Gara Gara Putus
Duabelas ( Kim Taehyung)
Vkook!gs
Warning : Gs! Typo, gaje, ide pasaran :v
DLDR!
Enjoooooyyy~
Beberapa tahun yang lalu...
Taehyung baru saja menyelesaikan latihan untuk dance grup mereka yang bakal debut beberapa bulan dari sekarang. Lelaki itu menidurkan dirinya di lantai ruang latihan. Tak perduli dengan musik yang masih terus berjalan.
Huh, capek sekali.
Kemudian ia menatap layar lockscreen ponselnya yang menampakkan foto dirinya dan pacar imutnya, Jungkook.
Ah, dia kangeeen banget sama pacar imutnya.
Sudah berapa lama ya mereka gak ketemu?
Dengan nafas yang masih terengah ia menatap bayangan dirinya didepan cermin besar ruangan itu. Dirinya yang sedang terkapar memakai kaos berwarna merah yang tampak basah sambil memegang ponsel miliknya, jangan lupakan rambutnya yang lepek karena keringat.
Ia benar-benar lelah.
Namun, gerakannya masih kurang lincah. Ia merasa masih kurang. Hingga disaat teman-temannya yang lain memutuskan untuk istirahat, Taehyung masih disini melanjutkan latihannya.
Disaat lelah seperti ini ia jadi ingat saat dulu latihan dance disekolahnya selalu ada Jungkook yang memberikannya sebotol minuman dingin.
Aih, dia rindu sekali.
Kemudian pria tampan itu melangkah keluar ruangan ingin beristirahat di dormnya.
Disana, ia melihat seseorang yang bercakap cakap dengan temannya.
Ia kemudian berpikir untuk meminta izin pria itu berlibur selama dua hari. Tadi ia baru ingat kalau besok adalah perpisahan sekolahnya. Dan karena itu cuma sekali seumur hidup maka ia akan mengusahakan untuk datang.
Apalagi ia berharap di kelulusannya kedua orangtuanya dan Jungkook bisa datang menyaksikannya.
Harapan klise.
Tidak mungkin kedua orangtuanya yang sudah bercerai itu bisa menyempatkan waktunya untuk melihat kelulusan Taehyung. Terutama ayahnya yang sangat jarang menginjak korea semenjak Taehyung masuk SMA. Semenjak ayah dan ibunya resmi bercerai.
Padahal ayahnya memiliki perusahaan cabang korea. Dan seorang anak disini yang ia tinggalkan.
Yang mungkin datang untuk kelulusannya adalah kekasihnya, Jungkook. Dan mungkin ibunya kalau ia bisa terbang ke korea malam ini. Atau memang kebetulan berada di korea.
Ibunya juga pengusaha sibuk yang sukses.
Dan itulah alasan kedua orangtuanya bercerai. Mereka sudah tidak sempat memikirkan cinta disaat mereka berdua terlalu sibuk memikirkan uang.
Lupakan tentang orangtua Taehyung yang sibuk dengan urusan mereka masing masing!
Taehyung kembali memperhatikan lelaki itu.
Ah, rupanya orang itu telah selesai berbicara dengan temannya.
Dengan sedikit berlari-lari kecil Taehyung menghampirinya. "Kau siapa?" Yang disapa malah menampakkan pandangan bingung.
"Saya trainee baru disini, nama saya Kim Taehyung, pd-nim."
"Oh, Taehyung yang tidak mau menandatangani surat perjanjian itu? Ada apa? Sudah mau menandatanganinya?"
Taehyung tersenyum kecut kemudian menggeleng, "Tidak. Saya tidak bisa berbohong kalau saya tidak punya pacar. Err.. Saya mau minta izin untuk hari ini dan besok. Besok perpisahan sekolah saya."
Pria itu berdecak pelan. "Anak muda jaman sekarang, sudah tau itu persyaratan debutmu malah lebih memikirkan percintaan remajanya." Gumam pria itu namun masih terdengar Taehyung.
"Baiklah. Hanya hari ini dan besok,kan? Besok jam sepuluh malam kau harus sudah ada didorm, mengerti?" Dan Taehyung tersenyum sumringah mendengar perkataan pria itu.
Sepeninggal pria itu ia langsung menelpon Jungkook meminta untuk menemuinya.
...
Setelah puas menatap dirinya didepan cermin, Taehyung segera berangkat. Padahal jam belum menunjuk angka tujuh sesuai perjanjian mereka.
Dengan bersemangat, Taehyung kemudian berjalan kaki keluar dari dormnya. Sebentar lagi ia akan bertemu dengan Jungkooknya.
Ia tak peduli kalau ia terlalu cepat datang, toh ia memang sangat bersemangat sekarang ini.
Dan senyumnya makin lebar ketika melihat Jungkook telah ada disana. Dikursi menunggunya. Dengan cepat ia duduk didepan Jungkook dan menyapanya.
Hingga ia mulai merasa perasaannya sedikit tidak enak melihat tingkah Jungkook. Ada apa dengan gadis itu
Taehyung mengesampingkan perasaan anehnya, lelaki tampan itu berusaha bertingkah biasa dengan menyapa dan melontarkan basa basi pada adik kelasnya sambil sesekali menikmati wajah adik kelasnya itu, melepas kerinduannya.
Sampai ketika jungkook berkata,"Ada yang pengen aku omongin sama kakak."
Taehyung bisa merasakan kegugupan gadis itu. Tuh, kan. Dia keliatan gugup banget. Taehyung itu sudah hafal dengan tingkah Jungkook yang seperti ini. Pasti ada masalah.
Taehyung kemudian tersenyum dan sedikit tertawa kecil mencoba berfikir positif, mungkin gadis itu gugup karena baru ketemh Taehyung setelah sekian lama.
"Yaudah bilang aja, dek. Santai aja."
Dan gadis didepannya malah diam. Taehyung juga diam menunggu gadis itu berbicara.
Beruntungnya, seorang pelayan datang mengantarkan pesanan, Taehyung tersenyum kecil. Jungkook sudah memesankannya milkshake.
Taehyung baru saja akan meneguk milkshakenya namun perkataan gadis didepannya membuatnya sedikit kaget.
"Kita putus aja, kak."
Gerakan pria itu terhenti. Ia menegakkan tubuhnya kemudian tertawa pelan. Pria itu menganggap ini pasti cuma lelucon Jungkook untuk acara kelulusannya besok.
"Duh, gak usah becanda gitu, dek. Gak lucu." Jawabnya positif. Tapi ia merasakan hatinya begitu sakit ketika melihat gadis didepannya menggeleng pelan kemudian menatapnya serius. "Nggak, kak. Aku serius."
Taehyung memperhatikan Jungkook pelan. Benarkah gadis didepannya ini serius ingin putus dengannya? Tapi karena apa? Apa salahnya? Selama ini ia sudah berusaha untuk jadi pacar yang baik.
Kemudian dengan nafas yang tercekat, pria itu mengangguk pelan,
"Kenapa dek, coba kasih tau kakak apa alasannya?"
"Kita beda banget kak. Aku suka anime action kakak malah suka girlband dan boyben. Kakak kalo nge dance keren sih, tapi aku ngeliatnya kayak banci. Kakak emang pinter nyanyi tapi aku gapernah bisa ga ilfeel kalo liat kakak bicara. Intinya kakak bukan tipe aku lah." Jawab gadis itu dengan serius.
Ah, benar. Dia memang bukan tipe gadis didepannya. Apalagi ia akan debut sebentar lagi. Tapi, kenapa hatinya sangat sakit seperti ini.
Biar bagaimanapun, ia harus menerima keputusan gadis didepannya. Daripada melanjutkan hubungan mereka yang cuma cinta satu arah dari Taehyung.
"Yaudah, kita putus. Baik baik ya dek. Makasih sama semuanya. Kakak selalu sayang kamu kok."
Lelaki itu kemudian menepuk puncak kepala Jungkook pelan, membelai rambutnya, "Aku pulang dulu, dek. Ada urusan. Jaga diri kamu ya, dek." -Mungkin ini akan jadi hari terakhir kita ketemu, dek.
Dan setelah itu, Taehyung meninggalkan Tempat itu dengan cepat.
Taehyung berlari sambil berusaha menata hatinya yang sudah hancur entah berapa potongan. Ingin rasanya ia menangis, namun ia akan terlihat lebih banci lagi jika ia menangis seperti ini hanya karena cinta bodoh.
Jeon Jungkook.
Harusnya kamu gak usah ngasih harapan lebih kalau kamu cuma mau mutusin aku kayak gini.
Drrt..
Drrtt..
Taehyung dengan cepat mengangkatnya.
"Papa dengar besok kamu lulus?"
Suara ayahnya membuat Taehyung kebingungan kemudian mengecek caller id disana. Benar, Ayahnya menelponnya. Pasti ayahnya akan menawarkannya kembali untuk keluar negeri dan mengurus perusahaannya.
Sampai seserius ini ayahnya yang begitu sibuk langsung menelponnya, padahal kemarin ia hanya dihubungi oleh salah satu pesuruh ayahnya di Korea.
"Taehyung, perusahaan papa butuh kamu buat ngurus cabang perusahaan papa di Jepang. Kamu udah paham bisnis, kan? Kalo nggak nanti kamu belajarnya." Papanya tampak begitu serius dan Taehyung cuma bisa mendengar perkataan papanya dengan seksama. Bener, 'kan dugaannya.
"Besok setelah kelulusan kamu bisa langsung terbang ke Jepang? Nanti papa telpon orangnya papa buat ngarahin kamu dibandara sekalian jemput kamu."
Taehyung menghembuskan nafasnya menggenggam erat pagar pembatas yang terasa dingin karena udara malam.
Untuk apa ia di Korea jika orang yang menjadi tujuannya tetap tinggal sudah menyuruhnya untuk pergi?
"Gak perlu, pa. Aku bakal siap siap sekarang . Suruh aja jemput aku sekarang."
Dan malam itu Taehyung membatalkan kontraknya dengan agensi yang memang sepenuhnya belum sah karena salah satu dokumen yang tidak ditandatanganinya.
Malam itu pula, Taehyung meninggalkan korea dan cintanya.
Menguburnya dalam dalam.
...
Melihat orang-orang sudah mulai pulang dari acara reuni itu, Taehyung dengan cepat menyalakan mobilnya dan meninggalkan tempat itu.
Mengapa ia bisa mengingat kenangan buruk itu lagi?
Seharusnya sekarang ia merasa lega dan nyaman karena rencananya berjalan lancar. Kehidupannya sudah lebih baik.
Tapi tetap saja ada yang mengganjal.
Mobil hitam itu telah sampai disebuah parkiran apartemen mewah, dengan cepat ia berjalan menuju apartemennya. Mengunci pintunya dan melonggarkan dasinya.
Pria itu melepas sepatunya kemudian melangkah menuju kulkasnya mengambil sebotol bir.
Menegaknya dengan pelan.
Sedikit ia merasa menyesal...
Mengapa mereka dipertemukan, lagi?
...
TBC or End? XD
Satu chap lagi menuju end yay! Saya sangaaaat bersemangaaat sampai udah ngetik chap selanjutnya di hape saya wkwk
THANKS YG UDAH NGASIH JEJAK YAY
FIGHTING!
SELAMAT HARI SENIN!
