dari itu berhentilah mengoceh dan carilah kekasih."

"aku tidak butuh. kekasih hanya akan membebaniku."

"terserah apa katamu."

"hei mari hentikan ini..sebaiknya kalian diam dan nikmati pestanya." chen kembali melerai pertengkaran kecil itu dan membuat kedua orang didepannya diam dan kembali menikmati dentuman musik yang masih mengalun dari salah satu mobil dengan speaker besar di bagasi belakangnya. menampakan cahaya warna warni disekelilingnya yang berfungsi sebagai pengganti lampu diskotik.

Dari kejauhan tampak sebuah mobil sport hitam terparkir tak jauh dari keramaian pesta. Sosok dibalik kemudi itu menarik sudut bibirnya ke atas dengan mata menatap fokus suatu objek dari tempatnya. seseorang lain duduk tenang disamping kemudi. matanya juga tak lepas dari seseorang yang sejak tadi ia awasi. Tak ada seorangpun yang menyadari bahwa ada orang asing diantara suasana keramaian pesta. Dari luar mobil hitam itu tampak biasa saja, tapi di balik kaca hitam mobil itu mereka sedang diawasi oleh dua orang tak dikenal.

"nikmati pestamu." perkataan singkat seseorang yang berada dibalik kemudi itu menyeringai tajam. Lelaki yang berada disebelahnyapun hanya meliriknya sekilas dan kembali menatap objek pengamatannya.

"kita pergi." Setelah kata itu. mobil hitam kelam melaju dengan kecepatan penuh meninggalkan pesta jalan itu.

Baekhyun menoleh ketika mendengar deruman mesin mobil yang melesat cepat di belakangnya. Entah apa yang dirasakan pemuda itu. Ia terus memandangi badan mobil yang semakin lama semakin menjauh. Ada yang salah. Baekhyun merasakan sesuatu, apapun itu ia sendiri tak yakin dan tidak tahu bagaimana menjabarkannya. dan hal itu terus membayanginya selama pesta berlangsung. Ada sesuatu, dan baekhyun tidak tahu apa itu. Ia harus lebih waspada sekarang. Setidaknya untuk berjaga-jaga. Baekhyun tidak pernah seperti ini, merasakan sinyal dari dalam dirinya entah dari hati atau pikirannya dan orang sering menyebutnya feeling. Baekhyun adalah orang yang rasional selama ini dan tidak pernah sekalipun menggunakan perasaannya. Tapi ini...terasa berbeda.

.

.

"Dengar sialan siapapun dirimu! kau akan menyesal menantangku dengan cara seperti itu. kau tidak tahu berhadapan dengan siapa!" Seseorang di seberang telepon tertawa keras seakan mengejek lawan bicaranya. Baekhyun mendapat telepon dari orang asing melalui ponsel luhan, hanya orang-orang tertentu yang memiliki nomornya. Seseorang yang menelponnya adalah pemuda yang menantangnya balapan. Diawali dengan mengejek tingkah baekhyun yang berpura-pura berkuasa dan berengsek dan berakhir menantang pemuda mungil itu untuk duel dengannya dijalan. Taruhan menjadi dasar dari balapan itu.

"kau akan mati dibawah lindasan ban-ku sialan!"

"berengsek!" baekhyun membanting ponsel itu hingga hancur. Luhan datang dari arah dapur dan terkejut mendengar suara benda dan membuatnya semakin terkejut saat mengenali kepingan-kepingan yang berserakan di lantai.

"BYUN BAEKHYUN!"

.

Baekhyun tiba di tempatnya akan bertanding, begitu ia melepas helmnya seseorang berjalan kearahnya dengan langkah angkuh. Baekhyun mengenali pria ini, hanya penampilannya yang sedikit berubah. Rambut hitam, tubuh tegap, rahang yang terlihat tegas dan sorot mata mengejek yang mengarah padanya. Kim Jongin.

"senang bertemu denganmu" Lelaki berkulit tan itu menyeringai pada sosok familiar dihadapannya. Sedangkan orang yang ia sapa menatap malas ke arahnya.

"ternyata kau."

"ternyata kau sudah melupakan suaraku huh? dan sekarang kau ingat siapa pemilik suara itu."

"ayo kita selesaikan ini dan biarkan aku memenangkan taruhan itu dengan menghajarmu sampai mati."

"wow tenanglah manis..setidaknya biarkan aku bernostalgia bersamamu dulu sebelum kau kupermalukan dihadapan semua orang."

"apa perlu kuingatkan bagaimana aku mengirimu ke LA dengan keadaan sekarat KIM-JONGIN?!"

"aku akan membuatmu menyesali itu Byun! aku bukan orang yang dengan mudah memaafkan seseorang."

"aku yang akan membuatmu menyesal. Kau sudah membuatku marah kedua kalinya kai."

"tenanglah tuan-tuan mari kita bersiap dan segera memulai acara kita." suara seorang wanita menginterupsi pertengkaran tajam mereka, dan baekhyun tak peduli pada ucapan terakhir kim jongin.

"kejutan menantimu byun baekhyun" kim jongin atau lebih sering dikenal dengan kai, ia salah satu dari sekian banyak orang yang menantang baekhyun untuk balapan. Dulu tiga tahun yang lalu kai dan baekhyun adu balap di jalanan sepi lokasinya dekat dengan padang yang lumayan gersang disisi barat kota Seoul dan duel itu berlangsung dengan adu kecepatan dan saling menghamtam badan mobil. Ya, saat itu mereka sepakat menggunakan mobil sebagai kendaraan mereka. Dan akibat tak seimbangnya kai mengemudi dan terlalu terbawa emosi, hamtaman terakhir dari baekhyun membuat mobilnya kehilangan kendali dan menabrak pagar pembatas dan terjun langsung menuruni bukit dan berakhir meledak. Nyawanya memang terselamatkan tetapi beberapa tulangnya patah dan sebagian tubuhnya terbakar setelah terlempar cukup jauh dari mobilnya akibat ledakan. Kejadian mengerikan itu membuatnya harus meninggalkan Korea dan diterbangkan ke Los Angels untuk mendapatkan penanganan terbaik.

Seorang wanita sexy telah berdiri di depan dua pria yang sudah siap dengan motor mereka masing-masing. Keadaan memang cukup ramai saat ini namun cukup menegangkan juga mengingat pembalasan dendam kai dan kebencian baekhyun terhadap pemuda itu menjadi warna tersendiri dalam pertandingan kali ini. Begitu wanita itu menjatuhkan tisunya ke tanah, raungan motor mereka membelah suasana malam itu. Semua orang berteriak semangat mendukung rekan mereka yang tengah melaju kencang.

'Bersiaplah mati malam ini brengsek.' baekhyun sangat membenci kai, setelah ia mengirimnya ke LA ternyata tidak membuatnya jera malah berniat balas dendam padanya. Baekhyun adalah seseorang yang jika sudah membenci suatu hal maka ia akan membencinya sampai mati, begitu sebaliknya jika ia menyukai suatu hal maka ia akan berusaha mendapatkan apapun yang ia inginkan. Tak peduli dengan cara apapun. Baekhyun harus mendapatkannya. Dan malam ini ia berniat akan mengirim kai ke neraka daripada LA.

Motor baekhyun dan kai saling ber-iringan, berusaha mendahului lawan. Jalanan yang kala itu masih sedikit basah setelah diterpa gerimis beberapa waktu lalu tak membuat keduanya khawatir dengan licinnya jalan. Kecepatan motor mereka hampir mencapai maksimal. Baekhyun fokus pada jalanan didepannya dan selalu waspada pada kai yang berusaha mendahuluinya. Ia memblokir sisi kanan dan kirinya secara bergantian agar kai tidak ada kesempatan untuk mendahuluinya. Ini terasa sulit untuk kai. Berusaha tenang dan tidak berbawa emosi ia mengendalikan laju motornya dengan penuh perhitungan.

Jalanan yang mereka lewati kini sedikit tidak rata dengan beberapa lubang di sisi jalan. Penuh dengan kewaspadaan, fokus dan pikiran yang tenang. Itu menjadi kunci baekhyun selama ia mengendarai motor kesayangannya ini. Kai masih berjarak beberapa meter darinya di belakang. Melihat dari kaca spionnya baekhyun yakin pemuda itu tengah berkonsentrasi penuh dengan keadaan jalan yang semakin rusak, terlihat jelas dari cara kai mengendalikan motornya. Masih sama seperti terakhir kali ia berduel dengannya. Seperti amatiran. Dan sebentar lagi baekhyun akan menjalankan rencananya ketika kai semakin kualahan dengan motornya. Disaat itu tiba baekhyun akan mengirim kai langsung ke neraka.

Naik menuju sebuah bukit motor yang mereka kendarai semakin memasuki kawasan rawan kecelakaan, dilihat dari sisi jalan yang bersebelahan langsung dengan jurang, meskipun tidak terlalu dalan dan tajam tapi memungkinkan untuk menelan korban jika seseorang terjatuh kesana. Baekhyun siap dengan rencananya. Ia sengaja membuka sedikit sisi kirinya seolah ia sedang lengah dan membiarkan kai melaju mendahuluinya. Seringai tajam terpatri dibibir tipisnya. Kai berada beberapa meter didepannya lengkap dengan raut mengejek yang dilihatnya sekilas saat melewatinya. Mendekati tempat yang baekhyun rencanakan ia menambah laju motornya hingga maksimal dan dengan sengaja menyenggol motor kai dari sisi kanannya. Kai yang terkejut tak sempat menekan rem ia pun menabrak pohon dan terseret di aspal hingga terjun bebas ke jurang bersama dengan motornya yang dalam keadaan mengenaskan. Tak adanya pagar pembatas di area itu membuat baekhyun lebih mudah menjalankan rencananya, tapi sayang, hantamannya pada motor kai sedikit meleset mengakibatkan kai harus membentur pohon terlebih dahulu. Baekhyun ingin kai langsung terjun ke jurang dan mati dalam ledakan. Tapi toh sudah terlanjur dan sekarang ia tinggal mengikuti jalan dan menuruni bukit untuk sampai kembali ke garis finish.

Sedikit memelankan laju motornya, menikmati sejuknya angin malam. Baekhyun tersenyum puas pada kemenangannya. Ia tak peduli dengan kai -ah perlukah ia menyebutnya jasad sekarang?. Sudah baekhyun katakan bukan jika ia membenci sesuatu maka ia akan membencinya sampai mati dan apapun harus ia dapatkan bahkan dengan cara kotor sekalipun.

Menuruni bukit bukit itu, kini baekhyun melaju dengan kecepatan normal di jalanan datar. Senyum kepuasannya masih terpatri di bibir tipisnya. Sebentar lagi ia akan mencapai garis finish 3 km lagi, baekhyun tidak perlu khawatir tentang apapun sekarang. Santai. Itulah yang ada dipikirannya. Tapi tanpa ia sadari sebuah motor tengah melesat menuju arahnya dari belakang. Sebuah motor sport keluaran terbaru dan dengan kecepatan maksimal melaju ke arah baekhyun. Seseorang yang berada dibalik helm itu menatap target didepannya dengan tatapan tajam dan fokus. Bibirnya menyunggingkan senyum mematikan, bagi orang yang melihatnya mungkin akan bergidik ngeri dan mungkin gemetar ketakutan, tapi helm itu menutupi wajahnya.

Mendengar suara mesin dibelakangnya baekhyun melirik ke kaca spionnya dan terkejut melihat sebuah motor asing tengah melaju cepat kearahnya. Belum sempat baekhyun menyingkir dari jalan bermaksud memberi jalan pada seseorang itu motornya oleng ke kiri. 'Sial!' motor baekhyun terserempet sosok asing itu. Sedangkan sang pelaku yang sengaja menyenggol badan motor baekhyun di sisi kanan begitu senang melihat tingkah terkejut pemuda dibelakangnya. Dengan emosi memuncak setelah berhasil mengendalikan motornya, baekhyun memepercepat laju motornya dan berusaha menghadang seseorang yang telah merusak motor kesayangannya. Baekhyun yakin pasti motornya lecet. Ia tak akan tinggal diam.

Sayangnya sosok misterius itu terlihat bermain-main dengan baekhyun. Ia membiarkan sisi kirinya sedikit terbuka, tapi ketika baekhyun akan mendahuluinya ia akan bergeser ke kiri dan terus seperti itu. Sosok itu tertawa dalam helmnya. Senang sekali ia mempermainkan pemuda mungil dan angkuh seperti dia. Baekhyun semakin emosi dan menyumpahi seseorang yang sudah membuat lecet motornya dan sekarang ia seolah dipermainkan.

Keadaan masih seperti itu hingga sorakan semakin terdengar di telinga kedua pemuda itu. Mereka hampir mendekati garis finish. Dengan nekat baekhyun mensejajarkan motornya disamping sosok itu tapi ia disenggol kembali hingga bunyi badan motor yang terbentur begitu keras ditelinganya. Baekhyun hampir kehilangan keseimbangannya sehingga ia memperlambat laju motornya untuk menstabilkan kembali motornya.

'argh sialan kau! dasar keparat!' belum surut emosi yang dibendungnya kini dirinya seolah akan meledak karena emosi yang sudah di ubun-ubun.

"WOOOO!" teriakan dan sorak sorai menyambut kedatangan seseorang yang telah melewati garis finish. Beberapa orang langsung berlari mengerumuni pemuda asing itu dan melemparkan ucapan selamat. Letusan-letusan konfeti juga terdengar di sekitarnya. Pemuda dengan jaket kulit hitam itu hanya menerima jabatan tangan dari orang-orang yang memberikan ucapan selamat padanya, tak mempedulikan motor hitamnya dengan sedikit goresan memanjang di badan motornya, seakan tak peduli dengan itu.

Baekhyun tiba di garis finish sesaat setelah seseorang itu berhenti ditengah-tengah kerumunan. Turun dari motornya ia melirik sekilas kondisi motor sport kesayangannya. Melihat ada bagian yang sudah tak berbentuk dan beberapa bagian yang lecet dengan bekas goresan memanjang membuatnya benar-benar meledak kali ini, sontak ia melempar helmnya ke tanah, baekhyun berjalan ke arah pemuda yang hampir mencelakainya oh jangan lupakan keadaan motornya yang mengenaskan.

Beberapa orang yang menutup jalannya, ia mendorong satu persatu orang-orang, tak peduli pria atau wanita yang ia singkirkan. Tiba dihadapan pemuda itu baekhyun meninju rahang seseorang dihadapannya hingga membuatnya hampir tersungkur ke tanah jika tak bertumpu pada motornya. Seseorang itu menatap nyalang pada baekhyun dan kembali ia mendapatkan tinjuan di rahangnya. Sudut bibirnya mengeluarkan darah, ia bisa merasakan rasa asin di lidahnya. Dengan emosi ia membalas pukulan baekhyun dan dengan sekali pukul baekhyun terjatuh ke tanah.

"sialan kau! beraninya memukulku! kau tak sadar apa yang kau lakukan hah!" baekhyun bangkit dan menyeka luka disudut bibirnya dengan punggung tangannya.

"hanya seperti itu kau marah? huh kau sensitif sekali" sosok itu tersenyum mengejek pada baekhyun.

"kau..apa maksudmu melakukan hal itu hah! kau hampir membuatku celaka! kau tidak sadar berhadapan dengan siapa hah!" baekhyun menarik kerah jaket pemuda dihadapannya, meski sedikit kesulitan karena perbedaan tinggi badan yang begitu jauh terlihat.

"lihat. kau marah hanya karena aku sedikit menyenggolmu. itu hal biasa dalam adu balap." Pemuda itu terlihat santai menanggapi baekhyun dan semakin gencar membuat baekhyun emosi dengan terus memancing emosinya.

"kau merusak motorku sialan! apa masalahmu!"

"hei hei ada apa ini? baekhyun lepaskan dia.. apa yang terjadi?" Luhan dan sahabat baekhyun datang melerai kedua orang yang tengah adu mulut itu. Luhan dan xiumin menarik paksa baekhyun, sedangkan chen berada ditengah seraya menahan seseorang yang bertengkar dengan baekhyun, waspada jika pemuda itu tiba-tiba menyerang sahabatnya.

"lepaskan aku sialan! dia hampir membunuhku! dan membuat motorku lecet karena dibentur olehnya!"

"oh kau mengadu pada temanmu bocah? lihatlah betapa menggelikannya dirimu." pemuda itu tertawa diakhir kalimatnya membuat baekhyun menggeram dan semakin memberontak dari luhan dan xiumin. Orang-orang disekitar mereka hanya melihat tanpa berani ikut campur, tak mau terkena imbas luapan emosi seorang Byun Baekhyun. Mereka masih menyayangi nyawa mereka.

"brengsek! aku tidak peduli, kau harus bertanggung jawab!"

"apa? bertanggung jawab katamu? mengapa aku harus bertanggung jawab,apa aku telah menghamilimu?"

"sialan kau! ganti kerusakan motorku brengsek!"

"aku tidak mau, gunakan saja asuransinya."

"kau yang merusaknya dan kau yang harus bertanggung jawab brengsek!"

Seorang pemuda turun dari mobilnya, tadinya ia berniat mengabaikan kerumunan orang yang berada di sisi jalan, tetapi melihat seseorang, ah lebih tepatnya beberapa orang yang ia kenal berlari ke arah kerumunan tersebut membuatnya penasaran dan menghampiri mereka. Berusaha menerobos orang-orang yang seolah tengah menonton pertandingan. Ia dapat mendengar seruan seorang byun baekhyun, dan suara kekasihnya.

"Luhan apa yang terjadi?" Sehun, pemuda tinggi dengan kulit putih pucat itu menarik lengan kekasihnya meminta penjelasan. Semua orang beralih menatap dua sejoli yang bertemu itu, pandangannya ia sapukan pada sekitarnya dan betapa terkejutnya sehun mendapati saudara sepupunya babak belur.

"Hyung? apa yang kau lakukan disini?"

"sehun kau mengenalnya?"

"dia sepupuku, dia baru saja tiba di Seoul minggu lalu. Hyung apa yang ter- .. Ya! kau apakan motormu hah?! aku susah payah memolesnya dengan sempurna dan kau baru sehari kau gunakan kau sudah membuatnya penyok?!"

"sepupu?!"

Pemuda itu memutar bola matanya malas melihat tingkah sepupunya tak jauh dari tingkah eommanya jika sedang mengomel. Sangat menjengkelkan.

"oh jadi dia sepupumu? sehun katakan pada saudara sialanmu itu untuk mengganti perbaikan motorku!"

"apa? hei aku tidak tahu apa masalah kalian, jelaskan padaku."

"dia, sepupumu merusak motorku, entah apa masalahnya, dan ia dengan seenaknya tidak mau bertanggung jawab."

"huh kau pikir siapa yang kau suruh bocah."

"ya! aku bukan bocah! keparat kau!"

"aku tidak mau mengganti perbaikan motormu tapi aku akan menawarkan hal lain. Kau mau?"

"jangan bermain-main denganku!"

"hyung apa yang kau lakukan?!"

"siapa yang mengajakmu bermain bocah?! aku menantangmu, kita taruhan."

"dan kau Oh Sehun diamlah!"

"kau pikir siapa yang kau lawan? kau bukan tandinganku."

"pengecut."

'si brengsek ini..!'

"aku bukan pengecut brengsek!"

"kau pasti takut karena kejadian tadi, kau takut aku aku merusakan motormu semakin parah, benarkan pengecut?"

"aku tidak takut pada apapun, kuterima tantanganmu sialan!"

"wow apa kau berlaga berani sekarang? "

"hentikan omong kosongmu dan ambil kesepakatan sekarang!"

"balap motor sepanjang jalan ini sampai seoul. Jam sebelas. Kita bertemu disini."

"hyung-"

"kau gila? jalanan seoul banyak polisi berkeliaran kita bisa tertangkap polisi."

"ah kukira kau hanya pura-pura berani, ternyata kau takut hanya pada polisi?"

"aku tidak takut pada apapun brengsek!"

"deal?"

"call."

"hyung apa kau gila?! itu melanggar hukum adu balap di seoul!"

"kubilang diam sehun!"

"tak kusangka hanya karena motormu lecet kau mengajaku berkelahi seperti dirimu menyedihkan sekali. " pemuda itu menatap baekhyun dari ujung rambut sampai ujung kaki, kentara sekali raut mengejeknya yang ditunjukan untuk baekhyun.

"brengsek kau!" sontak baekhyun menghempaskan kedua sahabatnya dan menendang pemuda itu hingga terjatuh. Sedari tadi baekhyun terus ditahan oleh sahabatnya agar tak lepas kendali dan kembali menghajar pemuda dihadapan mereka ini. Tubuhnya menduduki perut pemuda asing dibawahnya dan siap melayangkan pukulan, tapi sebelum itu terwujud tubuhnya dibanting ke tanah dan malah mendapat pukulan di pipinya. Kepala baekhyun pening luar biasa. Setelah kepalanya membentur tanah dengan keras langsung diberi tinjuan pemuda diatasnya. Orang-orang panik dan luhan xiumin maupun chen tak sanggup menghentikan perkelahian dihadapan mereka. Oh sehun hanya berdiam diri seolah melihat pertunjukan bagus.

Pemuda yang melihat raut baekhyun yang tak fokus langsung mencengkram kedua tangan baekhyun disisi kepalanya. Baekhyun berusaha sekuat tenaga agar kesadarannya tidak hilang. Teman-temannya bahkan tak berhenti menyingkirkan pemuda yang menindih tubuh baekhyun, namun tak berhasil. Seakan tenaga tiga orang itu tak sebanding dengan tenaga pemuda itu.

"dengar byun baekhyun, aku hanya akan mengatakan hal ini hanya padamu dan jangan sekalipun kau berani menentangku, jika kau melanggarnya bersiaplah mendapatkan kejutan dariku." pemuda itu berbisik tepat didepan wajah baekhyun sambil memperhatikan ekspresi baekhyun yang berusaha memulihkan kesadarannya. Pukulan chanyeol memang tidak main-main.

"kau tahu siapa aku? perkenalkan aku Park Chanyeol. Tidak ingatkah kau padaku huh? Byun Baekhyun si cengeng." Meskipun kesadarannya belum pulih sepenuhnya tapi ia masih dapat mendengar dan perlahan otaknya mulai mencerna perkataan pemuda itu. Tak ada jawaban dari baekhyun.

"aku telah menepati janjiku padamu manis, ingatlah aku dan kau akan menemukan jawabannya." Selesai dengan perkataannya. Park Chanyeol. Pemuda yang menindih baekhyun mengecup kedua kelopak mata baekhyun, chanyeol tahu baekhyun tengah menahan sakit kepalanya, ekspresi menyerngit itu terlihat jelas di wajah baekhyun. Turun kebawah mengecup hidung kecil baekhyun dan berakhir dengan mengecup lama dahi yang terekspos akibat rambut baekhyun yang acak-acakan. Chanyeol beranjak dari tubuh baekhyun, berjalan menuju motornya dan menyalakan mesin motor itu. Diliriknya sekilas baekhyun yang diam terpaku disana. Seringai muncul dibibirnya. Segera chanyeol melajukan motornya menyentak keheningan tempat itu dengan raungan mesin motornya yang melesat pergi. Dibalik helmnya, seringai itu berubah menjadi senyum melegakan, senyum penuh makna dan disertai ketulusan dari hatinya.


.

.

'Baekhyunie aku kembali.'


TO BE CONTINUE..


Annyeong semua CBHS~ aku dateng bawa chapter 1 silahkan dibaca, sengaja aku post hari ini karena baca review dari temenku aku jadi kangen dia TT . Jadilah posting. Untuk selanjutnya aku gabisa janji post cepet karena lagi ada ujian dan tugas yang minta diajak 'kencan'.

Aku ngucapin terima kasih buat yang udah review, terima kasih atas semangat dan kritik buat judulnya hehe^^ semoga bisa jadi pengalaman buat aku /terharu/

Terakhir aku undur diri..salam CHANBAEK SHIPPER~