Setelah 1 minggu lebih sekian(?) saya mencoba ngetik lebih banyak dan mengoreksi chap. ini agar tidak ada Typo(s) berkeliaran..

Fanfic ini sebenarnya tidak membuka lowongan OC tapi jika ada OC yang bisa membuat cerita lebih baik maka saya perbolehkan (dengan syarat tidak egois dan jika ada perubahan dari saya jangan protes)..

Silahkan dinikmati chap. 3..


GoM and a Different Girl

Disclaimer : Fujimaki Tadatoshi

Rate : saat ini T

Warnings : typo(s), AU, OC, OOC, gaje, tidak sesuai EYD, aneh, abal-abal, tidak konsinsten dalam penulisan kata, amburadul, bahasa antah berantah dan kesalahan lainnya..

Pairing : GoMXOC

Tekan back sebelum anda menyesal..


Normal POV

Pagi hari di SMA Teiko adalah saat yang sangat menenangkan kecuali..

"Hei, Kirin sedikit bersemangatlah. Masa goyah gara-gara hal sepele begitu?"

..Sakigami Kirin yang sedang dalam masa aku-diperebutkan-makhluk-astral-entah-alam-lahirnya.

"Tatsuya, kau berkata seolah tidak ada apa-apa, apa kau tidak memperhitungkan jika berita ini menyebar keseluruh sekolah? Dan mereka juga punya pengaruh di 'Masyarakat'. Kalau sampai ini terjadi, bagaimana aku bisa—"

"Himuro-kun! Sakigami-chan!" teriak salah seorang gadis yang berlarian ke arah 2 insan ini.

"Ada apa, Tsukasha-san?" tanya Himuro ke gadis yang diketahui bernama Tsukasha itu.

"Aku ada urusan dengan Sakigami-chan. OI Saki-chan apa hubunganmu dengan Kiseki no Sedai?"

'Mampus we'"A-aku ti-tidak a-ada hubungan apapun!" bantah Saki yang langsung dihadiahi tatapan tidak-percaya.

"Yang pasti kau dan Tatsuya harus segera ke kelas, kalau jam segini 'Mereka' akan da—"

Tak beberapa detik kemudian(?) muncul beberapa mobil limosin dan langsung disambut rasa sukacita dari para gadis yang berada di sekitar gerbang.

#badfeeling

"Tatsuya! Tsukasha! Ayo, segera ke kelas!" perintah Saki sambil menyeret dua sahabatnya ini.

"Tunggu dulu Kirin/Sakicchi/Sa-chin/Saki/Sakigami/Saki-san !"

GLEK

Entah kenapa 6 panggilan berbeda dari Akashi, Kise, Murasakibara, Aomine, Midorima, dan Kuroko (*Diurutkan dari kiri ke kanan) terasa seperti sebuah pisau yang siap menusuk Saki kapan saja. Dengan SANGAT MALAS Saki hanya menoleh ke arah sumber suara.

"Ohayou Akashi, Kise, Kuroko, Aomine, Midorima, Murasakibara." sapa Saki tetap dengan nada dinginnya.

KRIK KRIK

"UWAAAA! DIA MENYAPAKU –SSU/-NANODAYO!" GoM (minus Kuroko) langsung masuk ke gedung sekolah dengan wajah merah padam(malu). Sedangkan fans-fansnya menatap ke arah Saki seakan bertanya 'Apa hubunganmu dengan Pangeran Kami?'.

'Sepertinya ini akan menjadi hari yang panjang' batin Saki.

-SKIP TIME-

Di kelas 2-B

"Kenapa kalian disini?"

Sebuah pemandangan yang luar biasa menyeramkan (bagi Saki,Himuro,danTsukasha) karena Kiseki no Sedai dengan alasan yang tidak jelas, dipindahkan dari kelas mereka masing-masing ke kelas ini.

"Kirin, Apa kau tau?—"

"Tidak! Aku tidak tau Akashi." ucap Saki memotong perkataan Akashi (Author:ini pengalaman pribadi loh.. adakah yang pernah mengalaminya juga? #gkdaygtanya).

'Parah!' batin Aomine, ia tidak percaya baru saja Akashi yang notabene setengah iblis mau bicara sudah dipotong begitu dengan santainya.

"Hei Sakicchi, Akashicchi 'kan belum selesai menjawab kok sudah dipotong? Kalau mau jadi istri yang baik harus mendengarkan kata (calon)suaminya dengan penuh perhatian –ssu" jelas Kise sambil merangkul Saki dari belakang, sedangkan fans-fansnya di luar kelas (ceritanya mereka ke kelas 2-B untuk ngeliat GoM) melancarkan death glare ke Saki.

BLETAK!

#Pray forKise, kepalanya dijadikan mangsa pelampiasan kekesalan Saki dengan pipa besinya.

"Dengar ya! Aku sama sekali tidak tertarik dengan salah satu dari KALIAN! Aku juga belum pernah merasakan yang namanya 'Cinta' karena ingin fokus ke sekolah dan MEMANG TIDAK PENTING! Lebih baik kalian ke kelas kalian masing-masing! Sebelum kepala kalian kujadikan alat latihan kendoku."

Hening..

'Bagus, dengan begini pasti mereka akan menyerah.' batin Saki percaya diri.

BRAK!

Murasakibara menggebrak meja, sisanya segera berdiri dan menatap Saki dengan.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TAKJUB

"Bisa –bisanya ada cewek yang berteriak lantang dan tidak gemetar seperti itu, Aku makin menyukaimu Kirin."

eh?

"Aka-chin, ingatlah Sa-chin juga punya kami loh.."

Eh?

"Sudahlah. Sakigami, dari ekspresimu sepertinya kau-yang-berusaha-menghindari-kami lupa jika salah satu kriteria cewek idaman kami adalah cewek yang pemberani –nanodayo."

(*Silahkan baca chap.2)

EH?

"Yah, terserahlah toh dia akan memilihku."

Chotto matte!

"Aominecchi! Dia kan masih milik umum jangan seenaknya ngecapSakicchi sebagai milikmu -ssu!"

"Kau menantangku, Kuning melambai?"

"Kau sendiri, Hitam-Dekil-mesum hidup pula!"

"Apa ini termasuk cara memperebutkan hati Kirin? Aku juga ikutan."

"Aku juga –nanodayo."

"Sa-chin yang manis tidak akan ku biarkan direbut kalian semua."

#ADEGAN PENYIKSAAN DISENSOR#

Masih dengan wajah datarnya, Saki dengan cuek membiarkan 5 dedemit itu berkelahi(Yang malah didukung dan divideo fansnya) dan duduk di kursinya. Disebelahnya, Tsukasha langsung memegang tangan Saki.

"Nanti kau harus menceritakan semuanya!" perintah Tsukasha yang hanya dibalas dengan angguka putus-asa.

APA INI BENAR-BENAR COBAAN DARI TUHAN?

-SKIP TIME- jam istirahat-

"Kalau ceritanya begitu tak heran mereka memperebutkanmu." ucap Tsukasha sambil makan roti yang baru saja dibelinya di kantin.

"Tapi tetap saja, memangnya apa kelebihaku jika menjadi pacar mereka? Kuakui mereka keren dan tampan, tapi jika masalah kepintaran Aomine dan Kise yang terbawah. Sudah gitu kriteria mereka semua cocok padaku. Apa aku bunuh diri saja ya?"

"Hei kalau kau bunuh diri bagaimana dengan meneruskan pekerjaan orang tuamu sebagai ya—HMPH" Tsukasha dibekap Saki.

"Jangan bicara disini BODOH!" "Siapa yang bodoh?! Hanya kerena kau pintar dan direbutin cowok keren begitu lalu BELAGU?! Apaan TUH? KAU DAPAT LOVE-COMEDY?" "HIDUPKU TERANCAM TAU! LAGI PULA MEMANGNYA KAU TIDAK DAPET SURAT DARI MEREKA?" "Dapet kok."

EH?

"Lalu dari mana dan kau apakan surat itu?" tanya Saki, berharap bahwa temannya ini juga membuang surat nista itu.

"Aku dapat dari Kise, lalu karena tidak mencantumkan namaku jadi aku lelang di fans clubnya. Lumayan bisa buat uang jajan sebulan." Jelas Tsukasha sambil tersenyum.

"Harusnya aku mengikutimu, bukannya membakarnya di depan mereka." ucap Saki dengan nada dingin penuh penyesalan.

"Aku turut berduka, tapi apa kau yakin makan siang di atap sekolah seperti ini?" Tsukasha sedikit risih karena jarang makan siang bersama Saki dan mereka dilihatin terus oleh beberapa gadis di sana yang sepertinya memendam perasaaan benci ke Saki.

"Memangnya kenapa?"

"Kalau mereka a.k.a Kiseki no Sedai mengira kau di taman belakang seperti biasanya dan menuggumu tapi kau tidak datang, menurutmu apa yang akan dilakukan mereka?" agak khawatir dengan tindakan sahabat pertamanya ini justru ditanggapi dengan wajah datar khas seorang Sakigami.

"Siapa juga yang peduli dengan mereka, aku menganggapnya sebagai COBAAN DARI TUHAN jadi terserah mereka mau menghukumku seperti apa."

"Dasar! Benar-benar Sakigami-chan yang pemberani dan hebat."

"Kau mengejekku?"

"Aku tidak berani Ojou-sama."

Bincang-bincang ringan antar Saki dan Tsukasha untuk pertama kalinya, tak ada yang janggal kecuali seorang cowok bersurai abu-abu berseragam berbeda yang menatap Saki intens.

"Jadi dia ya si 'Dark Quuen : K'.."

TENG TENG TENG TENG

"Nah murid-murid, pelajaran hari ini mari kita sudahi. Jangan pulang sebelum tanggung jawab(ekskul) kalian selesai. SEKIAN." setelah guru mengatakan hal tersebut semua murid keluar ruangan, kecuali GoM dan Saki.

"Akhirnya pelajaran matematikanya selesai –ssu." syukur Kise sembari tiduran di mejanya.

"Kau terlalu payah –nanodayo." ucap Midorima sembari melihat sebuket bunga yang diyakini sebagai lucky itemnya hari ini (reader:apa gak layu?|Author:namanya juga fanfic#plak).

Sedangkan GoM yang lain masih sibuk dengan aktifitas yang lain : Akashi mengasah guntingnya, Aomine membaca majalah Mai-chan, Kuroko membaca novel Horror, Murasakibara menatap Saki.

"Sa-chin belum pulang.." mendengar perkataan Murasakibara, seluruh anggota GoM melihat ke arah bangku pojok kanan kelas itu (banggku Saki) merasa diperhatikan Saki balik menatap GoM tajam.

Hening..

"Nani?" tanya Saki sedikit kesal.

'Dafuq! Dingin amat sih Kirin/Sakicchi/Sa-chin/Saki/Sakigami?' batin mereka (min. Kuroko).

"OI JAWAB NAPA?!" teriak Saki, oh saudara-saudara sifat terpendamnya mulai bangkit 5% (?)

"Ah tidak apa-apa Kirin, hanya saja melihatmu 'saat' ini sungguh cantik dan imut." jelas Akashi dengan senyumannya (bukan seringai) diikuti anggukan dari anak buahnya (#dibunuhAoKiKuroMidoMura).

"eh souka? Kalian sendiri kenapa belum pulang?" tanya balik Saki dengan wajah datarnya. (ceritanya gk ngerasa perkataan Akashi aneh)

"Hanya ingin merasa bebas untuk sesaat. Kau sendiri?" tanya Aomine ke Saki.

"Aku sedang menunggu Tatsuya." ucap Saki seakan menjadi panah keputus asaan bagi 5 cowok GAJE ini.

'Aku kalah selangkah dari Himurocchi/Muro-chin/Himuro/Tatsuya –ssu/-nanodayo.'

"Maaf tapi apa hubunganmu dengan Himuro-san, Saki-san?" kini Kuroko yang bertanya ke Saki.

"Dia sahabatku, rumahku dan apartemennya dekat lalu karena di gak pandai masak aku selalu membuatkannya sarapan, bento dan makan malam. Setiap berangkat dan pulang sekolah kami usahaakan bersama. Orang tua kami juga dekat."

GoM mulai putus asa mendapatkan hati Saki.

"Tapi.." Saki sedikit tersenyum(sangat tipis) "Aku hanya menggapnya sahabat, tak kurang dan tak lebih."

GoM sedikit sumringah 'YES! Masih ada harapan.'. Akashi sedikit tebar pesona, Kise sudah menangis bahagia, Aomine mengeluarkan aura aneh yang bisa membuat mual (Aomine:Sialan loe Author), Muraskibara sampai tidak bisa berkedip, Midorima membongkar kebiasaan lama#plak

RALAT

Midorima membongkar tasnya mencari sesuatu. Setelah mendapatkan apa yang dia cari, ia langsung ke banggku Saki sembari melepas kacamatnya dan tersenyum manis.

"Nih, lucky itemmu hari ini." Midorima memberikan sebuah jepit rambut berwarna merah. Yang diberi langsung ingat e-mail Midorima hari ini tentang ramalan Oha asa.

"Arigatou tapi aku tak percaya ramalan ,Midorima." tolak Saki tegas, Midorima agak kecewa.

"Ayolah, kumohon." Saki justru sudah siap-siap mau meninggalkan kelas tapi dicegat Midorima yang langsung mendekatkan wajahnya dengan wajah Saki.

"Kalau tak mau diterima kucium kau dengan kasar –nanodayo." ancam Midorima.

"Ck okay aku terima, PUAS?!" decih Saki sedikit marah, dia tak merasa –ngek– dengan perkataan Midorima barusan yang jika dia cewek normal pasti sudah merona. (Saki:maksudmu aku tak normal?|Author:mungkin #ditempelengpakekpipabesi)

Sampingkan tentang kesenangan hati Midorima, teman-temannya sudah iri dan melancarkan aura yandere ke arah shooting guard Teiko ini.

'Sialan si Shintarou, lihat saja ntar ku gandakan latihannya sebanyak 1.000X' 'Apa-apaan Midorima seenaknya menggoda (calon) pacarku, padahal kita sudah(mungkin) janjian malam minggu ke hotel.' 'Midorimacchi modus tuh, sebagai hukumannya biar aku teriak-teriak didekat kupinggnya' ' Mido-chin curang kok jadi mau meremukannya seperti sampah ya?'

GREK

Pintu kelas 2-B terbuka, menampakan sosok cowok besurai hitam yang begitu dikenal Saki. Himuro Tatsuya.

"Kirin, mau pulang bareng gak? Dan kenapa Kisedai masih ada disini? Gak latihan basket?"

TIK TOK TIK TOK

Akibat perkataan(pertanyaan) Himuro, GoM gelabakan untuk ke gym pasalnya hari ini jika telat mereka akan mendapatkan 'hadiah' gratis dari pelatih. Sementara Saki dan Himuro pulang seperti biasanya tapi untuk kali ini hening menyelimuti mereka. Ia sedang memikirkan topik yang bagus, Saki setia dengan earphonenya.

"Ano.."

"Apa Tatsuya?"

"Lagu untuk Imayoshi-senpai sudah kau kirim?"

"Sudah, responnya sangat baik tinggal menunggu Sakurai apakah dia jadi atau ngak untuk masuk ke band kita."

"Lalu tadi kau ngapain aja ama 'dedemit' club basket kita?"

"Tidak perlu dipikirkan, aku masih bawa pipa besi kok"

'Itu tidak menjawab pertanyaanku!' "Ah, rumahmu sudah dekat tuh. Nanti aku makan malam di rumahmu ya. Sampai jumpa."

Rumah yang sebenarnya luasnya tidak normal ini adalah kediaman Sakigami. Lelah dengan segala aktifitasnya di sekolah Saki segera melemparkan dirinya ke kasur king sizenya. Bayangkan saja, setelah makan siang dengan Tsukasa ia malah harus kejar-kejaran dengan fans-fans GoM yang ingin menanyakan hubungan Saki dengan mereka. Saat mau mengganti uwabakinya di loker tapi malah menemukan setumpuk surat ancaman yang isinya sangat tidak bermutu. Sungguh sebuah hari yang melelahkan.

drrt drrt

Handphone Saki berbunyi, tanpa pikir panjang ia membuka e-mail dari seseorang ia kenal.


From : Kuroko Tetsuya

Subject : Besok

Saki-san apakah besok kau mau menemaniku pergi ke toko buku setelah pulang sekolah? Ada yang ingin aku bicarakan.


From : Sakigami Kirin.

Subject : re:Besok

Akan aku usahakan.


Setelah mengirim e-mail tersebut Saki segera mandi dan bersiap untuk membuat makan malam.

drrt drrt

"Apa lagi sekarang?"


From : Himuro Tatsuya

Subject : Gomen

Kirin maaf aku gak bisa makan malam di rumahmu, aku sudah diajak Tsukasa keluar. Maaf ya, oh ya kau harus liat channel *pip*. Semoga beruntung v(^_^ #salam dua jari


Tanpa pikir panjang setelah melihat e-mail itu Saki segera memasak dan mehidangkan di ruang keluarga untuk menonton TV. Channel pertama = film horror Indonesia, channel kedua = kompetisi dangdut(Author:cotto matte! Kenapa Indonesia semua?|Reader:'Kan elo yang nulis!), chanel *pip* = Kiseki no Sedai School!.

Saki cengo melihat judul acara tersebut. Bisa-bisanya ada acara TV yang mengulas kegiatan sekolah mereka? Tapi kalau itu tentang sekolah berarti..

"Yappa! Kembali lagi bersama saya dalam acara Kiseki no Sedai School! Di edisi kali ini kami siarkan secara LIVE malam ini untuk kalian semua yang tertarik dengan 5 cowok ganteng ini" pengisi acara(cewek) tersebut tampak sangat bersemangat saat mengucapkan kata 'ganteng'. Sedangkan Saki hanya berusaha menahan muntah dan menyambar hpnya.


To : Kuroko Tetsuya

Subject : Tanya.

Kau anggota Kisedai 'kan? Kenapa kau tidak hadir dalam acara Kiseki no Sedai School!?


From : Kuroko Tetsuya

Subject : re:Tanya.

Aku terlalu malas untuk mengikuti acara itu, lagi pula mending baca novel atau belajar dirumah. Saki-san sendiri ternyata suka 'acara aneh' itu ya?


From : Sakigami Kirin.

Subject : re:re:Tanya.

Aku hanya kebetulan liat dan mampir muntah TAU!


From : Kuroko Tetsuya

Subject : re:re:re:Tanya.

SEMOGA CEPAT SEMBUH.


'Dasar Kuroko, SPJ(Suingkat, puadat, juelas) amat' batin Saki yang sudah agak baikan setelah menge-mail Kuroko. Kembali ke layar Tvnya, disana sudah hadir 5 cowok dalam sebuah sofa panjang dan didepannya sang pembawa acara.

"Konbawa minna-san, mari kita mulai pembicaraan kita. Selama 1 minggu ini apa saja yang sudah Kisedai alami di sekolah? Pengalaman baik atau malah hukuman?"

"Kalau hukuman sih hampir setiap hari-ssu!" rengek Kise sesekali melirik Akashi yang sedang main sama gunting.

"Tapi ada juga hal yang tak terduga."

"Sumimasen, apakah itu Aomine-sama?" tanya pembawa acara itu antusias.

"Kami bertemu dengan seseorang yang spesial –nanodayo." balas Midorima dengan wajah merah sampai kuping. Semua kru yang ada disitu langsung bergosip ria(baca:taruhan) tentang sosok gadis seperti apa yang dikejar GoM. Sedangkan Saki yang sedang makan malam malah kerepotan karena secara tidak sengaja sudah membengkokkan sendok dan garpunya.

"Seperti apa orang yang—"

"Gadis yang manis, cantik, dingin, pemberani, pandai, kuat, pintar, bla bla bla." potong Kise.

"Ciri-cirinya?" tanya salah satu kru disana.

"Berambut lurus sepunggung, penampilannya biasa dan suka bawa pipa besi" Jelas Murasakibara yang malah membuat beberapa kru yang habis taruhan sedikit kecewa.

PRANG!

Piring Saki yang baru saja ia cuci pecah. Perlu pembaca tau, satu SMA Teiko hanya dia yang mau bawa pipa besi tanpa larangan dari gurunya.

'Sepertinya besok aku harus rubah penampilan' batin Saki mulai memikirkan penampilan yang cocok untuk samarannya.

"Jika boleh tau, siapa namanya?" demi Hanamiya Makoto yang memakai make-up (Loh kok?). Ingin rasanya Saki segera pindah sekolah kalau bisa pindah negara sekalipun. Ia sudah berdoa "Jangan beritahu! Jangan beritahu! Kami-sama onegai!"

"Namanya Saki—"

Cinta ini kadang-kadang tak ada logika~

"Ah mohon tunggu sebentar.." Aomine segera mengambil smartphonenya yang ternyata memiliki ringtone salah satu artis dari Indonesia.

"Ada apa?" tanya Aomine ke orang seberang.

[APA-APAAN KALIAN HAH? SEENAKNYA MENGECAPKU SEBAGAI SESEORANG YANG SPESIAL! LEBIH BAIK KALIAN MATI SA—PIP—]

"Siapa Mine-chin?" bisik Murasakibara ke Aomine sedangkan Akashi hanya menyeringai sampai beberapa lampu di studio itu mati(?).

"Nah, mari.."

"COTTO!" teriak GoM memotong perkataan si pembawa acara.

"A-ada a-a-apa?" tanyanya gugup.

"Kau tidak menyanakan siapa 'Teman spesial' kami –ssu?" protes Kse.

"Kalau begitu saya ulangi, jika boleh tau, siapa namanya?"

"Namanya Sakigami Kirin."

Oke, semua langsung search di eyang google tantang Saki. Beberapa wartawan langsung menghujam GoM pertanyaan tantang Saki. Sedangkan Saki yang dirumah langsung meminum obat anti depresi..

"Kuharap ini hanya mimpi!"

TBC


Akhirnya kelar juga 2k+, maaf sudah membuat reader-san menunggu.

Maaf juga jika chap. ini tidak sesuai harapan, maaf juga jika disini Akashi lebih banyak ditonjolin, maaf karena tyo(S) bertebaran, maaf,maaf, MAAF! :'(

-Balasan Review-

galaxyoung : itu benar, tapi inspirasi nama Kirin disini adalah makhluk mitologi Jepang yang dipercaya merupakan hewan suci, pelindung negeri dari bencana dan memiliki tanduk di kepalanya. Inspirasi lainnya adalah organisasi Kirinkai dari fandom Blazer Drive. Ini juga sudah terus kok.

Saya juga ingin berterima kasih kepada xoxo-vanilla, sherrysakura99, nijigengurl, kuroizayoi, Yamashita Hanami-chan, The Exodia, Shei-chan, Ra Chan243, Juvia Hanaka, Golden eye lashes, Ghos186, Aoi Yukari, 46Neko-Kucing-Ganteng, galaxyoung dan silent readers..

Mohon reviewnya reader sekalian..