Love A Blind Girl ~ Chapter 3
MainCast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Do kyungsoo, Suho, Cast lain menyusul.
Genre : sad, Romance, Marriage life.
Rating M
Hay...!!!Hay...!!!Hay...!!!
saya come back dengan ff Love A blind Girl. saya senang karena ff ini banyak yang nungguin, sampek banyak yang nanya ke saya kapan up nya?.
Hehehe...makasih masih setia sm ff ini. Makasih juga yang udah ninggalin komen di Ch sebelumnya. saya terharu dengan respon kalian, gomawo
Semoga chapter ini tidak mengecewakan.
Happy reading
Jam kerja sebentar lagi akan berakhir. Namun Baekhyun masih nampak sibuk mencuci piring-piring kotor itu. Kedai sudah sepi sejak 2 jam lalu namun masih banyak piring kotor yang menumpuk. Hari ini sepertinya kedai sedang ramai jadi cucian piring pun bertambah 2 kali kipat.
Sesekali Baekhyun menyeka peluh yang membanjiri dahinya. Ingin istirahat sejenak, tetapi Hwang Ahjumma si pemilik kedai ini pasti akan memarahinya lagi karena pekerjaanya tak kunjung selesai.
"Hya...Byun Baekhyun, mengapa belum selesai juga eoh? lihatlah ini sudah hampir jam 4 kedai sebentar lagi tutup dan pekerjaanmu belum selesai juga? kau mau aku memotong gajimu lagi eoh?."
Benar saja, tiba-tiba hwang ahjumna datang dan menegur Baekhyun.
"ne ahjumma, saya akan segera menyelesaikanya. sebentar lagi selesai."
Dengan masih mencuci piring Baekhyun menjawab pertanyaan Hwang Ahjumma.
"hah..mengapa kau ini selalu lamban eoh dalam bekerja? jika tidak lamban, kau pasti memecahkan sesuatu entah itu gelas ataupun piring. Sudah kuduga sejak awal, menerima gadis buta sepertimu sebagai pencuci piring bukanlah ide bagus, aku malah merugi"
Jawab Hwang Ahjumma sengit.
"Ne..Ahjumma, mianhae..aku akan bekerja lebih baik lagi"
"heuh..kau selalu bilang seperti itu. ya sudah cepat selesaikan pekerjaanmu, setelah itu kau bisa pulang. Ini ada sedikit makanan sisa yang tidak laku untuk mu, kau bawalah nanti"
jawab hwang ahjumma sambil menyodorkan bingkisan makanan kepada baekhyun.
"Ne ahjumma, gomawo"
"Ne cheonma"
Meskipun Hwang Ahjumma selalu marah-marah kepada baekhyun dan sering memotong gajinya. Namun didalam lubuk hati wanita paruh baya itu terselip rasa kasian pada wanita buta itu. Baekhyun adalah wanita bersuami dan dia sedang mengandung mengapa suaminya itu tega membiarkan istrinya bekerja seperti ini disaat tengah mengandung apalagi dalam kondisi buta tak bisa melihat? kemana sebenarnya si suaminya itu tak bertanggung jawab sekali. itulah pertanyaan yang selalu berada dibenak Hwang Ahjumma ketika melihat baekhyun.
Baekhyun sampai dirumah pukul setengah 6 sore, butuh waktu satu jam lebih perjalanan dari kedai hingga sampai kerumah karena ia berjalan kaki. Sungguh miris wanita hamil tua sepertinya berjalan kaki berkilo-kilo meter hanya dengan mengandalkan sebuah tongkat sebagai penunjuk arah. Meski ia buta, namun ia bisa mengingat segala sesuatu dengan baik.
Ia membuka pintu rumah megah itu dengan perlahan, dan mulai berjalan mesuk kedalam rumah. Hingga sebuah suara terpaksa menghentikan langkahnya.
"Baru pulang eoh.?"
Itu suara Park Chanyeol yang sedang duduk santai di sofa ruang tamu sambil menyilangkan kedua kakinya. Pandangannya menatap remeh kearah Baekhyun.
"Eoh apa yang ada ditanganmu itu eoh? ah...ya aku tau kau pasti mengemis makanan bekas lagi ya? ckck..gadis buta yang malang, kau memberikan anakmu itu makanan sampah? ck, belum lahir saja sudah makan, makanan sampah, apalagi kalau sudah lahir kau kasih makan apa anakmu itu"
Hardik Chanyeol tanpa belas kasih kepada Baekhyun. Lidah Chanyeol begitu tajam untuk menghina seorang Byun Baekhyun wanita yang berstatus istrinya itu.
Sakit. Sungguh sakit hati baekhyun mendengar setiap caci maki chanyeol untuknya. Apa salahnya hingga Chanyeol begitu kejam padanya. Sejak awal ia tak meminta untuk dinikahi Chanyeol, ia tak Berharap mendapatkan pertanggung jawaban dari Chanyeol atas apa yang telah ia lakukan. Tapi mengapa Chanyeol tak henti-hentinya mencemooh nya? memberikan seribu kesakitan pada Baekhyun. Bukankah disini Baekhyun dan anak yang ada didalam perutnya yang menjadi korban?.
"Ck..dasar wanita buta jelek.Aku penasaran, nanti jika anak sial mu itu lahir apakah dia juga akan sama sepertimu? CACAT?"
ujar Chanyeol dengan memberi penekanan diakhir kalimatnya. bahkan kini wajah Chanyeol menyeringai licik. Hey Park Chanyeol tak sadarkah kau bahwa itu adalah Anakmu sendiri? kau menyumpahi Anakmu sendiri cacat?.
Mata Baekhyun berkaca-kaca ketika mendengar ucapan chanyeol yang menyakitkan itu.
"Kau boleh menghinaku cacat Chanyeol~shi.Tapi jangan hina anakku,dia tak tau apa-apa. Jika kau mau menghina,hina saja aku Chanyeol~shi jangan anak ini."
"YA...KAU MEMANG PANTAS UNTUK DIHINA CACAT, BAHKAN KAU JUGA PANTAS MENDAPATKAN YANG LEBIH DARI SEKEDAR HINAAN"
Kini suara chanyeol mulai meninggi. ia meluapkan emosinya pada Baekhyun.
"aku sadar diri kalau aku cacat Chanyeol~shi tapi..."
"KALAU KAU SADAR DIRI KAU CACAT, MENGAPA DENGAN MUDAHNYA KAU MENYETUJUI PRIA TUA BANGKA ITU MEMINTAMU UNTUK MENIKAH DENGANKU HAH? sadar diri cacat. wanita cacat sepertimu jangan pernah bermimpi menjadi tuan putri disiang bolong hanya karna aku tak sengaja menidurimu dan kau memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan."
wajah chanyeol merah padam, tanganya mengepal erat. dan bersiap melayangkan pukulan pada Baekhyun namun tangan seseorang menahan gerakanya.
"Apa yang kau lakukan Chanyeol? kau mau memukul baekhyun?"
Suara kyungsoo menghentikan aksi Chanyeol.
"Noona diam saja. Biarkan aku memberi pelajaran pada wanita buta ini"
"Kau ini kenapa Chanyeol? kau masih menyalahkan baekhyun atas kesalahan yang tidak ia lakukan? Bukankah sudah jelas kalau kau yang menghancurkan hidup Baekhyun, bukan dia yang menghancurkan hidupmu Chan. Mengala kau begitu menyimpan dendam padanya eoh? Sadarlah Chan"
Ujar kyungsoo panjang lebar, berusaha menasihati Chanyeol.
"Noona membelanya? membela si buta ini?. suatu saat noona akan menyesal karena membelanya."
"Bukan aku yang akan menyesal, tapi kau Chan. kau!"
Kyungsoo menunjuk kearah Chanyeol.
kemudian Chanyeol pergi meninggalkan mereka.
Kyungsoo mengalihkan pandanganya kearah Baekhyun berada.
Ia berjalan kearah baekhyun dan memegang pundak yang bergetar itu.
"Jangan dimasukkan hati semua kata-kata Chanyeol Baek. Suatu saat dia sendiri lah yang akan menyesali perbuatanya ini"
ucap Kyungsoo berusaha menghibur Baekhyun.
"Ne eonni, terimakasih."
Setelah adanya sedikit pertengkaran tadi. Kini baekhyun sudah berada dikamarnya. Ia sedang melipat bajunya dan menatanya didalam sebuah kardus. Tak ada lemari dikamar ah tepatnya gudang ini maka dari itu ia meletakkan pakaianya didalam sebuah kardus.
Namun gerakan tanganya tiba-tiba berhenti ketika mengingat ucapan Chanyeol tadi sore.
"Ck..dasar wanita buta jelek.Aku penasaran, nanti jika anak sial mu itu lahir apakah dia juga akan sama sepertimu? CACAT?"
tanganya kini beralih mengusap perut buncitnya sembari membusikkan sesuatu.
"Jangan dengarkat kata-kata ayahmu ya nak. apapun kondisimu nanti ibu akan tetap menyayangimu. Ibu tidak akan menyesalinya meskipun kau terlahir dengan kekurangan. Namun ibu selalu berdoa kepada Tuhan, agar kau tak bernasip sama semerti ibu nak. Ibu berdoa agar kau bisa terlahir sehat dan menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tuamu"
TES
Tak terasa setetes air mata jatuh dari membasahi pipinya. Ia bersedih bukan karna menyesali nasibnya sekarang. Namun ia bersedih ketika membayangkan seperti apa hidup anaknya kelak? apa anaknya ini suatu saat akan mendapat pengakuan dari Chanyeol? apa suatu saat mata hati Chanyeol akan terbuka?
Jujur, sejak ia menikah dan mengandung benih Chanyeol, perasaan cinta itu mulai tumbuh dihati baekhyun.
Dia memang buta tak bisa melihat namun ia bisa merasakan. Ia suka setiap berada disekitar Chanyeol meskipun akhirnya dia hanya mendapat cacian menyakitkan, namun menurut baekhyun itu tak apa. Karna Chanyeol membencinya kan?
Hari ini Baekhyun berjalan pulang dengan riang, bibirnya tak henti-hentinya menyunggingkan senyum. tanpa ia ketahui bahwa orang-orang menatap aneh kearahnya.
Namun tiba-tiba sebuah mobil berhenti disampingnya.
"BAEKHYUN"
Baekhyun berhenti ketika mendengar namanya dipanggil,ia mencari asal sumber suara itu. Sepertinya ia tak asing dengan suara ini.
"disebelah sini baek"
Kyungsoo orang yang memanggilnya tadi mengarahkan tubuh baekhyun menghadapnya.
"eoh..eonni? mengapa eonni ada disini?
" Aku tak sengaja lewat dan...aku bertemu. Kau baru pulang kerja?"
"ne eonni.."
"ah ya..kau pasti belum makan kan? ayo ikut denganku kita makan bersama, heum?"
Tanpa sempat menolak, kyungsoo sudah lebih dahulu menggiring baekyun masuk kedalam mobil.
Kini mereka sudah berada disebuah kedai makan sederhana. Kyungsoo sengaja membawa Baekhyun kesini, karena jika ia membawanya ke restoran si adik iparnya ini pasti menolak.
Mereka sedang menunggu pesanan datang. Dan sejak tadi Kyungsoo merasa ada yang aneh dengan Baekhyun.
"Baek, kau baik-baik saja? mengapa aku perhatikan sejak tadi kau senyum-senyum sendiri eoh? kau sedang bahagia yaa."
ujar Kyungsoo sengaja menggoda Baekhyun.
" ya aku bahagia, eonni tau? hari ini aku menerima gajiku"
ujar baekhyun riang. tanganya kini mengambil amplop coklat didalam tas kecilnya dan memperlihatkanya pada kyungsoo.
"wahhhh benarkah? Chukkae...pantas saja kau gembira eoh."
"Ne..tapi bulan ini gajiku sedikit dipotong karena aku memecahkan piring dan gelas beberapa kali..hehehe"
"aigoo baek. Berhati-hatilah kalau bekerja eoh, bagaimana kalau pecahan beling itu melukai mu eoh?
ada nada khawatir yang terselip dihati baekhyun ketika mengucapka hal itu.
" ne eonni. Eonni tenang saja. Oh ya bisakah eonni menghitungkan berapa gajiku ini?"
tanya Baekhyun sambil menyodorkan amplop itu kepada Kyungsoo.
"Ne tentu saja"
Kyungsoo membuka isi amplop itu dan seketika tercengang ketika melihat jumplah uang itu.
"Benarkah ini gaji yang kau dapat? mengapa sedikit sekali? bahkan ini terlalu sedikit untuk orang yang bekerja penuh selama sebulan. Apa begitu banyak kerugian yang harus kau bayar sampai gajimu dipotong sebegitu banyaknya Baek?"
Batin Kyungsoo dalam hati. Kini pandanganya berubah menjadi sendu kearah baekhyun. Kasian sekali hidup wanita ini.
"Berapa eonni?" tanya Baekhyun penasaran.
"hanya...eoh maksudku 400 ribu Baek"
"eoh benarkah? kalau begitu aku akan mentraktir eonni dan sisanya akan aku tabung"
Kyungsoo memang sudah sangat baik kepada Baekhyun selama ini. ia berfikir mungkin untuk bisa membalas kebaikan sang kakak ipar itu ia bisa mentraktirnya sekarang.
"tidak usah baek, biar aku saja yang membayarnya. Kau...sebaiknya uang ini kau tabung saja eoh?"
Kyungsoo berusaha menolak dengan halus. Hey yang benar saja jika Baekhyun mentraktirnya makan dengan gajinya itu, pasti gaji yang diperoleh selama 1 bulan itu akan habis seketika. Dan kyungsoo tak ingin has jerih payah Baekhyun terbuang begitu saja.
"Benarkah tidak apa-apa? sungguh? tapi eonni selama ini sudah baik padaku dan aku tak bisa membalas dengan apapun, jadi.."
"Baek, kau simpan saja uang ini. Tidak usah merasa sungkan denganku. Selama ini aku membantumu itu dengan tulus, tak mengharapkan imbalan apapun. Sungguh, aku lebih senang jika kau menyimpan uang ini daripada mentraktirku. Kau tau? makanan ku itu sangat banyak Baek, hahaha..."
Kyungsoo sedikit memberikan gurauanya kepada Baekhyun agar ia tak bersikeras mentraktirnya.
"hem..baiklah terimakasih eonni"
Makanan yang mereka pesan sudah datang, dan mereka bersuapun larut menikmati pesanan mereka masing-masing.
MALAM HARI DIKEDIAMAN PARK
"Eomma sudah tidak tahan Chan. Sampa kapan wanita buta itu berada dirumah kita? pokoknya kau harus segera mengusirnya dari rumah ini."
"Eomma. Eomma tenang saja, aku juga sudah muak melihatnya bedara dirumah ini. Setelah bayi itu lahir aku pastikan aku sendiri yang akan menendangnya keluar dari rumah ini. Karna aku juga sudah tidak sabar menikahi Suho ku"
itu suara Nyonya Park dan Chanyeol yang sejak tadi membahas masalah Baekhyun.
Sejak awal Nyonya Park yang tidak menyukai keberadaan Baekhyun dirumah ini selalu mendesak sang anak untuk mengusir istrinya itu. Dan tanggapan yang diberikan Chanyeol pun masih sama, akan mengusir baekhyun jika bayi itu sudah lahir. Begitu bayi itu lahir Baekhyun akan segera dicerai oleh Chanyeol. Bahkan Chanyeol dan keluarganya tak memperdulihan hak asuh anak itu nanti. Karena Keluarga mereka tak menginginkan anak itu ada.
"eomma sudah tak sabar menjadikan Suho menantu eomma Chan, sebentar lagi dia kembalikan?"
"ne..setelah dia kembali aku akan segera menyusun rencana pernikahan kami eomma."
Cahnyeol menatap sang eomma sambil tersenyum.
"Segera selesaikan semuanga Chan, eomma tak ingin Suho tau semuanya. Bisa-bisa semua rencana kita kacau karna si buta itu"
Dan Chanyeol hanya memberikan anggukan kepada sang eomma. Berusaga memberikan keyakinan.
Kyungsoo berjalan menuju gudang belakang. Ia mengetuk pintu itu pelan dan membukanya setelah mendapat jawaban dari si empunya.
"Baek kau sedang apa?"
ujar Kyungsoo yang kini telah duduk disebelah Baekhyun.
"Aku sedang memasukkan gajiku kedalam celengan eonni"
"eoh tabunganmu pasti sudah terkumpul banyak ya. akan jau gunakan untuk apa saja eoh?"
"untuk biaya persalinan nanti, memang masih sangat sedikit sih tapi aku aka bekerja lebih keras lagi"
NYUT
Hati Kyungsoo serasa tercubit pelan. Bekerja keras mengumpulkan uang untuk biaya persalinan, bahkan ia punya suami yang mampu menanggung itu semua. Tapi wanita ini sedikitpun tak pernah mengeluh karena harus melakukan ini semua. Dan tak mengeluh pada takdir. Ia sebagai kakak Chanyeol merasa malu atas kelakuan adiknya pada wanita didepanya ini.
"oh iya baek, berapa usia kandunganmu eoh?"
kini Kyungsoo berusaha mengakihkan topik pembicaraan
"emmm.. 7 bulan?, menurut perhitunganku sudah 7 bulan. entahlah aku belum pernah memeriksakanya kedokter. pasti sangat mahal biaya periksanya"
Bahkan ia tak pernah memeriksakan kandungannya.
"Bagaimana kalau besok kita periksakan dia?. kau pasti ingin melihat perkembanganya didalam sana kan?"
tangan kyungsoo beralih mengusap perut buncit itu.
"emm..iya. tapi..aku tak memiliki cukup uang untuk pergi kedokter"
ada nada ragu ketika baekhyun mengucapkan itu. Ia jadi sedikit malu pada kyungsoo.
"tak apa, aku yang akan mengurus masalah biaya. kau tenang saja ya. Aku ingin sekali melihat perkembangan ponakanku ini. sudah sebesar apa dia."
"tapi..."
"pokoknya tidak ada penolakan. besok aku tunggu jam 10. OKE? aku keluar dulu bye"
tanpa memberi baekhyun kesempatan untuk menjawab kyungsoo sudah lebih dulu keluar dari kamarnya. dan dengan terpaksa ia meng"iya" kan ajakan kakak iparnya itu.
TBC
MAAFFFFF LAMA UP.
HEHEHE...
BERHARAP KALIAN SUKA.
JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR KALIAN UNTUK CHAPTER INI. YANG MAU JAMBAK SI CY SILAHKAN
