Gara Gara Putus!

Tujuh ( Kasih Sayang )

Vkook!gs

Disclaimer : Cerita ini milikku dan hanya di publish di dua tempat. Wp dan ffn. Semua ide yang ada didalamnya murni pikiranku atau terinspirasi dari sesuatu. Tokoh didalam cerita bukan milikku. Plagiat? Anda jahat :v

Thanks yang sudah baca dan memberikan jejak diceritaku. Tetap berikan jejak kalo kalian suka biar aku jadi semangat updatenya! Semua review udah aku baca dengan sepenuh hati xD

DLDR

Chap ini full flashback. Maaf kalo hasilnya agak mengecewakan.

Enjoy!

.

Hari ini tepat empatbelas februari. Dimana kata orang orang hari ini itu hari kasih sayang. Beruntungnya, hari ini itu hari minggu. Jadi hari ini pagi-pagi sekali Jungkook sudah berkutat di dapur. Membuat coklat.

Kenapa bikinnya pas hari kasih sayang?

Karena katanya biar nge-feel. (Padahal aslinya karena hari ini Taehyung gak bakal dateng tiba tiba di apartemennya kayak kemarin-kemarin karena sibuk audisi. Iya, audisinya pas hari kasih sayang.)

Jungkook saat ini tengah mengaduk coklatnya yang sepertinya sudah mulai matang. Di meja sudah disiapkan cetakan berbentuk love dan berbagai macam bentuk cetakan lain yang lucu yang Jungkook beli beberapa hari yang lalu.

Setelah dirasanya, cukup matang, Jungkook segera menuang coklat di cetakan kemudian memberinya potongan buah stroberi dan ada juga beberapa yang dikasih krim stroberi Jungkook gak tau gimana rasanya, ia hanya bereksperimen. Semoga Kak Taehyung suka.

Iya, coklat-coklat ini nantinya buat Kak Taehyung yang katanya bakal dateng (kalo sempat) pas pulang dari audisi.

Kalopun Kak Taehyungnya gak dateng, besok dia bakal bawain coklat ini buat dia. Jungkook udah beli kotak coklat cantik berwarna merah. Uang di celengannya udah abis gara gara nyiapin ini semua.

Setelah itu ia mendinginkan coklatnya dulu sebelum memasukkan coklat itu kedalam kulkas mininya.

Jungkook mengelap keringat di keningnya setelah menyelesaikan coklatnya. Akhirnya jadi juga.

Gadis itu melirik jam dinding di rumahnya. Udah jam tiga sore. Kemudian irisnya melirik ruang dapur kecilnya yang didalamnya udah ada meja buat makan. Semuanya keliatan kotor banget. Noda kecoklatan ada dimana-mana.

Kayaknya Jungkook belum boleh istirahat sebelum rumahnya bersih kembali. Fiuh. Hari yang melelahkan.

...

Jam delapan malam ponselnya berdering. Saat ia lagi sibuk-sibuknya nonton salah satu anime kesukaannya di ponselnya. Judulnya Kimi no Nawa. Ini tuh anime yang udah ditunggu Jungkook buat rilis dan dia baru dapet kopiannya kemarin. Jadi, dengan kesal Jungkook akhirnya ngangkat telepon itu.

"Halo?" Sahut Jungkook dengan nada sedikit ketus. Dia gak tau siapa yang nelpon. Tadi pas bunyi, ia langsung ngangkat telponnya.

"Halo, kookie? Aku baru pulang, dek. Tadi mau mampir kerumahmu tapi liat jam ternyata udah kemaleman. Takut ngeganggu."

Aduh, ternyata pacar yang ditunggu-tunggu daritadi buat nelpon.

"Iya, kak. Gapapa." Ucapnya sambil melirik kotak berbentuk love yang akan ia isi dengan coklat buatannya. Seketika rasa kesalnya hilang tergantikan dengan rasa kecewa. Kecewa karena seharian gak pernah ketemu Taehyung. Kan Jungkook, kangen.

Lagian coklat buatannya ini belum terlalu keras. Belum jadi coklat. Masih perlu di dinginkan biar enak. Begitu pikirnya. Sedikit menghibur dirinya.

"Tapi aku udah nyuruh orang rumah tadi buat ngantar hadiah buat kamu. Coba kamu cek."

Dengan segera Jungkook berlari kemudian membuka pintu apartemennya, ia berjongkok dengan ponsel yang masih menempel di telinga ketika melihat sebuah kotak berwarna merah di lantai depan pintu apartemennya.

"Apa ini, kak?" Ujar Jungkook sambil mengambil kotak itu membawanya masuk setelah sebelumnya menutup pintu dan menguncinya.

Terdengar suara menguap dari ujung sana. Pasti Taehyung capek sekali setelah ikut audisi. "Liat aja sendiri ya dek. Semoga kamu suka. Sudah dulu yah dek.."

"Iya kak. "

Padahal Jungkook masih pengen denger suaranya Kak Taehyung tapi kayaknya dia capek banget.

Diperhatikannya kotak itu kemudian dengan penasaran ia membukanya.

Jungkook tersenyum melihat isinya.

Sebuah album foto.

Dengan pelan dibukanya album foto itu.

"Untuk Jungkookienya Taehyung yang tersayang.. I love You Kookie." Begitu tulisan depannya ketika ia membuka foto itu.

Dihalaman pertama ia dapat melihat dirinya yang ikut upacara pembukaan pas baru masuk sekolah dulu.

"Hari pertama dimana aku merasa kalo aku ketemu bidadari..."

Kemudian Jungkook membuka beberapa halaman berikutnya. Album foto itu berisi kebanyakan foto-foto Jungkook yang diambil secara gak sengaja baik pas mereka belum jadian hingga mereka udah jadian.

Jadi Kak Taehyung udah lama banget suka sama Jungkook. Dan Album ini tuh bener bener nyeritain perjuangan Kak Taehyung yang cuma ngeliat Jungkook dari jauh.

Duh, Jungkook jadi baper gini dikasih hadiah yang manis banget. Apalah Jungkook yang cuma bikin coklat biasa untuk Kak Taehyung. Hadiah darinya sama sekali gak sebanding sama hadiah yang dikasih sama Kak Taehyung.

Tapi, selain baper Jungkook juga kesal sendiri. Ada beberapa foto yang diambil Kak Taehyung dan disitu dia jelek banget. Pokoknya dia besok akan protes pada pacar gantengnya itu.

...

Esok harinya, Kak Taehyung ngebangunin Jungkook dan udah ada didepan apartemennya pagi banget.

Jungkook yang semalem begadang nonton anime jadi kesal banget. Dengan emosi ia membuka pintu apartemennya yang disambut senyuman kotak Taehyung.

Jungkook cuma ngehela nafasnya kemudian beranjak ke tempat tidur buat tidur lagi.

"Yak! Mandi sana dek."

Taehyung ngikutin Jungkook ke ranjangnya kemudian menarik selimut tebalnya.

Dan Jungkook malah membalikkan tubuhnya kemudian menarik selimutnya menutup wajahnya dengan bantal dan selimutnya.

"Bangun dek, udah pagi ini." Ucap Taehyung sambil terus mengganggu Jungkook dari mulai menarik selimutnya, menggelitiki kakinya, menarik telinganya, hingga Jungkook kemudian bangun dengan kesal setelah lelah dengan gangguan kakak kelasnya itu.

"Memangnya sekarang sudah jam berapa, sih?"

Sementara Taehyung tampak fokus dengan wajah Jungkook yang membengkak terutama matanya yang memerah dan sisa sisa jejak air mata disana.

"Lah, kamu semalem abis nangis, dek? Emang hadiah dari aku sedahsyat itu, ya?"

"Boro-boro. Aku abis nonton kimi no nawa semalem. Sialan aku jadi baper gini. Udah jam berapa kak?" Bahkan suaranya Jungkook serak banget. Nyaris ilang.

"Jam tujuh." Taehyung menjawab dengan santainya. Kemudian tertawa melihat Jungkook yang sedetik kemudian setelah mendengar perkataan Taehyung tiba tiba terbangun lalu lari terbirit birit ke kamar mandi.

...

"Harusnya kalo ngebangunin itu langsung sebutin jam aja. Gak perlu gangguin aku sampai telat kayak gini." Taehyung cuma tersenyum tipis mendengar ocehan adik kelasnya.

Jadi mereka berdua lagi ada di depan gerbang sekolahnya yang udah ditutup. (Mereka masih di dalem mobil, sih. Karena biasanya emang Taehyung memarkir mobilnya didalam sekolah.) Jadi mereka gak bisa masuk karena emang udah telat banget. Apes banget, lah.

"Yaudah kita jalan aja yuk, dek."

Yaudahlah. Sekali-kali bolos kayak gini gak apa-apa, kan? Lagian udah gak bisa masuk juga. Mending nikmatin aja.

Jungkook mengangguk, "Asal ke tempat yang asik aja." Jawabnya sambil menatap Taehyung.

Lalu kemudian Taehyung mulai menjalankan mobilnya meninggalkan sekolah.

Jungkook yang sedari tadi memeluk tasnya, (yang emang udah jadi kebiasaannya kalo lagi naik mobil gini) akhirnya baru sadar kalo ada yang kelupaan.

"Kak, berenti bentar deh."

'Semoga aja semalam aku masukin coklatnya kedalam tas.' Gumam Jungkook dalam hati.

Taehyung kemudian menepikan mobilnya sambil menatap Jungkook yang sibuk mengacak acak tasnya seperti mencari sesuatu.

Dan melihat senyum Jungkook, Taehyung jadi yakin kalo gadis itu udah menemukan barang yang ia cari.

"Nih." Gadis itu kemudian memberikan sebuah kotak berbentuk love berwarna merah pada lelaki yang sudah resmi menjadi pacarnya beberapa bulan lalu.

Pria disampingnya kemudian tersenyum menerima kotak itu.

"Cantik dek. Bungkusnya kayak kamu banget."

Taehyung lalu membuka pita dari kotak itu dan membuka penutup atas hadiah itu.

"Coklat?" Gumamnya sambil mengambil salah satu coklat berbentuk love yang sudah disusun rapi oleh Jungkook. Iya, isi dari kotak itu adalah coklat coklat ukuran kecil yang bentuknya berbagai macam.

Lelaki tampan itu kemudian menggumam 'enak' saat memakan coklat yang ternyata memiliki krim stroberi leleh didalamnya.

"Aku sendiri yang ngebuat coklat itu, loh. Hm, emang sih gak seenak yang dijual di toko-toko. Atau yang kayaknya udah menuhin loker kamu disekolah, tapi aku ngebuatnya-"

"Aku gak peduli, dek." Taehyung kemudian mengunyah satu lagi coklat berbentuk kelinci itu. "Ini adalah coklat terenak yang pernah aku makan." Pria tampan itu tersenyum membuat Jungkook entah kenapa bersemu merah.

Gadis itu kemudian memainkan ponselnya untuk menghilangkan rasa bosannya.

Drrt!

Ponselnya bergetar. Rupanya ada yang mengirimkan pesan ke salah satu chat groupnya.

"Kook, kamu pacaran sama calon anak boyben?"

"Wah beneran Jungkook pacaran sama calon anak boyben?"

"Iya, denger denger dia fanboy."

"Lah, bukannya fanboy itu rata rata banci gitu, ya?"

"Tau deh, si Jungkook mana ini. Kita harus lurusin otaknya kali."

Jungkook cuma menghela nafasnya. Haish. Siapa yang ngasih tau temen temen grup grup animenya yang anti sama boyben girlband?

Sepertinya kalo ketemu mereka Jungkook bakal ditanyain ini itu, deh.

...

TBC or END?

...

Mungkin, chap ini dan chap depan bakal full of flashback. Oh iya, semua yg aku singgung di cerita ini dan semua gaya bahasaku sama sekali gak bermaksud menyinggung pihak manapun ya.

Tetap tunggu chap selanjutnya! Lavlavlav

Thanks bagi yg udah ngga nge-silent rider karena udah menghargai karya yg gaje ini.