Love A Blind Girl Chapter 5

MainCast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Oh Sehun,Park Kyungsoo, Park ChanHyun.

Genre : Family, Romance, Marriage life, sad.

Rating : Temukan sendiri.

Hati-hati typo bertebaran.

HAPPY READING

5 TAHUN LALU

5 Tahun lalu, ketika Byun Baekhyun seorang gadis buta yang memiliki nasip memilukan, diusir secara paksa oleh suaminya Park Chanyeol atas kesalahan yang sama sekali tak pernah ia lakukan, diusir dalam keadaan hamil besar ditengah guyuran hujan dan angin kencang tanpa tau arah tujuan.

5 tahun lalu, Byun Baekhyun sendirian ketika diusir dan dibuang begitu saja. Dengan keadaan perutnya yang terasa sangat menyakitkan kala itu ia terduduk sendiri di sebuah pohon besar pinggir jalan, dengan beribu rasa sakit dihati dan perutnya yang terus menghujam.

Menggeram tertahan menahan sakit yang teramat dalam guyuran hujan deras tanpa ada seorangpun yang mau menolong membuat Byun Baekhyun hampir putus asa. Namun sekali lagi, demi anak dalam kandunganya ia bertahan agar tidak menyerah.

hampir 1 jam berjuang melawan rasa sakit diperutnya itu sendiri, ternyata tuhan tak tidur.

Sosok Kang Ahjussi, sosok yang memberikanya kehidupan layak beberapa tahun silam, ternyata kini tuhan pula yang mengirimkan Kang ahjussi sebagai penolongnya lagi-dan lagi.

Kang Ahjussi yang kala itu pulang sehabis bekerja, tak sengaja melihat seorang wanita hamil yang tengah kesakitan dipinggir jalan sepi itu. Dengan rasa kasian dan penasaran ingin membantu, Kang ahjussi berjalan mendekati sosok itu.

Sungguh, alangkah terkejutnya pria paruh baya itu ketika melihat sosok yang kesakitan itu adalah sosok yang ia tolong beberapa tahun yang lalu, sosok yang telah ia anggap sebagai anak sendiri, sosok yang ia lepas beberapa bulan lalu atas suatu kejadian yang menimpa sang anak.

Namun alangkah terkejutnya Kang ahjussi ketika ia kembali dipertemukan dengan sosok yang sangat dikasihinya ini dalam kondisi yang seperti itu, sendirian,kehujanan, dan kesakitan. Bukankah anaknya ini seharusnya berada dirumah megah keluarga Park? Keluarga yang telah menjadikanya anaknya ini menantu beberapa bulan lalu? tapi mengapa ia menemukan sang anak dalam kondisi seperti ini?

Dengan rasa panik yang bercampur rasa bingung, Kang ahjussi membawa Baekhyun kerumah sakit terdekat untuk segera mendapatkan perawatan.

Dirumah sakit, Kang Ahjussi seolah tertimpa ribuan batu besar tak kasat mata, ketika sang dokter kandungan mengatakan bahwa Byun Baekhyun harus melahirkan diusia kandungan yang baru menginjak 7 bulan karena ketuban yang sudah pecah cukup lama sehingga takut memperparah kondisi bayinya.

Bukan hanya itu, Byun Baekhyun harus melakukan operasi cecar dikarenakan kondisi tubuhnya yang tak memungkinkan melahirkan normal serta kondisi bayi yang sejak awal memang dalam kondisi lemah.

Dengan segala rasa kepanikanya, Kang ahjussi menyetujui operasi itu. Operasi dilakukan, Bayi Byun Baekhyun berhasil dilahirkan. Bayi laki-laki dengan kondisi yang sehat dan selamat, meski berat bayi merah itu sangat kecil tak seperti berat bayi normal pada umumnya.

Beberapa hari berada dirumah sakit, Byun Baekhyun tersadar dan ia mengetahui kalau Kang ahjussi orang yang dulu pernah menolongnya kini kembali menolongnya. Sungguh mulia hati pria paruh baya itu.

Byun Baekhyun, akhirnya menceritakan semua yang telah terjadi dalam hidupnya selama beberapa bulan belakangan ini. Perlakuan buruk sang suami dan keluarganya. Siksaan yang selalu datang bertubi-tubi.Dan perlakuan buruk lainya. Hal itu cukup membuat Kang ahjussi menggeram marah dan melayangkan berbagai sumpah separah pada keluarga bangsawan itu.

Kang ahjussi menangis pilu. Menangisi nasip tragis yang menimpa sang anak. Meski Baekhyun bukan siapa-siapa dalam hidupnya namun ia tau, anak seperti Byun Baekhyun yang ia temui saat sang anak meminta belas kasihanya agar diberi makan beberapa tahun silam itu adalah anak yang baik. Hanya jalan hidupnya saja yang terlalu buruk. Sehingga banyak orang diluar sana yang ingin menyakitinya.

Beberapa hari setelah Baekhyun dinyatakan pulih, Kang ahjussi membawa Baekhyun dan bayinya untuk ikut serta tinggal bersamanya.

Bukan tempat seperti yang dulu pernah ia tempat bersama Baekhyun. Namun tempat yang cukup jauh. Kang ahjussi membawa Baekhyun beserta bayi yang baru berusia 7 hari itu ke Busan.

Kang Ahjussi membawa Baekhyun kesana agar sang anak dapat terlepas dari segala beban hidup yang membelenggu. Membawa Baekhyun untuk memulai kehidupan baru disana dan melupakan segala masa-masa menyakitkan diseoul.

Mereka tinggal disebuah rumah kecil padat penduduk di Busan. Tinggal dirumah kecil dengan penuh kesederhanaan namun penuh kebahagian dengan si kecil Chanhyun. Nama bayi yang diberikan Baekhyun pada bayinya itu.

Kang Ahjussi banyak membantu Baekhyun dalam mengurus Chanhyun dalam kondisi tak bisa melihat. Namun naluri seorang ibu lah yang membuat Baekhyun mampu melakukan semua dengan baik dan benar. Mulai dari memandikan, mengganti pakaian, menyusui si buah hati, menimang sang buah hati, dan masih banyak lainya.

Tak hanya Kang Ahjussi, Baekhyun juga bertemu sosok baru disana. Oh Sehun, Seorang lelaki berusia 23 tahun, tetangga baru Baekhyun disana.

Mereka berteman sangat akrab, Bahkan Sehun juga sering membantunya kala Kang ahjussi tidak berada dirumah.

5 tahun mereka hidup disana, dengan segala kebahagiaan dan kesedihan ia lalui disana.

3 tahun umur Chanhyun. Sang bayi yang terlahir dengan berat badan kurang itu tumbuh menjadi sosok yang sangat tampan dan menggemaskan Mirip sekali dengan sosok yang berada jauh disana. Chanhyun merupakan hidup baru seorang Byun Baekhyun, nyawa bagi Byun Baekhyun, alasan Baekhyun bertahan.

5 Tahun berlalu, Kang ahjussi. Lelaki paruh baya yang baik hati itu menghembuskan nafas terakhirnya 4 tahun lalu.

Tuhan mengambilnya karna mungkin tugasnya untuk menjaga Baekhyun dan sang cucu teleh selesai.

Setelah kematian Kang Ahjussi, Baekhyun hanya hidup berdua bersama sang anak Chanhyun dirumah kecil peninggalan Kang ahjussi.

Namum bukan berarti selamanya ia akan sendiri. Karna ada sosok Oh sehun yang selalu membantunya dalam kondisi apapun. Baekhyun dan Chanhyun sudah menganggap Sehun seperti keluarga mereka sendiri begitu pula sebaliknya.

CHAPTER 5

LOVE A BLIND GIRL

"Kalian dimana?"

Suara gumaman lirih terdengar dari sosok pria bertubuh tegap yang tengah berdiri di balkon kamarnya.

Berbicara pada angin yang bertiup dengan pandangan yang menewarang jauh.

"Aku merindukan kalian, pantaskah aku merindukan kalian?"

gumamnya lagi.

Drrrtt

Drrrrtttt

Drrrrrttt

Suara deringan ponsel menyadarkan lamunannya. Ia merogoh saku celananya dan melihat nama yang tertera di layar ponselnya.

PAK LEE

"Ne yeoboseo"

"Ne, Pak Lee. Siapkan saja semua keperluan untuk besok. kau berangkatlah dulu. Aku masih ada urusan yang harus kuselesaikan jadi aku akan berangkat besok pagi."

"Tak apa, aku bisa menyetir sendiri. Tenang saja"

"Ne sampai bertemu di Busan Pak Lee"

PLIP

Sambungan telepon itu terputus. Chanyeol menghela nafas kasar, dan berjalan masuk kedalam kamar tak lupa menutup jendela balkon.

Malam ini ia harus istirahat lebih awal, karena besok ia akan melakukan perjalanan ke Busan.

Acara pernikahan sang kakak Kyungsoo dengan seorang pengusaha dari Busan.

Chanyeol bersandar dikepala tempat tidur sembari tanganya terjulur mengambil bingkai foto yang sejak benerapa tahun lalu ia letakkan di nakas sampik tempat tidrunya.

Foto seorang gadis berpenampilan sederhana dan foto hasil USG seorang bayi yang ia tempel jadi satu pada bingkai itu.

"Kalian dimana? aku sangat merindukan kalian. Apa kau tumbuh menjadi sosok yang tampan atau cantik nak?"

Tak ada jawaban dari sosok itu, hanya suara keheningan malam yang terdengar.

"Maafkan aku, aku menyesal. Sungguh. Kalian dimana? kembalilah. Aku membutuhkan kalia"

Chanyeol menatap nanar seorang yang ada dibingkai foto itu. mengelus kaca bingai foto itu perlahan.

"Dia pasti sekarang menjadi anak yang mengangumkan bukan? siapa namanya? Bagaimana rupa anakku sekarang? hiks...aku ingin sekali melihatnya. memeluknya, menciumnya dan memberikan kasih sayang padanya."

Satu isakan lolos dari bibir Chanyeol. Inilah kebiasaan yang rutin ia lakukan sejak beberapa tahun silam. Berbicara dengan orang yang amat ia rindukan melalui sebuah bingkai foto. Bercerita banyak dengan sosok yang ada didalam foto tersebut dan akan berakhir dengan ia yang terisak pelan.

"Apa dia merepotkan mu? apa dia membuatmu kelelahan karena menjaganya sendiri? bagaimana rasanya bisa merawat " dia" eoh? dia rewel atau tidak? dia suka mainan apa? sudah seperti apa dia sekarang?"

"Dia...pernah menanyakan keberadaanku tidak?"

Ada nada ragu saat Chanyeol mengucapkan kalimat itu.

Apa ia keberdaanya pantas dicari oleh sosok dalam USG itu? setelah berpuluh-puluh kata-kata keji yang ia ucapkan untuk sosok hitam putih itu? bahkan dulu ia menolak tegas untuk mengakui keberadaan bayi itu. Hey..dimana urat malu mu Park Chanyeol?

Bahkan dulu dirinyalah yang tega mengusir 2 orang yang paling berharga dalam hidupnya itu. Membuang jauh sosok itu dari kehidupanya. Dan kini Ia menyesalinya.

"Dia sudah 5 tahun kan? aku selalu merayakan ulang tahun anak kita meskipun aku sama sekali tak tau ia lahir pada hari, tanggal, dan bulan apa. Aku selalu mengumpulkan hadiah disetiap ulang tahunya. Sungguh ayah yang bodoh."

Chanyeol tersenyum miris ketika mengingat segala kebodohanya selama ini. Ya dia bodoh, dia memang Bodoh.

"Dia pasti sudah akan masuk bangku sekolahkan? dimana dia akan sekolah? dia..pasti tampan/cantik ketika memakai seragam sekolahnya. Apa..suatu saat aku juga bisa melihatnya memakai seragam sekolah? mengikatkan tali sepatunya ketika ia butuh bantuan? mengantar dan menjemputnya ketika ia sekolah? memberikan pelukan hangat ketika ia memperoleh prestasi yang membanggakan disekolahnya? apa aku bisa?"

"Aku selalu mencari kalian. Tapi tak kunjung menemukan kalian. Aku harus bagaimana? Aku sudah tak sanggup memikul dosa ini terlalu lama. aku...ingin meminta maaf padamu Baek. Baekhyun."

"Kembalilah..."

Percakapan itu akhirnya di tutup dengan ucapan lirih dari Chanyeol. Ia terlihat mulai memejamkan matanya dengan bingkai foto yang masih dipeluknya erat. Seolah olah benda berharga dalam hidupnya itu akan dicuri orang lain.

Seorang Park Chanyeol yang dulu bukanlah yang sekarang.

Dulu, Park Chanyeol dengan sikapnya yang kejam, kasar,dan arogan kini hilang entah kemana.

Yang ada hanya Chanyeol yang seperti ini. Park Chanyeol yang akan menangis ketika malam menjelang, menangis karena rasa menyesal dan rindu yang tak tertahankan pada sosok dimasa lalunya. Sosok yang pernah ia sakiti lahir maupun batin. Bahkan ia juga menyakiti seseorang yang belum terlahir didunia ini.

Park Chanyeol didepan banyak orang mungkin ia akan menunjukkan sikap kaku dan aroganya namun ketika mengingat sosok itu semua topeng yang ia gunakan itu akan runtuh, berubah menjadi wajah sendu syarat akan kesedihan.

5 Tahun sudah berlalu. Dan bolehkan ia mengatakan menyesal atas perbuatanya dulu pada sosok yang telah ia sakiti? 5 tahun lalu setelah ia tersadar akan kesalahanya. Kesalahanya yang tega menyia-nyiakan wanita berhati suci, yang mau ia perlakukan semena-mena, ia hina, ia bentak , bahkan ia pukuli.5 tahun lalu, setelah Kyungsoo sang noona menyadarkanya akan semua perbuatanya yang keliru dan keterlaluan,lambat laun ia mulai tersadar wanita itu begitu berarti. Ia tersadar betapa pentingnya kehadiran wanita itu setelah ia membuangnya.

Wanita yang hamil karena perbuatan bejatnya. Wanita yang tak memiliki salah dan dosa apapun namun harus ia hancurkan hidupnya, merenggut harta berharga wanita itu dengan paksa.

5 tahun lalu, ia mulai tersadar kalau wanita itu tak seburuk yang ia fikirkan. Wanita itu hanya korban dari kebencian orang-orang disekitarnya. Dia sadar, dia Park Chanyeol hanya dimanfaatkan orang-orang sekelikingnya untuk melampiaskan kebencian pada sosok itu. Sosok yang tak memiliki salah apapu. pada mereka namun begitu dibenci pula oleh mereka.

Kini yang ada hanya penyesalan seorang Park Chanyeol.

5 tahun tak henti-hentinya ia mencari sosok itu. Puluhan anak buah telah ia sebar untuk mencari orang yang berharga dalam hidupnya itu. Namun selalu kata nihil yang ia peroleh selama ini. Apa ini hukuman dari tuhan untuknya?

"Habiskan sarapanmu Channie. Kau kemarin hanya sarapan sedikit kemudian malam harinya kau mengeluh perutmu sakit nak"

Nasihat seorang Ibu pada sosok anak kecil yang dipanggil Channie itu.

"Iya ibu..maafkan Chanhyun, kemarin itu Chanhyun buru-buru bu. Kalau kesiangan maka pelanggan yang ingin menyemir sepatunya juga akan sedikit dan Chanhyun tak akan pulang bawa uang banyak" ujar Chanhyun sampil menyuapkan makanan kedalam mulutnya.

Baekhyun, wanita buta itu mengelus sayang rambut sang anak yang ada di sampingnya.

Kasian sekali anaknya ini, umurnya masih 5 tahun tapi sudah pandai bekerja keras untuk ibunya dan demi kehidupan yang di cita-citakan sang anak.

Ringankanlah jalan anaknya ini tuhan.

"Kalau Channie lelah. dirumah saja ya, Channie masih kecil bukan kewajiban Channie untuk mencari uang. Semalam juga Channie sakit perut. Ibu takut nanti Channie terkena mag sayang. Channie masih kecil"

"Tak apa ibu. Channie sudah sembuh kok. Tuh..lihat Channie makan banyak kan? Ibu tenang saja."

"Ya sudah habiskan makananmu, setelah itu kau baru boleh pergi"

"Siap kapten"

Baekhyun mengusap kepala anaknya dengan gemas. Andai saja tuhan mengijinkanya untuk melihat pasti ia bisa melihat seperti apa anaknya sekarang ini.

"Sudah selesai, Bu aku berangkat dulu ya. Muachh...aku sayang ibuuu"

Chanhyun berpamitan dengan mencium pipi sang ibu, setelahnya berdiri mengambil kotak semirnya dan mengalungkanya dileher kurusnya.

"Hati-hati Channie..pulanglah saat makan siang ne?"

"Ne ibu"

Baekhyun selalu khawatir bila Chanhyun pergi bekerja. Anaknya itu masih kecil dan harus berkeliling sendiri untuk mencari orang yang mau menyemir sepatunya. Jika uangnya sudah terkumpul maka akan segera diberikan pada Baekhyun, dan Baekhyun akan menangis ketika uang itu diberikan padanya bukan untuk jajan sang anak.

5 tahun umurnya, Chanhyun merupakan anak yang tegar dan juga pemberani. Banyak orang-orang disekitarnya yang selalu mengejek bahkan mencemooh nya anak haram, anak sial tak punya ayah,anak miskin, anak yang punya ibu buta. Namun tak pernah sedikitpun ia mengeluh pada Baekhyun meskipun Baekhyun sendiri sering mendengar orang-orang mengejeknya seperti itu.

Tentang ayah? dia tak pernah menyakanya pada Baekhyun karna ia tau Baekhyun pasti sedih bila ia membahas tentang ayahnya. Jika ia sakit maka sang anak barulah akan mengigau sepanjang malam memanggil ayah. Ia tak pernah iri dengan teman sebayanya yang menghabiskan banyak waktu untuk bermain dan bersenang-senang dengan keluarganya. Dengan ayah dan ibunya. Namun ia, Chanhyun dengan bangga akan berkata pada semua orang Chanhyun punya ibu yang sayang Chanhyun jadi untuk apa harus punya ayah juga? Ibu sudah cukup untuk Chanhyun. Kelak ayah pasti akan datang mencari kami.

"Chanhyun"

itu suara Sehun, tetangga dekat rumahnya.

Chanhyun berhenti sejenak ketika mendengar Sehun memanggilnya.

"Eoh paman Sehun? ada apa Channie mau kerja nih"

Sehun mengeluarkan kotak makanan dari dalam tasnya dan memberikanya pada Chanhyun.

"Ini, kau bawalah bekal makanan ini untuk makan siangmu. Karna paman tau pasti lagi dan lagi kau akan pulang setelah jam makan siang lewat. Jadi ayo bawa ini"

Chanhyun memandang kotak bekal itu sebentar kemudian tangan mungilnya terjulur mengambil kotak bekal itu.

"Terimakasih paman, paman Sehun baik deh. Nanti Channie akan memakanya."

Sehun mengacak rambut Chanhyun gemas.

"Iya bocah. Ingatlah pesan ibumu, hati-hati jangan pulang terlalu sore nanti ibumu khawatir. Kau kan selalu berbohong pada ibumu"

"Hyaa Channie tak pernah bohong. Kalau lagi banyak yang mau sepatunya Channie semir, aku jadi pulang terlambat paman jelek"

"ck...dasar anak nakal. Ya sudah sana cepat pergi. Hati-hati ya"

"Ne paman Channie pergi dulu"

Sehun menatap Chanhyun yang kian menjauh. Anak itu. Sehun menjadi saksi tumbuh kembangnya anak itu. Anak dengan semangat yang tinggi dan pejuang keras demi sang ibu. Sehun selalu memantau setiap aktifitas Chanhyun ketika berada diluar rumah karna siapa lagi yang akan memperhatikan dirinya selain sang ibu dan juga Sehun.

Sehun memang kadang memberikan bekal makanan untuk Chanhyun agar dia bisa makan ketika waktu makan siang. Dan akan dikembalikan setelah ia cuci.

Sehun jugalah yang selama ini membantu banyak sekali kebutuhan Baekhyun. Kadang memberinya makanan sampai dengan meminjamkan uang bila Baekhyun memerlukanya. Tak tega rasanya bila sosok seperti Baekhyun harua berjuang sendiri dibalik kerasnya hidup ini.

"Shiit..."

Chanyeol merutuk dirinya sendiri ketika ia terlambat menuju tempat dilangsungkanya pernihakan sang kakak.

Ia bangun terlalu siang, dan ketika dipertengahan jalan tiba-tiba saja jalananya macet karna perbaikan jalan. Kalau begini ceritanya lebih baik ia mengikuti saran pak Lee untuk berangkat tadi malam.

Setelah dikiranya jalanan tidak macet, Chanyeol mempercepat laju kendaraanya sambil sesekali menengok jam yang melingkar di tanganya. 15 menit lagi. Jika dia tidak segera sampai maka ia harus pasrah mendapatkan ceramahan dari seluruh keluarganya disana.

Chanyeol merasakan ponselnya bergetar, ketika ia hendak melihat ID yang tertera dilayar ponselnya itu tiba-tiba saja ada seorang anak kecil yang hendak berlari menyebrang tepat didepan mobilnya.

Chanyeol membelalakka matanya dan sontak saja ia mengerem mobilnya secara mendadak.

CIIIIITTTT

BUGGGGG

Terdengar dentuman keras dari depan mobilnya. Oh tidak apa dia menabrak anak itu?. Dengan terburu-buru ia turun dari mobilnya dan matanya membelalak ketika melihat seorang anak jatuh terserempet mobilnya.

"Kau bodoh Chanyeol". Rutuknya dalam hati.

Ia berjalan dengan terburu-buru menghampiri sang anak yang menunduk kesakitan.

" Ya tuhan. Nak kau tak apa-apa? Astaga tanganmu berdarah. Ayo sini nak biar ahjussi bantu"

Chanyeol mengangkat tubuh kurus anak itu dan membawanya ketepi jalan. Mendudukkan sang anak tepat didepanya, melihat seberapa parah luka yang dimiliki anak ini akibat ulahnya.

Sementara sang anak masih menunduk menahan sakitnya.

"Apa sakit ? ayo biar ahjussi bawa kerumah sakit ya?"

Sungguh Chanyeol benar-benar panik bukan main sekarang. Ia seolah olah tengah merasakan kalau anak yang kesakitan itu adalah anaknya sendiri.

"Tidak apa-apa ahjussi. Lukanya hanya kecil kok"

Ketika Chanyeol hendak memprotes sang anak entah mengapa pandanganya seketika terpaku ketika melihat wajah anak didepanya ini.

DEG

Wajah itu, ia seperti pernah melihat wajah itu. Wajah itu...mirip dirinya?

Entah perasaan apa ini, namun yang jelas hatinya berdenyut tak karuan ketika melihat wajah sang anak untuk pertama kalinya.

"Ahjussi..melamun?"

"A...ah tidak nak. Maafkan ahjussi. Ayo ahjussi bawa keruma sakit saja ya? lukamu sepertinya cukup dalam nak. Biar dokter yang mengobatinya ne? ayo"

Baru saja Chanyeol menjulurkan tanganya hendak menggendong sang anak. Si anak lebih dulu menahan tanganya.

"Tidak usah ahjussi, Channie tak apa. Jangan dibawa kerumah sakit Channie tak punya uang untuk membayarnya nanti."

Raut panik diwajah Chanyeol sedikit luntur digantikan dengan tatapan mata yang menatap kasian sang anak.

"Jangan pikirkan soal uang. Yang penting lukamu harus diobati dulu. Ahjussi yang akan bertanggung jawab karna ahjussi yang menyebabkanmu seperti ini. Ayo"

Tanpa menunggu perintah selanjutnya, Chanyeol bergegas menggendong sang anak dan membawanya masuk kedalam mobil.

Tak lupa Chanyeol juga memasukkan barang yang dibawa sang anak itu kedalam mobilnya.

Persetan dengan acara pernikahan itu dan omelan keluarganya nanti.

RUMAH SAKIT

"Akhhh sakit.."

Cicit Chanhyun ketika seorang Dokter membersihkan luka pada tanganya.

Chanyeol masih setia disamping sang anak. Mengusap rambut Chanhyun pelan dan sesekali pandanganya menatap kearah luka yang sedang diobati itu.

"Tahan sebentar ya nak. Dokter sedang mengobatinya."

"Hiks..hiks...ibu sakiittt"

Chanyeol bisa merasakan kalau anak didepanya ini tengah mati matian menahan diri agar tidak menangis karena rasa sakit yang ia rasakan. Ia merapatkan tubuhnya pada sang anak dan memeluknya perlahan. Entahlah nalurinya mengatakan untuk itu.

"Sakit sekali ya? kalau Channie ingin menangis tak apa. Menangislah kalau Channie kesakitan"

Ujar Chanyeol lembut.

Chanhyun mentap Chanyeol cukup lama. Setelah mendapatkan keyakinan dari mata yang ia tatap itu akhirnya tangis nya pun pecah.

"Huweeee...hiks...hiks...appoo...sakiiiit ibuuuu...huweeee"

Tangis Chanhyun kencang.

"Nah susah Channie. Lukamu sudah selesai dokter obati. Anak tampan harus berhenti menangis"

"Bagaimana dengan lukanya dok? tak ada suatu yang parah kan?"

Tanya Chanyeol berlebihan.

"Tidak tuan. Anda tenang saja. Ini hanya luka ringan, 2-3 hari juga lukanya akan mengering"

"Oh tuhan, syukurlah"

Chanyeol keluar dari rumah sakit itu dengan Chanhyun yang berada digendonganya. Mengalungkan lengan mungilnya pada lehen Chanyeol dengan erat dan menyembunyikan wajahnya diperpotongan lehen Chanyeol. Mungkin bila orang yang melihat, mereka akan mengira kalau kedua makhluk ini adalah pasangan ayah dan anak.

Entahlah yang Chanhyun rasakan ketika Chanyeol menggendongnya adalah rasa nyaman yang selama ini tak pernah ia dapat dari siapapun.

Chanyeol membenarkan menjalankan mobilnya perlahan meninggalkan area rumah sakit. Sepanjang perjalanan ia tak henti-hentinya mencuri pandang kearah Chanhyun yang duduk disampingnya.

"Maafkan ahjussi ya nak. Karena ahjussi kau jadi seperi ini."

Ujar Chanyeol membuka obrolan diantara mereka.

"Tidak papa. Chanhyun juga kurang hati-hati tadi saat nyebrang jalan. Jadi Channie gak lihat mobil ahjussi lewat"

"Chanhyun? apa itu namamu?"

"Ne...itu namaku ahjussi. Makasih ya udah obatin luka Channie"

"Iya Channie sama-sama"

jawab Chanyeol sembari mengusap kepala Chanhyun pela n.

Chanhyun? Nama itu seperti tak asing baginya.

Chanyeol melirik Chanhyun sebelahnya dan tersenyum pelan.

Wajah yang hampir seluruhnya mirip denganya? Rasa paniknya saat melihat anak itu terluka tadi? rasa nyaman yang ia rasakan saat menggendong sang anak? dan terakhir Nmanya Chanhyun? Bolehkah ia berharap tuhan kalau anak ini adalah...anaknya?

"Rumah Chanhyun dimana? biar Ahjussi antar Chanhyun pulang ya?"

Ekspresi wajah Chanhyun berubah menjadi panik ketika mengingat sesuatu. Astaga dia harus bekerja tapi mengapa ia bisa lupa akan hal itu?

"Anio..ahjussi. Channie tidak bisa pulang, Channie harus bekerja"

Chanyeol mengangkat sebelah alisnya ketika mendapat jawaban Chanhyun yang membingungkan.

"Mwo? Bekerja?"

"Ne..Channie harus kerja. Ini sudah siang sekali. Ottoke??"

"Kau masih kecil nak. Kau bekerja apa?"

Tanya Chanyeol masih dengan rasa penasaranya.

"Penyemir sepatu. Chanhyun menyemir sepatu dipinggir jalan ahjussi"

"Mwo?"

"Dimana orang tuamu nak? kau masih kecil mengapa anak seusia dirimu harus bekerja eoh?"

"Orang tua Chanhyun cuma 1. Chanhyun cuma punya ibu didunia ini dan Ibu Chanhyun tak bisa melihat ahjussi jadi kasian kalau ibi harus bekerja utuk Chanhyun, Chanhyun mau bantu ibu"

Sungguh miris hati Chanyeol ketika mendengar pengakuan polos dari sang anak. Entah mengapa ada rasa tak rela ketika melihat anak ini harus bekerja seperti itu.

Tapi tunggu, apa tadi katanya? Ibunya tak bisa melihat?

Sontak saja Chanyeol tersadar dengan 1 hal. Baekhyun juga tak bisa melihat dan saat itu dia juga hamil anaknya. Apa jangan-jangan. Mereka orang yang sama?

Apa benar Chanhyun itu...??????

"I...ibu Chanhyun tak bisa melihat?"

"Ne. Ibu Channie buta sejak Channie lahir"

Rasa hati Chanyeol semakin bergemuruh. Benarkah? benarkah itu dia? orang yang selama ini ia cari? Baekhyun? apa benar dia Baekhyun?

"Kotak bekalku..."

gumam Chanhyun ketika baru menyadari kalau kotak bekal yang ia bawa tadi pagi tak ada padanya.

"Oh...kotak bekal? maafkan ahjussi nak. Gara-gara ahjussi pula kau kotak bekalmu tadi berserakan dijalan."

Chanhyun menunduk sedih ketika menyadari hal itu. Itu kotak belaknya pemberian paman Sehun. Dan sekarang Kotak itu pecah.

Menyadari kesedihan si anak Chanyeol buru-buru mencoba membujuk sang anak.

"Ah...bagaimana kalau sebagai ganti karna Ahjussi telah merusak kotak bekal Chanhyun, Ahjussi akan mentraktir Chanhyun makan?"

"mwo? makan? ahjussi mau mentraktir Channie makan? benarkah?"

Tanya Chanhyun tak percaya. Selama ini tak ada orang yang mau mentraktirnya makan. Hanya paman Sehunnya yang terkadang melakukan itu.

"Ne, benar sayang. Ahjussi akan mentraktirmu makan sesukamu. Kau suka kan?"

"Ne...ne...Channie mau."

angguk Chanhyun semangat kearah Chanyeol.

"Hari ini, bagaimana kalau Channie tidak usah bekerja dulu? tangan Channie kan masih sakit. Pasti semakin sakit kalau dibuat untuk bekerja sayang"

"Tapiiii..."

"Masalah uang. Nanti ahjussi akan berikan uang pada Channie sebagai gantinya. setuju?"

"Ne ahjussi Channie setuju"

Sungguh kali ini Chanhyun benar-benar aneh. Jika biasanya ia akan menolak keras bila sang ibu atau paman Sehun menyuruhnya untuk berhenti bekerja sejenak maka kali ini, hanya dengan mendengar kalimat perintah Chanyeol sekali saja ia langsung mengangguk semangat. Bukan karna uang yang Chanyeol tawarkan, tapi lebih kepada hatinya yang merasa hangat dengan sosok lelaki dewasa yang baru ditemuinya itu.

Mereka makan siang disebuah restaurantmewah Busan.

Selama masuk kedalam restaurant tersebut Chanhyuh tak henti-hentinya menggelengkan kepalanya kagum melihat bangunan mewah itu. Ini restaurant atau istana? mengapa bagus sekali. Pikirnya polos.

Dan Chanyeol pun tak henti-hentinya terkekeh pelan saat melihat tingkah Chanhyun yang begitu lucu menurutnya.

"Ayo Chanhyun kita makan. Ahjussi sudah pesan banyak makanan untukmu"

Chanhyun menatap makanan yang tertata rapi dimeja. Berbagai jenis makanan terhidang disana dan dia tidak tau namanya satu persatu.

"Apa ini bisa dimakan? ini terlihat sangat indah ahjussi sayang kalau dimakan"

Tunjuk Chanhyun pada salah satu makanan.

"Hahaha...tak apa nak, makanan itu memang untuk kau makan. Ahjussi membelinya untuk kita makan"

"Pasti mahal ya ahjussi? Chanhyun belum pernah makan makanan seperti ini"

"Tak usah kau pikirkan masalah harganya, yang penting ayo cepat kita makan, kau pasti sudah sangat laparkan?"

"Ne ahjussi"

Chanhyun mulai menyuapkan nasi kedalam mulutnya.

diikuti dengan Chanyeol. Selama makan siang itu berlangsung, pandangan mata Chanyeol sama sekali tak terlepas dari anak itu. Raut wajah itu, bentuk wajah itu, hidung, mata, alis, dahi, semuanya sama persis dengan dirinya. Hanya bibirnya saja yang berbeda. Bibir itu mirip...mirip siapa? diapun tak tau. Tapi yang jelas ketika menatap wajah itu ia seperti melihat ada dirinya dalam sosok kecil didepanya ini. Siapa sebenarnya kau nak??.

Chanyeol mengerutkan dahinya ketika melihat Chanhyun yang menyisihkan makanan kepinggiran piring.

"Ada apa denga udang itu Chanhyun? kau tak suka udang?"

"Aniya...Channie memang tak suka udang ahjussi, Channie alergi udang"

DEG

Alergi udang?

Mengapa bisa sama seperti dirinya? Entah mengapa perasaan ini semakin menguat. Tuhan bolehkah aku berharap?

"Kau sama seperti ahjussi ya, ahjuss juga tak suka udang"

"woaaahh benarkah?"

"Iya sayang ahjussi tak suka. Maaf ya ahjussi tak tau kalau kau alergi udang juga. Kalau ahjussi tau ahjussi tak akan memesanya untukmu sayang"

"Ne tak apa ahjussi"

"Oh ya...ahjussi ini sepertinya bukan orang Busan ne?"

"Bagaimana kau bisa tau?"

"Entah, jika Channie lihat ahjussi memang bukan orang Busan. Ahjuss tampan sekali "

"Hahaha kau memujiku nak? iya aku memang bukan dari Busan tapi ahjussi dari Seoul"

"Seoul? wahhh ahjussi pasti orang kaya ya karna dari Seoul?"

Chanhyun membelakakkan matanya lucu.

"Tidak juga. Ahjussi bukan orang kaya nak. Ahjussi sama sepertimu"

jawab Chanyeol merendah.

"Tidak, ahjussi berbeda dengan Channie. Ahjussi keren, bajunya bagus dan harum. Sementara Channie tidak. Lihatlah Channie tak keren, baju Channie sudah ada yang bolong, Channie juga pasti bau kan ahjussi?"

Chanyeol menatap sendu anak didepanya ini.

Hatinya seperti diremas kuat saat mendengar perkataan polos si anak.

"Tidak. Chanhyun sama seperti ahjussi. Chanhyun tampan seperti ahjussi bahka Chanhyun lebih tampan daripada Ahjussi Chanhyun juga tak bau. Ahjussi suka saat Chanhyun peluk Ahjussi tadi"

"Benarkah? "

Chanyeol mengangguk mantap sebagai jawaban.

"Maafkan Chanhyun ne ahjussi. Tadi saat Chanhyun dirumah sakit Chanhyun memeluk ahjussi sangat erat padahal kita baru ketemu"

"Tak apa sayang. Ahjussi suka. Kapanpun kau mau ahjussi menggendong dan memelukmu seperti tadi ahjussi siap kok"

"Benarkah?"

"Iya sayang."

Chanyeol tak bisa mengantarkan Chanhyun sampai kedepan rumahnya karena sang ibu sudah menelfonya sejak tadi memintanya untuk segera datang. Jadilah sekarang ia hanya mengantarkan Chanhyun sampai didepan gang sempit menuju rumahnya.

"Kau tinggal disini nak?"

Tanya Chanyeol ketika melepaskan sabuk pengaman pada Chanhyun.

"Ne. Rumah Chanhyun masuk kesana"

Tunjuknya pada sebuah gang sempit.

"Apa kita bisa bertemu kembali"

"Ahjussi mau ketemu lagi sama Channie?"

" Tentu saja"

"Kalau ahjussi mau ketemu Channie,ahjussi datang saja kepinggir jalan besar itu atau didepan pasar yang kita lewati tadi. Channie biasa menyemir disana"

Chanyeol duduk menghadap Chanhyun dan mengusap rambutnya pelan.

"Jika kau lelah. Jangan bekerja ya? kasian kau masih kecil Chanhyun"

"Jika Chanhyun tak bekerja. Channie tak akan bisa mengumpulkan uang untuk sekolah ahjussi"

Sungguh miris hati Chanyeol mendengarnya. Jika benar kecurigaanya ini benar. Maka ia akan merasa sangat berdosa sekali.

Chanyeol merogoh saku celana kainya dan mengeluarkan sejumlah uang yang cukup banyak dari dompetnya. Mungkin jika hanya untuk ganti rugi itu terdengar sangat berkebihan bahkan bisa digunaka anak itu untuk makan 1 bulan.

"Ini untukmu, sebagai ganti karna ahjussi tak sengaja melukaimu tadi. Ambillah"

Chanhyun tak langsung mengambil uang tersebut. Ia memandang Chanyeol dan uang itu secara bergantian.

"Ini banyak sekali ahjussi. Chanhyun tak bisa menerimanya"

"Ambillah untukmu dan ibumu nak. Tak ada penolakan, ahjussi memaksa"

Chanyeol meletakkan uang itu digenggaman Chanhyun. Menangangguk pelan ketika melihat keraguan dimata sang anak.

"Jangan bekerja terlalu keras. Bermainlah dengan temanmu yang lain. Gunakan uang ini untuk apapun yang Channie mau heum?"

" Ne ahjussi. Terimakasih. Ahjussi baik sekali sama Channie. Boleh Channie peluk ahjussi?"

Tanpa jawaban Chanyeol merentangkan tanganya agar Chanhyun bisa masuk kedalam pelukanya.

Hangat...

Rasanya hangat ketika ia memeluk anak ini.

Chanyeol mencium puncak kepala Chanhyun singkat kemudian melepaskan pelukan itu.

"Masuklah. Ibu mu pasti sangat khawatir padamu, lain kali ahjussi akan menemuimu lagi"

"Ne ahjussi. Channie pergi dulu ne. Bye.."

Chanyeol melambaikan tanganya pada Chanhyun. Menatap tubuh mungil yang mulai menghilang dibalik gang sempit itu.

Andai saja Ibunya tak henti-hentinya menelfon pasti ia akan kerumah Chanhyun dan melihat siapa sosok ibu Chanhyun itu. Untuk memastikan semua kecurigaanya.

Ia mulai menjalankan mobilnya ketujuan awalnya.

TBC

HOLAAAAA author up dengan Love A Blind Girl.

Ada yang nungguin ff ini?*Gak

Makasih buat reader yang setia menanti ff ini.

Semoga Chapter ini tak mengecewakan. Chapter depan kyknya Chanyeol tau siapa Chanhyun*nahloh...

Oke deh yang mau next chapter, janga lupa tinggalin jejak juseoo