Gara Gara Putus

Tiga ( Punggung )

Warning : vkook!gs DLDR!

Terima kasih atas semua yang baca, terima kasih sider~ ehe... Tapi bisa gak jangan sider? Kasian author baru kayak aku... Butuh banyak apresiasi biar semangat nulisnya..

Enjoy!

"Kookie... Aku bermimpi tentang kita..."

Ucapan Taehyung seketika membuat Jungkook kaget. Kertas yang tadi dibereskannya jatuh berceceran. Dengan cepat Jungkook membungkuk kemudian mengambil satu persatu kertas itu.

Taehyung yang melihatnya pun segera tersadar kemudian ikut membantu Jungkook membereskan kertasnya.

Hingga kemudian irisnya tak sengaja menangkap sebuah kertas yang sepertinya milik Jungkook.

"Kamu mau mengundurkan diri, dek?"

"Y-ya?"

Dengan segera Jungkook berbalik dan memandang kertas yang sedari tadi Taehyung perhatikan.

"A-astaga.. Itu..."

"Gara-gara aku ya, dek?"

"Ng-ngga kok kak." Jungkook cepat cepat menyembunyikan kertas itu kemudian membereskan kertas yang lain dan menaruhnya di meja.

Sret

"Bener ya, dek. Kamu gak boleh berhenti kerja gara-gara aku."

"Nggak lah, kak. Nyari kerja susah kali, kak. Mau makan apa aku kalo sampe ngundurin diri." Ucap Jungkook dengan nada bimbang. Dia sendiri juga masih bingung dengan keputusannya.

Taehyung sedikit tertawa mendengar perkataan Jungkook. Masih polos seperti dulu. Begitu pikirnya.

"Yaudah. Kerjaan kamu udah selesai, kan? Gak mau pulang?"

"Mau lah. Tunggu sebentar kak."

Kemudian Jungkook memasukkan kumpulan kertas itu kedalam lemari kecil disamping mejanya lalu menguncinya.

"Nah, selesai. Ayo!"

Jungkook kemudian melangkah dengan cepat didepan Taehyung, Taehyung memandang punggung kecil adik kelasnya..

Jungkook, masih sama seperti dulu.

Masih begitu sulit untuk diraih, kan?

...

Beberapa Tahun Yang Lalu...

Hari ini adalah hari yang paling menyebalkan untuk Taehyung. Mengapa? Dihari liburnya yang indah ini ia harus bangun pagi-pagi.

Tadi, sebelum matahari terbit bahkan sebelum ayam berkokok tiba tiba saja ponselnya yang ditaruh disampingnya itu berbunyi.

"Tae.. Lo baik 'kan?"

Dengan nada setengah sadar Taehyung mengiyakan. Iyalah, dia orang baik. Dia ga pernah tuh jadi teroris buat bakar sekolah. Meski ada niat juga, sih. Jadi intinya dia anak baik. Begitu pikirnya.

"Kalo gitu lo bangun sekarang. Kesekolah. Gantiin gue jadi waketos. Oke."

"HAH?"

Mata Taehyung langsung terbuka sepenuhnya.

"Lo tadi udah bilang iya, Tae."

"Yoongi! Lo ga sadar lo bilang apa? Ini hari libur, bego! Buat apa coba gue gantiin elo."

"Gue sakit."

"Kan lo bisa nyuruh si bantet yang biasanya selalu ngikutin lo kemana mana."

Terdengar helaan nafas panjang disebelah sana.

"Tadinya gue pengen nyuruh dia, Tae. Tapi lu tau? dia itu terlalu baik. Bisa jadi ntar kalo ada yang telat cuma disenyumin. Lagian gak tau kenapa tuh bocah udah ada dirumah gue. Gatau dia bikin apa di dapur. Paling dia ngehancurin dapur gue. Kerjaan gue nambah, Tae. Padahal niatnya cuma pengen tidur seharian."

"Kak Yoongi, makan buburnya dulu."

Terdengar suara lelaki yang suaranya begitu imut dari ujung sana membuat Yoongi dengan cepat mengakhiri teleponnya dengan Taehyung. Membuat Taehyung menghela nafasnya pelan. Bakal ribet ini.

Dan ngeliat Yoongi ngomong udah panjang kali lebar kayak gitu gimana Taehyung mau nolak. Padahal Yoongi gak pernah minta tolong. Cuma nyuruh aja.

Akhirnya sebagai tetangga yang baik, disinilah dia.. Kim Taehyung si cowo ganteng nan baik hati berpanas panasan ria didepan gerbang menunggu adik kelasnya datang kemudian menunjukkannya ruang aula tempat dilaksanakannya upacara pembukaan.

"Jadi si Yoongi yang nyuruh lo ke sini?" Tanya Kim Namjoon, si Ketua Osis dengan dua lesung pipi yang keliatan kalo dia lagi senyum.

"Iya, dia nyuruh gue kesini buat gantiin dia. Yaish! Hari libur gue yang indah..." Curhat Taehyung yang hanya ditertawakan oleh Namjoon.

"Jangan gitu, bro. Gue liat liat adik kelas yang baru masuk taun ini pada cantik cantik. Kali aja ada yang nyantol, 'kan. Lo kan dua taun disini kaga pernah nemu gebetan."

Pletak!

"Eh gue jomblo gini banyak yang nembak, ye."

"Lo yang ditembak? Dimana harga diri lo sebagai cowo, bro!"

"Ah, sialan. Gue sumpahin diputusin kakak sepupu gue lama-lama."

"Eits, jangan dong, bro. Gue mati tanpa dia bro.."

"Alah klise, lo pikir gue percaya?"

"Lah buktinya gue gak pernah maen cewe kan semenjak sama kakak sepupu lu."

"Emang. karena lo takut gue pites. Eh, ntaran... Itu yang pake sepeda anak baru, 'kan?"

Iris Taehyung memicing melihat seorang gadis yang dengan lincahnya mengendarai sepedanya. Dan masalahnya sepeda itu seakan akan emang mau nabrak dia.

Ckiiitt!

Sepeda itu akhirnya berhenti beberapa senti didepan Taehyung. Sementara Taehyung masih terdiam kaget. Masih terngiang ngiang di pikirannya kalo dia bakal ketabrak. Jadi dia agak syok gitu.

"Fiuh, kak.. Upacaranya udah dimulai?"

Dan si pengendara sepeda tanpa merasa bersalahnya malah tersenyum pada Taehyung.

Taehyung segera tersadar ketika mendapat senggolan dari Namjoon.

Dengan cepat Taehyung melirik jam tangannnya. "Lima belas menit lagi, dek."

"Kalo gitu makasih, kak!"

Whuusss!

Dan si adik kelas lagi lagi membalap sepedanya menuju aula. Meninggalkan Taehyung yang ternyata masih menatap punggung kecil adik kelas itu.

"Woy... Kenapa lu, Taehyung?"

"Gue nemu bidadari, Joon..."

Plak!

"Woy pea! Sadar, lu! Bidadari gimana? Emang dia tau aula sekolah dimana?"

"Eh sialan sakit wey. Kampret, bener juga lo. Kejer woy kejer. Ntar kalo ada insiden telat gegara kesasar gue bakal kena amukan Yoongi."

...

Semenjak saat itu Taehyung selalu memperhatikan adik kelasnya yang ternyata bernama Jungkook itu.

Sengaja mengikutinya diam-diam ke perpustakaan. Padahal tempat itu keramat untuknya. Demi untuk melihat Jungkook yang sepertinya sangat suka suasana perpustakaan yang sepi.

Kalau mereka tidak sengaja ketemu-misalnya Jungkook yang kesulitan mengambil buku yang letaknya tinggi- Taehyung akan duluan menyapanya.

"Hai dek..."

"Hai kak..."

"Suka baca buku itu juga, ya?"

"Iya, kak."

"Wah aku juga dek..." -yang ini bohong. Taehyung lebih suka baca komik bergambar daripada buku tebal yang baru dibuka pas halaman pertama saja sudah bikin Taehyung ngantuk. Dan daripada baca komik, Taehyung lebih suka nonton drama atau acara musik sambil nyanyi-nyanyi gaje. Namanya fanboy, sih.

Setelah itu Jungkook hanya mengangguk dan pergi. Risih kali, ditatap mulu sama kakel ganteng kayak Taehyung.

Dan Taehyung cuma bisa ngehela nafasnya pelan terus ninggalin tempat itu sambil merutuki Jungkook yang emang gak peka atau peka tapi gak mau ngasih Taehyung kesempatan, sih?

Pernah sekali Taehyung minta id linenya Jungkook lewat temannya yang Taehyung lupa siapa namanya, tapi temannya Jungkook malah nyuruh Taehyung minta sendiri.

Dan Taehyung bener-bener bersyukur pas pekan seni di sekolahnya, ia disuruh nampil dengan salah satu adik kelas pilihan yang ternyata adalah Jungkook.

Semenjak saat itu, Taehyung selalu bisa berduaan sama adik kelas cantiknya. Meskipun kerjaan mereka kalo berdua ya latian atau sekedar jalan-jalan.

Hingga mereka mulai dekat setelah sukses jadi pembuka acara pentas seni dengan penampilan spektakuler yang membuat orang mengira mereka berdua pacaran karena nyanyian mereka sangat menyentuh seperti nyanyian dari hati.

Tapi tetep aja, Jungkook itu sangat sulit untuk diraih.

Kenapa? Karena Jungkook gak pernah peka.

Meski Taehyung sudah memberikan semua yang Jungkook inginkan dengan uangnya.

Tidak. Taehyung tidak mentraktir Jungkook hanya untuk mendapatkan hatinya. Taehyung tulus, bahkan jika Jungkook tidak suka padanya pun Taehyung tetap akan mentraktirnya.

Taehyung tidak pernah memikirkan uangnya. Untuk apa? Toh setiap hari akan ada uang dari kedua orangtuanya entah itu dari ayah atau ibunya yang sibuk bekerja.

...

Hari ini Taehyung sengaja menunggui Jungkook didepan kelasnya sambil mendengarkan lagu di headphonenya.

Beberapa menit kemudian, senyumnya merekah ketika melihat seseorang tas punggung berwarna merah dengan gantungan kunci bergambar kelinci lucu.

Ia segera bersiap memanggilnya, namun ia tertahan karena tiba tiba saja seorang lelaki datang merangkul Jungkook.

Dan nyeseknya, mereka berdua malah tertawa bersama.

Taehyung tidak tau siapa lelaki itu, namun karena melihat adegan tadi rasanya Taehyung sudah kehilangan kesempatan.

Dan hanya berakhir menatap punggung itu, lagi.

Dengan perasaan berbeda.

...

TBC or end?

Ehe

Makasih yg udah ngasih vote sampai sejauh ini TwT kuterhura padahal ini cerita gaje/?

Btw selamat malam minggu! XD semangat USBN buat kelas tiga SMA hari senin. Semangat USBN buat aku sendiri~