Gara-Gara Putus!
Empat
( Kukis? )
Vkook!gs
Disclaimer : FF ini punya saya. Saya update di dua tempat. Ffn dan wattpad. Anda plagiat? Wah anda tidak menghargai saya. Tokoh di ff ini bukan punya saya.
Terima kasih banyak yg sudah memberikan respon pada ff gaje ini. Saya emang selalu mengusahakan update tiap hari. Apalagi kalau banyak ide dan penyemangat dari kalian semua xD tapi kayaknya updatenya akan melambat krn besok saya sudah mulai usbn dan draft untuk chap selanjutnya belum jadi.
Sekian curcolnya.
DLDR!
Enjoy!
Kemarin pulang bareng siapa, dek?"
"Oh, kemarin bareng Kak Mingyu. Diajakin makan bareng kak. Katanya Kak Mingyu yang traktir."
"Gitu ya, dek."
Taehyung kemudian menyandarkan dirinya di kursi taman. Sebenarnya karena hari ini Taehyung tidak ikut latihan dance (katanya gak mood dan ini ada sangkut pautnya sama Jungkook yang dirangkul sunbaenya kemarin) jadi hari ini ia mengajak Jungkook untuk sekedar duduk ditaman. Untuk menghilangkan stres.
"Kita kesini untuk apa ya, kak?"
Akhirnya karena gak tahan, Jungkook pun bertanya.
"Gapapa dek. Mau ngilangin stres."
"Kakak cemburu ya, aku tinggal kemarin?" Ucap Jungkook dengan nada bercanda yang membuat Taehyung menoleh dengan cepat.
"Yak... Siapa yang cemburu, eoh? Ini gak ada sangkut pautnya sama yang kemarin..." Ucap Taehyung cepat.
"Oh, yaudah sih.."
Kemudian hening.
"Kemarin itu, Kak Mingyu nawarin katanya mau ngekopiin anime ao no exorcist season dua di hape aku, jadi aku ikut ke dia kak. Kakak gak usah cemburu, ya..."
Kemudian Jungkook tersenyum menatap Taehyung yang menatapnya.
"Diantara semua tawaran traktiran... Kalo disuruh pilih, aku lebih suka ditraktir kakak loh!"
Iya, maunya sih bukan cuma traktiran, kook. Perasaan juga gitu, maunya.
...
"Nah sudah sampai."
Jungkook yang setengah tidur kemudian membuka matanya pelan.
"Umh, ya?" Ia memandang kesekelilingnya. Kemudian ketika matanya menangkap apartemen miliknya, ia segera bergegas keluar dari mobil itu.
"Thanks ya, kak. Maaf udah ngerepotin." Jungkook membungkukkan badannya ketika telah keluar dari mobil mewah itu.
"Sana masuk, Jungkook. Istirahat yang cukup biar gak telat besok, oke?"
"Nde, terima kasih ya. Hati-hati dijalan, kak."
Jungkook kemudian memasuki apartemennya setelah Taehyung menutup kaca jendela yang tadi sempat dibukanya sedikit lalu melajukan mobilnya.
Kak Taehyung masih sama. Begitu pikirnya.
Alasan mengapa ia tak memanggil Kak Taehyung dengan panggilan sajangnim? Karena tentu saja ia masih canggung. Belum terbiasa. Lagipula Kak Taehyung gak pernah mempermasalahkan panggilan Jungkook untuknya.
Akan tetapi, tentu dihadapan banyak orang Jungkook akan memanggilnya Sajangnim. Meski aneh menurutnya. Taehyung terlalu muda untuk jadi Sajangnim.
Sesampainya dikamar, Jungkook segera mengganti pakaiannya dan membereskan make up tipisnya di kamar mandi. Kemudian bersiap siap untuk tidur.
Ketika sampai di ranjangnya, kantuknya hilang. Ia jadi terfikir panggilan Kak Taehyung untuknya tadi saat Kak Taehyung baru bangun.
Kak Taehyung tadi sempat memanggilnya Kookie?
Pertemuan pertama juga dia manggil Jungkook dengan panggilan Kookie.
Kookie itu panggilan sayang dari Taehyung untuknya.
Ia masih ingat mengapa Kak Taehyung memanggilnya Kookie saat itu.
...
Beberapa Tahun yang lalu...
Hari ini udaranya sejuk banget. Dua sejoli yang baru aja selesai latihan vokal dan akhirnya mutusin buat duduk di atap sekolah. Berduaan. Catet. Berduaan, bro.
Mana belum jadian lagi, ehe.
Taehyung duduk sambil senderin kepalanya di pundaknya Jungkook.
"Tumben bawa bekal, dek?"
"Iya kak tapi bukan makanan berat, cuma kukis aja. Mau coba?"
"Kukis?"
"Iya, kemarin malam ada kiriman ibu dari busan."
"Oh, kamu tinggal pisah gitu ya dari orangtua, dek?"
Jungkook kemudian mengangguk dan membuka kotak bekal berwarna merah bergambar iron man miliknya. "Mau coba?" tawar Jungkook lagi pada kakak kelasnya.
"Boleh. Wah, aku salah fokus sama gambar kotak bekal kamu, dek."
"Ehe, iron man kan keren, kak. Nih kukisnya, coba deh buatan ibu aku."
Dan Taehyung pun mencomot satu kukis berbentuk kelinci lucu dari kotak bekal Jungkook.
"Wuih enak dek."
"Enak, kan? Ibu aku gituloh."
Kemudian tiba tiba Taehyung duduk menatap Jungkook dangan sepotong kukis ditangan kanannya yang berbentuk kelinci namun bagian kepalanya sudah hilang.
"Kukis..." Tunjuknya pada kukis yang ada ditangannya.
"Kookie..." Tunjuknya pada Jungkook yang menatapnya bingung.
"Hah?"
"Iya dek. Akhirnya aku punya panggilan spesial buat kamu."
"Yaampun Kak Tae.."
Kemudian mereka tertawa bersama.
"Eh, bentar... Jadi aku disamain sama kukis, nih?"
"Iya, abis kamu manis sih... Sama kayak kukis ini."
...
Kookie.
Kookie.
Ternyata Kak Taehyungnya masih mengingat panggilan untuknya.
Tapi kenapa tadi Kak Taehyung memanggilnya kookie?
Tau, ah. Gak usah dipikir aja.
Nanti baper.
Jungkook pun melupakan fikirannya tadi dan kemudian menutup matanya.
Hingga beberapa menit berusaha untuk tertidur, akhirnya gadis itu pun terlelap.
...
Beberapa bulan kemudian hubungan Taehyung dan Jungkook semakin akrab.
Beberapa kali jika Jungkook tak sengaja bertemu dengan Taehyung saat jam pulang, pria itu tak segan untuk mengajaknya pulang bersama.
Jungkook juga sudah tidak kerja sampai larut malam lagi karena baru baru ini ia sudah membeli laptop baru untuk dipakainya dirumah.
Hasil dari gaji pertamanya yang membuatnya hampir serangan jantung.
Kenapa? Gajinya kebanyakan untuk pegawai biasa sepertinya.
Tapi ternyata, memang begitulah besar gaji setiap karyawan sepertinya dikantor ini. Pantas banyak yang betah kerja di kantor ini. Begitu pikirnya.
Dan Jungkook juga sudah punya beberapa teman baru disini. Salah satunya namanya Yuju. Gadis yang letak kursinya bersampingan dengannya yang hanya dipisahkan oleh lemari kecil milik Jungkook.
Gadis yang tinggi nya menjulang. Jungkook saja yang tinggi badannya lumayan hanya sampai di pipinya Yuju.
"Jungkook... Temani aku ya ke kafe seberang. Katanya disana milshakenya diskon limapuluh persen!" Sahut Yuju dengan nada semangat.
Jungkook yang mendengarnya kemudian menoleh menatap gadis yang kini memandangnya dengan semangat.
"Beneran? Diskon limapuluh persen?"
"Iya."
"Kalo gitu oke deh. Abis jam pulang kantor." Yang dibalas anggukan Yuju kemudian mereka kembali mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing.
Baru saja Jungkook akan mengetik sebuah laporan, tiba tiba ponselnya berdering.
Tanpa melihat siapa yang menelponnya, dengan cepat ia menjawabnya.
"Jungkook disini. Ada apa?"
"Bisa keruangan kakak, kookie?"
"Eh? I-iya. Tunggu sebentar."
Dan dengan cepat Jungkook pergi menuju ruangan Taehyung. Iya, yang meneleponnya tadi si bos kesayangan-ups- Kak Taehyung maksudnya. Ehe
Kriet.
"Ada apa ya, kak?"
Ketika Jungkook telah membuka ruangan itu, disana Taehyung menyambutnya dengan senyuman kemudian berjalan mendekatinya.
Dan tanpa diduga, Kak Taehyung memeluknya!
"Kookie..." Bisik pria itu sambil terus memeluknya.
"Kookie, maafin kakak. Kakak bohong selama ini."
"Bohong apa, kak?"
Lelaki itu melepaskan pelukannya kemudian menatap Jungkook dengan intens.
"Aku udah bohong kalo aku udah lupain kamu. Aku sayang banget sama kamu kookie. Aku bahkan inget setiap detik kebersamaan kita saat SMA dulu."
Kemudian pria itu menghela nafasnya.
"Balikan sama aku ya, dek."
Jungkook hanya menatap pria itu dengan pandangan bingung sementara hatinya berkecamuk dan jantungnya... Astaga berdetak begitu kencang.
"Kamu gak suka kalo liat cowo yang kayak banci karena suka boyben dan girlband, 'kan? Sekarang aku udah gak suka mereka . Sibuk sama kerjaan kantor. Gimana?"
Jungkook masih terdiam. Ia gak tau mau jawab apa.
"Kamu gak suka cowok yang suka nge dance, 'kan? Aku udah gak ngedance. Badan aku udah kaku. Sekarang aku lebih suka baca buku tebel buat nambah referensi."
Ditatap Taehyung seperti ini... Padahal udah lama banget rasanya... Tapi tetep aja Jungkook masih meleleh. Masih gak bisa ngomong apa-apa.
Kemudian pria itu kembali menarik Jungkook dalam pelukannya.
"Aku sayang banget sama kamu, dek. Gak bisa ya, aku ada di masa depan kamu?"
"Kak Taehyung..."
"Hmm? Aku terlalu maksa kamu ya, dek? Yaudah lupain a-"
"Ngga, kak."
Jungkook melepaskan pelukan mereka.
"Sebelum itu, aku pengen minta maaf. Dulu aku ngebuang kakak disaat aku udah sayang sama kakak hanya gara gara omongan orang. Padahal aku udah nyaman banget sama kakak. Maafin aku kak."
"Dan pas ketemu lagi sama kakak, aku gak bisa lupain kesalahan aku. Aku masih kebayang sama masa lalu kita. Aku masih ngerasa bersalah banget sama kakak."
Jungkook kembali menghela nafasnya. Yang entah kenapa membuat air matanya terjatuh.
"Aku ngerasa gak pantas buat kakak. Aku..."
"Sstt.. Kamu pantas.. Banget untuk kakak. Kamu yang terbaik. Kamu bener kalo memang dulu aku kayak banci." Taehyung tersenyum membuat Jungkook merasa hangat.
"Dan sekarang malah kayak bangsat..." Ucap Jungkook dengan nada setengah bercanda sambil mengusap surai Taehyung.
"Bangsat kayak gini ya, dek?"
Kemudian Taehyung menarik Jungkook kedalam ciuman panjang. Ciuman yang seakan tak ada hari esok. Ciuman yang menggebu gebu sarat akan perasaan rindu.
Ciuman yang mengingatkan Jungkook akan ciuman pertama mereka dulu yang begitu polos dan indah.
"Jungkook? Kook?"
Pluk!
Bruk!
"Jungkook, kamu baik baik aja?"
"Arrggh! Jinjjaa!"
Tapi semua itu cuma mimpi.
Jungkook mengerang kesal sambil mengucek matanya. Dapat dilihatnya Yuju yang menertawakan tingkahnya.
Dan tiba-tiba gadis itu terdiam ketika tak sengaja melirik ke belakang Jungkook. Lalu berpura-pura tak terjadi apa-apa dan kembali mengerjakan tugasnya.
Jungkook menatap Yuju bingung. Kemudian berbalik kebelakang sambil menguap pelan.
Sial, mengapa ia bisa tertidur di jam kerja seperti ini.
"Kookie, aku gak nyangka kamu bisa ketiduran di jam kerja kayak gini."
Itu... Itu suara Kak Taehyung!
Tbc or end? Ehe...
Maaf kalo chap ini kurang memuaskan. Saya tidak merevisinya krn kesandung banyak tugas TwT. Jangan lupa review ya kawan kawan! Lavlavlav
