Saya minta maaf karena ada yang protes masalah alur..

mungkin chap. ini dan chap. 5 settingnya masih urut, dan mulai dari sini diusahakan akan 2k+..

Silahkan dinikmati chap. 4..

Sakigami POV

Aku Sakigami Kirin, ayahku adalah pemilik perusahaan tekstil di Okinawa dan jarang pulang ke rumah. Kakakku kuliah , dan ibuku sudah meninggal saat aku berusia 10 tahun. Saat itu aku melihat sendiri bagaimana cara kematian ibuku dan rekan-rekannya DI DEPAN MATAKU.

"ARRRRRGGGGGGGHHH!"

"UWAHHH!"

Sebagian dari lolongan itu tertangkap oleh gendang telingaku yang saat itu berada di sebuah ruangan kecil dari salah satu rumah yang sering digunakan rekan ibuku menyembunyikan sake atau cerutu mahal. Dari sini aku melihat betapa menakutkannya YAKUZA.

SRAT! JRASH!

Kapak dan katana dari kelompok yang seenaknya masuk ke rumah ini langsung mendarat tepat ke kepala dan anggota tubuh dari teman-teman ibu. Sedangkan ibuku masih melawan mereka yang jumlahnya lebih banyak daripada kami.

"Aku, tidak akan kalah dari kalian! Kalau ingin menguasai wilayah ini silahkan saja tapi jika sampai orang-orang di tempat itu tersiksa, KAMI AKAN MEMUSNAHKAN KALIAN HINGGA SAAT PEMAKAMAN ANGGOTA KALIAN KAMI AKAN MENGHANCURKANNYA TANPA TERSISA!" ancam ibuku ke salah satu pria dengan tato naga di tangannya. Pria itu segera mengambil pistol dari sakunya dan..

DOR!

.

.

.

.

.

GoM and a Different Girl

Disclaimer : Fujimaki Tadatoshi

Rate : saat ini T

Warnings : typo(s), AU, OC, OOC, gaje, tidak sesuai EYD, aneh, abal-abal, tidak konsinsten dalam penulisan kata, amburadul, bahasa antah berantah dan kesalahan lainnya..

Pairing : GoMXOC

Tekan back sebelum anda menyesal..

Ini adalah salah satu pagi yang paling tidak ingin kulalui.

TOK TOK

"Silahkan masuk Tatsuya, pintunya tidak dikunci." ucapku pada seseorang yang ada di luar. Orang itu segera masuk dan menghampiriku yang ada di dapur.

"Ohayou gozaimasu, Kirin." sapanya, Tatsuya sambil menunjukkan senyuman ramah yang biasa ia tunjukan.

"Hari ini aku terlalu fokus ke bento jadi sarapan hari ini pakai sup miso saja ya." Tatsuya langsung menuju ke meja makan, berdoa, dan menyantap menu masakan sederhanaku hari ini. Merasa perutku juga perlu asupan, aku juga segera berdoa dan makan satu meja dengannya. Melihat piringnya dan piringku sudah habis aku segera ke meja di sudut dapur yang biasa aku gunakan untuk menyiapkan bento(bagian membersihkan piring adalah tugas Tatsuya).

"Tatsuya, boleh aku minta tolong?"

"Minta tolong ap—"

BRUAK!

Aku sedikit membanting 2 bungkusan besar yang masing-masing terdiri dari 4 tingkat bento dengan berbagai hidangan didalamnya.

"Uwa, kau mau buat pes—"

Tanpa aba-aba aku segera memperlihatkan 5 buah e-mail yang kuterima jam 4.30 pagi tadi.

From : Murasakibara Atsushi seperti Titan

Subject : Pesanan hari ini

Sa-chin, bawakan aku kue, manisan, permen, es krim, maibou, keripik kentang, es loli, roti tawar, roti sobek, pocky ditambah camilan yang lainnya ya...

Ditunggu pagi nanti di kelas.

From : Kise Ryouta Keceh Badai Membahana

Subject : Onegai –ssu

Ohayou Sakicchi! \( ˊ3ˋ)/ Sakicchi yang paling cantik dan kucinta, hari buatkan bento yak. Kalau gak, aku minta fans-fansku menyeretmu ke pelukanku-ssu. Dari yang paling mencintaimu : Ryouta.

From : Daiki SANGAT eksotis

Subject : Makan siang

Wahai pujaan hatiku, aku harap kau sedang dalam mood yang baik saat membaca e-mail dari tunanganmu ini. Buatkan makan siang untukku! Kalau bisa jangan yang terlalu pedas, jangan terlalu asin atau jangan terlalu manis. Ah iya, malam minggu nanti jadi 'kan?

From : Midorima percaya OHA ASA

Subject : Today's Lucky Item –nanodayo.

Hari ini Cancer sedang ada diurutan ke-3 dengan lucky item masakan dari seorang Leo. Kau Leo 'kan? Bu-bukan-nya a-aku ingin mencicipi ma-masakan-masakanmu tapi aku hanya mengikuti Oha asananodayo. Selamat Leo sedang ada di urutan ke-2 dengan lucky item sumpit besi. Bukannya aku perhatian atau apa tapi aku hanya memberi kabar –nanodayo. (Author:Midorima... Midorima, bahkan e-mail sekalipun masih tsundere? dan "kabar" itu bukan kabar gembira 'itu'kan? | Midorima:u-urusai –nanodayo!)

From : Akashi Seijuurou Iblis bergunting

Subject : -

HARI INI BUATKAN BENTO! KALAU BISA YANG ADA TOFUNYA! DAN PERINTAHKKU ADALAH ABSOLUTE. Ah iya, jangan lupa harus berkelas.

(*) Semua e-mail diatas sudah diterjemahkan dari bahasa 4LaY ke bahasa Indonesia untuk kenyamanan mata readers. (kok deja vu?)

Kini bisa kulihat Tatsuya tercengang dan ingin protes.

"Ah ya Tatsuya, kau jangan protes ya atau kau mati kelaparan beberapa hari lagi." ancamku dangan senyuman (baca:seringai) yang langsung membuatnya kicep.

- SMA TEIKO -

Normal POV

"Tatsuya, jangan sempoyangan kayak gitu napa!? Aku hanya memintamu membawa 4 buah bento 'kan?"

"Tapi yang kau beri ini yang paling besar dan berat TAU!"

"Wah-wah, sudah ingin mati kelaparan nih.."

"E...etto...sumi...masen, Kirin...-san..."

Beginilah Saki dan Himuro, lontang-lanting masing-masing membawa 4 buah bento yang dibungkus kain, dilihatin semua murid yang ada, dan tentu saja karena 'ACARA SEMALAM'. Beberapa murid cowok ada yang beriri ria karena GoM mengincar Saki yang notabene gadis terpintar se-Teiko(dan yang pasti cantik), sedangkan murid cewek bergosip ria tentang 'Bagaimana bisa Saki jadi calon pacar GoM'.

"Sepertinya penyebutan namamu di Kisedai school cukup menggemparkan." Himuro sebenarnya ingin sedikit menggoda Saki, tapi entah kenapa sepertinya Saki sedang tidak mood untuk mengurusi hal-hal seperti itu.

"Ohayou gozaimasu Saki-san dan Himuro-san." sapa Kuroko yang entah-kapan sudah berada di samping Himuro.

"UWA! Sejak kapan kau disini?!" tanya Himuro sedangkan Saki hanya menatap sekilas.

"Sejak Himuro-san dan Saki-san masuk dari gerbang."

'Tak kusangka, di Kisedai ada orang seperti ini. Bisa-Bisa dia membuat orang mati karena serangan jantung.' batin Himuro sedikit sweatdrop.

"TATSUYA! Ayo cepat segera ke kelas dan Kuroko, tolong beritahu GoM jika ingin dapat bento dari aku untuk segera ke kelas!" titah Saki.

"Kenapa tidak e-mail mereka saja?" tanya Kuroko yang sekarang ikut membantu membawakan bento-bento besar itu. Langkah Saki terhenti, aura tidak mengenakan mulai mengelilinginya.

"Aku tidak sudi melakukan itu." ucapnya meninggalkan 2 temannya membiarkan mereka dilihatin murid lain.

- Kelas 2-B –

10 menit sebelum bel masuk, tenang dan damai..

GRAK!

"Ohayou minna! Sakicchi dimana –ssu?!" oke -ralat- 10 menit sebelum bel masuk, tenang dan damai lalu ricuh dan berisik sampai telinga rasanya sakit dan perlu diperiksa ke dokter (Lebay lu Thor). 5 makhluk warna-warni itu segera menuju bangku Saki yang sedang tiduran mendengarkan musik melalui aerphonenya.

"Sakicchi! Tadi kami dikasih tau Kurokocchi tentang bento kami –ssu." ucap Kise dengan senyum 5 jarinya.

"Lebih baik cepat –nanodayo. Aku gak ingin kena sial hari ini."

"Sa-chin bentoku yang paling besar loh."

"OI SAKI! Respon napa?!"

"Kuharap bentoku berkelas sesuai dengan pesananku di e-mail."

DAK! DAK! DAK! DAK! DAK! BUAGH! BRUK! MEONG(?)!

#Pray for Kisedai, kini mereka tepar berjamaah setelah dapat pukulan 'MANIS' dari Saki dengan pipa kesayangannya. Setelah melihat 5 dedemit itu sudah kehilangan nyawanya (Kisedai:AUTHOR TEME!) Saki segera membagikan bento-bento yang sudah dibungkus kain yang sewarna dengan rambut mereka juga bento untuk Himuro dan Kuroko, yang tersisa bento yang dibungkus kain hitam dengan sulaman bunga krisan berwarna kuning.

Beberapa menit kemudian, seorang guru pengajar Fisika itu masuk dan dimulailah sebuah pelajaran yang 90% dibenci murid Teiko.

-SKIP TIME-

-Jam Makan Siang di ATAP-

"Ngapain kalian disini hah?"

Beginilah Saki yang dihadapannya 6 manusia hidup#plak -ralat- 6 cowok paling populer di Teiko (# Author ditraktir GoM #abaikan). Himuro dan Tsukasha yang sebelumnya ingin menenangkan Saki, mendadak berharap agar cepat-cepat bel masuk pelajaran. Bagaimana dengan GoM? Oh pembaca sekalian, mereka sedang mencicipi masakan buatan Saki dan..

"Enak –ssu/–nanodayo." puji mereka bebarengan.

"Masakan buatan Sakigami-chan emang enak, bukankah begitu, Himuro-kun?" tanya Tsukasha pada Himuro yang ada di sampingnya.

"Sangat, Tsukasha-san." ah Himuro, kalau tersenyum seperti itu mungkin dia bisa jadi 'Cowo terpopuler ke-2 setelah GoM."

"Terima kasih atas pujiannya, tapi bolehkah aku protes pada kalian, Kiseki no Sedai?"

'Auranya menekan banget.' "Silahkan, Sakigami." Keringat dingin mengalir di pelipis Aomine.

"KUMOHON! JANGAN minta aku membuatkan bento lagi. Persediaan makananku di rumah SUDAH HABIS TAU! Belum PEMBOROSAN gas, listrik, bumbu masak dan sebagainya. KALIAN ini emang GAK BISA minta bantuan pembantu kalian? 'Kan kalian ORANG KAYA masa harus nyuruh orang BIASA sepertiku. Emangnya kalian TIDAK PUNYA MALU? Kok SEENAKNYA gitu?" ada beberapa penekanan kata yang entah kenapa malah direspon biasa oleh GoM. Kesal dengan respon yang hanya seperti-itu, Saki sudah bersiap melayangkan pipa besinya sampai..

"Saki-san, onigiri buatanmu ini enak sekali. Kau belajar dimana?" lega untuk GoM yang sudah diselamatkan oleh Kuroko.

"Ibuku yang mengajarinya, Kuroko." jawab Saki.

"Lalu ibumu sekarang dimana –nanodayo?"

TRAK

Hening seketika setelah secara tidak sengaja sumpit besi yang Saki pakai jatuh. Himuro dan Tsukahsa hanya menunduk, Kuroko stay cool, GoM sedang mendeath glare Midorima.

"Ibuku meninggal, saat aku berusia 10 tahun—"

"Jangan mengatakan hal-hal yang membuatmu sedih! Sudahlah kita ganti topik saja!" usul Aomine yang sebenarnya tidak ingin melihat wajah Saki sedih.

"Ia sosok ibu yang luar biasa.."

"KIRIN/SAKIGAMI-CHAN/SAKICCHI/SAKIGAMI/SAKI-SAN/SAKI/SAKI-CHIN!" semua meneriaki Saki bahkan suaranya menggagetkan murid lain yang segaja makan siang di atap. Terkejut karena teriakan dari teman-temannya ini, Saki menunduk dan segera pergi dari atap sekolah.

"Menurutmu kenapa Sakigami-chan?" tanya Tsukasha pada Himuro yang dijawab sebuah gelengan pelan.

drrt drrt

Ada e-mail ke hp Himuro.

From : Sakigami Kirin.

Subject : to night.

Hari ini di cafenya Imayoshi-senpai, jam 4 sore. Kau yang bawa catatan lagunya, nanti ku titipkan ke bibi pemilik apartemen. Aku mau ke makam dulu.

"Dari siapa?" tanya Akashi.

"Dari Kirin, masalah cafe hari ini." jawab Himuro singkat.

"Eh, kalian punya cafe –ssu?"

"Punya senpai Kirin di SMP, lalu hari ini adalah pembukaannya."

"Alamatnya?" ok, sekarang Murasakibara ikutan tanya.

"Di jalan X dekat taman Y, sudah dulu ya aku ingin menyusul Kirin. Ayo Tsukasha-san."

Himuro dan Tsukasha meninggalkan 6 uhukpangeranuhukTeikouhuk ini yang sepertinya mereka memiliki rencana malam ini.

-SEMENTARA ITU-

-Ruang loker-

BRAK!

Suara keras akibat punggung Saki yang dihempaskan ke salah satu loker oleh sekumpulan gadis-gadis yang sepertinya tidak suka dengan kedekatannya dengan GoM.

"HEI! Mentang-mentang kau cewek terpintar satu angkatan kita seenaknya kau mendekati Pangeran kami! Atau jangan-jangan kau mengooda Pangeran kami atau kau yang mendekati mereka? DASAR TIDAK TAU DIRI! KAU KIRA SIAPA KAU? ANAK YAKUZA?!" teriak salah satu gadis yang sepertinya adalah ketua dari geng tersebut.

DEG

Saki menyeringai, rambut panjangnya menutupi mata kanannya dan hanya memperlihatkan mata kirinya yang menatap santai sangat menggambarkan seorang PSIKOPAT SEJATI.

"Kau mengataiku anak Yakuza karena menebak, atau kau memang sudah mengetahuinya?" tanya Saki dengan nada menekan yang membuat beberapa gadis sedikit ketakutan.

"A-apa maksudmu hah? Jadi rumor itu benar?"

"Silahkan menebak sesuka hatinya, ANAK KECIL YANG TAK TAU MALU DAN TIDAK PUNYA DAYA TARIK SEBAGAI SEORANG LADY." seringai Saki makin melebar, ejekan penuh menghinanya kepada gadis itu membuat sebuah pisau kecil menggores pipi putihnya.

"Kau kira dengan pisau kecil itu bisa membunuhku? HAHAHAHAHA DASAR RENDAHAN KALAU PERLU PAKAI KATANA SAJA, tapi kau 'kan tak punya uang mana bisa membeli katana yang bagus. Pisau itupun kau curi dari dapur ibumu kan?" ejek Saki semakin menjadi-jadi.

"Kurang ajar, mati saja kau—"

"BERHENTI atau rekaman penyiksaan ini aku kirim ke kepala sekolah kalian." ancam seseorang yang memakai jubah entah kapan sudah ada di ruangan itu.

"Peraturan SMA Teiko no. 38. tentang Ketertiban 'Akan mengeluarkan siapa saja yang melakukan tindakan kekerasan baik fisik maupun mental kepada sesama murid atau orang lain dilingkup sekolah.'" tambahnya yang malah membuat mereka panik dan meninggalkan Saki dan 'orang' itu.

"Kenapa kau membantuku?" tanya Saki pada orang di depannya ini. Melihat luka gores di pipi gadis didepannya itu, ia segera memberikan plester dan membuka tudung jubahnya. Surai abu-abu dan wajah tanpa semangatlah yang terlintas di pikiran Saki saat melihat pemuda di depannya.

Pemuda tersebut mengulurkan tangannya, "Namaku Mayuzumi Chihiro, dari Kyoto. Seorang gamer dengan code name—"

"Mr. M si pemburu dark." potong Saki berdiri tanpa menghiraukan uluran tangan dari Mayuzumi.

"Seperti tebakanmu, kedatangnku kesini bukan semata-mata ingin bertemu gamer hebat sepertimu loh."

"Tapi menenpati janji 3 tahun lalu 'kan? Dengar ya, aku tidak peduli dengan gelar dark atau sebagainya kalau kau ingin memakai gelar itu silahkan saja. A-KU TI-DAK PE-DU-LI!"

BRAK!

Saki meninggalkan Mayuzumi yang masih mematung sendirian, ditengah suara bel masuk SMA Teiko ingatannya tentang pertemuannya 3 tahun lalu mulai mengalir.

"Sudah 3 tahun ya? Sejak kau memberikan code name ini?"

[Flashback 3 tahun lalu]

[Festival Game Kyoto]

Mayuzumi POV

"Sugoi..."

"Keren banget..."

"Dia memecahkan rekor tahun lalu."

Beginilah aku, dipuji-puji oleh orang-orang ini hanya karena sebuah game. Padahal aku baru memasuki dunia game sebulan yang lalu dan game bisa seperti ini ada kelasnya sendiri? Sungguh menyedihkan, yang seperti ini tidak bisa mendapatkan rekor? Apa mereka benar-benar gamer? Kok, takjub dengan kekuatanku yang hanya segini.

"Tidak ada lawan yang pantas ya?" gumamku sampai seseorang berteriak histeris.

"AAAA! Ga-gadis i-i-ini 'k-kan 'K' !" eh apa katanya? K?

Gadis itu berjalan santai menuju yang aku pakai, kerumunan manusia tadi sekarang berbaris seakan memberi jalan dia. Penampilannya biasa saja sih, hanya memakai kaos putih polos, hoodie hijau, sepatu hitam dan jeans biru. Yang seperti ini bagaimana kemampuannya ya?

"Konichiwa, Mayuzumi-san." sapanya ramah.

"Dari mana kau tau namaku?" dia menunjuk layar komputer game PS 3didepanku yang tertera nama playernya yaitu aku.

"Kau harus punya code name bagus dengan kemampuan luar biasa seperti ini." tadi dia memujiku?

"Mau apa kau?" tanyaku dingin.

"Wah-wah, judes sekali sebagai sesama gamer harus saling ramah loh."

"Terserah toh bagiku game hanya sebuah permainan, tak lebih dan tak kurang!"

"Sou ka?" dia menyeringai mirip dengan salah satu pemain basket SMP Teiko, "Aku menantangmu untuk membuat rekor tahun ini, Bagaimana?" gadis ini mengejekku.

"Aku terima tantanganmu."

-BEBERAPA MENIT KEMUDIAN-

Aku tercengang, bagaimana tidak? Aku dikalahkan dengan selisih 5X dari poinku.

"Nah, sepertinya aku yang menang. Sampai jumpa." ucapnya meniggalkan meja yang sebelumnya ia pakai melawanku.

"Ah iya, aku tak peduli kau menganggap game sebagai apa tapi sikapmu itu menggambarkan bahwa kau menyepelekan game itu sendiri. 'Diatas langit masih ada langit' jadi jangan sombong dulu dan bolehkah aku memberimu code name?"

"Silahkan."

"Mr. M, kalau tidak suka tidak apa-apa tapi kuharap ini bukan terkhir kalinya kita bertemu. Jaa."

"3 tahun..." gumanku hampir tak keluar suara.

"Eh? Apa? Kau bilang apa?" gadis ini sepertinya mendengar suaraku. Kutatap matanya yang beriris hitam.

"3 tahun lagi aku akan menantangmu dan kupastikan di duel selanjutnya aku akan manang darimu!" dengan penuh semangat aku menantangnya. Senyuman tipis terukir di wajah putihnya dan segera pergi.

Gadis ini hanya mampir di tempat ini saja. Ia sangat menarik dan cantik. Sejak saat itu aku mencari tau tentang identitasnya di dunia game. Ternyata di menyandang gelar dark yang diberikan kepada tiga orang/kelompok yang benar-benar menganggap game bukan hanya sebagai permainan ,tapi bagian dari hidup. Aku benar-benar mengaguminya dan akan selalu berharap ia bisa menempati janji(sepihak) yang kubuat..

Tapi setelah kulihat sikapnya kali ini, aku kecewa. Sikapnya ini sangat berbeda dengan awal pertemu kita. Apa ini hanya 'Topeng'?

Aku ingin melihat senyuman itu kembali. Meski hanya sekali.

TBC

Sumpah, ini absurd banget...

Ane bahkan bingung dah mau nulis jayak gimana...

Apalagi di bagiannya Mayuzumi, ane bahkan sweatdrop sendiri waktu baca ulang...

Semoga reader sekalian siap membunuh author gembleng ini...

Saya juga ingin berterima kasih kepada xoxo-vanilla, sherrysakura99, nijigengurl, kuroizayoi, Yamashita Hanami-chan, The Exodia, Shei-chan, Ra Chan243, Juvia Hanaka, Golden eye lashes, Ghos186, Aoi Yukari, 46Neko-Kucing-Ganteng, Kumada Chiyu, Arisato yukito, yesunggyu, galaxyoung dansilent readers..

Mohon reviewnya reader sekalian..