Gara Gara Putus

Sebelas

Vkook!gs

Warning : Kook!gs, Yoon!gs, gaje, typo, drama/? Dll

DLDR!

Enjoy!

"Min Yoongi."

Semua orang disana lantas bertepuk tangan termasuk Jungkook. Ia bersyukur kakak kelasnya sebentar lagi akan menikah. Mungkin Kak Taehyung juga akan menyusul mereka sebentar lagi. (Tapi tentu saja itu bukan dengannya, duh memikirkannya membuat Jungkook meringis pelan.)

"Kita temuin mereka dulu yuk, dek." Sahut Taehyung sambil memperhatikan Jimin dan Yoongi yang tampak meninggalkan panggung.

Jungkook cuma mengangguk kemudian gadis itu melirik tangannya yang tiba tiba saja digenggam erat Kak Taehyung.

'Gak boleh baper.' Sahutnya keras keras dalam hati.

Setelahnya, mereka kemudian menemukan Yoongi dan Jimin yang tengah asyik ngobrol berdua. Sesekali Yoongi terlihat senyum hingga menampakkan deretan giginya yang rapih ketika Jimin melayangkan lelucon yang tidak lucu sama sekali. Mereka benar benar pasangan yang serasi.

"Apa kabar, Jim? Nempel mulu sejak jaman SMA lo berdua." Taehyung menepuk pundak Jimin dari belakang. Pemuda yang memiliki eye smile itu kemudian berbalik dan tersenyum menatap Taehyung.

Jungkook langsung bersembunyi dibelakang Taehyung. Takut bertemu dengan Kak Yoongi entah kenapa.

"Hey, bro. Kapan lo dateng?"

"Udah lama. Lo aja yang keasikan sama Yoongi sampe gak nyadar gue datang."

"Sialan lo." Umpat Jimin sambil meninju main main lengan Taehyung. Selalu begini kalo mereka berdua ketemu. Saling bertengkar dan mengumpat tapi itu yang membuat persahabatan mereka semakin erat.

Kemudian mereka berdua tertawa bersama.

"Ohiya. Lo dateng bareng siapa? Kayaknya lo dateng bareng cewe. Udah gak jones lagi, lo?" Jimin sengaja bertanya tentang dengan siapa sahabatnya itu datang karena tadi tak sengaja ia melihat tangan seorang cewe yang digenggam Taehyung.

Lelaki tampan yang merupakan sahabat Jimin itu lantas tersenyum, "Jungkook. Lo kenal, 'kan?"

Jimin tentu saja kaget mendengar perkataan Taehyung. Datang dengan sang mantan? Wah, kurang waras apa sahabatnya ini?

"Beh, yang bener lu, bro?"

"Iyalah," Taehyung kemudian berbalik,

"Jungkook? Loh, kenapa malah sembunyi, dek?"

Merasa namanya dipanggil, Jungkook kemudian menampakkan dirinya pelan-pelan ke samping Taehyung. Tak sengaja ia melihat Kak Yoongi yang menatapnya tajam. Duh, kakak kelasnya itu.. Gak bisa punya tampang lebih ramah dikit, ya?

"Hai kak Jimin, Hai Kak Yoongi." Ucap Jungkook akhirnya menyapa mereka dengan kikuk.

Yoongi melirik Jungkook yang menatapnya takut-takut. Gadis pucat itu tersenyum kecil(yang kayaknya gak ada yang nyadar kalo Yoongi lagi senyum).

Melihat hubungan Jungkook dengan Taehyung saat ini yang tampak akrab membuat Yoongi yakin sepertinya kesalahpahaman mereka bertahun-tahun yang lalu karena Yoongi itu sudah mereka selesaikan.

Jadi, Yoongi tidak perlu meminta maaf, 'kan?

Lagipula, semua orang juga tau kalau Yoongi itu tipe gadis yang tidak banyak bicara. Minta maaf itu merepotkan.

"Gue seneng liat lo berdua kayak gini." Ucap Yoongi tulus pada Jungkook dan Taehyung.

Jungkook kemudian menatap Yoongi bingung, maksud perkataan Kak Yoongi itu apa? Apa kakak kelasnya dulu itu mengira mereka berdua balikan? Menjalin hubungan?

"Ini tuh gak seperti yang kalian kira, Kak Jimin, Kak Yoongi, Kak Taehyung cuma-" Jungkook baru saja akan menyelesaikan perkataannya namun Taehyung dengan cepat menariknya.

"Ah, pesta dansa udah dimulai. Ayo, dek. Gue duluan ya, Jim, Yoon." Dan Jungkook cuma bisa senyum pada Jimin dan Yoongi sambil mengikuti langkah Taehyung.

Jungkook pikir, Taehyung akan menariknya menuju tempat dimana orang orang sudah mulai berdansa. Namun, ternyata tidak. Taehyung tak mengajaknya kesana, malah ia berjalan melewati tempat itu menuju sebuah tempat yang cukup jauh dari tempat mereka mengadakan reuni.

Sebuah taman yang tampak gelap namun tetap terawat.

Jungkook menatap Taehyung yang kini malah duduk di atas rerumputan hijau. Gak peduli kalo celana lelaki itu bakal kotor.

"Kenapa Kak Tae bawa aku ke tempat ini?" Tanya Jungkook bingung. Tentu saja dia bingung, lah. Tiba-tiba aja Kak Taehyung mengajaknya ke tempat sesunyi ini. Untuk apa? Berbagai macam pertanyaan muncul di kepalanya.

Pria itu mengangkat pundaknya cuek, "Ntahlah. Aku cuma pengen aja. Keberatan, dek?"

Jungkook menggeleng pelan.

Kemudian hening.

Jungkook akhirnya memilih untuk ikut duduk disamping lelaki tampan itu.

Mungkin ini saatnya Jungkook untuk meminta maaf pada pria itu. Jungkook mulai mengumpulkan keberaniannya untuk berbicara. Gadis itu sedikit melirik Taehyung dari sudut matanya.

"Jungkook..."

"Kak Taehyung.."

Mereka saling menatap kemudian tersenyum. "Kamu duluan," Sahut Taehyung.

Jungkook mengangguk. "Kak, aku cuma pengen minta maaf karena semua kesalahanku di masa lalu." Taehyung terlihat sedikit kaget mendengar perkataan tiba-tiba gadis itu.

"Dulu, aku mutusin kakak dengan alasan yang bener bener bego. Bisa-bisanya aku bilang kayak gitu ke kakak. Aku minta maaf, kak." Sahut Jungkook dengan nada menyesal tanpa menatap pria disampingnya.

Gadis itu memeluk lututnya, "Aku akuin dulu aku bener bener bego. Mutusin orang yang tulus sama aku. Dan aku bener bener menyesal sampai sekarang, kak."

"Dan saat ketemu kakak, semua perhatian kakak sekarang sama kayak dulu, sama sama bikin aku baper." Gadis itu menjedanya sedikit, "Dan aku sadar kalo aku suka sama kakak." Kemudian menatap Taehyung.

Lelaki itu hanya memandang Jungkook datar tak memberikan respon apa apa. "Tapi aku gak berharap kakak suka sama aku, kok."

Dan tanpa Jungkook duga, pria itu malah terkekeh pelan. "Ternyata rencanaku berhasil, ya?"

"Bagus kalo kamu gak berharap dek. Karena dulu aku udah pernah bilang, 'kan? Aku gak bakal suka kamu lagi." Lanjut Taehyung mantap.

Lelaki itu kemudian berdiri menatap Jungkook yang masih tetap duduk, mungkin karena terlalu syok dengan perkataan Taehyung.

"Dan asal kamu tau aja. Kenapa selama ini aku deketin kamu lagi, itu semua biar kamu nyadar kalo karma itu ada." Dan Taehyung menyeringai di akhir ucapannya.

"Buktinya tanpa bertindak lebih lagi, kamu udah suka sama aku. Kenapa? Karena aku udah gak dance kayak banci lagi? Karena aku udah makin kaya? Sekarang aku udah gak ada perasaan sama kamu, dek. Harusnya kamu sadar."

Jungkook terpaku mendengar perkataan Taehyung. Tak sadar airmatanya sudah mulai terjatuh.

Tidak apa apa ia ditolak Kak Taehyung tapi ia tak sanggup mendengar perkataan Taehyung untuknya yang begitu kejam. Taehyung selama ini bertingkah baik padanya hanya untuk balas dendam? Membuatnya suka pada Taehyung kemudian berniat membuat Jungkook kembali terluka?

" Aku menunda citacita demi kamu, dek. Tapi apa yang kamu lakuin? Kamu mutusin gue. Harusnya aku bilang kayak gini dari dulu. Tapi dulu aku terlalu sayang sama kamu."

Dan pria itu pergi meninggalkan Jungkook yang kini menangis keras memeluk lututnya. Ia salah. Disini dia adalah pihak yang paling bersalah.

Siapapun di pihak Kak Taehyung pasti akan marah pada Jungkook seperti ini. Dan Taehyung berhak melakukan ini padanya. Tapi kenapa dia menangis? Kenapa airmata bodoh ini gak mau berhenti?

"Jungkook?"

Mendengar seseorang memanggil namanya, Jungkook segera menghapus air matanya lalu berbalik menatap orang yang memanggilnya.

"Lo abis nangis? Kenapa, Kook?" Orang itu yang ternyata adalah Mingyu kemudian berjalan cepat dan langsung duduk disamping Jungkook.

"Gak apa apa. Bisa anterin gue pulang?" Mingyu yang kebingungan cuma bisa mengiyakan Jungkook.

...

Sementara itu, Taehyung tampak duduk terdiam di mobilnya. Menenangkan dirinya. Lelaki itu menatap mobil yang baru saja keluar dari parkiran dimana didalam mobil itu ada Jungkook gadis yang baru saja menyatakan perasaan padanya namun ia lukai. Namun ia merasa sedikit puas.

Tetapi, hanya sedikit.

Karena selebihnya lelaki itu merasa kesal pada dirinya sendiri dan pada Jungkook yang mau mau saja diantar oleh pria yang dengan tidak sopannya tadi malah mencium tangan gadis itu saat ada Taehyung disana.

Taehyung tidak tau perasaan apa ini.

Apa ia masih mencintai gadis bodoh itu?

Ia memukul stir mobilnya pelan, kemudian menyandarkan tubuhnya.

Teringat kejadian beberapa tahun lalu yang membuatnya harus mengurungkan impiannya.

Tbc

Yash. Chap ini adalah chap tersulit yg aku buat. Gak ada inspirasi yg aku dapat pas ngetik ini. Malah dapat writers block huhuhu.

Ada yg bingung? Penasaran? Ayo tinggalkan jejak anda supaya sy bersemangat wkwk

Ps. Maaf gak sempat balas repiu xD repiu kalian tetep JINJA DAEBAK LUAR BIASA FANTASTIK/?

FIGHTING!

SAMPAI JUMPA CHAP DEPAN

SELAMAT HARI SENIN/?