Gara Gara Putus!

Delapan

Vkook!gs

Disclaimer : FF ini seluruh idenya murni milikku tapi tokohnya bukan milikku. Plagiat? Kayaknya anda gak berniat buat nge plagiatin ff gaje ini, kan?

Thanks udah baca cerita akuu maaf sampai chap ini belum sempat membalas review kalian.. Tapi aku selalu baca loh review kalian! Berulang ulang xD Thanks yaa yg udah setia membaca ff inu sampai sejauh ini! Semoga kalian gak bosan!

DLDR!

Enjoy!

.

.

"Kita kerumah aku aja yuk, dek." Ucap Taehyung tiba-tiba, membuat Jungkook menoleh dan cepat cepat memasukkan ponselnya kedalam tas.

"Iya terserah Kak Tae aja."

"Oke, tolong pegangin ini ya, dek."

Jungkook kemudian mengambil kotak coklat itu dan menyandarkan dirinya di kursi penumpang, menatap keluar jendela. Mencoba melupakan percakapan temannya tadi.

Dia pikir, untuk apa ia memikirkan pendapat mereka, toh mereka cuma menilai dari sisi jeleknya aja. Mereka gak tau Kak Taehyung itu kayak gimana. Mereka cuma teman komunitas. Mereka gak bisa mengatur Jungkook tentang dengan siapa Jungkook berpacaran.

"Dek, lagi mikirin apa, sih?" Taehyung menoleh sebentar menatap Jungkook sebelum mengalihkan pandangannya ke jalan raya didepannya.

Jungkook cuma menggeleng, "gak kok, kak. Cuma masalah temen sekomunitas doang."

"Gitu, ya."

Kemudian kembali hening. Mungkin karena mood Jungkook yang menurun hingga biasanya ia yang banyak tanya menjadi pendiam seperti ini.

Taehyung meraih tangan Jungkook dan menggenggamnya erat. Membelai tangan yang begitu pas di genggamannya dengan ibu jarinya dengan lembut. Membuat Jungkook berbalik menatapnya.

"Ada yang ngeganggu pikiran kamu, dek?" Taehyung bertanya dengan nada lembut. Yang dibalas Jungkook dengan senyuman tipis. "Gak ada apa apa kok, kak. Tenang aja."

"Kalau ada apa apa bilang ya, dek. Aku ngerasa gak berguna kalo gak bisa bantu masalah kamu." Taehyung menatap Jungkook dengan tatapan lembutnya.

"Iya, kak." '-kalau aku bisa juga pasti aku bilang. Cuma aku takut aja ntar kalo aku jujur itu bakal lukain kamu.' lanjut Jungkook dalam hati.

Kemudian mobil mewah itu memasuki kawasan perumahan elit yang membuat iris Jungkook seketika berbinar melihat rumah rumah disana. Begitu mewah dan besar-besar.

Dan ketika sampai di sebuah rumah dengan gerbang besar dan pos satpam didepannya, Taehyung membelokkan mobilnya dan memasukkannya kedalam rumah besar itu. Rumah besar dengan pekarangan luas yang dipenuhi bunga bunga yang terlihat 'mahal'.

'Kak Taehyung bener-bener kaya.' Sahut Jungkook dalam hati menatap kagum rumah yang berdiri kokoh berwarna putih bersih.

'Ini sih bukan rumah namanya, apa ini namanya istana, ya?' tanyanya dalam hati.

"Kookie? Udah nyampai nih. Mau langsung masuk atau mau duduk dulu di mobil buat liatin rumah kakak?" Ujar Taehyung dengan nada bercanda. Membuat Jungkook sedikit salah tingkah.

"Ish. Kak Taehyung gak tau aja ini pertama kalinya aku liat rumah kayak gini."

"Rumah kayak gimana, dek?"

"Kak? Ini rumah atau istana?"

Pertanyaan Jungkook sontak saja membuat kakak kelas ganteng sekaligus pacarnya itu tertawa.

"Ish! Ejek aja terus aku, kak!"

"Abis kamu lucu banget, dek. Masuk, yuk! Aku ajak kamu masuk ke rumah mewah yang bakal kamu tinggalin ntar kalo nikah sama aku." Dan pipi Jungkook pun memerah.

Kemudian mereka keluar dari mobil itu dan memasuki rumah Taehyung dengan tangan yang saling bertautan. Tak lupa kotak coklat milik Taehyung yang masih setia Jungkook bawakan untuk Taehyung.

Ketika memasuki rumah itu, mereka disambut seorang pelayan. "Tuan Taehyung, cepat sekali pulangnya. Kebetulan nyonya sedang ada dirumah." Sahut sang pelayan dengan sopan.

Wajah Taehyung seketika sumringah, "Beneran? Ibu ada dirumah?" Mirip seperti anak kecil yang baru saja diberi permen kesukaannya.

"Iya, tuan. Nyonya sedang makan di ruang makan."

Taehyung kemudian menatap Jungkook disampingnya. "Yuk ketemu ibu aku dulu." Sahut Taehyung kemudian melangkah tanpa meminta persetujuan Jungkook sambil terus mengamit tangannya.

Dan ruang makan yang dimaksud pelayan Taehyung adalah sebuah ruangan besar dengan meja bundar yang begitu panjang dan terdapat kursi-kursi mewah serta berbagai macam buah diatas mejanya.

Ada seseorang yang duduk di salah satu kursinya, seorang wanita yang tampak seperti kaum sosialita. Wanita cantik di usianya yang sudah paruh baya seperti ini.

"Ibu, kapan datangnya?" Taehyung kemudian duduk di salah satu kursi sambil mengajak Jungkook duduk di sampingnya.

Sang wanita yang dipanggil ibu tampak mengunyah hidangan penutupnya, sebelum menatap anaknya, "Kamu gak ke sekolah?" Ibu Taehyung malah memberikan pertanyaan pada anak tunggalnya itu.

"Ini baru abis dari sekolah, bu."

"Oh gitu. Abis bolos sama pacar?" Dan mendengar perkataan ibunya Taehyung, Jungkook langsung menunduk.

Taehyung malah terkekeh pelan, "Ibu gak usah sok seram gitu, ah. Aku tau ibu pengen kenal pacar aku. 'Kan, Jungkook jadi takut gini. Gimana pacar aku, bu? Cantik, 'kan? Kenalin namanya Jungkook."

"Heish, kamu. Padahal Ibu udah akting sok seram gini. Jungkook udah makan, nak?" Ibu Taehyung kemudian bertanya pada Jungkook.

Jungkook cuma bisa menggeleng. Dia belum makan sejak tadi pagi, 'kan? Sejak Kak Taehyung merecokinya tadi pagi.

"Yaudah, kamu makan dulu ya. Ibu mau istirahat. Capek baru pulang, nak. Tae, ajak pacar kamu jalan-jalan, ya?"

Pantesan anaknya baik. Orang ibu-nya ramah gini. Padahal awalnya Jungkook kira ibunya Taehyung itu serem. Dan gak bakal nyetujuin dia yang anak miskin buat pacaran sama anaknya persis kayak novel yang udah dia baca.

Taehyung mengacungkan tangannya menunjukkan simbol 'oke' pada ibunya. Sementara ibunya hanya tertawa kemudian meninggalkan ruang makan.

"Gak usah tegang, dek. Makan dulu, yuk."

Dan setelahnya mereka berdua pun menyantap makanan lezat hasil buatan chef yang bekerja di rumah Kak Taehyung.

Lalu mereka memutuskan berjalan jalan mengelilingi rumah Taehyung ( Jungkook yang minta sebenarnya karena ia penasaran seberapa besar rumah ini ).

Sampai pas Jungkook udah capek, akhirnya dia minta tolong diantarin pulang sama Taehyung.

"Masuk gih, dek. Makasih udah dateng kerumah aku hari ini, ya."

Iya. Sekarang mereka udah nyampe di depan apartemen Jungkook. Jungkook cuma ngangguk doang. Kemudian Taehyung mengecup dahi pacarnya (yang entah kenapa bikin Jungkook lebih deg degan dari biasanya) lalu ketika Jungkook sudah keluar dari mobilnya, Taehyung segera meninggalkan tempat itu diiringi lambaian Jungkook.

Bener-bener hari yang indah sekaligus melelahkan.

...

Beberapa hari kemudian karena Taehyung udah mau ujian, jadi jadwalnya dia itu padat banget. Ketemu Jungkook disekolah aja susah apalagi buat kencan. Tinggal seminggu lagi Taehyung bakal Ujian dan kesempatan buat mereka ketemu semakin sedikit.

Saat ini, sepulang sekolah Jungkook ada pertemuan dengan perkumpulan komunitas animenya. Katanya pengen tukaran anime di salah satu kafe yang sengaja di sewa. Maklum anggotanya banyak gitu dan Jungkook salah satu anggota yang berpengaruh.

Pas nyampe, mereka langsung nyambut Jungkook dengan ramah. Awalnya gak ada yang bahas Taehyung, sampe salah satu temennya minjem hapenya Jungkook terus liat lockscreen Jungkook yang isinya foto Jungkook selfie sama Taehyung.

"Jadi dia pacar kamu?" Ucap salah satu anggota komunitasnya. Cewe cantik yang tingginya lebih tinggi dari Jungkook yang juga biasanya ikut di komunitas cosplay. Orang Jepang, sih. Namanya Ai.

Jungkook cuma ngangguk.

"Cakep." Gumam cewek itu, "Woy temen temen ini nih pacarnya Jungkook yang katanya calon anak boyben!" Si Ai teriak nih, sampe yang lain pada ngerumunin Ai.

Jungkook cuma menggelengkan kepalanya kemudian memesan milkshake coklat.

"Sayang nya bukan pecinta anime, ya." Celetuk salah satu anggota disana.

Dan melihat reaksi mereka, Jungkook sedikit bisa bernafas lega, sepertinya mereka bisa menerima Taehyung sebagai pacar Jungkook. Padahal di grup kemarin, mereka terus mencela Taehyung saat belum melihat fotonya.

Kekuatan cowo tampan, kali?

Salah satu cowok disana menepuk kepala Jungkook pelan, "Kapan-kapan ajak pacarmu kesini. Kita bikin dia suka anime. Hahaha."

Jungkook cuma mengangguk pelan. Mengiyakan perkataan lelaki itu.

...

Beberapa hari setelah ujian, Taehyung datang ke apartemen Jungkook saat Jungkook sedang sibuk menelpon dengan ibunya. Jungkook memberikan isyarat pada Taehyung untuk diam dan menunggunya.

Taehyung tentu saja dengan setia menunggu Jungkook selesai menelpon. Mendengarkan obrolan Jungkook dengan ibunya.

Dan setelah Jungkook menutup teleponnya, Taehyung segera memeluk Jungkook erat.

"Aku lolos, kookie. Aku lolos jadi trainee... Aku gak jadi keluar negeri..."

Jungkook yang tiba tiba dipeluk seperti itu seketika merasakan perasaannya menghangat. Ia memeluk pria itu dengan erat sambil mengucapkan kata 'selamat' berulang-ulang.

Sekalian melepaskan rindunya karena tak pernah bertemu Taehyung selama ini.

"Duh, aku seneng banget dek."

"Aku juga, kak."

"Aku kangen banget sama kamu, dek."

"Aku seribu kali lebih kangen daripada kamu kak. Kamu itu sok sibuk banget tau, gak? Sampe gak pernah jemput aku lagi. Sampe biarin aku naik bus kesekolah."

"Abis ini kayaknya aku juga tambah jarang jemput kamu, dek. Aku bakal masuk asrama trainee dan mungkin bakal sibuk banget."

"Selama kakak gak lupa sama aku, aku baik baik aja kak. Kejar aja cita cita kakak. Aku juga bakal ngejar cita-cita aku."

Dan mereka terus berpelukan seolah tak ada hari esok, eh?

...

TBC or End?

Iya tau, Chap ini ga ada rasanya. Alurnya ga maju maju hhuhuhuhu TwT *galau*

Thanks yg udah setia meninggalkan jejak lavlavlav :*

Makasih udah setia baca ff yg sangat gaje dan ntah kapan tamatnya ini. TwT

Sekali lagi thanks yaa!

Boleh minta kalian tinggalin jejak lagi, gak? Biar aku semangat gitu xD