Title : Make me yours, Captain!
Disclaimer : Mine for the story. God's for the casts.
Rate : T nyerempet M dikit
.
.
.
oooooo
"Ayolah Hyukkie.. maafkan hyung, ne?"
Hyukjae tetap tidak menghiraukan rengekan Donghae. Ia memilih fokus pada sarapan yang tengah ia santap dengan bibirnya yang mengerucut kesal.
Iya dia kesal.
Bagaimana tidak kesal, tiba-tiba dia terbangun dengan orang lain disampingnya - yang masuk tanpa izin. Terlebih orang tersebut dengan tidak etisnya topless tidur bersamanya. Memangnya mereka apa? Kekasih saja bukan. (Setidaknya belum).
Hyukjae makan dengan berisik - lebih tepatnya sendok dan garpu yang beradu keras karena ia sedang kesal. Donghae sedikit bergidik ngeri melihatnya.
'Ternyata dia galak...' batin Donghae.
Yah, Donghae juga salah sih. Dia masuk tanpa seizin Hyukjae. Salah Hyukjae juga tidak mengunci pintunya. Tapi tetap saja Donghae yang salah, mengambil kesempatan pada peluang.
Hah...
Donghae meletakkan sendok garpunya. Selera makannya hilang. Karena kebodohannya. Dia menatap Hyukjae yang juga sedang makannya. Sebenernya Hyukjae menatapnya karena Donghae tidak menghabiskan makanannya. Hyukjae berbicara melalui tatapan 'kenapa tidak dihabiskan?' dengan wajah yang garang.
Donghae menelan ludah melihat Hyukjae begitu marah. Terpaksa dia melajutkan acara makannya lagi.
Suasana hening.
Hanya ada dentingan alat makan yang mereka gunakan. Rengekan Donghae pun sudah tak terdengar lagi dari tadi. Tidak, Donghae tidak menyerah akan Hyukjae karena masalah sepele seperti ini. Dia hanya memberikan waktu pada Hyukjae untuk menurunkan emosinya.
Kamar Hyukjae.
"Maaf.. Aku tahu kalau aku sudah kelewatan. Maafkan aku." mohon Donghae kembali, kali ini tanpa embel Hyung. Ia merasa tidak pantas dipanggil Hyung lagi oleh Hyukjae karena ketidaksopanannya.
Hah...
Hyukjae menghela napas berat. Dia juga salah disini, tapi egonya sangat tinggi untuk mengaku salah. Namun, Donghae itu juga seniornya. Dia harus menunjukkan sikap yang lebih dewasa, tidak kekanakkan seperti ini. Donghae hanya menyelinap untuk tidur bersamanya, bukan menidurinya.
"Lupakan, hyung. Aku juga salah tidak mengunci pintunya. Damai?" Hyukjae menyodorkan kelingkingnya, mengisyaratkan Donghae untuk melakukan hal yang sama. Donghae terkekeh melihatnya. Dasar bocah, pikirnya.
"Damai." Donghae menautkan kelingkingnya ke kelingking Hyukjae. Mereka tersenyum satu sama lain, lalu melepaskannya.
"Jangan diulangi ya, hyung." peringat Hyukjae dengan tatapan intimidasinya yang lucu. Donghae tersenyum tak enak sembari menggaruk tengkuknya.
"Tidak akan lagi.. tidak sebelum kau menjadi kekasihku." jawab Donghae gamblang.
Mata Hyukjae membesar karena pengakuan Donghae yang tidak langsung itu. Donghae menggenggam kedua tangan Hyukjae lalu menciumnya sekilas.
"Aku tahu ini terburu-buru. Maka dari itu nikmatilah waktumu untuk berpikir sembari aku menunjukkan betapa seriusnya aku padamu." lanjut Donghae. Ia mengelus kepala Hyukjae dengan sayang, bak keramik yang rentan pecah. Donghae jatuh untuk Hyukjae.
Pria blonde itu hanya bisa diam, mencerna semuanya. Dia tahu, dia juga tertarik dengan Donghae. Tapi dia tidak mau terburu-buru dan Donghae juga mengerti akan hal itu.
Hyukjae menutup matanya, menikmati sentuhan Donghae. Tak lama ia membuka matanya, menatap hazel Donghae yang teduh, lalu tersenyum manis seraya bergumam 'terima kasih'. Donghae pun juga tersenyum sebagai jawaban.
Pesawat menuju Seoul...
Hyukjae dan Donghae duduk berdampingan di kelas bisnis pesawat menuju Seoul. Mereka sudah di tengah perjalanan saat ini. Hyukjae terlihat sedang memainkan handphone-nya dan Donghae yang tengah tertidur disampingnya.
Hyukjae melihat Donghae. 'Apa semalaman dia tidak tidur? Pulas sekali.' pikir Hyukjae.
Pikiran Hyukjae mengarah ke kejadian tadi pagi. Lebih tepatnya badan Donghae. Abs nya yang terbentuk itu sungguh sangat seksi. Bahkan Hyukjae bisa merasakan absnya. Apalagi dada bidangnya.
'Jangan-jangan tadi malam aku juga bersandar di dadanya...' batin Hyukjae. Wajahnya langsung memerah hingga telinga.
'Astaga.. memalukan.' lanjutnya dalam hati.
Tak ingin memikirkan lebih lanjut ia pun kembali fokus ke game nya.
"Hae hyung! Wake up!" Hyukjae berusaha membangunkan Donghae daritadi namun tidak berhasil. Yaampun, kebo sekali.
"Wake up, hyung..." panggil Hyukjae. Dia sudah menggoncang-goncang dan mencubit Donghae namun tetap tidak berhasil.
Pramugari yang kebetulan lewat pun menghampiri.
"Donghae-ssi masih belum bangun?" tanyanya. Hyukjae menggeleng pasrah.
"Kalian turun duluan saja, aku akan mencari akal." ujar Hyukjae. Pramugari itu mengangguk lalu meninggalkan mereka setelah tersenyum sopan kepada Hyukjae.
Hyukjae kembali fokus ke Donghae. Jadi, bagaimana. membangunkan orang seperti ini? Dengan air? Hyukjae juga sudah coba tadi.
'C'mon Hyukjae.. He need to wake up for work. Think think think...' Hyukjae menggigit bibir bawahnya karena sibuk berpikir.
Tunggu.
Bibir.
Putri tidur saja terbangun karena ciuman sang pangeran. Kenapa tidak mencobanya?
'Aku sudah gila.' batinnya. Namun Hyukjae tetap memajukan wajahnya, hingga bibirnya bertemu dengan bibir Donghae.
Jantung Hyukjae berdetak tidak karuan, dia yakin dia sudah gila. Matanya yang tadi sempet menutup, membuka untuk melihat reaksi Donghae. Nihil. Pria ini masih tertidur.
Berbekal instingnya, Hyukjae mulai melumat bibir Donghae. Bibir atas, bibir bawah, terus begitu bergantian.
Donghae merasakan sesuatu di bibirnya. Matanya membuka perlahan.
'Cantik..' pikirnya saat melihat Hyukjae yang menciumi bibirnya dengan intens.
'Benar-benar mimpi yang sangat indah..' Donghae merangkulkan tangannya satu di pinggang Hyukjae satunya lagi di leher Hyukjae. Donghae berani menciumi Hyukjae lebih dalam karena mengira dia masih bermimpi sekarang.
Hyukjae terkesiap akan tindakan Donghae. Berniat mendorong namun tidak bisa. Hyukjae terlena akan betapa hebatnya ciuman Donghae.
Alhasil mereka berciuman dengan panas. Hyukjae pun sudah dipangkuan Donghae sekarang.
Hisapan demi hisapan mereka berikan serta pertarungan lidah yang panas. Membuat akal Hyukjae sudah melalang buana ntah kemana. Tangan Donghae semakin gencar meraba tubuh Hyukjae, kebawah hingga meremas kuat bokong Hyukjae, membuat Hyukjae melenguh.
"Eungh.." Hyukjae menjambak rambut Donghae karena sentuhan panas yang ia terima.
Donghae bergumam di ciuman mereka. "Bahkan desahanmu terdengar nyata, sayang..."
Deg.
Mendengar itu kesadaran Hyukjae kembali. Ia langsung menjauh dari Donghae. Donghae yang masih setengah tidur malah mencoba meraih Hyukjae kembali. Dengan kesal bercampur malu, Hyukjae menepuk kedua pipi Donghae dengan keras.
PLAK!
"Aw!" jerit Donghae.
Donghae mengusap kedua pipinya yang perih. Ia membuka mata lalu melihat Hyukjae di hadapannya. Di pangkuannya.
"Hyukkie.. Sedang apa kau di pangkuanku?" tanya Donghae polos dengan mata yang masih setengah terbuka.
Perempatan muncul di dahi Hyukjae. Hyukjae turun dari pangkuan Donghae dengan wajah yang benar-benar merah hingga telinga. Dia langsung mengambil travel-bag di bagasi kabin lalu segera keluar dari pesawat, meninggalkan Donghae yang masih cengo.
10 detik...
"Dia berada di pangkuanku.." gumam Donghae dengan tatapan menerawang.
20detik..
"Bibirnya merah sekali dan nafasnya tersengal-sengal.." lanjutnya.
Donghae mengingat kejadian di mimpinya.
Tunggu...
.
.
.
"Jadi itu sungguhan?" gumamnya lagi.
.
Tik..
Tok...
Tik...
Tok...
.
.
"ASTAGA! HYUKKIE! MATI AKU!" Donghae langsung kalang kabut.
Ia mencoba berdiri namun seatbelt-nya membuat dia terduduk lagi.
"Sial!" umpatnya sambil membuka seatbelt.
Setelah terbebas, dia langsung mengambil travel bag-nya lalu terbirit-birit keluar pesawat, mengejar Hyukjae lebih tepatnya.
'Kau dalam masalah besar, Donghae.' batin Donghae miris.
Mari kita lihat keadaan Hyukjae.
Hyukjae terus menggeret travel bag-nya ntah kemana. Pikirannya masih penuh dengan kekesalannya terhadap Donghae. Kakinya berjalan dengan langkah mencak-mencak seperti anak kecil.
'Kau bodoh, Hyukjae. Kau malah menikmatinya juga. Stupid!' Hyukjae memaki dirinya sendiri. Tak lupa sumpah serapah buat Donghae yang menciumnya lebih dalam karena mengira itu mimpi. Benar-benar menyebalkan.
Karena terlalu fokus dengan sumpah serapahnya, Hyukjae tidak memperhatikan langkahnya.
BRUK
"Argh!"
"Aw!"
Hyukjae menabrak seseorang. Mereka berdua terjatuh dengan tidak elite. Hyukjae meringis karena pantatnya mencium lantai keras sekali. Dia tidak sadar kalau orang didepannya terus memperhatikannya dan mendekat padanya.
"Hari ini benar-benar gila.." ujar Hyukjae kesal sambil menekan pinggangnya yang juga lumayan sakit. Tapi langsung terhenti karena mendengar suara yang benar-benar tidak ingin dia dengar lagi.
"Eunhyuk? You are Eunhyuk, right? You really are! Finally !" pria yang ditabrak itu berseru antusias, seperti menemukan orang yang selama ini dia cari.
'Tidak... Kumohon jangan...' Hyukjae ketakutan. Badannya bergetar karena takut. Reaksi yang sangat bertolak belakang dengan si pria itu.
Pria itu menarik Hyukjae hingga berdiri, mencengkram tangan Hyukjae kuat. Pria itu menampilkan seringaian yang sungguh membuat Hyukjae takut. Hyukjae sudah menangis, badannya sudah bergetar hebat. Kilasan balik memori yang mengerikan itu memenuhi otaknya, membuat semua sarafnya melemah karena trauma.
"Don't.." lirih Hyukjae pelan, suaranya seperti ditelan pria itu. Matanya yang basah menatap memohon ke pria yang tidak melonggarkan cengkraman kuatnya di tangan Hyukjae.
Pria itu tertawa menyeramkan. Dia tidak peduli dengan orang-orang yang memperhatikan mereka. Dan dia beruntung tidak ada keamanan yang melihat.
"Let's go home, sweety~" pria itu menarik Hyukjae paksa, namun Hyukjae tetap berusaha berontak.
"Let me go! I don't want to be together with a psycho like you!" balas Hyukjae dengan ringisan karena cengkraman pria itu semakin kuat karena penolakan Hyukjae.
"Oh you really know me so well~" pria itu menyeringai kembali. Tangannya terangkat keatas, ingin menampar Hyukjae. Hyukjae sudah menutup matanya pasrah. Memori saat dia disiksa dulu sungguh membuatnya sulit bergerak seakan mematikan sarafnya.
BUAG!
BRUK!
Hyukjae membuka matanya. Dia kaget melihat pria itu tersungkur dengan Donghae didekatnya dengan tangan mengepal serta wajah yang merah menahan amarah meletup-letup.
Pria itu berdiri, mengusap darah di sudut bibirnya. Dia menyeringai ke arah Donghae, menatap Donghae dari atas ke bawah. Lalu tertawa meremehkan. Pria itu menatap Hyukjae dengan tatapan intimidasi yang sangat kuat.
"Your new boyfriend?" pertanyaan itu seperti penentu hidup dan mati Hyukjae. Hyukjae hanya bisa memeluk dirinya sendiri, dirinya yang sudah bergetar hebat akibat guncangan mental yang dia dapat.
"I am. So please don't touch him." Jawab Donghae tegas. Ia merangkulkan tangannya di pundak Hyukjae. Hati Donghae terasa tersayat-sayat melihat keadaan Hyukjae yang berbeda jauh dari biasanya. Dia seperti orang yang tidak bernyawa sekarang. Apa yang telah dilakukan pria ini ke Hyukjae-nya?
"Hahahaha so funny, shortie man." tawa pria itu sungguh mengejek Donghae.
Donghae harus sabar sampai keamanan datang. Dia tidak boleh gegabah. Prioritasnya sekarang cukup melindungi Hyukjae saja.
"You know, I don't like someone touch what's mine." lanjut pria itu.
Pria itu hendak melayangkan tinju ke arah Donghae namun bisa dihindari oleh pria berambut kebiruan itu. Dia meninju pria psycho itu hingga terjatuh lalu mengunci pergerakannya. Donghae terus berusaha menahan pria itu untuk tetap di posisi. Sampai akhirnya beberapa petugas keamanan datang menghampiri.
"Maafkan kami, Donghae-ssi. Kami telah lalai tidak berjaga." ucap empat orang petugas sambil membungkuk meminta maaf ke Donghae. Setelah itu langsung meringkus pria psycho tersebut untuk dibawa ke kepolisian.
"Pastikan dia masuk ke jeruji besi. Bukti menyusul. Aku akan beritahu Kangin sajangnim." perintah Donghae. Para petugas itu mengangguk paham lalu membawa pria itu pergi dengan susah payah karena terus berontak.
"I'll get you, Eunhyuk! Wherever you go! Hahahahaha!" teriakan pria itu sungguh membuat Hyukjae semakin takut.
Donghae beralih ke Hyukjae, menarik pelan tubuh ringkih itu lalu memeluknya erat.
"Semua akan baik-baik saja. Percaya padaku." Donghae membisikkan kata-kata penenang itu berulang kali .
Hyukjae menangis tanpa suara. Memeluk Donghae dengan sangat erat. Sesekali Donghae akan menciumi kepala Hyukjae.
Donghae berjanji, tidak akan ada lagi kejadian seperti ini didalam hidup Hyukjae. Tidak akan.
Tbc
Sorry for the late post, guys. Kerjaan tempo hari bener-bener menguras tenaga. Aku harap walaupun chap ini pendek tapi tidak mengurangi antusiasme kalian terhadap ff ini.
HaeHyuk jjang!
