Gara Gara Putus
Vkook!gs
Tigabelas (Akhir)
Warning : Gs!kookjinyoongi, typo(s), gaje,drama/? Dll
DLDR!
Enjoy!
.
Kim Taehyung terbangun dengan rasa sakit dikepalanya. Ia melirik lantai kamarnya yang terdapat banyak sekali sampah kaleng bir bertebaran dimana mana. Pria itu kemudian bangun sambil menahan sakit kepalanya yang tak tertahankan memungut satu persatu botol minuman itu kemudian membuangnya ketempat sampah.
Ia melirik jam dinding di kamarnya, ternyata sudah pukul delapan pagi. Ia segera bersiap-siap untuk kerja. Tak apa, 'kan seorang bos terlambat?
Selesai sarapan roti bakar dan susu, Taehyung kemudian berangkat ke kantornya dengan menyetir mobilnya sambil sesekali memegang kepalanya yang masih terasa pusing.
Ketika memasuki kantor, begitu banyak yang menyapanya namun ia hanya tersenyum tipis. Kepalanya masih berdenyut denyut namun jika ia tak pergi ke kantor hari ini entah permasalahan apa yang akan terjadi di kantor yang sebenarnya masih milik ayahnya ini.
Taehyung lalu berjalan menuju ruangannya dimana ia harus melewati ruangan kerja gadis itu. Gadis yang semalam...
Sialan. Taehyung tidak peduli.
Bahkan ia tak peduli ketika matanya melirik meja gadis itu yang tampak bersih tanpa satupun benda diatasnya.
Tidak peduli?
Lalu apa yang ia lakukan sekarang? Menghentikan langkah kemudian berdiri didepan meja gadis itu. Apa itu benar benar tindakan seseorang yang tidak peduli?
"Kemana pemilik meja ini?"
Seorang gadis menyeletuk, "Katanya ia harus kembali ke Busan karena ada urusan mendadak. Jadi tadi pagi pagi sekali ia mengundurkan diri di kepala divisi."
Dengan cepat Taehyung melangkahkan kakinya ke tempat kepala divisi gadis itu.
"Kenapa kau mengizinkannya.." Pria itu seperti menahan emosinya.
"Min Yoongi.."
Gadis itu hanya tersenyum tipis.
"Karena kalian ternyata tidak cocok untuk jadi rekan kantor."
Taehyung menatap Yoongi tajam. Kemudian melangkah keluar dari tempat itu sembari terus mengumpat.
"Kalian lebih cocok untuk jadi partner rumah tangga." Lanjut Min Yoongi.
Yang pastinya tidak didengar oleh Taehyung.
...
Beberapa jam yang lalu...
Pagi pagi sekali Jungkook membersihkan meja miliknya dikantor sambil mencari surat pengunduran dirinya.
Ketika menemukan surat itu, ia tersenyum puas. "Aku bukan mengundurkan diri karena Kak Taehyung, aku dipanggil ibuku di Busan. Jadi aku gak melanggar janjiku, 'kan?" Gumam gadis itu pelan.
Setelah kejadian tadi malam rasanya ia tak ingin bertemu dengan pria itu. Bukan karena marah namun merasa tak enak pada pria itu. Ia seperti gadis yang jahat.
Setelah memutuskan Kak Taehyung dulu, ia kemudian dengan sesuka hatinya mengatakan menyukai pria itu
Kebetulan panggilan ibunya bahwa ayahnya sedang sakit yang terus menerus tadi malam membuatnya memutuskan untuk kembali ke Busan saja. Sudah terlalu lama ia tinggal di Seoul.
Jungkook kemudian berjalan menuju ruang kepala divisinya. Kata temannya, jika ingin mengundurkan diri ia harus memberikan berkasnya pada kepala divisi ( ia menelpon temannya pagi-pagi sekali ).
Dengan pelan, Jungkook mengetuk pintu itu pelan. Namun pintu itu terbuka begitu saja karena tidak terkunci dan ternyata tidak tertutup dengan rapat.
Dilihatnya seseorang yang sepertinya adalah sang kepala divisi yang sama sekali tidak pernah menampakkan wajahnya disaat rapat itu kini tengah tertidur pulas.
Ternyata kepala divisinya adalah seorang gadis. Gadis berkulit pucat yang sepertinya sangat dikenalnya.
"Kak Yoongi?" bisiknya tak yakin.
Astaga. Kenapa dunia ini sempit sekali? Jungkook sama sekali tidak tau kalau kepala divisinya adalah Min Yoongi!
Kepala divisi yang memang tidak pernah muncul sama sekali di depan umum karena datang pagi pagi sekali dan pulang saat larut malam. Siapapun bisa menemuinya kalau mendatangi ruangannya yang terletak di lantai dasar paling ujung. Tapi, tak ada yang benar- benar berani ke ruangan itu kecuali jika ada keperluan, seperti Jungkook sekarang ini. Alasannya? Entahlah.
Gadis pucat itu kemudian terbangun. Menatap Jungkook bingung. "Oh, Jungkook-ah, ada apa?"
Ah, Yoongi memang sudah tau kalau Jungkook bekerja di kantornya.
"Aku ingin mengundurkan diri." Gadis yang tengah merenggangkan badannya itu menghentikan kegiatannya dan menatap Jungkook bingung.
Yoongi tergelitik untuk bertanya, kalau ini ada hubungannya dengan Taehyung.. Tidak tidak! Tadi malam mereka baik baik saja! Bahkan ke pesta bersama-sama.
Pasti ada yang terjadi tadi malam.
"Duduklah. Apa yang terjadi? Apa Taehyung melukaimu?"
Gadis itu menggeleng, "Ibuku menyuruhku pulang."
Yoongi menghela nafasnya, "Klise. Bohong. Ceritakan padaku."
Dan Jungkook tidak punya pilihan lain selain menceritakan segalanya.
"Aku merasa jadi perempuan jahat kalau tetap tinggal." Jawab Jungkook akhirnya.
Dan Yoongi akhirnya mengerti dengan permasalahan gadis didepannya. Kesalahpahaman beberapa tahun yang lalu rupanya belum sempat terselesaikan.
"Apa aku harus ikut campur? Ini juga salahku." Yoongi, gadis yang terkenal dingin ini akhirnya mengeluarkan tawarannya yang pastinya merepotkan dirinya. Padahal Yoongi benci hal merepotkan, Namun tawarannya dibalas gelengan Jungkook.
"Tidak ada yang harus diperbaiki. Biarkan saja semua seperti ini. Kak Taehyung sudah punya kekasih. Dan aku nggak berhak mengganggunya." Jungkook tersenyum kecil, "Jadi, terima surat pengunduran diriku ya, kak?"
Yoongi hanya mengangguk. Gadis berwajah datar itu bingung menatap Jungkook yang tetap tersenyum padahal Yoongi tau gadis itu kesakitan.
Ini juga karena dirinya.
Jangan sampai kesalahannya dimasa lalu menyebabkan dua pasangan serasi ini terpisah. Yoongi tidak bisa membiarkan itu. Tidak bisa.
Gadis itu menatap Jungkook yang kini keluar dari ruangannya.
"Kook-ah. Gadis tidak mengejar pria. Tapi pria yang akan mengejar gadis. Tunggulah."
...
Taehyung menatap undangan di tangannya. Pria itu kemudian beralih menatap dua pasangan didepannya.
"Lo dan Seokjin ntar lagi bakal nikah. Jimin dan Yoongi juga. Kalian sepakat ninggalin gue jomblo sendirian?"
Pria didepannya hanya tertawa mendengar gerutuan tak jelas sahabatnya itu.
Ya, ini sudah beberapa bulan semenjak Jungkook mengundurkan diri. Namun Taehyung sama sekali tak bergerak untuk mendatangi gadis itu ke Busan. Bahkan setelah Yoongi menjelaskan segalanya pada Taehyung.
Entah apa yang ada di pikiran pria tampan itu.
"Lah, gue kira lo punya pacar. Yang di kafe waktu itu? Lo bisa ngajak dia nikah, 'kan?
Namjoon menoleh pada kekasihnya yang tiba tiba saja angkat bicara. Kekasihnya adalah Kim Seokjin yang tengah duduk di sofa sembari mengecat kukunya. Padahal gadis itu bilang tak akan berbicara sembari mengecat kukunya takut konsentrasinya terganggu.
"Yang mana maksud kamu, princess?" Namjoon kemudian duduk di samping Seokjin, kekasihnya yang juga sepupu Taehyung.
Gadis itu kemudian menoleh pada Taehyung yang menatapnya dengan tatapan memohon agar Seokjin tak membocorkan rahasianya. Namun dasar, namanya cewek.. Apalagi cewek macam Seokjin
"Tempo hari dia nyuruh aku nemenin dia mesra mesraan di kafe buat bikin seseorang cemburu." Seokjin melirik Taehyung lalu melanjutkan kegiatan mengecat kukunya, "Dan berhasil. Tuh cewek berhasil pergi dari tempat itu, ninggalin temennya dan hilang entah kemana. Dan cowok kurang ajar itu..." Tunjuknya pada Taehyung, "Dia malah ketawa."
"Astaga, secupu itu lo, Tae. Pantes masih jones."
"Sialan."
Bruk!
Papan nama CEO Kim Taehyung melayang ke arah Kim Namjoon.
"Yaudah kalo lo emang cowo sejati, harusnya lo ngejar tuh cewek sekarang." Namjoon baru saja menghindar dari lemparan Kim Taehyung. Kemudian melirik papan nama itu. Untung gak rusak. Namjoon meringis pelan.
"Rumit. Udah gak ada harapan."
"Lah, gak ada harapan kalo tuh cewek udah nikah. Kalo belum, tancap aja. Daripada lu nyesel."
Kemudian terjadi keheningan, tampaknya pria disana tengah berpikir keras. Setelahnya Taehyung tiba-tiba bangkit dari kursi kebesarannya.
"Seokjin kalo ngomong suka bener." Selesai mengatakan itu, Taehyung memakai Jasnya kemudian meninggalkan ruangan itu.
"Thanks. Gue pergi dulu."
Blam!
"Jelas, lah. Cewek selalu bener."
...
Jungkook merapihkan barang barang dikamarnya. Ia harus segera kembali ke Seoul kalau tidak ia akan kembali dijodohkan oleh ibunya.
Kalau yang dijodohkan dengannya itu masuk akal, mungkin Jungkook akan menerimanya.
Tapi ini?
Hey, Jungkook itu mantan kekasih seorang yang hampir debut jadi idol dan sekarang jadi CEO. Mantannya aja udah sempurna. Masa suaminya nggak?
Lagipula ia sudah berjanji pada ibunya ia akan kembali ke Seoul setelah ayahnya sembuh.
Dan sekarang ayahnya sudah sembuh sepenuhnya. Meski belum bisa melakukan aktifitas berat.
Tadi pagi ia sempat menelpon Kak Yoongi yang sebelum mengundurkan diri menawarkan Jungkook untuk menelponnya jika akan kembali ke Seoul dan Yoongi akan memberikan kembali pekerjaan gadis itu sebagai tebusan kesalahannya di masa lalu.
Jadi, sampai di Seoul nanti ia akan langsung bekerja. Ah, indahnya hidupnya.
Jungkook kemudian menggendong tas ranselnya. Sepenuhnya, ia sudah mengubur masa lalunya. Ia sudah sedikit lega. Setidaknya ia sudah meminta maaf pada pria itu.
Sekarang ia bisa menjalani hidupnya dengan mudah.
Setelah berpamitan dengan ayah dan ibunya,Jungkook kemudian membuka pintu rumahnya.
"Mau ke Seoul bersamaku?"
...
End?
.
Nggak lah :v
.
"Mau ke Seoul bersamaku?"
Alangkah terkejutnya Jungkook mendengar suara itu, gadis itu kemudian mendongak menatap lelaki tampan itu. Lelaki yang dirindukannya selama ini. Namun juga lelaki yang mencampakkannya.
"Siapa yang memberitahumu kalau aku disini?"
"Ayolah, ternyata kau terkenal di kantor dan disini, Jeon Jungkook." Pria itu tersenyum kecil.
"Siapa yang memberitahumu aku akan kembali ke Seoul?"
"Feeling." Lelaki itu menampakkan cengiran lebarnya.
Gadis itu menghela nafasnya,
"Kak Taehyung, tolong minggir." Jungkook gak boleh terpengaruh dengan pria ini. Ia tak ingin tertipu dua kali. Masa bodoh dengan usaha pria ini yang tampak masih terengah seperti habis berlari ( Rumah Jungkook terletak jauh dari jalanan yang bisa dilalui mobil jadi orang harus memarkir mobil atau kendaraannya jauh jauh kemudian berjalan kaki ke rumahnya ).
"Nggak akan. Ikut aku, dek."
Taehyung tersenyum tidak enak pada Ibu Jungkook yang memperhatikan mereka, lelaki itu kemudian menarik Jungkook.
"Kak Taehyung, kalo cuma diem kayak gini mending aku pergi a-"
Dan perkataan Jungkook dibungkam oleh bibir Taehyung yang menempel di bibirnya. Pria itu menarik pinggang Jungkook kemudian menahan tengkuknya mulai menggigit kecil bibir Jungkook.
Sialan. Ia benar benar merindukan gadis ini. Ciuman lembut itu benar benar menggambarkan Taehyung yang frustasi karena kerinduannya.
Sementara Jungkook? Karena ia merasa sangat kaget ia tak mampu bertindak apa apa. Pikirannya berkata ia harus mendorong pria ini kemudian berlari meninggalkannya. Namun tubuhnya berkata lain. Bahkan bibirnya membalas ciuman pria itu!
Mereka berdua terus melakukan ciuman itu seolah tak ada hari esok. Lidah Taehyung kini sedang mengabsen deretan gigi rapih Jungkook. Sialan. Rasanya masih seperti dulu.
Manis.
Jika bukan karena pukulan Jungkook yang cukup keras di dadanyanya, Taehyung tak akan menghentikan ciuman ini.
Namun, gadis didepannya membutuhkan untuk bernafas, berbeda dengan dirinya yang mungkin sudah lupa cara bernafas karena candu pada gadis didepannya.
Plak!
"Kamu pikir perasaan aku cuma mainan, kak? Aku gak bakal tertipu kali ini. Aku udah belajar lupain kakak! Kenapa kakak malah muncul!"
Taehyung melangkah mendekati gadis itu, namun gadis itu malah melangkah mundur.
"Kali ini aku serius,dek. Kamu bisa lakuin apapun kalau ternyata aku cuma bohong."
Taehyung menatap mata pria itu. Mata yang menggambarkan keseriusan yang amat dalam.
Jungkook menggeleng, sudah tidak ada alasan untuk mereka kembali bersatu. Ia tak boleh percaya begitu saja dengan pria ini.
"Nggak."
"Kenapa nggak, Kookie. Aku masih sayang kamu."
"Kalau kamu sayang aku, udah dari dulu kamu datang menjemputku, kak." Jungkook kini menahan tangisnya.
Lelaki itu mengusap rambutnya kasar, "Aku sempat putus asa, dek. Aku udah lelah untuk perjuangin kamu.. Tapi aku sadar, aku gak boleh nyesal untuk kesekian kalinya."
Jungkook berfikir keras. Ia juga tak ingin menyesal untuk yang kesekian kalinya. Ia mencintai pria didepannya. Sama sekali tidak terbayangkan kalau dirinya atau pria ini bersanding dengan orang lain. Tidak. Jungkook tidak bisa tanpa pria didepannya. Ia sudah jatuh terlalu dalam.
Dan gadis itu akhirnya luluh. Ia tak lagi mundur ketika tangan Taehyung membelai pipinya pelan kemudian kembali mengecup bibirnya. Hanya mengecup. Kemudian memeluknya.
"Kembali ke Seoul bareng aku ya, dek." Bisik Taehyung lembut di pelukannya pada Jungkook.
Dan gadis itu hanya mengangguk pelan.
Kehidupan baru mereka baru dimulai saat ini..
Karena tidak ada yang namanya akhir kecuali kematian.
...
End.
Bagaimana? Apakah kalian puas? Atau ada keganjalan yg masih membuat kalian bertanya? Ada yang bikin kalian masih kesel sampe sekarang?
Yoongi baik kok teman teman jangan kesal sama si cantik tapi mulutnya pedes ya.. Dia cuma gak bisa menyusun kata kata aja. Dia tipe yang dari balik mulut pedesnya/? Dia punya kasih sayang ke orang lain dan itu yg bkin Jimin suka sama dia~ bener, gak?
Semua karakter aku disini punya kejahatan masing masing, 'kan? Kecuali bang chimchim sama abang repmon keknya wks.
Tapi dibalik itu semuaaaa...
Yosh! Aku bersyukur ff ini selesai karena aku bukan tipe orang yang bisa menyelesaikan sesuatu dengan cepat. Dan kalau bosan akan meninggalkan itu lalu beralih ke pekerjaan lain.
Ini adalah projek dari diriku sendiri dengan menantang diriku menulis satu chap satu hari apapun yang terjadi!
Meskipun gaje..
Thanks bagi yg udah vote dan comment~ peluk cium cinta darikuu tetap support aku. Jangan lupa tinggalkan jejak meskipun ini sudah akhir.
Tunggu aku dicerita lainnya, entah kapan wkwk :v
Abis ini enaknya apa? Minyoon? Yoonmin? Vkook? Kookv? Namjin?
Gs lagi yaa... Soalnya... Diriku masih belum jago dan dapat feel nulis boyxboy. Kalo baca sih oke :v nc straight aja aku gak bisa huhuhu...
Thnks semuanya sekali lagiii
THANKS YG BANYAK BANGET BUAT : Buat yg udah review :
Deokyumind, DdKookie, Raein937, Suni Mozaa, Swagxxrbang, Kiraraaaaan, dianaindriani, SAMYANG (yg ini makasih banyaak, repiu kamu udah bikin aku senyum senyum sendiri wkwk), Azkia-rah-sunbaenim , sersanjeon, kookiesnuna, kimizaku, mykookies, vkooknokookv
Dan SEMUA YG UDAH FAVE FOLLOW BACA HUHUHU *lap ingus* MAKASIH BANGEETT
YG BARU BACAA TETEP TINGGALIN JEJAAKK LAVLAVLAV MUACHH :V
