XXX
Halilintar(Human) x You(Human)
#Diambil dari reviews readers#
XXX
(YN): Your Name
(FN): Full Name
XXX
"Ibuu! Aku pulaangg!"
Aku mencopot sepatu dan kaos kakiku dan melemparkannya begitu saja, tidak peduli itu terlihat berserakan.
"Ibuu, aku ada di kamar, tolong jangan ada yang ganggu aku yaa~" teriakku sambil berlari menaiki tangga menuju kamar.
"Ibu tidak akan mengganggu acara menonton pacarmu, kalau kau menaruh sepatumu dengan rapi, (FN)!"
"Iyaa, akan kulakukan nanti!"
Aku sedikit membanting pintu kamar, menaruh tasku sembarangan lalu membuka laptop di atas meja belajarku.
Aku tak sabar ingin menonton kelanjutan dari anime death note. Ditambah lagi aku bisa melihat pacarku, siapa lagi kalau bukan detektif hebat se-Jepang, dia adalah 'L' ehm.. mungkin bisa di panggil Lawliet.
Aku pun memasang headseat agar lebih seru menontonnya.
Beginilah aku setiap pulang sekolah, peralatan sekolah selalu kutaruh sembarangan. Sepatu, dasi, sabuk, kerudung sering kulempar asal. Kadang dasi dan sabuk yang hilang, Jadi jangan kaget kalau aku sering di marahi guru di sekolah, hehehehe..
Mungkin sudah takdirku sebagai seorang otaku melakukan rutinitas setiap hari seperti ini.
Uhmm.. mungkin ada Otaku yang sama sepertiku selain Author?#apalah:v
"(YN)! Cepatlah turun! Ada temanmu datang!" Teriak Ibu dari lantai bawah, akkhhh! Kenapa harus ada yang menggangguku di momen seperti inii! Dan kenapa pada saat aku mem-pause nya malah kena adegan pacarkuuu!
"Iya Bu, sebentar lagi selesai nonton animenya, bentar lagiii.." Teriakku balik tanpa melepas headseat.
"(YN)! Kau akan turun atau Ibu yang akan naik? Cepatlah! Temanmu menunggu!"
Uhh, tak ada pilihan lain selain turun kebawah. Kalau tidak, Bisa-bisa sebuah spatula mendarat di kepalaku.
Aku beranjak dan berlari kecil menuruni tangga.
"Ibu, siapa yang datang?-"
Aku terkejut ketika melihat seseorang di depan pintu rumah. Loh, dia kan..
"Hali? Ada apa? Tumben kamu mampir, masuk dulu aja, aku ambilkan minum" tawarku seraya tersenyum.
"Tidak apa, tidak usah. Aku hanya ingin bertanya, apa kemarin ada tugas dari guru?" Nadanya terdengar dingin sekali, tapi aku sudah terbiasa dengan hal itu. Maklum lahh, duduk sebangku.
"Uhh.. seingatku ada tugas matematika hal. 3, fisika hal.10, daann.. Kimia hal.16. Yep, itu saja dan semuanya berupa angka dan hitung-hitungan. Kau beruntung sekali Hali" aku mendesah kecil, kenapa harus pelajaran yang berhubungan dengan angka!
"Itu saja? baiklah aku pulang dulu. Terima kasih (YN)" Hali mengambil langkah pergi menuju gerbang, tetapi tiba-tiba ia terhenti dan berbalik menatapku seperti biasa, dingin.
"(YN), tadi kamu nonton anime apa?" Hali bertanya tiba-tiba, dan, kenapa pertanyaannya aneh sekali? Tidak seperti biasanya, ia banyak berbicara hari ini.
"Death Note, memang kenapa Hali?" Oke, aku penasaran dengan tingkahnya hari ini.
Kulihat ia sedikit merendahkan topi berwarna senada dengan matanya hingga menutupi sebagian wajahnya.
Sedangkan aku hanya mengerutkan alisku.
"Ehm, kalau ada waktu.. nonton anime bareng ya"
Setelah mengatakan itu ia berlalu meninggalkan rumahku.
Sedangkan aku?
Wajah dan telingaku terasa panas mendengar Hali berbicara seperti itu.
Tanpa kusadari, senyum mengembang mengukir wajahku.
'Oh tuhan, sepertinya aku akan mempunyai 'pacar' satuu lagi'
XXX
Author: "Taa-Daa! Gimana! Gimana! GaJe yahh? Udah di bilangin GaJe kok tetep di baca -,-"
Hali: "nggak papalah :v maap Rune emang gini orangnya, kalo ff nya udah jelek ya gini jadinya"
Author: #pundung# "aku ngetiknya barusan selesai"
Hali: "cup, cup, yaudah deh, jangan lupa tinggalkan jejak"
Author: "btw, dia bukan Halinya boboiboy, tapi Hali kakak author #nunjuk Hali# byeeee~~ see you next page!- oh ya! Hampir lupa author. Nihh~ ada bonus ff tambahan monggo di baca~"
XXX
Bonus Chapter
Keheningan menguasai kamar Hali, kebetulan disana ada gempa yang sedang menumpang untuk mengerjakan tugas.
Hali menatap kosong wajah dengan golden eyes dan topi yang sama persis dengan yang di pakai Hali, cuma beda warna dan Gempa memakainya terbalik.
Berkali-kali Gempa melirik Hali dan hasilnya selalu sama. Wajah Hali seperti papan tripleks.
"Ekehm, Kak? Jangan bengong, nanti kesambet"
Hali yang merasa di panggil membuyarkan lamunannya.
"Hm"
"Kak Hali kenapa sih? Dari tadi pasang tampang sama terus" tanya Gempa penasaran.
"Aku menyukainya.."
Gempa menautkan alisnya.
"Apa? Kak Hali bilang apa?"
Hali menghembuskan nafas, kesal dengan Gempa.
"Kau tuli? Sudah kubilang aku 'menyukainya'!"
Gempa hanya manggut-manggut.
"..."
"..."
"Aku tidak berani bertanya tentang tugas kemarin, bagaimana menurutmu? Aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini untuk berbicara langsung padanya"
Oke, kali ini pendengaran Gempa benar-benar harus di periksa. Gempa tidak percaya kalau Hali akhirnya menyukai seseorang!
Oh My God! Setan apa yang merasuki kakak tertuanya itu?!
"Salah kakak sendiri ambil pusing, lusa lalu kakak terlalu lama latihan taekkwondo sampai kehujanan. Lalu.. Kenapa kakak menyukainya?" Tanya Gempa yang masih berkutat pada pulpen dan bukunya.
"Uhh, mungkin.."
Hali menjeda kalimatnya, dan hal itu semakin membuat Gempa penasaran.
"Aku sangat suka dengan ekspresi wajahnya saat ia fokus dengan buku komiknya, dan lagi kesukaan kita sama"
Kali ini, giliran Gempa yang menghembuskan nafas lalu ia menatap balik kakaknya.
"Kalau begitu kejar dia, tunggu apa lagi?"
XXX
Cieee~~ yang udah di sukai sama Halilintar~
Ciee~ yang udah di restui sama Gempa~~
Okelah, Rune bakal nunggu Reviews dan permintaan dari kalian~
Jaa Nee~~
#warmhugforyouall~
