Naruto Pov
Perkenalkan...Namaku Naruto Reisberk, Tinggiku sekitar 154 CM dengan kulit Tan. Sebenarnya nama asliku Naruto Namikaze. Tapi itu hanyalah Namaku saat aku masih bersama ayahku dan Ibuku, saat ini aku hanya tinggal sendirian di rumah yang diwariskan oleh Ayahku. Kenapa aku mengganti Nama Keluargaku karena satu yaitu Polisi Militer. Polisi Militer sangat membenci ayahku dan ibuku aku pernah mendegar mereka berkata "Kami akan Membunuhmu Minato beserta Istrimu dan juga Anakmu ingat itu" itulah yang aku dengar saat aku masih di Kebun Sayuran kami.
oOo
Naruto Pov
Hari ini adalah hari yang sangat lelah menurutku kenapa? Karena aku berlari mengelilingi Hutan dengan Beban 20 KG di kakiku dan 20 KG di lenganku, baru hari ini aku berlari menggunakan beban di kakiku dan tanganku biasanya aku berlari hanya dengan beban di kaki.
Sekilas, terlihat Seseorang laki-laki dengan Mata hijau berlari ke arahku.
"Hey, Naruto bisakah kau membantuku menolong seorang wanita ?"
"Siapa Kau ?"tanyaku dengan dingin
"Astaga siapa sih anak yang tidak mengenal Seorang anak yang sering berlatih Pedang sejak umur 8 Tahun. Bisakah kau Membantuku menolong wanita di rumah yang tidak jauh dari sini?"
"Apa yang akan kau berikan?"
"Ayolah kita tolong dulu wanita itu baru aku akan memberimu makanan."
"Kalau begitu kau duluan saja aku akan pergi mengambil Katana ku."
" Cepatlah, jangan Membuatku menunggu nanti"
SKIP TIME
Kriit... terlihat pintu sebuah rumah terbuka, kedua orang dewasa di dalam rumah itu sangat terkejut..
"Maaf, Permisi"Kata Eren
"Bocah bagaimana kau mengetahui rumah in?i"teriak orang dewasa itu dan berlari ke arah Eren
"Aku tersesat di Hutan lalu aku Menemukan Rumah ini"jawab Eren dengan Mata Berair
Orang dewasa tersebut menunduk dan memegang kepala Eren ia tidak tahu jika Eren memegang Pisau di Tangan kanannya"Hati-hati seharusnya anak sepertimu tidak berkeliaran di dalam hutan. ada banyak serigala menakutkan di sini! Tapi tak perlu Takut paman akan mengantarmu pulang."Jawab orang dewasa. "Akhhhh"Teriak orang dewasa itu karena dadanya di tusuk oleh pisau
"Terima kasih paman aku sudah tak takut lagi"jawab Eren sambil Melepaskan tangan Orang itu dari kepalanya."Sekarang Matilah Kau!"Teriak Eren. Orang yang hanya duduk di kursi bangkit Karena melihat temannya Mati."ini tidak mungkin!"kata orang yg baru bangun itu ia melihat Eren lari sambil menutup pintu."Mau kemana kau bocah Bangsat"Teriak orang itu ia tidak tahu bahwa Eren sudah menunggunya lalu menusukan dadanya dengan Tombak.
"Matilah Kau Binatang, Pergilah ke Neraka, jangan pernah bangun lagi, matilah kau sampah, ini pembalasan untukmu" Teriak Eren dengan Menusukan Pisau beberapa kali ke perut orang itu. Mikasa yang Baru Bangun Melihat Tindakan Eren yang sangat Sadis
"Kau adalah Mikasa kan. Aku adalah Eren anak Dokter Jaeger kau pasti sudah pernah bertemu dengan ayahku kan aku di ajak ke rumahmu untuk melakukan Pemeriksaan dan lalu"Kata Eren sambil mengigat."Mereka ada 3 Orang"kata Mikasa. Eren Terkejut saat Mendegar suara di Belakangnya ia merasakan ia di tendang oleh orang Dewasa itu"jadi kau ya yang membunuh Mereka"kata Orang itu sambil menjambak Rambut Eren "Jawab aku Jadi kau yang membunuh mereka ya, Aku pasti akan membunuhmu!"Teriak orang itu sambil mengangkat Kerah Eren dan mencekiknya
"Mikasa Cepat Bertarung"Kata Eren sambil meringis karena Lehernya dicekik sambil memberi kode agar Mikasa Menggunakan Pisau yang tadi ia gunakan untuk membunuh Kedua orang yang ia bunuh tadi."jika kau tidak bertarung maka Kita mati tapi jika kau bertarung maka kita Selamat"Kata Eren
"Omong kosong apa yang dikatakan oleh bocah kurang ajar ini"kata orang dewasa itu sambil mecekik Leher Eren semakin mulai mengambil Pisau itu dan menguatkan tekadnya agar tetap Mati ia tidak ingin Pemuda yang menyelamatkannya Mati. ia berlari memegang pisau ditangannya untuk menusuk Perut orang dewasa yang Mencekik orang itu.
Orang Dewasa itu menyadari hal itu ia melempar tubuh Eren ke arah Mikasa hingga keduanya Jatuh"Akhhhhh"Teriak Eren karena punggungnya Tergores Pisau yang di pegang Mikasa. Orang dewasa itu mencabut Tombak yang menancap di tubuh Temannya yang Mati secara mengangkat Tangannya bersiap untuk melemparnya ke Eren.
"Trangg..."suara pecahnya Kata itu mengagetkan Orang Dewasa itu, ia merasakan bahwa tangan kanannya tidak bisa digerakan saat ia melihat ke tangan Kanannya, Tangan Kanannya tergelatak di tanah Bersama Temannya."Akhhh..."Teriak orang itu ia merasakan Rasa yang belum pernah ia rasakan selama ini karena selama ini dia lah yang memberikan Rasa ini ke Orang yang ia Bunuh.
"Bagaimana apa kau sudah merasakan rasanya Tanganmu Di Potong"Kata Naruto dengan suara yang meneror ketakutan. Orang Dewasa itu merasakan seluruh Tubuhnya terlilit dengan sesuatu yang sangat keras"Tolong Ampuni aku"kata orang itu memohon Belas kasihan. Tubuhnya terlilit Benang Baja yang sangat keras
"Kau tahu saat aku ke sini aku melihat beberapa Babi ke sini dengan 2 Polisi Militer yang mengawalnya dan aku memasang Benang baja itu di Kenop pintu jadi jika ia membuka pintu ini Bagian-bagian tubuhmu akan terpotong-potong oleh benang baja yang kulilit di tubuhmu"Kata Naruto ke orang itu.
"Hei Kalian yang di dalam, Apakah kalian sudah mendapatkan Wanita kuingini?"Teriak suara Orang dari Luar."hey kalian aku sudah tidak sabar untuk mencicipi tubuh wanita itu. Jangan bilang kalo kalian sedang menikmati tubuhnya ya. Akan kucincang tubuh kalian jika kalian mecicipinya duluan,Hei Jawab aku BANGSAT."teriak orang itu lagi."Hei kalian aku akan masuk ke dalam ya"kata orang itu sambil berjalan ke pintu
Orang dewasa yang terlilit tubuhnya hanya Menatap Naruto memohon belas Kasihan, Mulutnya ditutup oleh kain agar tidak bisa berteriak.
"Kalian duduk Manis di situ saja biar aku yang membereskan orang yang ada di luar"Kata Naruto ke Eren dan Mikasa sambil menyiapkan Katana berwarna Merah dan Berwarna Hitam.
Kenop Pintu itu mulai di putar oleh orang yang di luar sementara orang yang sedang terlilit semakin memberontak agar ia terlepas dari benang baja ini namun ia tidak menghasilkan apa-apa, ia hanya melotot kepada Naruto seakan-akan ingin Mengutuk Naruto.
Saat Pintu Terbuka"Kriitt...". " Akhhhh..."
TBC
