Bukit Senja

Inspired Kanon © Visual Keys

All characters of Naruto © Masashi Kishimoto

Story by

Vanille Yacchan

Rated T

Warning : AU, DLDR, SASUSAKU

"Akhirnya kutemukan juga kau!"

Otak pintar Sasuke mencerna ucapan gadis kecil dihadapannya, seketika tempat sepi itu diisi teriakan OOC Sasuke, "Hah?!"

Sedetik kemudian sebuah pukulan hampir saja mendarat di wajah Sasuke kalau saja Sasuke tidak reflek menangkisnya.

"Aku akan menghajarmu lagi! Bersiaplah!"

Gadis itu kembali hendak meninju Sasuke dengan kepalan mungilnya, dan tentu saja dengan mudah kembali ditangkis oleh tangan besar Sasuke.

"Menyerah saja lah," Sasuke mendorong gadis itu menjauh, "bodoh!"

Gadis merah muda itu berhasil menyeimbangkan tubuhnya akibat dorongan kuat Sasuke. Ia tersengal-sengal, sembari mengatur napasnya, bibir mungilnya berteriak, "Tidak akan! Hiyaaaaat!"

Sebelum kepalan tinju gadis merah muda itu mencapai target pukulan, seperti ada batu yang menghalangi jalannya. Gadis merah muda itu tiba-tiba tersandung. Bunyi 'GEDEBUG' terdengar. Gadis itu jatuh dengan wajah lebih dulu mencium aspal. Sasuke sweatdrop.

Melihat keadaan si pelaku tak kunjung bergerak, Sasuke berinisiatif hendak membangunkannya. Bisa repot jika ada yang salah paham.

Demi menjaga keselamatan, Sasuke mengambil sepotong ranting—yang entah mengapa—berada di dekatnya. Menjaga jarak beberapa meter, ia menoel-noel ujung ranting ke arah si gadis.

"Oi! Bangun!"

Hening.

"Cih! Sialan kau bocah merah muda!"

"Aku pulang!"

"Selamat datang!" sahut Mikoto dari ruang tengah. Bergegas nyonya Uchiha itu menyambut putra keduanya di pintu depan.

"Are… sepertinya bahan oden kali ini sangat besar," ucap nyonya Uchiha itu sembari mendekap mulutnya.

Salah satu alis Sasuke terangkat, apa ibunya sudah gila? Jelas-jelas sekarang ia sedang membawa seorang manusia. Apa gadis ini terlihat seperti makanan bagi ibunya?

Menyadari bahwa puteranya sama sekali tidak tertawa terhadap leluconnya, Mikoto menepuk pundak Sasuke pelan, "Hanya bercanda Sasuke. Siapa gadis manis ini? Jangan bilang kau menculiknya!"

Sasuke memejamkan matanya sesaat, menahan luapan amarah. Ibunya dengan Itachi sama saja, "Aku tidak akan melakukan hal konyol seperti itu Okaa-san. Aku juga tidak tahu siapa dia, tiba-tiba menyerangku. Lalu pingsan," jelas Sasuke yang sekarang merasa pegal.

Mikoto menyuruh Sasuke membawa gadis kecil itu ke kamar tamu. Merebahkannya lalu menyelimuti gadis itu. Sasuke memutar-mutar tangannya yang pegal. Walaupun kecil tapi berat gadis itu cukup mencengangkan.

Seakan sadar dengan sesuatu, Mikoto mengedarkan pandangannya di ruangan itu. Lalu bertanya, "Mana Itachi?"

Sasuke mengangkat bahunya, dengan cuek mengatakan 'tidak tahu.'

Mendesah panjang, Mikoto menggeser bangku meja rias, meletakkannya di samping ranjang, "Kau sudah membawa puteri orang. Orang tuanya pasti khawatir. Mentang-mentang gadis ini manis."

Ya ampun! Apa ibunya tidak mengerti dengan penjelasan Sasuke? Malah menganggap dialah orang yang patut disalahkan, yang salah itu gadis ini! Bahkan gadis ini sama sekali tidak ada manis-manisnya, menurut Sasuke ia sangat brutal.

Sasuke mengacak rambutnya yang berantakan, "Terserah Okaa-san," bisiknya, Sasuke harus membangunkan gadis ini, mungkin gadis ini bisa menjelaskan insiden itu kepada ibunya.

"Oi! Bangun!" teriak Sasuke.

Gadis merah muda itu masih tak bergerak.

Mendecakkan lidahnya, Sasuke melangkah ke samping ranjang, kemudian berteriak lagi, "Oi! Waktunya makan!"

Seketika kelopak mata itu terbuka. Gadis itu terlonjak, membuat Sasuke hampir jatuh terjengkang.

"Makan?!" gadis itu menoleh ke kanan dan ke kiri, "Mana? Mana?~~"

Ketika mata hijau itu menatap Mikoto dan beralih menatap Sasuke, kening gadis bermahkota merah muda itu mengerut, "Siapa kalian?"

Hah?

Sasuke mendecih, "Seharusnya kami yang mengatakan itu!"

Ia memiringkan kepalanya dengan imut, mata hijaunya berkedip, "Eh?"

BRAAK

"OKAA-SAAAN!"

Sasuke dan Mikoto mengalihkan pandangan mereka ke arah Itachi yang menumpu satu tangannya di lutut sembari mengatur napasnya yang tersengal.

Pemuda sulung itu luar biasa panik. Setelah selesai belanja di Konoha mart dan mendapati adik kecilnya menghilang dari pandangannya, Itachi segera bergegas pulang untuk mengabarkan berita buruk itu pada ibunya.

"SAS—SASUKE!" teriaknya menjatuhkan bahan oden ke lantai. Ia mengangkat kepalanya dan tercengang mendapati Sasuke yang balik menatapnya heran.

"Kenapa kau meninggalkan nii-sanmu?" Itachi perlahan menyeret kakinya menuju Sasuke, ia meletakkan bahan oden di atas meja makan. Nampak terlihat aura mematikan yang siap kapan saja untuk diluncurkan.

"Ssssh!" Mikoto membuat isyarat diam, "sekarang kita kedatangan tamu pertama di rumah ini."

Itachi mengalihkan pandangannya ke arah gadis berambut merah muda yang kini sedang menyantap sisa sarapan dengan buas.

"Siapa dia?" tanya Itachi bingung.

"Sasuke yang membawanya," sahut Mikoto tersenyum menatap gadis yang memiliki nafsu makan luar biasa.

Itachi mengalihkan pandangannya ke arah Sasuke menuntut jawaban, Sasuke menghela napas dan menyahut 'aku juga tidak tahu.'

"Jadi, siapa namamu?" Mikoto memulai.

Gadis itu tiba-tiba menghentikan aktifitasnya, ia terdiam, sedetik kemudia ia terlihat berpikir dengan keras, "Aku juga tidak tahu."

"Hah?" sahut Mikoto dan Itachi bersamaan. Sasuke hanya bisa memasang ekspresi terkejut.

"Aku… tidak mengingat siapa namaku," ada sebersit kesedihan di wajah polosnya, "mungkin aku sedikit amnesia," lanjutnya, gadis itu mengangguk, merasa ucapannya benar, lalu meneruskan kembali aktifitasnya yang tertunda.

Hah? Yang benar saja?

Sasuke tertawa hambar, "Tidak mungkin! Kau pasti bohong. Katakan! Siapa sebenarnya dirimu!"

Gadis merah muda itu mengangkat wajahnya, ia menelan makanannya sebentar. Mata hijaunya menyalang, "Itu tidak benar! Aku benar-benar tidak ingat!"

Ekspresi wajah polos gadis itu—yang Sasuke yakini—menunjukkan keseriusan. Tapi, Sasuke menepis sebuah fakta yang baru saja ia lihat. Sasuke tetap yakin dengan pendiriannya bahwa gadis ini sedang mencoba menipunya.

"Lalu, jika kau amnesia, bagaimana kau ingat denganku?" balas Sasuke mendengus.

"Aku hanya ingat bahwa aku dendam kepadamu!" sergah gadis kecil itu, ia menggeram.

Sasuke melipat tangannya, dengan tampang meremehkan Sasuke berkata, "Mana ada gejala amnesia yang seperti itu!" Sasuke mencoba memancing gadis merah muda itu, ia akan terus menyerang secara verbal hingga gadis itu mau mengaku kalau ia benar-benar berbohong.

Gadis merah muda itu sontak berdiri, tangan mungilnya menggebrak meja, sangat kesal, "Ada kok! Aku buktinya!"

SIIIIINGGGGG

krik

krik

Mikoto, Itachi, dan Sasuke sweatdrop mendengar pernyataan aneh yang terlontar dari mulut gadis merah muda itu.

"Ahaha… tenanglah!" sela Mikoto tertawa hambar, nyonya Uchiha itu mencoba mencairkan suasana. "Mari kita bicarakan nanti. Sekarang, kau habiskan dulu makananmu."

Gadis merah muda itu mengalihkan pandangannya ke arah Mikoto, ia mengangguk singkat, dan kembali melanjutkan aktifitas mengisi perutnya.

Sasuke melirik gadis itu, ia mendengus.

Okaa-san terlalu baik padanya.

Apa-apaan gadis ini?

Setelah mengecek isi dompet gadis itu, Sasuke berharap dapat menemukan kartu identitas atau petunjuk apapun. Tapi faktanya isi dompet gadis merah muda itu penuh dengan bon belajaan dan uang seribu yen.

Sungguh keterlaluan.

"Okaa-san lebih baik kau segera melaporkan gadis aneh ini ke petugas kepolisian! Dia benar-benar mencurigakan!" ucap Sasuke melihat Mikoto yang datang membawa empat gelas minuman dan meletakkan gelas-gelas itu di meja ruang tengah.

"Eh?" Sontak gadis itu bangkit dari sofa dan bersembunyi di belakang Mikoto, "Tidak mau! Polisi itu menakutkan!"

"Sasuke, lebih baik kita biarkan gadis ini tinggal di rumah kita, mungkin saja gadis ini akan ingat tentang dirinya," sahut Mikoto enteng. Nyonya Uchiha itu sudah memutuskan akan menjaga gadis merah muda itu sampai ingatannya pulih. Lagi pula, ini pertama kalinya kediaman Uchiha dihuni perempuan selain dirinya.

Sasuke membulatkan matanya, tidak percaya dengan keputusan ibunya. Ia memandang Itachi, memohon bantuan untuk menentang keputusan ibunya, Itachi hanya mengangkat satu alisnya dan tersenyum mengejek. Kemudian kakaknya itu mengatakan kalimat horor yang akan membuat kehidupan Sasuke sial untuk di masa mendatang, "Aku setuju, okaa-san."

Sialan, batin Sasuke keki.

Bodohnya Sasuke, Itachi pasti menyukai di mana keadaan Sasuke terpojok seperti ini.

"Kalian ingat apa yang diucapkannya tadi? Bukankah ia dendam kepadaku? Mungkin saja gadis ini tiba-tiba membunuhku!"

"Sasuke… Sasuke…," Itachi menggelengkan kepalanya, "apa kau tidak lihat? Tidak mungkin gadis sekecil dan semanis ini mampu membunuhmu," bantah Itachi sembari mendecakkan lidahnya.

"Memangnya ia mau tinggal serumah dengan orang yang ia benci?" sepertinya Sasuke berusaha mati-matian membuat ibunya dan Itachi membatalkan keputusan itu.

"Tapi, kau satu-satunya petunjuk yang aku miliki," gumam gadis itu terlihat sedih.

Mikoto menoleh ke arah gadis itu, "Petunjuk?" ulangnya merasa penasaran.

Gadis merah muda itu mengangguk, "Aku melupakan banyak hal, tapi hanya satu yang kuingat," mata hijau itu bersibok dengan mata hitam Sasuke, "saat aku melihat wajahmu, aku teringat denganmu, dan yang kutahu aku sangat membencimu," jelasnya penuh kebencian.

Sasuke mendesah, petunjuk macam apa itu? Pikirnya jengkel.

Sontak Mikoto dan Itachi tergelak. Sasuke dan gadis itu terlihat bingung.

"Sifat Sasuke memang menjengkelkan, tak heran jika ada gadis semanis dia membencimu!" Itachi meneruskan tawanya sembari menekan perutnya yang sakit.

Sasuke hanya membuang muka, gadis merah muda itu tersenyum samar melihat Mikoto dan Itachi.

"Kau sepertinya perlu mandi, aku juga akan mencarikan baju yang pas untukmu. Ikut aku," Mikoto mengajak gadis itu menuju kamar tamu. Sekiranya mereka sudah jauh, Itachi tiba-tiba menghentikan tawanya.

"Tenang saja, Okaa-san bilang ia akan diam-diam melaporkan ke petugas polisi mengenai gadis hilang, dengan begitu kita dapat mengetahui identitas gadis itu."

"Terserahlah, aku tak peduli."

Ya, Sasuke benar-benar tidak akan peduli.

Mungkin ia akan menghiraukan gadis itu demi menjaga keselamatannya.

::To be Continue::

Pojok balas review

Miinami : ini udah lanjut. Haha… makasih dibilang lucu.

Karayuri. Natsu : ini udah dilanjut! Umur Sasuke 17 tahun.

Nurulita as Lita-san : haha… anggap saja Sasuke kena cobaan hidup.

Srisavers28 : hmmmm… kasih tau gak yah? Nanti jadi spoiler dong, hehe. Wah, maaf nih gak bisa ditambahin wordnya, soalnya aku mau nyobain satu chapter 100k+, maaf yah.

Dijah-hime : Sasuke umurnya 17 tahun. Ini udah lanjut. Makasih supportnyah ^^9

Greentea Kim : Sasuke umurnya 17 tahun. Udah lanjut.

Khoerun904 : ini udah dilanjut~~

OnlyOne : udah dilanjut~~

DaunIlalangKuning : ohayou mo~~ udah dilanjut.

Kucing genduttidur : udah dilanjut.

Pojok Author :

Hallow~~ maaf yah updatenya kelamaan. Biasalah penyakit 'M' melanda. Menurut saya, lama gak nulis, gaya bahasa saya jadi sedikit berubah. Lol. Terus… terima kasih banyak buat kalian yang udah ngereview, ngefavorit beserta memfollow penpik ini. Mungkin itu aja cuap-cuap dari saya.

Sampai jumpa di chapter depan.

Gak janji bisa update cepat. Lol /slap/