Gara-Gara Putus (Vkook)

Disclaimer : Kecuali ceritanya, semua tokoh dalam cerita ini milik dirinya sendiri/? Plagiat? Wah anda tidak menghargai saya. Ehe.

Terima kasih sudah review, vote dan fave chap sebelumnyaa tetap tinggalin jejak supaya saya semakin bersemangat, oke xD

Satu

DLDR!

Warning GS!kook

Gadis itu menghela nafasnya kasar menatap surat pengunduran diri didepannya. Baru seminggu ia bekerja ditempat ini dan ia sudah menyukai pekerjaan ini dengan seluruh perasaannya. Bahkan ia berfikir akan bekerja di perusahaan ini sampai ia tua. Gaji yang lumayan serta pekerjaan yang memang menjadi bidangnya membuatnya betah. Lupakan tentang senioritas seperti memesankan kopi untuk pegawai senior. Ia melakukannya dengan senang hati.

Tapi sekarang?

Setelah mengetahui ini perusahaan milik Kak Taehyung. Rasanya ia tak betah sama sekali. Ia dipenuhi perasaan bersalah. Andai saja dulu ia tidak egois dan hanya menginginkan pacar yang sesuai dengan kriterianya pasti tak akan begini. Parahnya lagi, ia baru menyadari kalau ia menyukai kakak kelasnya sesaat setelah putus. Tolong tertawakan dia sekarang.

"Hai dek. Mau makan siang barengan?" Nah baru aja dipikirin, si dia malah muncul.

Cewek yang bernama lengkap Jeon Jungkook itu segera menyembunyikan surat pengunduran dirinya kemudian mendongakkan kepalanya, karena ia sedang duduk didepan meja kerjanya dan pria itu menumpukan tangannya di atas meja sambil tersenyum menatapnya.

"Sekalian reuni, dek. Jangan salah paham. Aku udah ga ada perasaan apa apa kok sama kamu sekarang."

Aish. Sakit bener dah pas denger dia bilang gak ada perasaan apa apa katanya. Dengan senyum si cewek ngangguk.

"Yuk, kak."

...

Beberapa tahun yang lalu...

"Sudah lama nunggunya, kookie?"

Ucap si kakak kelas kepada adik kelas bertampang unyu dengan gigi kelincinya. Sang adik kelas hanya menggeleng kemudian memberikan sebotol minuman dingin yang sedari tadi ia pegang hingga mungkin dinginnya sudah agak hilang.

Langsung saja, si kakak kelas tampan dengan segera mengambil botol minuman itu dan menenggaknya hingga haus.

"Ciee, kapan di jedor nih adik kelasnya? Pedekate mulu. Tiap hari ditarik kesini buat nungguin elu Tae... Kan kasian adiknya." Ujar salah seorang senior bernama Jung Hoseok sambil mengelap keringatnya.

Kalau kalian ingin tau, sekarang Jungkook sedang duduk di pinggiran ruang latihan dance-nya doi. Doi-nya ya, si kakak kelas tampan namanya Kim Taehyung. Yang merupakan anggota inti klub dance.

Mereka belum jadian, sih.

Cuma Taehyung senang aja membawa adek kelas unyunya itu pas dia latian dance. Biar semangat, katanya. Padahal sih, buat dipamerin. Padahal belum sah. Ehe.

"Apaan sih, kak. Aku ikut kesini kan karena aku suka liat kalian nge dance." -yang ini tuh bohong banget. Si Jungkook ini lebih suka ngehabisin waktu nonton anime daripada duduk diem di ruang latian liat orang ngedance ala boyben negaranya sendiri. Tapi karena doi nya si kakak kelas ganteng yang rajin banget latian akhirnya dia bela belain kesini, ditambah si kakak kelas setia nungguin dia pulang buat minta tolong ditemenin latian.

Si Hoseok hanya tertawa melihat adek kelasnya yang tampak salah tingkah.

Taehyung yang selesai meneguk minumannya pun langsung berdiri dan mengajak Jungkook mengikutinya. "Bro, gue pulang duluan ya. Ada anak gadis orang mau gue bawa pulang dulu." Ucapnya sambil terkekeh yang diakhiri dengan hadiahi Jungkook cubitan di pinggangnya.

"Adududuh, sakit dek."

"Abisnya kakak sih..."

Dan Hoseok yang melihat pasangan lovey dovey tapi belum jadian itu cuma bisa geleng geleng kepala.

...

Awalnya sih, Jungkook cuma dibilangin sama temannya kalo salah satu kakak kelas ganteng yang populer banget plus kaya pake banget naksir sama dia. Nah, karena awalnya dia ga peka nih akhirnya dia berusaha buat ngebuka hatinya untuk si kakel ganteng bernama Taehyung ini. Lagian kak Taehyung juga baik banget. Dari awal pedekate selalu aja neraktir dia makanan kantin.

Kalo pulang sekolah, biasanya dia diajak makan dulu. Abis itu kadang diajakin main di game center, taman bermain,nonton bioskop atau kemanapun si Jungkook mau pergi.

Lagian kak Taehyung gak mempermasalahin si Jungkook ini siswa beasiswa yang rumahnya cuma apartemen kumuh yang cuma dihuni Jungkook seorang karena orangtuanya ada di Busan.

Dan keuntungannya nih, si kakel ganteng selalu tau apa kebutuhan Jungkook. Selalu diperlakukan spesial gitu. Bahkan dompetnya dia kadang Jungkook yang pegang. Padahal belum jadian.

Pas sampai didepan apartemen Jungkook, Taehyung menatap Jungkook intens. Mengambil kedua tangan Jungkook kemudian menggenggamnya.

"Jadi pacarnya kakak ya, Kookie? Kakak udah sayang banget sama Kookie."

Dan Jungkook cuma bisa ngangguk. Kenapa? Karena si kakel ganteng ini ketampanannya meningkat sepuluh kali lipat pas lagi nembak Jungkook dengan serius seperti ini.

Kak Taehyung lantas tersenyum kemudian mendekatkan wajahnya, mencium kening gadisnya. Kemudian memeluknya erat.

"Thanks ya, Kookie."

Kak Taehyung kemudian melepaskan pelukannya. "Nah, sekarang masuk gih."

Dengan cepat Jungkook keluar dari mobil mewah milik Kak Taehyung kemudian berdiri hingga mobil Kak Taehyung hilang di pandangannya.

Sambil tersenyum ia memasuki apartemennya. Hidupnya bakal enak kalau pacaran sama Kak Taehyung. Itu yang sedari tadi dipikirannya.

Ada untungnya juga jadi cantik. Ehe.

...

"Kookie?"

"Ya?"

"Wah, kamu ngehayal nih. Ada masalah?"

-masalahnya itu kamu, kak.

Jungkook kemudian tersenyum.

"Jadi kita mau pesan apa nih, kak?"

"Kamu udah sarapan? Pesan yang berat berat gih. Aku gamau kalo karyawan aku sakit gara gara ga sarapan."

Jungkook hanya bisa tersenyum kecil. Gimana gak baper kalo kayak gini, coba.

Dengan segera ia memesan makanan.

"Ditraktir, kan?" Ucap Jungkook dengan senyum polosnya.

"Aku gak bawa uang, nih. Belum gajian." Lanjutnya dengan nada bercanda.

Oke kalo Kak Taehyung cuma mau berteman. Jungkook gak boleh baper juga, dong. Dia harus jadi cewe mahal.

"Iya dek. Yang bos kan aku. Pesen yang banyak gih. Duh gimana gue gak gemes coba." Kak Taehyung kemudian mencubit pipi Jungkook gemas.

"Aduh sakit, kak. Bisa melar pipi aku lama lama nih."

Dan acara saling bercandaan itu terus berjalan terus menerus menghilangkan kecanggungan diantara mereka hingga acara makan siang itu selesai.

...

Kantor udah sunyi. Di ruang kerjanya sendiri sisa ia seorang yang sibuk mengerjakan berkas-berkas sambil menatap komputer canggih dihadapannya.

"Dek Kookie, mau pulang bareng?"

"A-astaga..."

Jungkook tiba tiba terjungkal kebelakang karena kaget mendengar atasannya itu.

"Kak, bikin kaget saja."

Dan sang atasan hanya tertawa menanggapinya. Pasalnya memang ia sedang dalam mode jahil tadi. Sengaja menyembulkan hanya bagian kepalanya saja di pintu ruang kerja Jungkook. Apalagi disini udaranya dingin plus gak ada orang lain selain Jungkook.

"Kamu sih serius banget kerjanya. Sekarang udah lewat jam kerja. Tapi pas aku lewat, aku malah ngeliat kamu masih ngetik sendirian."

"Iya kak. Tanggung. Tinggal dikit lagi. Pulang sendiri aja, kak. Nanti ngerepotin. Ntar aku pulangnya naik bus aja."

Kak Taehyung kemudian mengerutkan keningnya. "Mana bisa gitulah." Taehyung lantas menarik kursi lalu duduk disamping Jungkook.

"Kalau diliat liat masih ada setengah jam lagi baru selesai ini."

Terdengar helaan nafas Jungkook. "Iyasih. Tapi aku gak bisa ngelanjutin dirumah. Gak ada laptop dan komputer gitu. Kakak kayak gak tau aku aja." keceplosan. Jungkook baru sadar ketika ia selesai berbicara, kemudian mengalihkan pandangannya dari komputer didepannya menatap Taehyung.

"Eh, kak. Anggap aja kakak ga denger omongan aku yang tadi ya."

"Dengan syarat, aku bakal disini nungguin kamu selesai, gimana?"

Dengan berat hati Jungkook mengiyakan perkataan Kak Taehyung.

TBC