Entah dah, saya mau komen apa tentang chap. 4...
Silahkan dinikmati chap. 5...
GoM and a Different Girl
Disclaimer : Fujimaki Tadatoshi
Rate : saat ini T
Warnings : typo(s), AU, OC, OOC, gaje, tidak sesuai EYD, aneh, abal-abal, tidak konsinsten dalam penulisan kata, amburadul, bahasa antah berantah dan kesalahan lainnya..
Pairing : GoMXOC
Tekan back sebelum anda menyesal..
Normal POV
BRAK!
Semua orang menatap sosok gadis yang memakai masker hitam di depan pintu gym yang sedang dipakai klub basket SMA Teiko dengan sedikit bingung dan horror.
1. Bingung karena ini hari Minggu, untuk apa murid yang tidak ikut ekskul datang sepagi ini? INI PUKUL 07.00 PAGI!
2. Horror karena hasil dari membanting/mendobrak pintu itu membuat beberapa retakan besar di tembok terdekat.
Gadis itu segera menuju Kisedai sedang duduk di bench pojok. Dari aura mencengkam yang mengelilinginya, jelas gadis ini sedang dalam mood yang tidak enak. Pelatih dan anggota non-Kisedai mencuri pandangan ke arah tim reguler klub basket yang didatangi oleh—
BUAK!
Akashi ditonjok...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
AKASHI DITOJOK?!
"AKA-CHIN/AKASHI/CCHI/-KUN!" Akashi masih bisa berdiri dan menghapus sedikit darah yang keluar secara tidak sengaja dari mulutnya. Manit dwi warnanya menatap tajam sosok gadis didepannya.
"Dengan mengurangi separuh tenaga ternyata masih berdiri juga, kalo orang lain udah K.O tuh." ucapnya enteng sembari membuka maskernya, menunjukkan wajah yang sangat dikenal Kisedai.
"Kirin/Sakigami/Saki/Sa-chin/Sakicchi/Saki-san?!"
"Maaf, sebenarnya aku ingin menghajar kalian satu-satu tapi harus dari BOSnya dulu 'kan?" Saki tersenyum, tapi lebih terlihat sebagai seringai iblis di mata Kisedai(min. Akashi).
"Ano, apa yang Saki-san maksud dengan 'menghajar'?" tanya Kuroko sedkit menjauh dari bench bekas Kisedai. AH, aura yandere ini muncul lagi.
"Kalian tidak ingat perbuatan kalian semalam?" Kisedai menggeleng, Kuroko dan pelatih ngilang, anggota yang lain langsung menonton antusias. Saki menarik napas panjang.
"MASA TIDAK INGAT DENGAN PERBUATAN KALIAN HAH?! SADAR KEK! DASAR BODOH! KURA-KURA! AHO! OTAK UDANG! DODOL! BAKA! HIDUP PULA! MATI SAJA SANA!"
"Wah, Sakigami-senpai ternyata brutal juga ya." bisik salah satu kouhai disana.
"Kau benar, tak heran waktu SMP dia menang lomba Karate tingkat Nasional." balas teman disampingnya. Mereka melihat Kisedai(min. Kuroko) tengah diceramahi Saki yang sekarang mencak-mencak gak jelas.
Ingin tau kenapa Saki seperti ini?
[Flashback]
Klining
"MAAF AKU TERLAMBAT!" Saki membungkuk kepada wanita dewasa berkacamata yang memakai baju maid dan mempersiapkan meja di kafe itu.
"Ah tidak apa, lagi pula pembukaannya masih 2 jam lagi. Shouichi-chan, Sakurai-chan, dan Himuro-kun juga mau benerin gitar dulu."
Imayoshi Rin, kakak Shouichi-senpai. Punya kafe baru tapi bingung dengan band yang akan bekerja disini. Sakurai lalu menganjurkan Saki dan Himuro yang dulu pernah menang lomba karaoke di Yokohama. Hari ini pembukaanya tapi—
"Ano, Saki-chan kalau sepi begini emang ada yang mau mampir? Mana diluar angin kencang." ucap Rin sedikit pesimis. (Disini Author memakai nama kecil untuk kedua Imayoshi ini(?))
"Tenang saja, pasti rame kalo gak ada ganguan." kata Saki untuk menyemangati Rin.
"Tapi, bagaimana nanti aku harus menghadapi pelanggan pertama? Kira-kira apa yang akan dia pesan? Kira-kira akan berapa banyak orang yang datang ya? Waduh, aku frustasi."
'Apa-apan rasa bingung bercampur takut ini?' Saki sweatdrop dengan kelakuan wanita didepannya ini.
Hening...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
ralat...
"KYAAA! KISEKI NO SEDAI!" berbagai teriakan di luar kafe sangat keras. Segera Saki dan Rin melihat ke luar lewat jendela dan diseberang jalan sana Kisedai sedang berusaha menuju kafe yang akan dibuka kurang dri 2 jam ini. Segera Saki mengambil tas dan menuju pintu. Rin menatap Saki bingung.
"Ano, senpai saya baru ingat ada keperluan jadi permisi."
"Ah chotto.." telat! Yang ingin diminta berhenti sudah lari ora karu-karuan (Loh kok) tak beberapa lama kemudian Shouichi, Sakurai, dan Himuro datang dengan baju dan wajah yang juga sangat ora karu-karuan (#Authordiheadshotreaders).
"Onee-san, kau kenapa hah duduk sendirian sambil melihat jedela?" tanya Shouichi pada kakak perempuannya ini, yang ditanya justru diam ditempat saja.
"Saki-chan tadi udah datang, pas Kiseki no Sedai datang dia langsung kabur." jawab Rin duduk di kursi didekatnya. Mendengar pengakuan dari Rin, Himuro merasa sedikit bersalah.
'Apa mungkin mereka datang karena tau Kirin akan ikut bekerja dan ingin melihatnya?'
"Ano, sumimasen kita terus bagaimana?" pertanyaan yang terlontar dari mulut Sakurai membuat suasana hening.
'Kalo buka sekarang kayaknya gak mungkin. Pertama, karena gak ada Sakigami/Saki-chan/Kirin lagu pembukaanya siapa yang main? Kedua, ada Kiseki no Sedai pasti pengunjung tidak akan ke kafe nanti dikira modus(?). Ketiga, jika kafe bener-bener dibuka jadinya kita sendiri yang repot kalo pengunjungnya membludak. Lebih baik jangan dulu, ya itu satu-satunya cara terbaik untuk tidak membuat repot sendiri' batin mereka semua (min. Sakurai), merasa saling berpandangan dan merasa jalan pikirannya sama..
"Lebih baik jangan sekarang, resikonya 80%." ucap Himuro.
"Iya, lagi pula aku masih malas pegang gitar."
"Shouichi-chan! Kau mau tidak dianggap adik lagi?"
"Ah etto sumimasen kita sekarang ngapain?"
KRIK KRIK
"Ya pulang aja Sakurai, Himuro tolong bilangin Sakigami untuk tidak kabur di pembukaan kafe mendatang. Aku dan Nee-san akan cari hari baik untuk pembukaan!" titah Shouichi yang dibalas anggukan mantab dari kouhai(mungkin)nya ini. Himuro dan Sakurai langsung pergi setelah meletakkan gitar.
"Sakurai.."
"A hai' sumimasen ada apa?"
"AKU MAU BUNUH TUH 5 ORANG WARNA-WARNI BOLEH GAK?"
LOADING
"Jangan! Nanti kita harus berurusan dengan polisi 'kan? a.. sumimasen karena sudah berteriak, sumimasen saya tak pantas hidup, sumimasen karena sudah dilahirkan, sumimasen, sumimasen—"
"Kalo terus bicara kau yang kubunuh loh." ancam Himuro yang langsung membungkam Sakurai (Ini OOC gak?) diam-diam ada yang menguping pembicaraan Himuro, gadis yang dekat dan baru saja kabur dari kafe.
[Flashback end]
"Jadi, aku ingin menonjok kalian sebagai ganti dari tertundanya kafe." ucap Saki santai.
'Gile, gara gitu doang AKA-CHIN/AKASHI/CCHI hampir sekarat?'
"Lalu kenapa Sa-chin terlihat rapi begitu?"
Sebenarnya tidak terlalu rapi juga. Ia hanya memakai kemeja biru mud berlengan panjang, celana jeans , sepatu kets putih, dan sarung tangan putih?
"Hari ini mau ketemu teman lama yang menagih janji. Nah jaa ne."
Setelah memberitahukan acaranya hari ini, Saki pergi meninggalkan Kisedai yang lalu menolong Akashi. Tanpa Kisedai sadari, Akashi sudah duduk dengan wajah seakan-tidak-apa-apa(KOK BISA?!). Ia membuka smartphonenya dan segera mengirimkan e-mail ke seseorang. Setelah keadaan aman sang pelatih kembali dari persembunyiannya(baca:Toilet). Segera Akashi berlari menuju arah pelatih dan membungkuk.
"Saya mohon! Ijinkan Kiseki no Sedai untuk pulang cepat!" demi apa? Akashi memohon dan ini bukan perintah. Seluruh orang yang di gmy melongo(min. AkaKuro). Mau tak mau pelatih mengabulan permintaan Akashi dan iblis pen-ralat- itu segera menyeret semua anggota Kisedai dengan tali.
-Game Center-
Hari Minggu benar-benar surganya hari selain hari libur bagi pelajar tau pekera keras. Salah satu tempat yang ramai dikunjungi adalah game center. Tapi hari ini justru lebih ramai lagi karena akan ada sebuah pertaruangan yang dikatakan NEKAD bagi para gamer muda.
"OI! Mayuzumi!" pemuda bersurai abu-abu itu menoleh ke arah suara yang memangilanya.
"Ada apa? Saki." tanya singkat Mayuzumi ke gadis bersurai hitam yang saat ini berdiri di depannya. Saki segera mengambil hpnya dan menunjukkan sebuah berita online game dari sebuah website.
"Maksudmu apa ini?"
Mr.M (Mayuzumi Chihiro) menantang Kuntuk memperebutkan gelar dark di game center Teiko. Siapakah yang akan menang dalam duel kali ini?
"Bukankah sudah kubilang kalau aku tidak peduli dengan gelar itu? Ngotot amat sih?" protes Saki.
"Sudahlah, aku hanya ingin menempati janjiku dulu."
"Cih, tetap saja—"
"Lagi pula aku juga ingin bertanya, Kenapa kau jadi jarang ikut festival atau lomba game daerah?"
SKAK MAT, Saki tak bisa berkata apa-apa lagi. Ingin rasanya seger menonjok cowok didepannya ini.
"Jika aku menang, jangan gangu aku lagi!" (KOK KAYAK LIRIK LAGU)
"Aku setuju."
Dua gamer terkenal ini langsung menuju game yang akan mereka mainkan. Sebuah game menembak zombie yang kesulitannya naudubilah. Lucunya lagi mereka memilih level 'EXTRA HARD'. Peraturannya sederhana, memilih senjata antara pistol atau shotgun. Jika headshot dapat 15 poin, jika tembakan yang mengenai anggota tubuh lain lain hanya 5 poin. Peluru terbatas dan bisa diisi ulang dengan memakan waktu beberapa detik.
[Player! Are You Ready?]
[3]
[2]
[1]
[GO!]
DOR DOR DOR DOR
Mayuzumi lebih memilih mengunakan shotgun, sepertinya dia sudah sangat terbiasa dengan senjata dan jenis game seperti ini. Setting game adalah sebuah reruntuhan kota tua yang penuh dengan zombie.
[Point Mr.M :
Headshots = 45
Other Shots = 95]
Pemuda bersurai abu-abu ini tersenyum penuh kepuasan atas usaha menguasai game ini selama seminggu. Matanya melirik ke arah Saki yang menggunakan dua buah pistol. Alih-alih merasa dirinya menang, justru Mayuzumi tersenyum kecut.
[Point K:
Headshots = 405
Other Shots = 15]
"Sialan!" Mayuzumi menggila dan mulai menyusul poin milik Saki. Dia berkonsentrasi tinggi agar bisa menembak semua kepala zombie di layar game itu. Ditembaknya zombie di depannya saja, berbeda dengan Saki yang memilih tembakan jarak jauh. Saki balik melirik Mayuzumi sembari mengisi ulang pelurunya.
'Konsentrasinya tinggi sekali, tekanannya sampai terasa disini tapi—'
CREK
DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR
'—ingatlah batasanmu!'
Para gamer lain yang sengaja melihat pertarungan ini jawdrop dibuatnya. Bener-bener gila!
[Point Mr.M :
Headshots = 955
Other Shots = 765]
[Point K :
Headshots = 915
Othe Shots = 500]
Mari mengesampingkan kegilaan Mayuzumi dan Saki, ada sebuah tragedi LAUTAN MANUSIA di luar game center.
"KYAAAA! AKASHI-SAMA! FOTO! FOTO!"
"AOMINE-KUN! KISE-KUN! MIDORIMA-KUN!"
"Tingginya..." oke, abaikan yang terakhir.
Lima pemuda ini tengah menjadi bahan rebutan masa. Dimana Kuroko? Oh dia pergi ke toko buku terdekat. Bagaimana mereka bisa sampai ke game center? Silahkan tebak sendiri karena Author males nulis.
-SKIP TIME-
[Game Over]
[Mr. M = YOU WIN!
Headshots = 990
Other Shots = 1015
TOTAL PONTS = 2005]
[K = LOSE
Headshots = 1185
Other Shots = 780
TOTAL POINTS = 1965]
"Mustahil..."
"Kalau begini jadinya Mayuzumi dapat gelar dark 'kan?"
"Masa kejayaan 'K' sudah berakhir ya?"
"Kasihan."
"Ayo pulang yuk, dah tau hasilnya nih."
Perlahan kerumunan orang itu bubar meninggalkan Mayuzumi yang masih tersirat rasa bangga atas usahanya 3 tahun ini. Bahkan para pegawai di game center itu tak percaya dengan poin dua orang ini yang merupakan rekor baru.
"Merepotkan saja." ucap Saki meninggalkan game center itu sampai seseorang memegang pergelangan tangannya. Saki kaget dan segera berbalik dan mendapati Mayuzumi tengah memegang pergelangan tangannya dengan tatapan tajam.
"Mau kemana? bagaimana jika aku traktir dulu?" tawar Mayuzumi.
"Tidak perlu aku -AKH- KENAPA MENJITAK KU?!" Mayuzumi terkekeh melihat gadis didepannya saat ini, yang dipandang masih mengelus pelan kepalanya.
"Kau tidak serius 'kan waktu duel tadi?" Saki membatu, dari gerak-geriknya sudah dipastikan apa yang dilontarkan Mayuzumi benar adanya.
"Hah... nah ayo kau kutraktir minuman!" Mayuzumi segera menarik(baca:menyeret) Saki. Saat melewati pintu masuk/keluar game center mereka tercengang dengan pemandangan di depannya.
'BUKANKAH MEREKA KISEKI NO SEDAI?!' batin mereka sweatdrop akut. Setelah tersadar dari lamunannya, sekarang balik Sai=ki yang menyeret Mayuzumi.
"OI Apa-apan—"
"Kau mau mati konyol karena dikejar cowok-cowok ABSURD itu?"
"Hah? Eh tunggu dulu kau yang dibiarakan itu 'kan? Calon pacar Kisedai?"
"Kalau iya emang kenapa?"
"Pfft—"
"Jangan KETAWA!"
-SKIP TIME AGAIN-
Keheningan melanda Saki dan Mayuzumi yang saat ini duduk berdempetan di sebuah bangku di taman dekat pusat game center Teiko. Tapi jika bisa, mereka memilih untuk tidak satu kursi tapi melihat ini hari Minggu dan semua tempat duduk penuh oleh pasangan-pasangan kekasih atau keluarga yang sedang jalan-jalan santai.
"Ne, kau sekarang kelas berapa?" Mayuzumi memulai pembicaran dengan pertanyaan yang malah membuat Saki kesal. Untuk apa coba ke Teiko tapi malah gak tau kelas Saki?
"Kelas 2-B, kau sendiri?"
"Aku sudah lulus kuliah di Kyoto."
...
"LALU SERAGAM YANG KAU PAKAI WAKTU ITU—"
"Aku sedang reunian di Tokyo, dan harus pakai seragam SMA lalu sekalian melihatmu." jawabnya santai, wajah teflonnya itu ingin sekali dipukul Saki.
"Dan sekarang kerja atau pengangguran?"
"Jadi guru di salah satu SMA di Tokyo, kalau penganguran itu kau 'kan?"
"Aku kerja tau!"
"Kerja di cafe yang belum buka resmi?"
...
"Kau stalker ya?"
Bukannya menjawab si wajah tembok(JULUKAN DARI SAKI) a.k.a Mayuzumi sudah menghilang dari sampingnya. Sepertinya ia punya kemampuan menghilang seperti Kuroko.
"OI Baka ayo atau kutinggal loh!" teriaknya sudah berada jauh di depan Saki.
'Gilaks bener ni orang' "Emang kita mau kemana hah?"
"Diam saja!"
Mayuzumi POV
Di luar dugaanku, dia gadis yang cukup periang juga (walau sedikit menyeramkan). Waktu disekolah dia bisa sangat dingin pada sesamanya tapi diluar sekolah, auranya beda. Aku menyeretnya ke sebuah toko buku yang cukup besar di Tokyo. Aku kira gadis sepintar dia akan membeli buku-buku yang berguna bagi pelajarannya (rumus ato sebagainya lah) tapi dia malah membeli novel fiksi dan non-fiksi, komik, majalah dan light novel.
"Kau ini otaku ya?!"
"Aku bukan otaku, tapi emang suka novel beginian. Lagi pula ada masalah?"
"Bukan masalah sih tapi,MAU NAMBAH BUKU BERAPA BANYAK LAGI? UDAH PEGEL NIH!" ah ya satu lagi, dia gak nanggung-nangung untuk beli buku, berepa sih uang yang dibawanya?
Setelah senang menderita di toko buku dan meminta seseorang untuk mengirim buku-buku ini ke rumah Saki, kami pergi kesebuah cafe langgananku. Sepertinya ia tidak terlalu menikmati hidangan disini.
"OI muka tembok, kenapa kau malah membawaku jalan-jalan?" tanyanya dengan panggilan yang tidak mengenakan.
"Berhenti memangilku 'Muka Tembok' panggil saja Chihiro!"
"Tapi kau lebih TUA dari pada aku, Chihiro-san." kok kata 'tua' ditekan ya?
"Kau sudah selesai 'kan? Ayo kita pulang dan—"
"Terima kasih atas traktirannnya." katanya sambil membungkuk.
"Biar aku antar pulang—"
"Tidak perlu, aku akan pulang sendiri." tolaknya halus dan meniggalkanku sendirian. Diluar dugaan dia punya sisi yang sopan dan manis juga.
"Apa yang kupikirkan sih?"
-Esoknya-
-SMA TEIKO / Kelas 2-B-
Normal POV
"Jadi, kau kencan dengan orang yang kau ceritakan menolongmu dari serangan cewek-cewek itu?" tanya Tsukasha memastikan cerita dari sahabatnya ini. Saki hanya mengangguk, wajahnya tenang tapi di dalam hatinya..
'Kenapa kemarin aku bisa bersikap sangat sopan padanya ya? Apa-apan sih? Sial!'
Bel tanda masuk berbunyi, semua murid segera berbodong-bondong ke kelas masing-masing. Kisedai datang terlambat karena para fans-fansnya. Guru TIK segera mengajak para murid 2-B untuk ke ruang komputer tapi—
"Sakigami Kirin, kau satu-satunya murid Teiko yang tidak ikut ekskul apa-apun 'kan?" semua murid segera menatap Saki dengan tatapan bertanya. #Badfeeling
"Benar, memang kenapa sensei?"
"Ah, ada guru baru di Teiko yang akan membimbing murid yang tidak ikut ekskul dan pelatih baru klub basket. Nah sensei, silahkan masuk!"
Rambut abu-abu, wajah tanpa ekspresi, tatapan mata yang susah dideskripsikan, aura yang misterius. Para siswi segera berfansgirling ria, para siswa beriri ria, Kisedai berbingung ria, Saki melongo.
"Perkenalkan saya Mayuzumi Chihiro, guru pengajar murid yang tidak ikut ekskul dan pelatih klub basket. Salam kenal, terutama kau Sakigami Kirin." salamnya dengan senyuman tipis yang langsung direspon teriakan histeris dari siswi 2-B.
INI COBAAN APA LAGI?!
TBC
No coment dah..
Oh ya, ada yang mau req. sesuatu? Ya mungkin game atau fanservice?
Saya juga ingin berterima kasih kepada xoxo-vanilla, sherrysakura99, nijigengurl, kuroizayoi, Yamashita Hanami-chan, The Exodia, , Ra Chan243, Juvia Hanaka, Golden eye lashes, Ghos186, Aoi Yukari, 46Neko-Kucing-Ganteng, Kumada Chiyu, Shinigamikouryu, Arisato yukito, yesunggyu, Brownchoco, , miniReeto, Chastray HDF, Zhang Fei, Aoba-Ashika-12, Nayoung, galaxyoung dan silent readers..
Mohon reviewnya reader sekalian..
