Hero Of The Silent Night

Disclaimer:
Naruto(Masashi Kishmoto)
Shingeki no kyojin(Hajime Isyama)

Genre:
Tragedy,Horror,Fantasy

Rating:
M

Pair:
Naruto X Mikasa


Balasan Review:

Razor04: ya anda Benar Sebagian besar fanfic ini mengikuti Canon. Disini Naruto kemungkinan orangnya Sosialis dan Kemungkinan juga individualis. Naruto bukan hanya dekat dengan Eren dan Mikasa saja kok. Kemungkinan ia juga akan dekat dengan Kapten Levi dan Komandan Erwin di sini

Date Uzumaki Ryumune Otsutsuki: "Terima kasih atas Semangatnya". disini Naruto hanya akan sadis kepada Orang yang berprilaku seperti Hewan Liar, dan juga mungkin para titan.


Chapter 4

Beberapa bulan kemudian

"Eren...Eren...Eren... bangunlah sudah waktunya kita pulang"kata Mikasa kepada Eren yang tertidur di bawahnya sambil mengoyang-goyangkan tubuh Eren. Sudah 20 Menit ia membangunkan Eren tapi tetap saja Pemuda ini tidak bangun juga.

"Naruto, bisakah kau membantuku membangunkan Eren ia belum juga bangun sejak 20 menit yang lalu padahal Kayu yang kita kumpukan sudah cukup"pinta Mikasa kepada Naruto dengan lembut.

Naruto yang mendengar permintaan Mikasa langsung melangkah dimana tempat Eren tertidur lalu dengan santainya, ia mengangkat kaki kanannya dan menginjak Jari tangan Eren yang berada di tanah

"Arghhh..."Teriak Eren Kesetanan

"Apa kau sudah bangun Eren?"Tanya Naruto tanpa mempedulikan Eren yang sedang Kesakitan.

"APA KAU YANG MELAKUKAN INI KEPADAKU NARUTO"teriak Eren Kesakitan.

"Tadi kau sudah dibangunkan oleh Mikasa selama 20 menit tapi tidak ada respon sedikitpun jadi aku mengira kau sudah mati terus aku menginjak jarimu karena biasanya orang mati tidak akan berteriak tapi sepertinya kau tidak mati y Eren Hmm..."kata Naruto sambil pura-pura bingung.

"APA KAU MELIHAT PERUTKU MEMBESAR"teriak Eren yang masih Kesal. Ia melihat Naruto menggangukan kepalanya. "ITU ARTINYA AKU MASIH HIDUP BODOH"teriak Eren. Ia tahu pasti Naruto sengaja melakukan ini.

"Oh...kalo gitu aku minta maaf y. Lagipula apa kau sudah selesai mengumpulkan kayu bakar?"tanya Naruto ke eren.

"..."diam Eren. Lalu berjalan kearah Mikasa

'Hahaha sepertinya dia masih marah'pikir Naruto.

"Mikasa ayo pulang"kata Eren.

"seharusnya aku yang berkata itu Eren"jawab mikasa .

"Maaf y Mikasa aku tertidur hehehehe"kata Eren cengegesan

"iya" kata mikasa singkat. "Naruto, Apa kau ingin berkenalan dengan Armin. Ia juga teman kami" tanya Mikasa kepada Naruto.

"Baiklah. Tapi asal ia tidak seperti Eren"jawab Naruto.

"kalau begitu ikuti kami"kata Mikasa.

"Hn"kata Naruto. "Hei Eren apa masih Sakit?" tanya Naruto yang sudah ada disamping kanan Eren.

"Lihat saja sendiri"jawab Eren dengan ketus. "hei Eren jarimu memerah kata kakek di kedai jika tanganmu memerah itu tidak apa – apa"kata Naruto dengan alasan yang Bodoh.

"argh... Kami-sama kenapa engkau memberikan teman yang seperti ini kepadaku"teriak Eren frustasi. Mikasa yang berada di samping Eren hanya tersenyum ia menyukai saat Naruto menggangu Eren.

"Eren kenapa di bawah matamu berair"tanya Mikasa.

"Apa kau menangis"tanya Naruto

"Hah.."kaget Eren. 'apa yang kumimpikan tadi'pikir Eren

SKIP TIME

Balai kota

"Dengar! Dinding adalah buatan Tuhan!, dinding itu adalah buatan Tuhan. Tidak ada jiwa yang berani menodai dinding itu!"kata seorang Pendeta yang berteriak kepada para orang yang berlalu lalang.

Skip

"Mikasa, Naruto jangan beritahu siapa-siapa kalau aku menangis."kata Eren

"untuk apa aku memberitahu orang lain jika kau menangis itu sangat membuang tenaga" kata Naruto. "Tidak akan tapi jika kau tidak tahu kenapa kau menangis mungkin kau harus mengatakan kepada ayah tentang itu"Saran Mikasa. "Aku setuju dengan Mikasa"kata Naruto

"Apa kalian bercanda?Aku tak bisa memberitahu itu kepada Ayah!"kata Eren kepada Mikasa dan Naruto.

"Apa yang kau tangisi, Eren?"tanya Pria yang berdiri di depan mereka dan kelihatan sedikit mabuk.

"Hannes."kata Eren menyebutkan nama Pria itu. "Apa Mikasa marah padamu atau bocah ini yang memarahimu"kata Hannes sambil memegang pundak Naruto.

Sret...dugh...Argh...

"Naruto lepaskan pria itu"kata Eren kepada Naruto ia. Gerakan Naruto tidak dapat ia lihat dengan mata Telanjang. Eren sedikit melihat Naruto memelintir tangan Hannes dengan mudah sehingga Hannes jatuh.

"Bocah lepaskan aku"kata Hannes takut kepada Naruto. ia tidak berani menarik tangannya karena ia merasakan Nadi di pergelangan tangannya di tekan oleh jari telunjuk dan jari tengah Naruto jika ia menariknya itu bisa menyebabkan ia Mati.

"Aku paling tidak suka di pegang oleh orang yang belum aku kenal"kata Naruto. Ia memang tidak suka dengan orang yang seenaknya memegang orang yang belum dia kenal terlebih lagi orang yang memegannya adalah Seorang Polisi Militer. Ia langsung melepaskan tangan Hannes.

Hannes berdiri sambil memegang pergelangan tangannya yang sedikit membiru. "Boleh juga kau bocah"kata Hannes tertarik kepada Naruto.

"Sudahlah Hannes kau ini mencari masalah saja dan lagipula Kenapa aku harus Menangis?"kata Eren

"Kau bau alkohol!"kata Eren sambil menutup hidungnya.

"Boleh aku tau siapa namamu bocah?"tanya Hannes ke Naruto.

"Naruto Reisberk"jawab Naruto. "Aku tertarik dengan caramu melumpuhkan lawan dalam beberapa detik. Kuharap kau Masuk ke Polisi Militer"kata Hannes kepada Naruto.

"Hn"kata Naruto singkat.'itu tidak akan pernah terjadi'pikir Naruto

"hahahahahaaha" "tidak ada yang salah tentang itu"terlihat didepan mereka 3 orang Polisi Militer yang sedang Mabuk.

"Kau Mabuk lagi"kata Eren.

"Mau bergabung?"ajak Hannes

"yah...apa kau bebas tugas?"tanya Eren. "ya, kami menjaga gerbang hari ini."jawab Hannes.

"Kita sudah berada disini seharian Dimulai dengan lapar dan haus. Tapi itu bukan masalah besar jika minum sesuatu sedkit Alkohol didalamnya" kata Hannes menjelaskan mengapa mereka Mabuk. Eren terlihat tidak suka dengan kata Hannes"Tapi jika kau mabuk, bagaimana kau bertarung?"tanya Eren Mikasa hanya memandang heran kepada Eren. "Hah? Kapan kita harus bertarung?"tanya Hannes Bingung.

"Kenapa malah balik bertanya! Ketika mereka menghancurkan dinding dan masuk!"kata Eren sedikit Kesal karena Hannes tidak menjalankan Kewajibannya sebagai Polisi Militer.

"ah Eren, jangan mengatakan itu kuat-kuat"kata Hannes. Satu polisi militer yang tadi sedang duduk menghampiri mereka "jika saja bukan anak Dr. Jaeger. Kau punya semangat, nak." Kata Polisi militer.

"Jika mereka menghancurkan dindingnya, kami akan melakukan tugas kami."kata polisi militer itu menjawab pertanyaan yang sebenarnya diberikan Eren untuk Hannes."tapi kau tahu? Tidak sekalipun dalam 100 tahun mereka bisa menghancurkan dinding."kata Polisi militer itu lagi

"Tapi! Ayahku bilang akan ada saatnya kita berada dalam situasi yang berbahaya seperti itu."kata Eren menjelaskan kalo ayahnya yang mengatakan kepada dia.

"Dr. Jaeger mengatakan itu? Yah dia benar. Dia menyelamatkan kota kita dari wabah sebelumnya, ucapan terima kasih saja belum tentu cukup. Tapi Raksasa beda lagi ceritanya" kata Hannes lalu melihat ke dinding yang berada di belakangnya. "Aku melihat Raksasa berjalan di sekitar setiap saat ketika aku memperbaiki dinding. Tapi aku pikir tidak mungkin mereka bisa melakukan sesuatu dengan dinding setinggi 50 meter ini."kata Hannes tidak percaya kalo Raksasa dapat menembus dinding itu.

"J-jadi... kau bahkan tidak punya keinginan untuk bertarung?"tanya Eren

"tidak"jawab Hannes singkat.

"Apa?!"Teriak Eren Kesal."kenapa kau tidak berhenti menyebut dirimu penjaga kota dan menyebut dirimu pengawas dinding!"kata Eren dengan marah. Naruto bingung kenapa Eren sampai semarah ini

"Bagus sekali Bocah. tapi Eren, ketika orang melihat prajurit bertarung, mereka tahu sesuatu yang buruk sedang terjadi, semua orang lebih senang jika kami tidak melakukan apapun dan mulai dipanggil prajurit Penggaguran." Kata Hannes.

"Ya, aku tahu. Kita mungkin tidak keluar, tapi kita akan hidup selama kita bisa makan dan tidur tapi... kita hidup seperti...ternak"kata Eren. Naruto tidak tahu kenapa Eren berubah, ia berpikir apa tadi ia menginjak jarinya terlalu keras atau tadi Eren bermimpi Buruk.

"Hahahaahaha... Bocah itu tahu cara berbicara! Tidak seperti kau bisa melakukan apapun, iyakan Hannes?"kata dua polisi Militer yang sedang duduk sambil meminum bir.

"ah,ya."kata Hannes. Eren,Mikasa dan Naruto mulai beranjak meninggalkan Hannes dan Polisi militer itu. Dengan cepat tangan Naruto mengayunkan sesuatu yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang kepada kedua polisi militer yang sedang duduk sambil berjalan pelan.

"Hei, Eren"panggil Hannes. "Kau gila, Bocah"kata Polisi militer yang sedang duduk itu.

"mungkinkah ia ingin bergabung dengan Divisi Pengintai"kata Hannes sendiri

"Hei... kenapa pipimu mengeluarkan darah"tanya Polisi militer yang sedang mabuk kepada Polisi militer yang memegang kartu Poker.

"hah...berdarah perasaanku tidak terjadi apa-apa kepada pipiku. Sudah biarkan sajalah ini tidak terasa apa-apa" kata Polisi militer itu. Ia tidak tahu jika itu sebuah Racun pelumpuh.

oOo

"Eren aku pikir kau seharusnya tidak bergabung dengan divisi pengintai."kata mikasa

"Apa, apa kau pikir mereka juga bodoh?"tanya Eren. Naruto hanya diam saja lagipula ia mengikuti Eren dan Mikasa untuk bertemu Armin.

"Aku tidak bilang mereka bodoh atau apapun."kata Mikasa.

Teenngg...tengggg...teenggg

Suara lonceng berbunyi terdegar sampai ke telinga mereka

"Divisi Pengintai telah kembali!Gerbang utama dibuka!Mikasa, Naruto ayo kita lihat sang pahlawan yang telah kembali!"kata Eren dengan semangat sambil mengajak Mikasa dan Naruto untuk melihat Divisi Pengintai yang telah kembali

'Mereka telah pulang ya'pikir Naruto sambil melihat ke arah gerbang utama ia tidak sadar jika Eren dan Mikasa meninggalkannya. 'Sial, aku ditinggal'

oOo

"Moses!Moses!"teriak seorang wanita tua ia menghampiri anggota dari divisi pengintai. "anakku Moses... aku tidak melihatnya, dimana anakku?"tanya wanita tua itu salah satu anggota divisi pengintai. "Dia ibunya Moses, cepat bawa ke sini!"terlihat raut muka yang sangat shok, kaget, sedih yang tercampur di wajah wanita tua itu. Ia membuka kain yang dililit secara pelan ketika kain itu terbuka sedikit ia melihat sebuah tangan manusia yang sangat pucat setelah itu ia jatuh terduduk ke tanah.

"itu adalah salah satu bagian dari dirinya yang hanya bisa kita temukan"kata Anggota divisi Pengintai menjelaskan kenapa ia hanya menemukan tangan Moses. Naruto yang melihat dari atap rumah penduduk hanya diam ia sudah tahu ini memang resiko jika prajurit yang masuk ke Divisi pengintai, Naruto juga mendengar tangisan dari wanita tua itu dan teriakan dari Pemimpin tim bahwa setiap misi divisi pengintai belum menghasilkan apa – apa.

xXx

Dari atap rumah penduduk Naruto melihat Eren memukul seorang pria dewasa dengan rambut botak dengan sebatang kayu yang Eren kumpulkan hari ini. Ia melihat Mikasa menarik Eren dari Pria rambut botak itu. Ia bingung sebenarnya mereka ingin memperkenalkan ia dengan Armin atau tidak. 'Huft...kurasa sebaiknya aku pulang saja akan sangat merepotkan jika Mikasa sedang marah'pikir Naruto.

Skip Time

"wah, Eren aku terkejut kau membawa banyak kayu bakar hari ini"kata Ibu Eren kepada Eren. "Y-ya..."kata Eren berbohong. "apa-apaan sih?"tanya Eren yang sakit karena telinganya di tarik oleh ibunya. "telingamu memerah itu artinya kau berbohong. mikasa kan yang membantumu?"kata Ibu Eren.

"Eren makanlah sini bersama ayah"ajak Ayah Eren.

"Eren dimana Naruto, kenapa kau tidak aja dia kesini agar makan bersama kita?padahal ibumu sudah memasak banya."kata ayah Eren yang menanyakan Naruto.

"ah...Mikasa kita lupa mengenalkan Naruto dengan Armin"kata Eren kepada Mikasa. Mikasa yang mengigat sesuatu langsung berlari untuk mencari Naruto ia telah melupakan Naruto gara-gara terus mengkhawatirkan Eren yang ingin bergabung dengan divisi pengintai.

"Mikasa tunggu...sebaiknya tidak usah mencari Naruto"kata Eren yang membuat Mikasa berhenti di depan pintu. "Mikasa kita tidak akan pernah menemukan Naruto. Ia itu orang yang sangat susah untuk di cari malah aku pernah menggunakan anjing pelacak yang kupinjam dari Hannes untuk mencari Naruto tapi tidak menghasilkan apa-apa."kata Eren yang menjelaskan sangat susah untuk mencari Naruto kepada Mikasa

"Besok kita akan meminta maaf dengan Naruto"kata Mikasa sambil berjalan ke Meja makan.

"Tentu saja"kata Eren

"Eren maksudmu Naruto susah untuk dicari itu apa?"tanya Ibu Eren.

"dulu aku pernah sempat mencari dimana rumah Naruto dengan Anjing pelacak Ibu tapi anjing itu seakan-akan tidak menemukan sesuatu"kata Eren menjelaskan.

"memangnya kau tidak pernah diberi tahu tentang dimana rumah Naruto?"tanya ibunya Eren

"tidak pernah bu ia itu orangnya sangat tertutup sekali aku saja hanya mengetahui beberapa hal tentang dirinya tapi aku yakin kalau Naruto itu orang yang baik"kata Eren

"ya ibu juga percaya kalau Naruto itu orang yang baik Eren. Kalau begitu cepat makanlah "kata Ibu Eren

oOo

"Hah? Ayah, kau mau pergi Bekerja?"kata Eren sambil memakan makanan yang dimasak oleh ibunya.

"Ya aku harus pergi menjumpai seseorang. Aku akan kembali dua atau tiga hari lagi."kata Ayah Eren sambil memasukan beberapa barang di tasnya.

"Eren ingin bergabung dengan divisi pengintai"kata Mikasa dengan pelan tapi dapat dapat di dengarkan semua orang. Ia yang sejak tadi diam langsung berbicara tiba-tiba. Terlihat semua orang yang berada di rumah itu kaget terutama Ibu Eren yang langsung menghentikan kegiatan cuci piringnya.

"Mikasa, kau pengkhianat!"kata Eren dengan raut muka yang sangat kesal.

"Eren apa yang kau pikirkan?! Apa kau tahu berapa banyak orang yang mati di luar dinding itu?"kata ibu Eren yang langsung berlari ke arah Eren.

"Aku tahu!"kata Eren.

"Kau tidak tahu"

"Eren kenapa kau ingin pergi keluar?"tanya ayah Eren.

"Aku ingin melihat dan mempelajari dunial luar. Aku tidak mau mati di dalam dinding tanpa mengetahui ada apa diluar sana! Di atas semua itu, jika tidak ada yang melakukan pekerjaan mereka, maka meraka akan kehilangan nyawanya sia-sia!" kata Eren menjelaskan semuanya kenapa ia ingin pergi keluar dinding atau bergabung dengan divisi pengintai.

"aku mengerti."kata ayah Eren. "kapalku sudah tiba aku harus pergi."kata ayah Eren yang telah berdiri dan berjalan ke pintu.

"Tunggu, Grisha bantu aku meyakinkan Eren" kata Ibu Eren kepada ayahnya.

"Carla, tidak ada yang bisa menekan rasa ingin tahu manusia. Eren setelah aku kembali, aku akan menunjukan ruang bawah tanah yang mana aku telah menjaganya."kata ayah Eren sambil mengeluarkan kunci yang dijaikan kalung di lehernya.

"Benarkah?"kata Eren.

xXx

"Hati-hati dijalan ayah"kata Eren

"Aku tidak menginjinkanmu kau tidak boleh bergabung dengan hal bodoh seperti Divisi Pengintai ." ucap Ibu Eren.

"bodoh?orang yang puas hidup seperti ternak lebih bodoh"kata Eren yang keras kepala sambil berlari meninggalkan Rumah.

"Eren!"panggil ibu Eren.

"Mikasa, dia benar-benar anak yang nekat. Ketika masalah datang, pastikan saling membantu." Kata ibu Eren sambil memegang pundak Mikasa.

"Ya"jawab Mikasa singkat.

Skip Time

Naruto POV

'Perutku terasa lapar, hmm...sudah lama aku tidak memakan ikan'pikir Naruto ia lapar karena dari tadi pagi ia belum memakan sesuatu.

"Kenapa kau tidak memukulku jika kau ingin membuktikan aku salah?"terdengar suara di depan Naruto ia melihat 3 remaja sedang memojoki seseorang remaja lainnya dengan rambut yang hampir sama dengan ia. Satu orang memegangi kerak baju orang dengan rambut pirang itu.

"Kenapa harus kulakukan itu?Aku tidak akan membungkuk merendah."kata remaja yang sedang dipojoki.

"Katakan itu sekali lagi"kata orang yang memegangi kerah baju.

"Kau memukulku karena kau tahu aku benar dan kau tidak bisa membuktikan bahwa aku salah. Bukankah itu berarti kau telah mengakui bahwa kau salah?"kata seorang Remaja

"Cukup dengan argumen jelekmu!"terlihat sangat kesal seseorang yang memegangi kerah baju, ia telah kehabisan kata-kata melawan orang ini. Ia menyiapkan kepalan tangannya untuk memukul orang di depannya ini.

"Hentikan dasar orang payah"kata Naruto kepada tiga orang yang tengah memojoki itu. Ketiga orang yang merasa di bilang payah menolehkan kepala mereka ke kanan dan melihat Naruto berjalan dengan santai ke arah mereka

"lebih baik kau pergi rambut tai atau aku akan memukul pantatmu"kata ketiga orang itu bersamaan.

"Kalian itu hanya orang lemah yang mainnya keroyokan. Hadapi aku jika kalian bukan orang yang lemah."tantang Naruto.

"Dasar bangsat"dua orang lari ke arah Naruto yang sudah sangat kesal

Dengan cepat mereka meluncukan sebuah Jab ke arah muka Naruto.

Tappp...

Naruto sudah menduga kalau mereka akan meluncurkan jab ke arah mereka dengan santai ia mencengkram kedua kepalan tangan mereka dengan kuat sehingga kepalan tangan mereka tidak bisa digerakan sedikitpun.

"Apa hanya segini?sudah kuduga kalian itu memang lemah"kata Naruto, ia menambah tenaganya dan mencengkram Kepalan tangan mereka dengan sangat kuat. "arghhh...lepaskan kami..."kata kedua orang itu. Naruto yang melihat banyak sekali Kelemahan pada kedua orang ini langsung menendang kaki kanan mereka dengan kuat sehingga membuat mereka jatuh dengan keras dan meringis kesakitan.

Orang yang daritadi hanya memegang kerah langsung berlari pergi meninggalkan Naruto dan yang lainnya. Ia melihat kedua temannya dikalahkan dengan mudah.

"Khe..kau ingin pergi ya"kata Naruto dengan lantang. Ia mengambil sebuah kerikil dan melemparkannya ke arah orang yang kabur dari dia dan durgh... tepat mengenai badan orang yang kabur itu sehingga menyebabkan orang itu jatuh ke tanah.

Naruto berjalan ke arah orang yang tadi dipojoki mereka. "apa kau tidak apa-apa"tanya Naruto sambil mengulurkan tangan kanannya untuk membantu orang ini berdiri. "aku bisa berdiri"kata orang itu.

"Hei Naruto... Armin..."teriak Eren dari jauh bersama mikasa di belakangnya.

"Jadi namamu Armin y"kata Naruto. "Terimakasih, y lebih lengkapnya namaku Armin Arlert siapa namamu?"

"Naruto Reisberk salam kenal.."kata Naruto. 'jadi dia Armin"

"Armin kenapa pipimu terlihat membiru"tanya Eren.

"ah...tidak apa-apa"kata Armin

"Ia habis di pukuli oleh 3 orang"kata Naruto memberi tahu kepada Eren

"Apa siapa orang yang memukulmu Armin?"tanya Eren sambil berlagak kuat.

"Bisa kau ceritakan kenapa kau di pukuli"tanya Naruto dengan Serius

Skip Time

"Jadi,setelah memberitahu mereka bahwa manusia perlu pergi ke luar pada akhirnya, mereka memukulmu, memanggilku "orang sesat." Jelas Armin yang menjelasan kenapa ia di pukuli oleh ketiga orang tadi.

"Ngomong-ngomong terima kasih Naruto atas bantuannya"kata Armin kepada Naruto

"HN"jawab Naruto yang bisa membuat orang jengkel kepadannya.

"Sialan, kami hanya ingin pergi keluar. Kenapa semua orang membenci kami?"kata Eren bingung

"yah, kita sudah hidup damai di dinding ini selama 100 tahun terakhir. Raksasa mungkin akan masuk ketika orang keluar dari dinding, sehingga pemerintah raja melarang orang memiliki minat mengetahui dunia luar." Kata Armin

"Kita membahayakan hidup kita, tidak ada yang boleh menghentikan hidup kita." kata Eren.

"Kau tidak boleh"kata Mikasa yang tidak setuju

"Mikasa beraninya kau memberitahu ayah dan ibu!"Kesal Eren.

"Aku tidak ingat pernah setuju denganmu."kata Mikasa

"lalu bagaimana setelah itu?"tanya Armin penasaran

"yah, mereka tidak senang mendegar itu." Jawab Eren

"Begitu ya"kata armin. "semua orang sudah gila karena percaya bahwa dinding itu bisa melindungi kita dari para Raksasa meskipun dinding ini masih utuh selam 100 tahun terakhir, tidak ada yang bisa menjamin mereka tidak akan dirusak hari ini..."kata armin. Suasana yang daritadi berhembus angin sangat kencang langsung berhenti.

"Eren sebenarnnya aku juga ingin bergabung ke Divisi Pengintai" Kata Naruto membuat kaget Mikasa dan Eren karena biasanya Naruto cuek dalam segala hal.

"Apa kenapa kau ingin bergabung ke Divisi pengintai Naruto?"tanya Mikasa

"Dulu Kakeku dan ayahku adalah Peneliti tentang Titan. Sejak kakekku memutuskan untuk pergi ke luar dinding ia tidak pernah pulang lagi ke dinding ini. Keluarga ku berpikir bahwa kakek ku telah mati tapi ia 2 bulan kemudian ia mengirimkan surat dengan Burung Elang putih milik keluarga kami yang menceritakan bahwa di luar sana sangatlah indah, ia menceritakan tentang apa itu Lautan,Pegunungan, dan masih banyak lagi dari surat yang ia kirim ke kami. 4 bulan kemudian ia sempat menuliskan surat dengan darahnya ia sendiri dan isi surat itu adalah sebuah Rahasia tentang Raksasa yang sulit untuk dipercaya. Setelah itu ia tidak pernah mengirim surat kepada kami lagi. Jadi kenapa aku ingin bergabung ke dalam divisi pengintai karena aku ingin memastikan surat itu benar dan mencari kakekku di luar sana serta membasmi parah Titan "jelas Naruto cukup panjang.

"Rahasia tentang apa Naruto"tanya Eren

"Rahasia itu adalah sesuatu yang tidak boleh di beritahu Eren"kata Naruto

"Pelit sekali kau ini" jengkel Eren.

Bzittttttttt...

Kilat menyambar di luar Dinding maria sehingga menyebabkan Gempa sementara.

Naruto, Eren, Armin dan Mikasa sedikit terlempar ke tanah.

"A-apa itu tadi?"tanya Armin dan Eren yang sudah bangun dari tanah. "apakah ledakan"tebak armin. "sesuatu jatuh?aku tidak yakin" mereka melihat dan mendegar para orang dewasa berlarian menuju suara kilat itu. Armin langsung saja berlari mengikuti para orang dewasa itu.

"Hei,Armin!"Panggil Eren. Yang langsung berlari mengikuti armin bersama Mikasa.

'Apa itu'pikir Naruto. Ia langsung berlari memanjat ke rumah warga dan memanjatnya sehingga ia berdiri di atas atap rumah warga itu.

'Raksasa itu tingginya melebihi dinding itu'pikir Naruto. 'aku tidak menyangka beberapa isi surat yang diberikan kakek sangat benar' pikir Naruto. Ia langsung berlari pergi ke rumahnya untuk menyiapkan sesuatu.

Skip time

Duar... wussh..

Suara dinding yang di tembus dan angin yang sangat kencang terdengar kepada suara semua orang yang berada di dinding maria.

"mereka membuat lubang di dinding"kata Armin

"kyaa...satu raksasa telah berada di dalam!"teriakan para warga yang panik terdengar sana sini

"kita harus-"armin menghentikan omongannya saat melihat Eren tidak berlari.

"Rumahku ada di sana... Ibu"Eren langsung berlari pergi ke rumahnya.

"Mikasa-"panggil Armin ia melihat mikasa mengikuti Eren ke rumahnya.

oOo

Eren berlari dengan sekuat tenaga yang ia bisa banyak orang yang berlalu lalang melawati ia dengan mikasa, Ia juga sempat melihat seorang wanita yang tengah menangis karena suaminya tertimpa pecahan dinding yang di tendang oleh Titan Kolosal. 'Rumah kami pasti aman setelah berbelok di sini, rumah kami aka n berada di sana seperti biasa!'pikir Eren positif. Ia berbelok ke kiri dan terkejut melihat rumahnya rubuh

"Ibu!"Teriak Eren memangil ibunya

"Eren"kata ibu Eren yang tengah tertimpa tiang-tiang atap Rumah.

"Mikasa, angkat sebelah sana. kita harus memindahkan tiang ini "kata Eren. Mereka berusaha sekuat Tenaga tetapi tidak menghasilkan apa-apa. tiang rumah itu terlalu kuat untuk di geser oleh mereka yang bertubuh kecil. Mereka menghentikan kegiatannya dan melihat bahwa para Titan telah memasuki dinding maria.

"cepat Mikasa"kata Eren

"Para raksasa datang. Eren,bawa Mikasa dan lari. Cepatlah!

"Cepatlah keluarrrr"Ringis Eren karena tiang ini susah sekali di angkat. Jari-jari ia sudah mengeluarkan darah.

"Kakiku telah hancur karena puing – puing. Akut tidak bisa lari walaupun sudah keluar. Apa kau mengerti!"kata ibu Eren dengan keras ia sudah pasrah oleh diriya sendiri. Yang terpenting bagi dia adalah Keselamatan Eren dan Mikasa.

"Aku akan menggendongmu dan lari!"Teriak Eren dengan menangis.

"Kenapa kau tidak mendegarkan apa yang kukatakan setiap kali?!"teriak Ibu Eren, "tolong dengarkan aku! Untuk terakhir kalinya!"kata Ibu Eren. Di sisi lain Mikasa sudah menangis.

"Mikasa"panggil ibu Eren

"tidak...tidakkkk."Kata Eren. Sementara itu Raksasa dengan rambut sebahu dan tidak mempunyai bibir sehingga terlihat giginya yang siap untuk memakan para manusia sudah hampir berada di depan mereka

"Saat ini kita bertiga akan..." "Hannes! Bawa anak-anak dan lari"kata Ibu Eren sambil memanggil Hannes teman dari ayah Eren.

"Jangan berkata begitu kepadaku, Carla. Aku akan membunuh Raksasa itu dan menyelamatkan kalian bertiga."kata Hannes yang langsung berlari ke arah Raksasa itu sambil mengeluarkan Pedang dari 3D Maneuver Gear.

"Tunggu kau tidak bisa melawannya!"Teriak ibu Eren.

'Dia benar. Aku pasti bisa menyelamatkan Mereka. Tapi sekarang adalah kesempatanku... untuk membayar Hutangku!' Pikir Hannes. Saat sampai di depan Raksasa itu ia melihat mata menyeramkan dan Gigi yang sangat Rapat dan runcing yang siap memakan para Manusia itu membuat ia berhenti karena rasa takut merasuki tubuhnya. Ia memasukan kembali pedang ke dalam 3D maneuver Gear dan mengangkat Eren ke pundak kirinya.

"Hei,Hannes! Apa-apaan yang kau lakukan?"kata Eren berontak dari Hannes. Hannes mengangkat Mikasa di pinggangnya.

"Terima kasih"ucap Ibu Eren melihat Hannes membawa Eren dan Mikasa sambil meninggalkan dirinya.

"Ibu masih terjebak disana!"Teriak Eren.

"Eren! Mikasa! Tetaplah Hidup"teriak Ibu Eren sambil menangis.

Durr... suara kaki raksasa yang berada di belakang rumah Eren. Raksasa itu mencari Ibu Eren sambil mengangkat atap-atap rumah Eren dan mengangkat Tubuh Ibu Eren dari Puing-puing

"Hentikan!"Teriak Eren sangat Kencang. Ia melihat ibunya sudah berada di genggaman tangan Kiri Raksasa itu, ia juga Raksasa itu memencet tubuh ibunya dengan tangan kanannya.

Dengan cepat Raksasa itu membuka mulutnya lebar-lebar dan memasukan setengah tubuh Ibu Eren ke dalam mulutnya dan Crutt...cecer-ceceran darah Ibu Eren berjatuh-jatuhan dijalan-jalan.

Raut Marah,kesal,sedih, tercampur aduk di muka Eren. Ia barus saja melihat ibunya di makan oleh Raksasa itu.

SKIP Time

Di sebuah rumah di Hutan

'Selesai...'pikir Naruto di rumahnya ia baru saja menyiapkan mantelnya, 2 buah Katana yang berada di punggungnya dan alat 3D maneuver Gear. 'kakek sekarang aku percaya dengan isi surat yang kau tulis walaupun tidak sepenuhnya tapi aku akan membuktikannya sendiri'Pikir Naruto sambil melihat Foto kakeknya saat masih muda. Namikaze Jiraiya adalah nama kakeknya yang telah menghilang. Naruto sudah belajar menguasai Kendo dan Inner power walaupun belum mencapai tingkat Master, ia juga sudah menguasai 3D maneuver Gear yang ia ambli dari Polisi Militer yang ia bunuh dulu dan ia melihat Anggota Divisi Pengintai menggunakan 3D maneuver gear saat Latihan.

Tap...Suut... suara 3D Maneuver Gear yang ia gunakan, ia terbang ke pusat kota untuk mencari Titan yang dikendalikan oleh manusia seperti yang dituli oleh kakeknya.

Pusat kota

"Eren ada apa?"kata Hannes bingung.

"Kita tadi masih sempat menyelamatkan ibu! Kenapa kau malah membawa kami saja?!"Tanya Eren frustasi. Ia tidak menyangka menit yang lalu ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa ibunya di makan oleh Raksasa bajingan itu. Eren memukul kepala Hannes dengan sikutnya

"Hentikan itu" kata Hannes sambil melempar Eren ke tanah.

"Eren!"Khawatir Mikasa

"Eren...Kau tidak bisa menyelamatkan ibumu karena kau lemah"kata Hannes yang membuat Eren menjadi Marah besar. Eren mencoba meluncurkan sebuah Jab ke arah Hannes dengan tangan kecilnya tapi dengan mudah Hannes menangkapnya.

"Aku... tidak bisa menghadapi Raksasa itu karena aku sangat takut kepada mereka!"kata Hannes sambil menangis.

"Maafkan aku"kata Hannes sambil menarik tangan Eren dan Mikasa. Ia ingin membawa kedua anak ini ke Gerbang pusat untuk melarikan diri ke Dinding Rose.

Skip Time

Di pusat kota

"Wakhhhh..."Teriak warga yang berlarian ke Gerbang pusat untuk melarikan diri. Beberapa warga tertangkap oleh titan yang kelaparan mereka mencoba berontak tapi apalah daya mereka. Tenaga para raksasa itu lebih kuat dari mereka sehingga pada akhirnya Mereka hanya bisa berteriak kesetanan dan pasrah karena Kematian sudah ada di depan mata mereka. Banyak sekali orang-orang yang kehilangan orang-orang yang mereka sayangi .

Terlihat Seorang wanita yang sedang menyembunyikan dirinya ketahuan oleh Raksasa. Ia hanya bisa berteriak berharap Tuhan memberikan kesempatan untuknya sekali lagi untuk hidup, saat raksasa itu membuka mulutnya. Syuut...Croot Raksasa yang ingin memakan wanita itu mati dengan tengkuk yang di tebas oleh seseorang yang menggunakan topeng berwarna putih polos orang itu ialah Naruto. Naruto langsung menangkap wanita yang tadi ingin di makan oleh Raksasa itu dengan 3D Maneuver Gear. Ia menurunkan wanita itu di daerah yang lumayan dekat untuk sampai ke Gerbang pusat. saat Naruto pergi ia mendegar teriakan terima kasih dari Wanita yang ia tolong tadi.

'Hah...kurasa aku harus melepaskan Raven'pikir Naruto yang lelah mencari dimana Raksasa yang di kendalikan oleh Manusia, banyak sekali Raksasa di sini sehingga membuat ia mau tak mau melepaskan Raven. Raven adalah nama dari burung Gagak yang sudah Naruto latih sejak kecil sehingga burung itu dapat membantunya jika kesusahan.

"Raven terbanglah"kata Naruto

"Baiklah"kata burung gagak itu yang bisa sedikit bicara. Burung gagak adalah burung terpintar di dunia. Sekali mereka mempunyai majikan mereka akan setia kepada Majikan itu bahkan burung gagak dapat melebihi burung beo. Sayang para manusia berpikir kalo itu adalah burung yang dirasuki iblis karena memakan Bangkai.

Naruto memberikan gambaran Titan yang tidak memakan Manusia kepada Raven. Kenapa ia memberikan gambaran Titan yang tidak memakan manusia karena menurut isi surat kakeknya Raksasa yang dikendalikan oleh manusia biasanya tidak memakan manusia.

Kaakk...Kaak... suara burung gagak itu lalu melesat terbang ke langit.


"Tobi continut"

.

Review please

.

.

.

.

.


Akhirnya bisa up juga setelah berbula-bulan

Untuk para Reader jadwal Up saya mungkin akan sangat berantakan karena saya merupakan orang yang sangat sibuk hehehee

Saya juga minta maaf jika ada Kesalahan dalam Penulisan maklum masiih baru hehe

Oh iya untuk para reader jika kalian punya MEDSOS tolong add saya. Untuk mengigatkan saya Up

Line: joshseno

IG: joshferdinand12

Jika kalian berminat berhubungan dengan saya di Add aja

Sekali lagi saya ucapkan terima kasih untuk Fav dan follownya.

Jika ada sesuatu yang kalian ingin tanyakan, tanykan saja di PM atau Kolom Review


Mau tanya disini yang ikut ekskul Pramuka inti siapa?

Don't Like Don't Read