Gara Gara Putus

Enam

( Rencana )

Vkook!gs

Disclaimer : Cerita ini murni ide gaje dari otakku. Punyaku. Milikku. Kecuali tokoh yang ada didalannya jelas itu bukan punyaku/?

Thanks yang udah baca ceritaku chap lalu! Yg udah ninggalin jejak muaacch :v semoga kalian tetap suka ff ini ya. Meskipun chap ini agak gaje :)

DLDR

Enjoy!

.

Kak Taehyung emang kejam.

Tapi lebih kejam Jungkook sih, yang mutusin Kak Taehyung dengan alasan gak jelas.

Jungkook terus memandang kotak karton berukuran cukup besar ditangannya tanpa membukanya.

Maksudnya apa coba? Mau bikin Jungkook tambah baper karena dikasih hadiah kejutan gini dirumahnya?

Sudahlah. Ini juga kesalahan Jungkook. Andai saja dia gak mutusin Kak Taehyung dulu. Pasti sampai sekarang mereka akur-akur aja. Siapa sih yang gak ngerasa beruntung kalo pacaran sama Kak Taehyung?

Kecuali cewe bego kayak Jungkook, kan? Gadis itu meringis mengingat kebodohannya.

Ditaruhnya kotak itu diatas tempat tidurnya.

Pelan-pelan ia berjongkok dibawah tempat tidurnya, mencari benda yang sudah lama disembunyikannya.

Benda berupa kotak berwarna merah yang didalamnya terdapat album foto. Kemudian dibukanya album foto itu dengan pelan.

"Untuk Kookie tersayangnya Taehyung..."

...

Beberapa Tahun yang lalu...

"Iya, ma. Jadi kita dikasih tugas buat bikin coklat dihari valentine. Aku gak tau cara bikinnya."

"..."

"Harus buatan sendiri, ma. Lagian mahal juga kalo beli yang jadi."

"..."

"Ngga, ma. Jungkook gak punya pacar. Ini tugas sekolah. Jadi bahannya cuma ini doang, ma?"

"..."

"Oke. Nanti kalo ada masalah aku bakal telpon lagi."

Fiuh. Jungkook kemudian menaruh ponselnya dan menatap resep ditangannya.

"Ini biayanya berapa, ya? Bisa cukup gak ya dengan uang tabungan ku?" Ia lalu membuka celengan berbentuk stroberinya dengan pisau hingga uang yang ada didalamnya mulai berjatuhan.

"Banyak juga. Mungkin gara gara keseringan ditraktir Kak Taehyung jadi uang jajanku tersimpan gini." Jungkook tersenyum kemudian memungut satu persatu uangnya lalu menghitungnya.

Setelah selesai menghitung uangnya, ia segera memasukkannya di dompet kemudian bersiap siap keluar menuju supermarket didekat apartemennya berbelanja untuk membuat coklat buatannya sendiri. Ia tersenyum memikirkannya.

Tap!

"Sedang apa kamu?" Taehyung mengintip kegiatan Jungkook.

"Kak Tae!" Jungkook langsung melompat kesamping karena kaget tiba tiba saja ada Taehyung disampingnya.

"Pintu apartemen kamu terbuka. Jadi aku langsung masuk aja." Tunjuk Taehyung pada pintu apartemen Jungkook yang memang terbuka. Haish. Pasti tadi ia lupa menutup kemudian menguncinya. Dasar ceroboh.

"Lain kali kalo masuk, bilang permisi dulu dong. Biar gak ngagetin gitu." Ucap Jungkook kemudian meneruskan kegiatan bersiap siapnya.

Taehyung kemudian melangkah duduk di kursi tepat dibelakang Jungkook yang sedang bercermin dan memoleskan bedak tipis di wajahnya.

"Mau kemana sih? rapi banget." Taehyung menatap gadis itu dengan pandangan bertanya.

"Mau kencan sama cowo lain. Bosan kencan sama kakak." Jawab Jungkook dengan nada bercanda.

"Oh, yaudah. Aku tadi mau neraktir kamu tapi gak jadi karena kayaknya kamu lebih milih pergi sama cowok lain." Balas Taehyung dengan nada santai. Ia tau perkataan Jungkook tadi cuma bercanda.

Jungkook langsung membulatkan matanya. "Abis dapat kiriman lagi, kak?" Kemudian menatap Taehyung dengan pandangan berbinar.

"Menurut kamu?"

"Yaudah batal deh kencan aku sama cowo lain. Aku perginya sama kakak aja." Jungkook langsung duduk di samping Taehyung sambil menampakkan senyuman dan puppy eyesnya.

Taehyung kemudian tersenyum tipis. "Kalo traktiran aja, cepet."

"Yuk, kak!"

Dan siang itu mereka lewati dengan berjalan jalan di mall. Mereka baru saja keluar dari bioskop setelah nonton film terbaru yang kalo mau nonton aja, antriannya panjang banget.

Jungkook melingkarkan tangannya di lengan Taehyung, sesekali tersenyum tipis menatapnya. Hatinya seneng banget hari ini. Kak Taehyung udah tampang cogan, banyak duit, baik pula. Kak Taehyung emang paket lengkap buat Jungkook.

"Kamu laper gak, kookie?"

Jungkook hanya menggeleng. "Gak laper Kak Tae. Tapi aku mau makan eskrim aja."

"Dikedai yang biasa?" Jungkook mengangguk cepat mengiyakan pertanyaan Taehyung.

"Yaudah, ayo." Dengan segera mereka menuju ke salah satu kedai eskrim kesukaan Jungkook di mall ini.

"Taehyung!"

Mereka refleks berbalik ketika melihat sepasang manusia yang kayaknya juga lagi kencan.

"Jimin?" Nah, semenjak Yoongi sama Jimin resmi jadi pasangan cimit cimit, Taehyung jadi lumayan akrab sama Jimin. Apalagi Jimin jago nge dance. Kerjaannya dia nge street dance di Hongdae kalo gak sibuk. Jadi mereka kalo bicara nyambung gitu.

Nah Jungkook yang kebingungan di samping Taehyung, menatap dua orang didepan mereka.

"Kak Yoongi, 'kan?" Sahut Jungkook dengan raut wajah polosnya.

Yoongi langsung mendelik menatap Jungkook. Jangan sampai Jungkook mengatakan pada Taehyung kalo tempo hari Yoongi yang datang terus marah marah ke Jungkook. Bisa bisa persahabatan mereka sejak masih popok itu hancur. Aih, lebay.

Sementara Jimin, paham dengan keadaan ia segera angkat bicara, "Iya, kamu Jungkook, 'kan? Pacarnya Taehyung? Wah selamat kalian! Udah jadian sebulan tapi gak pernah ngasih peje ke kita. Iyakan, Yoongi?"

Taehyung kemudian tertawa. "Kalo mau traktiran, sini ikut kita."

"Gausah. Lain kali aja, Tae. Aku sama tuan putri udah mau pulang. Dia ngantuk katanya." Jawab Jimin sambil melirik gadis disampingnya. Jimin senyum sampai matanya ilang. Manis banget.

Sementara Yoongi, dia cuma diem merhatiin mereka. Begitu juga Jungkook.

"Yaudah, kita permisi ya. Kalian kencannya jangan lupa waktu." Lanjut Jimin lagi kemudian menepuk pundak Taehyung kemudian menarik tangan Yoongi pelan.

Sepeninggal mereka, Jungkook melirik Taehyung. "Kak? Jadi makan eskrimnya?"

"Jadi, dong. Ayo kookie."

Dan disinilah mereka sekarang, disebuah kedai eskrim yang cukup rame. Banyak yang memilih nongkrong disini sambil makan eskrim karena eskrim yang disajikan beragam.

Terus disana itu tokonya keren. Bernuansa anak muda, emang terus ada live musik nya.

Sampai disana, mereka segera duduk di kursi paling ujung yang emang kebetulan kosong dan hanya cukup buat dua orang. Pas banget, padahal Jungkook kira dia gak bakal kebagian tempat karena disini itu ramai banget.

Dengan segera seorang pelayan menghampiri mereka kemudian tersenyum ramah sambil memberikan menu.

Jungkook menatap menu ditangannya dengan tatapan berbinar. Membuat Taehyung yang sedari tadi menatapnya sedikit tersenyum kecil.

"Jadi anda ingin memesan apa?" Tanya si pelayan dengan nada ramah. Dengan segera Jungkook menyebutkan eskrim kesukaannya. Cookiestrawberry ice cream. Eskrim rasa stroberi dengan taburan potongan kukis diatasnya. Tipikal Jungkook sekali. Sementara Taehyung memesan eskrim matcha kesukaannya.

Kemudian pelayan itu pamit setelah mengatakan pada mereka kalau pesanan mereka akan datang dalam sepuluh menit.

Setelah pelayan itu pergi, Taehyung kemudian berdehem satu kali kemudian meraih tangan Jungkook, menggenggamnya erat erat. Jungkook tentu saja kaget kemudian gadis cantik itu memperhatikan Taehyung yang kini menatapnya serius.

"Kookie, kakak pengen bilang sesuatu."

Kan, kalo Kak Taehyung serius gini, dia tambah ganteng keliatannya. Pikir Jungkook.

"Kakak pengen bilang apa?"

"Duh, gimana ya..." Taehyung kemudian melepaskan genggamannya pada tangan Jungkook kemudian bersandar di kursinya.

"Bilang aja kak, gapapa kok."

"Aku bakal ikut audisi. Kalo lolos aku syukur gak ninggalin kamu karena pasti aku tetep di Seoul meskipun aku jadi trainee."

Jungkook menatap pria didepannya kemudian mengangguk.

"Oke kalo gitu. Aku doain kakak jadi artis terkenal." Jungkook tersenyum sampai menampakkan gigi kelincinya.

"Tapi dek... Kalau misalnya gak lolos, aku harus keluar negeri tinggal sama appa. Dia nyuruh aku buat tinggal sama dia sekalian bantu dia ngurus perusahaan. Aku gak bisa nolak permintaan Appa. Jadi aku pikir kalo aku lolos aku punya alasan buat nolak permintaan Appa tapi-"

"Aku yakin kamu lulus kok, kak." Sahut gadis itu sambil mengangguk tulus.

"Lagian aku gak suka ldr-an." Lanjut Jungkook sambil mengedipkan matanya pada Taehyung.

Taehyung kemudian tersenyum. Lalu pria itu mengusap kepala Jungkook pelan. "Bisa aja kamu, dek."

"Ini pesanannya Tuan."

Kemudian mereka menyantap eskrim mereka masing masing sambil sesekali bercanda tawa.

...

"Gak usah di apartemen Kak, didepan supermarket itu aja."

"Mau beli apa, dek?"

"Urusan cewe. Pokoknya di depan supermarket aja, ya!"

"Jangan kelamaan di supermarket. Ini udah malem. Sampe dirumah langsung telpon aku, oke?"

Jungkook kemudian mengangguk.

Taehyung menghentikan mobilnya tepat didepan supermarket 24 jam. Jungkook segera membuka pintu mobil "Kalo gitu, aku pulang dulu ya, kak. Kamu hati hati."

Cklek.

"Jungkookie, tunggu."

Baru saja ia akan keluar dari mobil Taehyung segera menariknya. Lelaki tampan itu menariknya kedalam pelukan. Pria itu memeluknya dengan sangat erat.

"Aku sayang banget sama kamu, dek. Aku takut pisah sama kamu."

Jungkook tersenyum dalam pelukan mereka. Menghirup aroma kakak kelas yang sangat disukainya. Pelukan ini membuatnya nyaman. Rasanya ia tak ingin pelukan ini segera berakhir. Namun, ia harus menelan kekecewaan ketika Taehyung melepaskan pelukan mereka kemudian mencium dahinya.

"Makasih, ya.. Dek."

TBC

Maaf kalo chap ini mengecewakan. Saya selalu mau bikin klimaks/? Tapi malah akhirnya gini. Ainq kudu otokeh/? Abis ini pasangan vkook manis banget/? Syudahlah. Ini chap yg dibuat dgn cepat tanpa revisi xD

Maaf klo ada typo. Nantilah sy edit/?

Sampai jumpa di chapter depan! Semangat usbn! xD