Gara Gara Putus

Dua

( Kiss? )

Vkook!gs

Disclaimer : Ff ini buatanku, punyaku, milikku/? Tapi tokohnya bukan. Ehe.

Warning : Kook!gs DLDR

Terima kasih atas review dan vote yang masuk! Terus berikan respon ff ini supaya saya makin bersemangat updatenya!

Enjoy!

.

Taehyung memperhatikan gadis yang begitu serius menatap komputer didepannya, begitu ingin menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat karena gadis itu terlihat sangat lelah.

Sesekali gadis itu mengucek matanya dengan tangannya, kemudian menguap. Sudah lima belas menit Taehyung menatap gadis itu dan pikirannya tiba-tiba teringat masa lalunya.

Gadis itu masih sama cantiknya dengan Jeon Jungkook-nya beberapa tahun yang lalu. Pipinya masih gembil dan empuk ketika dicubit. Senyumnya masih menampakkan gigi kelinci yang begitu imut dimata Taehyung. Dan matanya masih sering berbinar ketika mendengar kata traktiran. Haha. Benar-benar tidak ada yang berubah.

Kecuali perasaan mereka.

Atau mungkin ada sesuatu yang berubah? Taehyung menatap gadis itu intens mencoba mengecek apa bagian yang sangat disukainya itu sudah berubah?

Atau masih sama seperti dulu?

...

Beberapa tahun yang lalu...

Kring!

Kring!

Klik.

"Eumh.. Siapa ya?"

"Kookienya Taehyung... Bangun gih dek. Kita jalan jalan. Mumpung hari minggu."

"Sebentar lagi ya, kak. Aku mau tidur lagi. Hm.. Lima menit aja.. Hoaamm.."

Terdengar kekehan dari ujung sana.

"Aku udah nunggu diluar loh, dek. Daritadi. Dari setengah jam yang lalu aku hubungin kamu dek. Coba deh cek lihat keluar jendela kamu."

Dengan cepat Jungkook terbangun dari tidurnya. Kemudian menunduk sambil sesekali mengucek matanya karena kesadarannya masih belum cukup limapuluh persen.

Dan darisana ia melihat Taehyung yang membuka penutup bagian atas mobilnya kemudian mengangkat kedua tangannya tersenyum pada Jungkook.

Dengan terburu buru ia kembali mengambik ponselnya. "Astaga kak, kenapa gak bilang dari tadi malam. Aduh aku jadi malu nih diliat sama kakak dalam keadaan kayak gini."

"Gapapa, gajelas juga dari sini. Lagian nanti kakak bakal sering liat kamu pas baru bangun tidur kok. Mending kamu cepet siap siap sana. Dah, Kookienya Taehyung. Kakak sayang banget sama kamu."

Klik.

Jungkook kemudian mandi dengan cepat dan bersiap siap. Memilih sembarangan baju yang terlihat dilemarinya. Memakai bedak secukupnya dan berbagai peralatan make up ia poles seadanya. Puas menatap penampilannya didepan cermin, ia pun melangkah turun menghampiri mobil Taehyung yang terparkir tak jauh dari apartemennya.

"Duh cantik banget Kookienya Taehyung." Ucap Taehyung dengan senyuman kotaknya ketika Jungkook baru saja masuk kedalam mobilnya.

"Ehe, kak Taehyung juga ganteng banget kok. Beda banget ya, auranya orang kaya sama orang miskin kayak aku. Mau dandan kayak gimana juga penampilannya tetep kayak orang miskin."

"Siapa yang bilang gitu, dek?"

"Aku... Tadi barusan."

Taehyung menghela nafasnya.

Cup!

Satu kecupan mendarat dipermukaan bibir tipis Jungkook.

"Kamu cantik dek. Sangat. Aku suka."

Itu ciuman pertama mereka!

Baru kali ini Taehyung berani mencium Jungkook, kemarin kemarin ia hanya berani memeluk, menggenggam tangannya dan tindakannya yang paling jauh ya... Sekedar ciuman di kening.

Jungkook hanya bisa membeku menatap Taehyung.

"Kak, kapan jalannya nih."

"O-oh iya. Kita jalan-jalan ke Hongdae, oke?"

"Aku sih ngikut aja, kak. Asal ngga diajak ke hotel aja. Aku kan masih SMA."

Dan mereka pun tertawa bersama.

...

"Wah, dancenya tadi keren banget ya. Aku jadi pengen nambah kegiatan latian aku biar kemampuan dance ku nambah."

Jungkook hanya menghela nafasnya. Pria disampingnya tidak berhenti mengoceh seperti perempuan ketika tiba di hongdae. Apalagi ketika melihat street dance disana. Ia bahkan tak segan menyumbangkan banyak uang ketika melihat tarian dance yang keren dimatanya.

Jungkook jadi teringat perkataan temannya yang mengatakan Taehyung memang tampan. Tapi sifatnya terkadang mirip perempuan. Belum lagi wajahnya terkadang mirip juga seperti perempuan. Apalagi hobi dan kesenangannya.

"Stop dulu, kak. Aku capek jalan. Tadi mobilnya diparkir dimana? Pulang aja, yuk."

"Hah? Udah mau pulang, dek? Yaudah."

Dasar gak peka. Cibir Jungkook. Jungkook jadi ingat waktu ia berkumpul dengan komunitas animenya yang kebanyakan cowok. Mereka jarang ada yang pacaran padahal mereka ganteng-ganteng. Alasannya lebih tertarik sama cewe cewe imut di anime. Terus mereka tidak pernah berniat melirik dance-dance ala boyben. Sibuk sama tontonan animenya. Seandainya Taehyung juga seperti itu...

"Udah sampai dek. Yang mana yang sakit kaki kamu? Sini kakak pijitin."

"Gausah kak."

Ucapan Jungkook yang begitu singkat membuat Taehyung sedikit kaget. Jungkook adalah tipe gadis yang cerewet. Pasti ada yang menyebabkan moodnya berantakan.

"Kamu kenapa sih, dek."

"Kamu lebih pilih nonton cowo cowo itu nari dijalan atau jalan berdua sama aku?"

"Aku pilih dua duanya lah, dek. Nih sekarang aku dapat dua duanya."

"Kakak beneran sayang sama aku? Ada rasa sama aku?"

Bukan tanpa alasan Jungkook bertanya seperti itu. Ia hanya ingin membuktikan kalau ucapan teman temannya salah. Taehyung masih suka cewe meski idolanya ya boyben boyben yang kerjanya ngedance itu.

"Jelas lah dek."

"Lebih suka mana? Aku atau boyben girlband itu?"

"Lebih suka kamu, lah." Taehyung berucap tanpa ragu. "Kamu masa depan aku. Mereka cuma hobi aku."

Dengan senyuman, Jungkook kemudian melangkah mendekati Taehyung, melingkarkan tangan dilehernya.

"Cium aku, kak."

"C-cium?"

Taehyung mendorong Jungkook pelan kemudian menatapnya bingung.

"Kamu kesambet apa sih, dek?"

"Gak, aku cuma mau membuktikan kalau perkataan temen aku gak bener. Aku cuma mau buktiin kalo kakak itu nor-"

Taehyung menarik gadis itu memeluknya sebentar hingga membuat gadis itu terdiam. Kemudian mengendurkan pelukannya dan menatap gadis itu dengan intens. Jungkook hanya menundukkan kepalanya ketika Taehyung sudah menempelkan dahinya pada dahi Jungkook.

"Tatap aku, dek. Kamu harus konsisten, oke?"

Dan ketika Jungkook memberanikan diri menatap Taehyung, lelaki itu segera menarik tengkuknya menyatukan kedua belah bibir mereka hingga menimbulkan bunyi kecipak karena Taehyung terus memperdalam ciumannya mengabsen deretan gigi gadis itu, merasakan manisnya bibir Jungkook dan begitu pasnya bibir Jungkook untuk bersatu dengan bibirnya.

Tangannya telah berpindah dipinggang gadis itu, sedikit meremasnya. Bibir Jungkook kini menjadi candu bagi Taehyung. Rasanya begitu pas dan manis. Membuat waktu disekitar mereka seolah terhenti Hingga ketika Jungkook mulai kesulitan bernafas, Taehyung segera melepaskan ciuman mereka.

Menyapu bibir Jungkook dengan ibu jarinya.

"Ini yang kutakutkan..." Ucapnya di sela-sela pengambilan nafasnya yang begitu rakus.

Jungkook kembali mendongak karena perbedaan tinggi badan mereka.

"Aku takut sekali aku mencoba nya, aku akan ketagihan... Rasanya... Benar benar..."

Taehyung kembali menarik Jungkook dan menciumnya dengan lembut dan sedikit rakus seolah tak ada hari esok.

...

"Nah sudah selesai."

Jungkook melemaskan ototnya ketika baru saja selesai mematikan laptopnya. Ditatapnya Taehyung yang tengah tertidur sambil terduduk dengan posisi memperhatikannya dari samping.

Kenapa harus ada atasan sekaligus kakak kelas setampan dan sebaik Taehyung. Dia memang bodoh, mengapa dulu ia meninggalkan pria baik ini demi perkataan orang orang?

Dengan satu tarikan nafas, setelah membereskan barangnya ia memberanikan diri untuk membangunkan atasannya.

"Kak..."

"Uhm.. Kim-ssi..."

Kemudian Jungkook tersenyum ketika pria itu akhirnya terbangun dari tidurnya dan menatapnya.

"Kookie... Aku bermimpi tentang kita..."