Gara-Gara Putus!
Lima ( Baper )
Vkook!gs
Disclaimer : Cerita ini punyaku karena ini ideku sendiri. Kalo ada yg mirip gw mnta maaf mungkin sama idenya/? Tokohnya bukan punya gue. Plagiat? Anda tidak menghargai saya :(
Thanks yang masih nunggu sejauh ini padahal alurnya semakin lama semakin gaje. Semoga kalian masih betah nunggu ff ini! Jangan lupa tinggalkan jejak kalian! Biar aku jadi semangat lanjutinnya..
DLDR!
Enjoy!
.
.
Itu... Itu suara Kak Taehyung.
Mampus.
Dipecat nih dipecat.
Lagian tadi mimpinya begitu indah sekaligus laknat.
Mimpi Kak Taehyung menciumnya. Ugh.
Rasanya pengen balik mimpi aja, deh.
Mimpi lebih indah dari kenyataan soalnya.
Terus, kenapa tadi dia bisa tertidur?
"Maaf, kak. Aku gak tau kenapa aku bisa ketiduran."
"Iya, gak apa apa. Aku mau kamu keruanganku ya, sekarang." Ucap Taehyung dengan senyuman kemudian melangkah meninggalkannya.
Wah mampus ini. Kalo bukan diajak balikan kayak di mimpi tadi, ya dipecat karena tidur di jam kerja.
Positif thinking deh.
Kak Taehyung pasti pengen nembak nih. Ehe.
Oh.. Atau ada tugas kantor kali.
Kriet.
Karena terlalu sibuk berfikir, Jungkook tak menyadari sejak kapan ia sampai diruangan ini?
Ruangan Kak Taehyung seperti ruangan di mimpinya, besar dan keliatan mewah.
"Masuk, dek. Anggap ruangan sendiri." Taehyung tampak salah tingkah, pria itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Mana bisa dianggap ruangan sendiri, gak niat banget punya ruangan segede ini. Kayaknya susah deh ngebersihinnya." Gumam Jungkook pelan sambil memandang sekeliling ruangan.
Sementara Taehyung? Pura pura gak denger omongan Jungkook, sambil sedikit berdehem (supaya keliatan keren), ia kemudian duduk di kursi kebesarannya.
"Tadinya aku mau ngajak kamu ke acara reuni sekolah sekalian acaranya ketos kita dulu." Kemudian Taehyung tersenyum melihat Jungkook yang masih setia berdiri di dekat pintu ruangannya.
"Duduk gih, dek. Biar enak ngomongnya."
"E-eh... Iya kak." Lalu dengan segera Jungkook duduk tepat di hadapan Taehyung.
Taehyung kembali berdehem satu kali kemudian bersandar di kursinya. "Tapi kamu kayaknya tadi bikin kesalahan dan aku pengen ngasih kamu sanksi atas kesalahan kamu yang tidur disiang hari."
Jungkook langsung kaget. Ia yang daritadi menunduk lalu mendongak menatap Taehyung.
"Pe-pemotongan gaji ya, kak?"
Dan Taehyung langsung tertawa mendengar pertanyaan polos Jungkook. "Aku gak bilang hukumannya pemotongan gaji kali, dek."
"Terus apa, kak?"
"Jadi temen aku datang ke pesta itu ya, dek? Gak boleh nolak. Ini hukuman." Ucap Taehyung dengan nada setengah bercanda.
"Iya kak. Dari pada gaji aku yang dipotong, kan."
Jungkook kemudian mengangguk. Dia sih gak ada masalah. Gaji nya bulan lalu masih ada sisa banyak di tabungan kantornya. Cukuplah buat beli dress baru.
Jungkook kemudian berfikir, apakah ini ajakan kencan? Apakah pria didepannya ini sedang mengajaknya untuk pedekate ulang? Aih. Jungkook jadi tidak sabar.
...
Beberapa tahun yang lalu..
Jungkook masih ingat saat dulu Taehyung yang selalu diam diam meliriknya. Diam diam mengikutinya ke perpustakaan. Tapi Jungkook gak pernah peduli, sih.
Toh, Jungkook orangnya cuek gitu.
Sampai suatu hari tiba-tiba saat dia nongkrong sama teman kelasnya dikantin, Kak Yoongi datang lalu menghampirinya dan bilang, "lo tau gak temen gue suka sama lo." Otomatis dia kaget, kan.
"Kak Yoongi salah orang, kali." Ucap Jungkook dengan nada setengah bercanda.
"Yailah. Lo bikin mood temen gue ngedown gegara lo kemarin jalan sama cowok lain." Nih kakak kelas ngomong gak bisa disaring, ya? Orang yang dibilang cowok lainnya ada disini. Iya, si Mingyu ada disini lagi nongkrong sama temen temen Jungkook.
Sepertinya Jungkook mulai paham siapa yang di maksud Yoongi. Dan teman temannya sepertinya paham. Buktinya, temen temennya semuanya natap Jungkook dengan pandangan menggoda, gitu.
"Ya, pokoknya kalo lo suka sama temen gue, jangan bikin mood dia turun kek gini,lah. Tugas kelompok gue gak jadi jadi nih." Kemudian waketos cantik tapi bermulut tajam itu pergi meninggalkan mereka.
Jungkook kemudian menghela nafasnya, berbalik memandang teman-temannya.
"Susah emang ya, jadi kecengan kakak kelas."
"Halah, kakak kelas cupu gitu. Masa diwakilin sama temen cewenya buat ngomong sama si Jungkook."
"Iya, Jungkook. Emang sih kak Taehyung tampan tapi kelakuannya gak laki."
Dan kuping Jungkook jadi panas denger temennya ngomong soal Taehyung.
"Mending jadian sama gue deh, Kook. Kan kalo lo jadian sama gue lo bakal bebas dari kakel yang lo bilang selalu ngikutin lo."
Brak!
"Enak aja, dia bank berjalan gue!" Sahut Jungkook emosi tapi entah kenapa kata itu yang keluar dari mulutnya.
Kemudian berdiri meninggalkan mereka semua.
Jungkook juga bingung kenapa ia kesal ketika mendengar temannya membicarakan kejelekan Taehyung.
Yaudah, sih. Jungkook tuh cewe peka. Dia tau kok kalo kakak kelasnya naksir dia. Meski taunya pas baru baru ini pas abis nampil di pentas seni.
Itupun karena denger gosip dari kakak kelas sama adik kelasnya.
Sebenarnya, Jungkook itu peka gak sih?
Tau, ah. Dia juga bingung.
Dan yang dibingungin sekarang malah muncul didepannya sambil senyum lebar.
"Bentar pulang bareng gue ya, dek."
Lah, katanya kak Yoongi tadi kak Taehyung gak mood?
Terus sekarang Kak Taehyung nyapa dia dengan senyum lebar, kan? Emangnya Kak Taehyung kalo gak mood itu kayak gini, ya?
Sementara itu, Yoongi dan Jimin tersenyum di pojok sana ngeliat mereka berdua.
"Yeokshi, pacar gue dan mulut pedasnya..."
Plak!
"Emang gue pacar lo? Mana mau gue sama cowo manja kayak lo."
...
Jungkook sedang menyesap milshake coklatnya sambil tersenyum. Didepannya, Yuju juga sedang menyesap milshake oreo miliknya.
"Jadi sejauh mana hubungan lo sama kak Taehyung?"
"Kepo." Balas Jungkook singkat, sambil senyum mengejek.
"Aish, lo gak tau aja gosip kalian itu udah jadi rahasia umum kantor."
"Jangan jangan ini alasan lo ngajakin gue kesini."
"Ehehehe, ngga juga sih. Tapi sekalian gitu."
"Gue gak ada hubungan apa-apa sama Kak Tae. Cuma temen SMA doang."
Yuju menatap Jungkook curiga, "Terus kenapa lo bisa sedekat itu kalo cuma temen SMA doang?"
Jungkook tampak berfikir sejenak, "Um, karena gue baik? Cantik? Polos?" Sahutnya Ge-er yang dihadiahi jitakan oleh Yuju.
Kemudian bel kafe itu berbunyi pelan menandakan adanya pengunjung baru yang datang. Jungkook yang duduk di pojok langsung bisa melihat siapa yang datang barusan.
Itu Kak Taehyung sama... Cewe cantik?
Duh, kenapa kayak ada perih-perihnya gitu ya, di jantung Jungkook? Kayak ada yang nusuk gitu. Sakit tapi gak berdarah.
Mana mereka saling senyum, lagi.
Taehyung emang baik sama semua orang. Selalu senyum sama semua orang, apa selama ini Jungkook aja yang terlalu kegeeran kalo Taehyung ada rasa sama dia?
Kemudian Taehyung dan cewek itupun duduk dipojok kafe tapi jauh dari Jungkook. Disisi yang berbeda. Tapi Jungkook masih bisa ngeliat jelas kok dari sini. Kalo mereka saling tertawa dan sesekali Taehyung mengusap kepala gadis itu.
Duh, mesranya.
"Liat apaan sih, Kook?" Yuju langsung ngikutin pandangan Jungkook.
"I-itu bukannya..."
Lain dengan Yuju yang syok, Jungkook malah senyum tipis buat nutupin sakit hatinya sih sebenernya.
"Kan gue udah bilang, Ju. Kalo gue sama Kak Taehyung gak ada apa apa. Sekarang udah terbukti, kan?"
Jungkook kemudian menghabiskan dengan cepat Milkshakenya (patah hati boleh, jangan sampai bikin rugi.) lalu membayar milkshake nya dan pamit pulang duluan sama Yuju.
Katanya ada urusan penting. Yuju cuma ngangguk doang, lagian milkshakenya belum abis. Mau nambah satu lagi, katanya.
...
Dan urusan yang dimaksud Jungkook ke Yuju itu yang bikin Jungkook sekarang ada disini.
Di salah satu pusat perbelanjaan. Memilih milih baju yang rencananya bakal dipake ke acara reuni.
Meski marah sama Kak Taehyung, Jungkook juga gak harus membatalkan janjinya buat pergi sama sama ke acara itu, kan?
Terus dia gak harus nangis nangis gara gara liat Kak Taehyung jalan sama cewe, kan?
Lagian, dia siapanya Taehyung? Cuma mantan adek kelas yang merangkap jadi mantan pacar. Itupun udah lama banget. Dianya aja yang masih baper.
Akhirnya setelah beberapa jam disini sampai mall udah mau tutup, dia nemu baju kesukaannya. Warnanya merah. Sederhana sih, untuk ukuran dress. Tapi entah kenapa baju ini udah nyangkut di hatinya.
Tapi masalahnya, harganya.
Emang ya, harga itu gak pernah bohong. Jadinya, Jungkook cuma ngelus tuh baju sambil ngegumam dalam hati, "besok lo bakal jadi milik gue. Gue bakal pinjem uang dimana aja."
Gini nih, cewe kalo udah nemu baju yang dia suka.
Dan kemudian Jungkook pulang dengan tangan kosong, sambil jalan kaki. Ngeliat ada supermarket masih buka, akhirnya dia nyempetin buat belanja.
Perutnya udah keroncongan. Isinya cuma milkshake doang yang dia minum tadi sore.
Irisnya berbinar ketika melihat ramen instan ekstra pedas. Dengan segera ia membeli kemudian mutusin buat makan disana.
Setelah ramennya jadi, dia duduk di bagian luar supermarket itu, dikursi sama meja yang emang udah disediakan. Ditemani sama dua mangkuk ramen instan, nasi instan sama dua susu kotak rasa stroberi ukuran sedang. Kan mantap tuh.
Lagian alasannya milih makan disini tuh, karena diapartemennya gak ada makanan. Persediaan makanan udah abis. Dia belum sempat belanja. Lagian buat apa juga ngisi dapur? Orang dia hampir ngabisin waktunya seharian diluar rumah. Tamu sama kenalan juga gak ada, palingan kalo ada Jungkook ngajak ketemu diluar aja.
Lain persoalan sih kalo ibunya yang dateng.
Ibunya biasanya datang pas akhir tahun doang. Datangnya bareng papi tercinta. Dan saat itulah persediaan dapurnya penuh. Karena oleh oleh dari ibunya.
Setelah ngabisin ramen dua cup plus nasi instan plus susu kotak rasa stroberi ukuran sedang dua kotak ( makannya banyak, maklum lagi galau, kalo gak galau bisa nambah dua kali lipat sih, sebenernya) Jungkook pun pulang dengan jalan kaki. Lagian apartemennya udah dekat dari sini.
Sampai di apartemennya, ia pun dengan cepat membuka pintunya. Tapi gak sengaja kakinya nyenggol sesuatu. Jungkook pun nunduk buat ngambil tuh benda.
"Dipake buat reuni. Biar gak kalah cantik sama yang diacara nanti." Barusan Jungkook ngebaca surat yang ditempel di karton gede yang dia senggol tadi.
Pasti dari Kak Taehyung.
Jungkook cuma ngehela nafasnya. Abis bikin galau, nih kakak bikin dia terbang lagi.
Gausah baper lah, lelah dibaperin.
TBC or END?
Semangat USBN nya bagi yg menjalani kayak aku! FIGHTING!
