Gara Gara Putus!
Sepuluh
Vkook!gs
Warning: GS!kook, Typo, Gaje, Alur bikin bingung, DLL
DLDR!
Enjoy!
.
.
"Ada yang pengen aku omongin sama kakak." Jungkook berucap gugup.
Taehyung kembali tersenyum kemudian tertawa kecil melihat tingkah Jungkook.
"Yaudah bilang aja, dek. Santai aja."
Kemudian hening sejenak.
Seorang pelayan mengantarkan pesanan mereka, lebih tepatnya pesanan Jungkook tadi.
Jungkook menarik nafas panjang sebelum mengatakan, "Kita putus aja, kak."
Taehyung kembali tertawa. "Duh, gak usah becanda gitu, dek. Gak lucu." Yang dibalas Jungkook dengan gelengan pelan, "Nggak, kak. Aku serius."
'Ayo, Jungkook. Kamu bisa. Kamu harus natap mata kak Taehyung biar dia yakin kalo kamu serius.' Ucap Jungkook dalam hati, menyemangati dirinya.
Kemudian Jungkook menatap pria yang lebih tua didepannya. Minuman Milkshake lezat yang baru saja disajikan menjadi terlupakan. Suasana diantara mereka berubah menjadi lebih 'dingin' dari biasanya.
Taehyung kemudian mengangguk pelan,
"Kenapa dek, coba kasih tau kakak apa alasannya?"
Gadis itu kemudian memejamkan matanya. Lalu mengingat ingat alasan yang sempat terpikirkan saat ia bersiap siap tadi. Ia harus terlihat meyakinkan.
"Kita beda banget kak. Aku suka anime action kakak malah suka girlband dan boyben. Kakak kalo nge dance keren sih, tapi aku ngeliatnya kayak banci. Kakak emang pinter nyanyi tapi aku gapernah bisa ga ilfeel kalo liat kakak bicara. Intinya kakak bukan tipe aku lah." Jawab Jungkook dengan satu tarikan nafas.
"Yaudah, kita putus. Baik baik ya dek. Makasih sama semuanya. Kakak selalu sayang kamu kok."
Lelaki itu kemudian menepuk puncak kepala Jungkook pelan, membelai rambutnya, "Aku pulang dulu, dek. Ada urusan. Jaga diri kamu ya, dek."
Dan lelaki itupun pergi dari kafe itu meninggalkan adik kelasnya yang termenung. Gadis itu menatap Milkshake didepannya kemudian meminumnya pelan.
Milkshake didepannya ada dua. Dan salah satunya masih belum tersentuh.
'Tidak apa-apa. Malah lebih bagus, aku bisa minum dua milkshake rasa kesukaanku.' Sahut Jungkook dalam hati sambil terus meneguk milkshake itu.
Hingga ia merasakan air matanya jatuh dan ia mulai terisak.
Seumur hidup, Jungkook baru merasakan hatinya begitu sakit dan tak bisa menahan tangisnya.
Padahal ia paling anti menangis, apalagi kalau cuma masalah putus cinta seperti teman-temannya yang lain. Kalaupun menangis, pasti karena anime yang ditontonnya sedih.
'Sudah, ini sudah berakhir.'
Keesokan harinya, Jungkook memutuskan untuk tetap datang ke perpisahan sekolah kakak kelasnya. Padahal ia bisa saja menghabiskan waktu untuk tertidur di rumah. Namun ia memilih untuk ke tempat ini hanya untuk melihat Taehyung memakai seragam SMA untuk yang terakhir kalinya.
Irisnya mengedar ke segala arah. Mencari pria tampan yang semalam telah menjadi mantannya. Aish. Mengingatnya saja membuatnya merasa ngilu.
Namun, nihil.
Ia tak menemukan pria itu dimanapun. Mungkin pria itu tiba tiba saja dipanggil agensinya untuk latihan persiapan debut?
Beberapa senior menyapanya termasuk Park Jimin dan Min Yoongi. Ia kemudian menunduk dan menyapa mereka kemudian mengucapkan selamat.
"Kalo lo nyariin si Taehyung, dia udah gak ada disini. Semalem gak tau kenapa bocah itu nelpon gue dan bilang bakal nemuin ayahnya keluar negeri." Perkataan Jimin membuat Jungkook dan Yoongi-kekasihnya- menoleh kaget.
Pria itu kemudian tersenyum tipis pada Jungkook, "Gue gak tau apa yang terjadi diantara kalian, gue pikir sih kayaknya kalian saling salah paham."
Kemudian pria itu menarik tangan Yoongi pergi dari tempat itu, "Jungkook, gue cuma pengen bilang kayaknya Taehyung gak bakal balik dalam waktu dekat. Dan gue harap masalah kalian ini bukan karena orang lain."
Jungkook hanya bisa terdiam menatap punggung Jimin dan Yoongi yang sudah bergerak menjauh.
Ia menangis, lagi.
Sejak saat itu, entah kenapa kejadian itu membuatnya makin terpuruk. Ia semakin menyibukkan diri, menghibur diri, berjalan jalan dengan temannya, berkumpul dengan teman teman komunitasnya dan setiap malem belajar mati-matian.
Karena alasannya cuma satu. Biar dia bisa lupa sama kesalahannya. Biar dia bisa lupa sama Kim Taehyung.
Dan dibalik senyumnya dan tingkah lakunya yang ceria, tak ada yang tau Jungkook sangat terluka.
...
Drrt! Drrt!
Ponsel Jungkook berbunyi. Ia kemudian dengan cepat menaruh kembali kotak hadiah itu di tempatnya kemudian mengelap air matanya yang kian berjatuhan.
Ia menyesal. Menyesal karena berhasil mengingat semua kenangan itu namun tak pernah mengucapkan kata maaf untuk Taehyung.
Memang penyesalan itu selalu datang diakhir, 'kan?
Jungkook melihat caller id di ponselnya, ia kemudian mengangkatnya dengan cepat.
"Ya, ma?" Jungkook berusaha mengatur suaranya senormal mungkin agar tidak terdengar serak seperti habis menangis.
Terdengar suara lembut dari ujung sana yang entah mengapa selalu membuat Jungkook lebih tenang ketika mendengar suaranya. Sang ibu menanyakan keadaannya karena Ibunya entah mengapa tiba tiba saja merasa rindu padanya.
"Nggak ada masalah di kantor, ma." Jungkook kemudian memutuskan untuk berbaring diatas kasurnya.
'Mama pengen ngenalin kamu sama anak kenalan mama. Orangnya baik. Kalau kamu mau, minggu depan mama tunggu kamu balik ke Busan.'
Heish. Perjodohan.
Begini, nih kalau orangtua abis ketemu sama temen-temennya. Kalau bukan soal anak pasti masalah perjodohan.
Mau nolak, Jungkook takut ibunya kecewa atau marah.
"Iya, mam. Liat aja nanti kalau minggu depan aku bisa balik kalo gak ada kerjaan di kantor." Kemudian Jungkook mengakhiri percakapan itu dengan cepat. Ia sedang tidak mood membicarakan perjodohan.
Kemudian gadis cantik bermata bulat itupun menaruh ponselnya. Ia menarik nafasnya pelan.
Bagaimana mungkin ia bisa membicarakan perjodohan jika 'hati'nya masih menjadi milik orang lain setelah menyakiti orang itu dan terjadi beberapa kesalahpahaman diantara mereka.
Jungkook memutuskan akan berbicara dengan Taehyung besok tentang kesalahpahaman diantara mereka tujuh tahun yang lalu. Kesalahpahaman karena keegoisan Jungkook yang masih terlalu bocah.
Dan mungkin, ia akan mengungkapkan semua perasaannya. Ia akan jujur pada pria itu tak peduli bagaimana reaksinya. Jungkook tidak akan menderita jika ditolak, ia sudah pernah mengalami luka yang membuatnya lebih menderita.
...
Esok harinya, setelah mengadakan rapat kerja pagi-pagi sekali, Taehyung menemui Jungkook cuma untuk sekedar memberikan info kalau acara reuni akan diadakan malam ini.
Ah, Kak Taehyung juga menawarkan akan membawa Jungkook ke salon jika Jungkook tidak sempat untuk make up.
Tapi Jungkook menolak, ia masih bisa dandan, kok. Meskipun sederhana. Ia tak suka dandanan yang terlalu tebal. Jadi, ia mengatakan pada pria itu untuk menjemputnya sekitar pukul tujuh malam.
Dan benar saja, lima menit sebelum pukul tujuh malam bel apartemennya berbunyi. Ketika ia membukanya, tampak disana Taehyung dengan pakaian formal yang membuatnya makin tampan.
Jungkook jadi merasa kecil didepan Taehyung. Dandanannya sederhana. Untung saja kemarin Taehyung membelikannya dress untuk dipakai hari ini.
Dress itu menempel sempurna di tubuh kecil Jungkook.
Lelaki tampan itu kemudian tersenyum sebelum mengatakan, "ayo?" ajaknya sambil menawarkan tangannya dan Jungkook dengan senang hati menerimanya.
Perjalanan mereka hanya diisi keheningan. Taehyung sesekali melirik jam di tangannya. Sementara Jungkook? Entah kenapa ia jadi merasa gugup. Sedari tadi ia hanya menunduk menyusun kalimat di otaknya untuk minta maaf pada Taehyung.
Mungkin, setelah mengucapkan maaf ia akan merasa lebih tenang.
Ah, Jungkook baru ingat, Taehyung sudah punya seseorang sekarang. Jadi, Jungkook tidak boleh berharap apapun pada pria tampan itu.
Setelah sampai di sebuah mansion luas, Taehyung kemudian turun dan membukakan pintu untuk Jungkook. Jungkook jadi tersipu sendiri. Namun ia berusaha menyembunyikannya. Gak boleh baper. Itu yang ditanamkannya di otaknya.
"Kenapa malah ngajak aku sih, kak?" Jungkook berbisik pelan pada Taehyung. Perhatian sepenuhnya teralihkan pada mereka berdua yang baru saja turun dari mobil.
Taehyung melirik Jungkook sejenak, "Abis aku gak terlalu kenal cewe cantik yang lain pas SMA dulu buat diajak." Lalu pria itu tersenyum kecil melihat Jungkook yang malah mengalihkan pandangannya, malu.
Mereka kemudian sampai di taman belakang mansion yang diubah menjadi tempat reuni mulai angkatan Taehyung sampai angkatan Jungkook.
Jungkook jadi berkesempatan untuk bertemu dengan Mingyu, saat bertemu teman sepermainannya semasa SMA pun, pria itu langsung mengecup tangan Jungkook yang mengundang tatapan marah Taehyung.
Bertemu dengan orang orang disini mengingatkan Jungkook akan masa masa SMA nya yang berwarna dan indah dimana ada Kak Taehyung yang berdiri disampingnya.
"Perhatian temen temen semua. Hari ini, di reuni ini, gue juga mau ngenalin pacar gue yang bakal jadi istri gue bentar lagi-" Sahut seseorang yang tampaknya Jungkook kenal.
"Kak Yoongi?"
"-Min Yoongi."
...
Tbc
Guys ini bentar lagi tamat xD *kayaknya* saya belum ngetik satupun lanjutan buat ff ini, alurnya sesuai dengan tangan sya ajaa wkwk
Thanks yg udah tinggalin jejak yaaa
Oh iya.. Chap kemarin ada yg bertanyaa... Buat Suni Mozaa-sunbaenim.. Tentang Tae yg ga jadi debut.. Iya, dia gak jadi debut. Udah dijelasin di part ini loh/? Tapi nanti ada lah penjelasan lebih lanjutnya di chap selanjutnya *semoga* /plak terus kenapa Kookie gak kenal Tae pas pertama ketemu? Karena berdasarkan pengalamanku/? Aku ini org yg pelupa. Kalo udah lama gak ketemu mau org itu sepenting apa, *kecuali keluarga* aku bakal susah ingat/? Nah aku buatnya Jungkook begitu disini. Alasan lain udah tertera di chap ini juga wkwk terus masa SMA berapa taun yg lalu? Itu aku perkirakan sekitar 7 taun yg lalu. Krn takut salah itung taun/? Akhirnya aku gak cantumin huhuhu...
Buat yg udah review :
Raein937, Suni Mozaa, Swagxxrbang, Kiraraaaaan, dianaindriani, SAMYANG (yg ini makasih banyaak, repiu kamu udah bikin aku senyum senyum sendiri wkwk), Azkia-rah-sunbaenim , sersanjeon, kookiesnuna, kimizaku, mykookies, vkooknokookv THANKS SEMUAAA
REPIU KALIAN WOW JINJA DAEBAK!
dan buat yg udah follow, alert dll yg aku ga ngerti istilahnya THANKSEU
buat siders juga THANKSEU
Tanpa kalian aku bukan apa apa.
Sampe jumpa chap depan!
