Love A Blind Girl Chapter 4

Main Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Park Kyungsoo, dll.

Genre :sad romance, marriage life, family.

Rating M

GS FOR UKE

Happy Reading

Chapter 4

Kyungsoo menepati janjinya. Ia mengajak Baekhyun untuk memeriksakan kandunganya.

Kini mereka berada di salah satu ruang periksa kandungan. Dokter nampak serius melakukan USG pada Baekhyun.

"Bagaimana keadaan bayiku dokter?" tanya Baekhyun mulai penasaran. Ia bisa mendengar detak jantung sang anak melalui alat yang entah apa namanya ia tak tau. Namun sayangnya ia tak bisa melihat wujud sang anak saat ini.

"Bayi anda sehat nyonya. Tapi alangkah lebih baiknya bila anda lebih mengatur pola makan anda untuk membuat bayi anda dalam berat yang normal diusianya yang menginjak 7 bulan."

"apa maksud dokter?"

"berat bayi anda masih sangat kurang untuk ukuran 7 bulan. dan bila masih saja seperti ini anda bisa melahirkan prematur nyonya"

"saya sarankan perbanyak makanan buah sayur dan danging serta rutin mengkonsumsi vitamin agar berat bayi bertambah. Nanti saja juga akan meberikan resep Vitamin untuk anda nyonya"

"Ne terimakasih dokter"

Setelah selesai memeriksakan kandungan, Kyungsoo mengajak Baekhyun kesebuah departement store. Ada yang ingin dibeli katanya. dan Baekhyun hanya pasrah mengikuti keinginan Kyungsoo.

"Baek bagaimana menurutmu tentang dress ini? sepertinya cocok untukmu"

Ujar Kyungsoo yang kini mencoba mencocokkan dress hamil ditanganya dengan tubuh Baekhyun.

Diperlakukan seperti itupun Baekhyun merasa risau.

"mengapa kita kesini eonni? iya dress ini pasti bagus, tapi aku tak mempunyai uang untuk membelinya"

"tak apa aku akan membelikanya untukmu baek"

ujar kyungsoo sumringah.

"tidak jangan. Ini pasti mahal. Jangan eonni, kau..sudah terlalu baik padaku.Kali ini jangan lagi"

"Ck kau ini seperti dengan siapa saja Baek. Aku ingin membelikanmu beberapa potong dress hamil karena lihatlah baek, baju yang sering kau gunakan sudah sangat sempit untuk perutmu yang kian membesar. Kau tak ingin kan bayimu merasa sesak? terima ya"

"Tapi eonni.."

"Tak ada tapi-tapian Baek. Kau pilih saja baju yang kau suka. ah iya..aku lupa. Baiklah biar aku yang memilihkanya untukmu ne?"

ketika Kyungsoo hendak memilih baju kembali dengan segera Baekhyun mencekal tangan Kyungsoo.

"Jangan, yang ini saja. cukup satu saja. ini pasti sudah sangat mahal"

"tapi baek..."

"kumohon"

tak kuasa melihat raus wajah Baekhyun yang memelas ia pun akhirnya menganggukkan kepala pasrah. ia tersenyum samar ketika menemukan sebuah ide. Tanpa sepengetahuan Baekhyun ia mengambil lagi beberapa baju dengan ukuran sama dan membayarnya kekasir.

Ini akan menjadi kejutan untuk Baekhyun nanti.

"Sudah kau tidak ingin membeli yang lain baek?"

tanya kyungsoo. Mereka kini tengah menuruni eskalator dengan tangan Kyungsoo yang setia menggandeng tangan Baekhyun.

"tidak. ini saja sudah cukup eonni. terimakasih"

ucap Baekhyun tulus.

"Ne sama-sama Baek"

Baekhyun membuka beberapa paperbag yag diberikan Kyungsoo tadi. Ia tak menyangka kalau Kyungsoo membelikan baju sebanyak ini. Dengan apa nanti dia akan membalas semua kebaikan kakak iparnya itu.

Ia meraba salah satu dress dengan kain selembut sutra itu. Seumur hidupnya ia belum pernah memakai baju mahal dan sebagus ini kebanyakan bajunya adalah baju bekas yang sudah usang dan dijahit sana sini.

Ia berniat mencoba baju tersebut namun sebuah gebrakan pintu mengagetkanya.

BRAKKKK

Chanyeol, si pelaku itu. Berdiri dengan angkuh sambil menyilangka tanganya didepan pintu gudang itu.

PROK PROK PROK

"Oh...bagus sekali. Ternyata tuan putri selesai berbelanja eoh? waw banyak sekali bajunya, pasti mahal ya?"

Chanyeol berjalan dengan angkuh menghampiri Baekhyun dan berjongkok didepanya.

Memandang wanita itu dengan tatapan mengejek.

"Dapat uang darimana?"

"i..itu...aku..."

"jangan bilang kau mencuri? ck..ck..ckk..wanita hamil sepertimu mencuri bagaimana anakmu nanti? akan jadi pencuri juga? hahaa"

"Chanyeol...bukan seperti itu. ini..emmm sebenarnya .."

"Hanya untuk punya barang-barang mewah kau sampai mencuri eoh? atau..."

"tidak Chanyeol..ini..kyungsoo eonni..."

Tubuh Baekhyun gemetaran, Sungguh ia selalu takut berhadapan dengan Chanyeol. Ia menundukkan wajahnya,jemarinya tak henti-hentinya meremas ujung baju.

"KAU MEMANFAATKAN KYUNGSOO NOONA KAN?"

"Chanyeol..aku bisa jelaskan"

"oh...jadi selama ini kau mendapatkan barang-barang mahal ini dari noonaku? kau memeras noonaku buta? setelah gagal memerasku sekarang kau menjadikan noonaku korbanmu? buta sialan"

PLAKK

Rasa panas dan perih bukan main menjalar dipipi tirus itu. Ia meraba pelan pipinya dan bisa ia rasakan sudut bibirnya kini berdarah.

"SADAR DIRI BUTA. KAU ITU HANYA ORANG BUTA YANG TAK TAU MALU. SUDAH UNTUNG AKU MAU MENIKAHIMU UNTUK BAYI MENJIJIKKAN ITU TAPI KAU SAMA SEKALI TAK TAU TERIMA KASIH. "

Chanyeol berteriak marah didepan Baekhyun.

"Ini anakmu, mengapa kau tega menyebutnya menjijikkan yeol? jika kau marah, marah saja padaku tapi jangan bawa anak ini juga yeol. Dia tak tau apa-apa"

"kau sudah berani membantahku?"

PLAK

Satu tamparan lagi Baekhyun terima dan sakitnya bukan main.

"Aku membencimu dan anak sial itu buta. kau dengar itu?"

"kembalikan barang-barang ini pada Kyungsoo noona. Kau tak pantas memakai barang-barang.."

BRAKK

Ucapan Chanyeol terputus ketika mendengar suara gembrakan pintu.

Ia berdiri dan mengernyit melihat sang eomma tiba-tiba ada didepan pintu.

"ada apa eomma?"

"apa yang kau lakukan dikamar perempuan ini Chanyeol?"

tanya Nyonya park dengan suara tertahan. Matanya menatap nyalang kearah Baekhyun.

"Hanya sedikit memberinya pelajaran, dia memanfaatkan Kyungsoo noona. Eomma ada apa?"

adu Chanyeol.

"Pehiasan eomma hilang. Eomma sudah mencarinya keseluruh sudut rumah. Dan kamar si buta ini satu-satunya tempat yang belum eomma periksa"

Chanyeol dan Baekhyun sama sama terkejut mendengar perkataan Nyonya park.

"Kau mencuri perhiasan eommaku buta?"

Tanya Chanyeol. Kini emosinya bangkit kembali.

Baekhyun menggeleng kuat. berusaha membantah tuduhan Chanyeol.

"Tidak. Aku tidak tau apa-apa yeol. Aku baru saja memasuki kamar, jika tidak percaya kalian boleh memeriksanya"

Baekhyun berusaha untuk tidak panik, meskipun ekspresi raut wajahnya tidak dapat menyembunyikan hal itu. Firasatnya mengatakan akan ada hal buruk yang akan terjadi.

Chanyeol dan Nyonya park mulai menggeledah isi kamar Baekhyun.

Mereka mencari di bawah kasur lipat , bawah bantal,tumpukan kardus, dan yang terakhir dibawah tumpukan pakaian didalam kardus.

Chanyeol tercengang ketika menemukan sebuah kotak perhiasan di tumpukan pakaian paling bawah.

"Eomma..ini.."

Chanyeol menunjukkan kotak itu pada sang nyonya park. Nyonya park mengambil kotak itu dengan kasar dan membuka isinya.

"Benar ini perhiasan eomma Chanyeol"

Baekhyun menggeleng tak percaya. Mengapa kotak perhiasan itu ada di kamarnya

"Jadi.."

Emosi keduanya sudah meluap-luap terutama Chanyeol. Ia mengepal tangannya kuat-kuat dan berjalan cepat menarik paksa tubuh Baekhyun untuk berdiri.

PLAK

"MEMALUKAN"

PLAK

"DASAR MALING"

PLAK

"akkhhh...ampun yeol, aku tidak tau. Aku tidak mencuri yeol sungguh"

"KAU BILANG TIDAK MENCURI, TAPI JELAS-JELAS KOTAK PERHIASAN EOMMA ADA DIKAMARMU BUTA"

PLAK

BUGG

Bukan Tamparan yang kali ini Baekhyun dapatkan tapi lebih kepada tinjuan dipipinya.

sakit sungguh sakit. Wanita lemah sepertinya harus mendapatkan perlakuan seperti ini atas dosa yang tidak ia lakukan.

"KAU SEMAKIN MEMBUATKU MALU MEMILIKI ISTRI SEPERTIMU. BUTA DAN JUGA PENCURI"

BUKKKK

Chanyeol menghempaskan tubuh Baekhyun kelantai. Dengan sigab Baekhyun mendekap perutnya agar tak terbentur lantai itu.

"aakkhh..hiks...demi tuhan aku tidak mencuri"

Nyonya park berjongkok didepan Baekhyun dan menarik rambut wanita itu dengan sangat kencang.

"Perempuan Buta tak tau diri..sudah untung anakku menampungmu dirumah ini tapi kau malah bertingkah, KAU BERANI MENCURI DIRUMAHKU HAH?"

PLAKK

"SEHARUSNYA ANAKKU TAK USAH MENIKAHIMU, HANYA MENIMBULKAN BENCANA SAJA, BUTA SIALAN PERGI KAU DARI RUMAHKU...PERGII..."

Nyonya park berdiri

"Usir saja perempuan ini yeol, eomma sudah muak dengan tinggakah lakunya. Perempuan buta tak tau terimakasih. Usir dia yeol, eomma tak perduli dia mengandung anakmu atau bukan toh kita tak akan mengakuinya. Usir dia"

"ya...aku juga sudah muak dengan si buta ini eomma.Cacat, pencuri,tak tau diuntung..ayo ikut aku buta..akan ku tunjukkan dimana pintu keluarnya"

Chanyeol menarik tubuh Baekhyun agar berdiri dan menyeretnya keluar.

"akkhhh perut ku.. sakit yeol..hiks..ampun..akkhhh.. hiks..ampuuunnn...tolong...hiks..akhh"

Baekhyun terus memegang perut bagian bawahnya yang terasa sakit saat Chanyeol menariknya paksa.

Kyungsoo terkejut ketika menuruni tangga dan melihat Baekhyun dengan wajah kesakita dan penuh air mata ditarik paksa Chanyeol. Dibelakang mereka ada Nyonya park yang berjalan mengikuti.

Dengan rasa penasaran Kyungsoo berjalan menghampiri mereka.

"ADA APA INI YEOL?"

Kyungsoo berteriak ketika melihat perlakuan Chanyeol yang keji terhadap Baekhyun.

"Dia mencuri Kyungsoo, dia mencuri perhiasan eomma"

jawab Nyonya Park.

"Apa mencuri? tidak..tidak mungkin Baekhyun mencuri eomma. Dia tidak seperti itu"

"ini..sudah jelas buktinya. Eomm dan Chanyeol menemukan kotak perhiasan eomma dikamarnya"

Eomma park mengangkat kotak perhiasan digenggamanya bermaksud agar Kyungsoo melihatnya.

"tidak mungkin.."

Kyungsoo menggelengg tak percaya. Ia menatap iba kearah Baekhyun.

"Baek.."

"Sudahlah noona. Selama ini kita sudah ditipu oleh si buta ini. Aku heran jangan-jangan perempuan ini pura-pura buta agar dikasihani "

"Ayo Chanyeol...cepat usir dia dari rumah ini. Bawa dia pergi"

Chanyeol kembali menarik Baekhyun tanpa belas kasihan kearah pintu keluar.

Dibelakangnya Kyungsoo mencoba mencegah langkah Chanyeol.

"Tidak yeol. Hentikan..jangan usir dia...dia sedang hamil yeol...Kasihan Baekhyun yeol..Chanyeoll...Jangannn"

Kyungsoo menarik-narik tangan Chanyeol agar mau berhenti. Ia tak tega melihat Baekhyun yang kesakitan seperti itu.

"Chanyeol.."

"Sudah kyungsoo...Biarkan adikmu mengusir perempuan tidak tau diri ini. Sudah untung kita menampunya tapi apa balasan dia, dia malah mencuri dirumah ini"

Nyonya park menahan tanang Kyungsoo agar tidak menghalangi Chanyeol menguris Baekhyum. Nyonya Park tersenyum miring. Akhirnya usah untuk menendang perempuan buta dari rumah ini tidak sia-sia. Rencananya berhasil.

Nyonya Park tersenyum penuh kemenangan.

BRAKK...

BUGGGGG

Chanyeol menghempaskan tubuh Baekhyun dengan kasar keluar rumah.

"aakkhhh..."

"Pergi dari rumah ini buta, jangan sekali-keli kau berani muncul dihadapanku. Jika sampai itu terjadi aku sendiri yang akan menghabisimu dan anak sialanmu itu. MENGERTI?"

"hiks..hiks..ampun yeoll..jangan usir aku..aku harus kemana yeol..aku tidak punya tujuan yeol..jangan usir aku..aku tidak mencuri perhiasan itu..hiks..sungguh.."

Baekhyun memegang kaki Chanyeol , berusaha memohon agar Chanyeol tak mengusirnya.

Namun lagi-lagi Chanyeol menghempaskan tubuh Baekhyun kasar dan tanpa menghiraukan baekhyun yang kesakitan ia berjalan kedalam rumah. Menutup pintu itu dengan kasar tak mengiraukan suara Baekhyun meminta belas kasihan.

Hujan sangat lebat,angin bertiup sangat kencang. Baekhyun berjalan dengan terseok-seok. Ia tak membawa tongkat dan itu menyulitkanya untuk berjalan. Tubuhnya pun menggigil kedinginan. Ia mendudukkan tubuh lelahnya di bawah pohon besar. Tanganya dengan setia terus mengusap perut buncitnya yang terasa sakit sejak tadi.

Ia menangis pilu, kemana ia akan pergi ia tak mempunyai tujuan. Ia tak bisa hidup terlunta-lunta lagi dijalan seperti dulu. Sebentar lagi ia akan mempunyai seorang anak yang harus ia lindungi.

Ia menangisi nasipnya kini.

mengapa takdir begitu kejam padanya. Ia lelah terus menerus dipermainkan oleh takdir seperti ini. Yatim piatu, tak diinginkan, hidup sebatang kara, terlunta-lunta, diperkosa, hamil, tak dianggap oleh suaminya dan diusir seperti ini.

"mengapa kau kejam pada kami yeol...hiks..kau tega mengusirku saat aku mengandung anakmu yeol, hiks..kau menghukumku atas kesalaha yang tak ku lakukan yeol"

"hiks.. arrgghhkkk...sayang..hiks..apa kau juga sedih karena ayah membuang kita? hiks..hiks..ibu akan menjagamu sekuat tenaga ibu sayang, bertahanlah..akkkkhhhhhh"

Baekhyun berteriak kesakitan. Perutnya terasa dicengkram kuat. pinggangnya sakit,

"akkkhhhh..."

DUG

DUG

bayi didalam perutnya menendang dengan sangat keras. Tuhan apa ia akan melahirkan sekarang?

5 TAHUN KEMUDIAN

"ibu...Chanhyun pergi dulu ne..Ibu dirumah saja nanti Chan akan pulang dengan uang yang banyak"

Ujar bocah kecil itu sambil membuat lingkaran besar ketika mengucapkan kata" banyak".

Ia menghadap kearah wanita buta didepanya dan berpamitan.

"Channie akan pergi menyemir lagi?"

tanya wanita buta itu.

"ne...doakan Channie ya bu..supaya hari ini Channie dapat uang banyak dan kita bisa membeli makanan"

"Channie...mengapa Channie bekerja lagi sayang. Channie masih kecil, bahaya kalau channie bekerja. Ibu bisa mencari uang untuk kita. Biar Ibu saja ya yang bekerja,Channie dirumah saja"

Si wanita buta berusaha membujuk sang anak. ia mengelus rambut sang anak perlahan. Ia tak tega jika harus melihat anaknya bekerja diusia yang baru menginjak 5 tahun. Seharusnya diusianya yang seperti ini Ia habiskan untuk bermain, bukan malah bekerja menjadi tukang semir sepatu di pinggiran jalan dan pasar-pasar.

"tak apa, Channie senang bantu ibu. Kalau ibu sendiri yang bekerja nanti ibu capek, kalau ibuk capek ibu bisa sakit. Channie tak mau ibu sakit."

Chanhyun nama anak itu memeluk ibunya dengan sayang. Hanya sang ibu satu-satunya yang ia miliki didunia ini dan ia tak mau membuat sang ibu sakit dan lain sebagainya. Ia akan menangis bila melihat ibu nya kelelahan bekerja dan kemudian sakit. Ia sangat menyayangi sosok wanita ini meskipun banyak yang mengejeknya karena mempunyai ibu buta.

pemikirnya sudah dewasa di umurnya yang menginjak 5 tahun.

"Channie bermain saja ya sama teman-teman. Tidak usah kepasar"

"tidak Chan tidak suka main sama mereka, mereka selalu mengejek ibu. Chan tidak suka bu..lebih baik Chan bekerja membantu ibu saja agar kita bisa mengumpulkan banyak uang untuk Chan masuk sekolah nanti. ia kan bu?"

Mata anak itu berbinar ketika menyebut kata"sekolah" dan Baekhyun nama wanita itu hanya bisa tersenyum miris mendengarnya.

Ia wanita miskin, yang tinggal digubuk reot bersama anaknya. Mampukah ia menyekolahkan anaknya ini yang sangat ingin sekolah?

Baekhyun mencoba memberikan senyum meyakinkan pada sang anak.

"Ne..nanti ibu akan mencari uang yang banyak ya agar Chanhyun bisa sekolah seperti teman-teman yang lain"

"yeee...makasih bu. Chan pergi dulu ya bu, anyeong"

Channie berpamitan, mencium tangan sang ibu dan berjalan keluar rumah.

"Hati-hati sayang"

tak ada jawaba apapun, karena Baekhyun mengucapkanya dengan lirih.

"Apakah kau mengingat kami Chan? Chanhyun, anakmu dia tumbuh menjadi sosok sang sangat mengangumkan, Chanhyun, nama anakmu yang selalu menanyakan keberadaanmu Chanyeol-ah.. apakah kau tak ingin melihat anakmu Chan? anak yang dulu sangat kau benci dan tak kau anggap.

Bagaimana ini Chanyeol-ah..Chanhyun ingin sekolah..bagaimana caranya agar aku mewujudkan impian sederhananya Chanyeol ah? "

Baekhyun bergumam dengan lirih ketika mengingat sosok itu. sosok yang menebarkan segala kesakitan dalam dirinya. air matanya mengalir dipipi yang terlihat semakin tirus itu.

TBC

MAAF KALAU CERITANYA MAKIN NGAWUR DAN TAK SEPERTI YANG KALIAN HARAPKAN.

REVIEW JUSEOO??