Maafin sebelumnya ia aku tau ini telat bgt

baru banget ada inspirasi, mau lanjutin

bawaannya males bgt. tapi tenang!

aku udah berhasil buat chapter 3 untuk kalian!

mungkin pendek sih, tapi aku yakin aku berhasil

membuat kalian penasaran. maafin ya kalau

masih ada typo dan kesalahan lainnya, so...

ENJOY AND HAPPY READING!


Mengenalmu Dengan Perbedaan

Story by: RedPapillon

.

.

.

[ CHAPTER 3 ]

Happy Reading!

Kring.. Kring.. Kring..
Jam weker berbunyi nyaring, membangunkan sang gadis berambut biru keungu-an dari lelapnya. Ia merenggangkan tubuh seraya memperhatikan sekitar ruang kamarnya mencari tas selempang kecil yang ia gunakan kemarin. Badannya mengubah posisi, membuatnya sekarang terduduk di pinggir kasur. Ia kembali merenggangkan tubuhnya sambil menggosok kedua matanya

Kaki mungil itu melangkah menuju tas selempang kecil yang ia cari, merogoh isi tas tersebut dan mengeluarkannya. Benda itu terbalut plastik bening. Ia mengeluarkannya dan membacanya cepat hanya untuk melihat dan memastikan tidak ada kecacatan didalam bukunya.

Ia menarik nafas, kemudian melangkah menuju lemari barangnya. Mengobrak-abrik seisi lemari, mencari kertas kado yang telah ia simpan untuk digunakan kembali. Gerakannya terhenti begitu mendapatkan apa yang dia cari. Dengan sigap, ia memasukan kembali buku itu kedalam plastik bening dan membungkusnya dengan kertas kado yang ia genggam.

Ia mengambil secarik kertas dan mengguntingnya asal, menuliskan sesuatu di kertas itu dan menempelkannya. Ia tersenyum dan meletakkan kado itu disamping jam wekernya, kemudian beranjak untuk mandi.

Touka menuju lobby dan mendapatkan Irimi dan Koma yang sedang merapihkan dan menyiapkan semuanya. Toko ini akan di buka sekitar 30 menit lagi. Dengan sigap, Touka berjalan menuju kasir dan mempersiapkan diri

"Aahhh, Ohayou ne Touka-chan" sapa Koma.

"Bagaimana kencan mu dengan Kaneki, huhh? Ughh—aku ingin sekali berkencan dengan seseorang rasanya, Subarashi yo.." sahut Irimi sambil bertopang dagu.

"A-Aku tidak berkencan!" Touka menjawabnya dengan sedikit membentak, tidak lupa dengan rona merah yang berada di wajahnya.

"hm? Beritahukan saja nee…" Irimi meliriknya dengan masih bertopang dagu

"U-urusai! tch" Touka kembali membentaknya kali ini dengan rona merah yang benar benar terlihat di kedua pipinya

Lonceng pintu berbunyi, Touka menoleh dengan cepat dan mendapatkan Kaneki yang berdiri disana. Sepasang bola mata itu saling menatap satu sama lain, membuat rona merah di kedua pipi insang itu terlihat. Touka memalingkan wajahnya, begitu pula dengan Kaneki.

"A-ahhh, kawaii desu ne.." Irimi mengembungkan kedua pipinya

"Yare yare.. apakah ini yang dinamakan cinta? Ahh sugoi sugoi!"

"U-URUSAI!" Tatapan membunuh di pancarkan Touka kepada kedua mahkluk penuh ikut campur itu dan berhasil membuat mereka bergidik.

"A-ano.. Touka-chan" Suara Kaneki berhasil mengalihkan pandangan Touka dari kedua mahkluk sialan itu.

"Nani?" Touka menjawabnya singkat

"Jika kau tidak sibuk, aku ingin membicarakan sesuatu dengan mu. Ah, Ett-to… temui aku di danau kemarin, Jaa nee" Kaneki melambaikan tangannya dan keluar café

"WOAAH! KENCAN LAGI ASTAGAA" sahut Irimi dan Koma bersamaan dan berpelukan dengan bahagia

"Kali ini kau harus menerimanya Touka" Irimi memasang wajah seriusnya

"Semoga beruntung" Koma memberikan jempol kepada Touka

Touka tersenyum, selama hidupnya ia sudah lama tidak merasakan perasaan yang begitu bahagia sebahagia ini. Yang terakhir ia rasakan adalah sakit hati yang begitu dalam begitu ia kehilangan keluarganya. Dan sekarang, Kaneki telah membawa kembali kebahagiaannya.

Touka kembali melepaskan pakaian kerja dan berganti pakaian musin dinginnya. Tak lupa ia menggunakan mantel dan sarung tangan untuk menghangatkannya. Ia berkacak pinggang di depan cermin seraya mengatur letak topi bulunya. Kedua mata itu beralih kepada sebuah kado yang berada di samping jam wekernya. Ia tersenyum dan lekas mengambil kado itu untuk dia berikan kepada Kaneki

Ia berjalan menuju pintu utama kedai anteiku, membukanya namun tak langsung pergi. Ia membalikan tubuh dan berpamitan dengan Irimi dan Koma. Mereka mempersilahkan dan mengucapkan keberuntungan kepada Touka

Touka berjalan pergi dengan menggenggam kado, sepanjang perjalanan yang ia lalui selalu membuatnya melamun dan berhasil membayangkan wajah Kaneki yang terbesit di dalam benaknya. Hal itu membuatnya tersenyum, apalagi begitu ia mengingat hal bodoh apa yang kemarin dilakukan olehnya. Yang benar saja, mencium seseorang yang hanya baru sekali membuatnya bahagia. Dan lebih parah lagi, orang itulah yang menjadi ciuman pertamanya.

Touka menggeleng, berusaha menyingkirkan momen itu dari pikirannya. Touka memandang sekitar, merasa bahwa tempat yang ia tuju telah berhasil dia pijakkan. Ia mencari Kaneki Ken dan berhasil menemukannya. Ia melihat pria itu melambaikan tangannya dari sebrang. Lantas ia kembali melangkahkan kakinya menghampiri pria itu.

"Duduklah disini Touka-chan" Kaneki menepuk-nepuk pelan bagian kosong disampingnya, dengan sigap Touka mendudukinya.

"Jadi, apa yang ingin kau bicarakan?" Touka menatapnya dengan.. tentu saja, wajah datarnya.

"Ano.. sebenarnya Aku.." Touka mengangkat sebelah alisnya dan tak paham apa ucapan yang ingin disampaikan Kaneki

"Aku akan pergi dari Tokyo beberapa hari kedepan. Mulai dari hari ini"

"h-hah? Yang benar saja! Kaneki, apa kau yakin kau bisa menjaga dirimu sendiri tanpa orang-orang di Anteiku yang berada di samping mu?"

"Tenang saja, kau tidak perlu khawatir. Aku akan menemui temanku, itu saja. Aku juga tidak akan kesepian"

Mendengar itu, membuat Touka sedikit khawatir, dan ditambah lagi ia harus berada jauh dengan Kaneki, apa itu akan baik baik saja?

"Dan satu lagi…" Kaneki kembali menggantung ucapannya. Namun, kali ini ia merogoh tas selempang hitam dan mengeluarkan sesuatu dari sana

"Ini, pakailah ini agar kau dapat mengingatku" Kaneki memakaikan kalung cantik di leher Touka. Dan hal itu berhasil membuat Touka tersentuh.

"H-hei Kaneki…" ucapan Touka terdengar lirih.

"Kau.. kau jangan seperti ini. Ini membuatku berpikir bahwa.. bahwa kau akan meninggalkan Anteiku dan seisinya. Dan yang lebih buruk lagi bahwa.."

"Bahwa kau akan meninggalkanku" Touka menahan air mata yang akan melesat keluar dari kedua bola mata indahnya, ia memegang kalung cantik yang diberikan Kaneki kepadanya.

"Touka-chan…" Kaneki menunduk dan tersenyum namun tidak menatap Touka. Satu gerakan cepat tiba tiba saja ia lakukan dan berhasil menggenggam tangan Touka

"Tidak usah mengkhawatirkan ku. Percayalah, Aku tidak akan meninggalkan Anteiku dan seisinya. Dan percayalah, Aku tidak akan meninggalkanmu" Kaneki tersenyum dengan penuh keyakinan

Hal itu membuat Touka ingin menangis, rasanya ia ingin memeluk pria yang berada didepannya dengan erat dan tentu saja, sangat lama. Untuk saat ini, ia belum ingin berpisah dengan pria ini.

"Kalau begitu, terimalah ini. Ini.. adalah salah satu hadiah yang ku berikan untukmu. Mungkin jika kau membacanya kau akan teringat dengan ku" Touka memberikan kado itu kepada Kaneki

"Jadi, sebuah buku ya?" Tanya Kaneki

"hm, tentu. Kau suka membaca. Tapi kali ini buku itu berbeda dari bacaan mu yang begitu membosankan, tch" Wajah Touka memerah begitu sebelah tangan Kaneki mencubit pipinya.

Entah apa yang dirasakan Touka saat itu, tapi hal tersebut membuat Touka merasa ia akan kehilangan Kaneki. Entahlah, seperti firasat buruk yang tiba tiba saja terpintas di dalam benakmu.

"Hei Touka-chan, sebelum aku pergi sore nanti apakah kau mau menghabiskan waktu dengan ku?" Anggukan kecil dihasilkan oleh Touka, dan ia melihat senyuman Kaneki yang mengembang

"hm, Baiklah. Hanya untuk hari ini"

Mereka berjalan memasuki satu toko ke toko lain, bermain dengan anak kecil yang berada disekitar mereka, photo box berdua layaknya seorang kekasih, dan melakukan hal hal lainnya.

Menurut Touka, berada disampingnya benar benar membuatnya nyaman. Ia menatap pria itu dan tersenyum begitu mendapati pria baik hati seperti dirinya sedang bermain bersama anak kecil disekitarnya. Tidak hanya Touka yang merasakannya, tetapi orang lain juga merasakannya.

Touka memegangi kalung yang diberikan oleh Kaneki dan memandangnya, membuat seulas senyuman mengembang diwajahnya. Yang ia yakinkan sekarang adalah kenyataan bahwa Kaneki tidak akan meninggalkannya semudah itu. Begitu juga dengan Touka, Ia tidak akan meninggalkan Kaneki semudah itu.


Touka memasuki kedai Anteiku dengan perasaan bahagia. Mengabaikan dua orang konyol yang bertanya tanya menatapnya. Ia langsung melangkahkan kaki menuju kamarnya. Sentuhan kecil yang dibuat Kaneki berhasil membuat Touka takjub. Ditambah lagi kalung cantik yang ia berikan dan ia pakaikan di leher Touka. Itu berhasil membuat Touka semakin yakin bahwa Touka benar benar mencintainya.

Touka melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, jalan jalan bersama Kaneki cukup membuatnya lelah dan ingin segera membersihkan diri. Jam kerja malam Anteiku mungkin akan membuatnya semangat. Selesai membersihkan dirinya, Touka mengambil pakaian kerjanya. Ia berjalan menuju lobby Anteiku dengan mengenakan celemek resmi pegawai café anteiku. Seperti biasa, ia dapat tugas di bagian kasir. Langkahnya terhenti begitu menyadari bahwa café Anteiku sore ini benar benar sedang ramai. Ya, ramai dengan para ghoul yang kelimpungan.

"Touka, masuklah kedalam dan kemaslah barang barang mu." Irimi memerintah dengan tegas.

"A-ada apa?" Touka mengernyitkan dahinya

"SUDAH KU BILANG, KEMAS SAJA BARANG BARANG MU" Untuk pertama kalinya, Touka melihat Irimi yang dapat membentaknya.

Kakinya kembali bergerak menuju kamar dengan sedikit terburu-buru. Ia mengambil koper dan megemas seluruh barang yang ada di kamarnya. Ia berjalan membawa koper menuju lobby. Langkahnya terhenti begitu Koma menghalangi jalannya. Ia menatap pria yang berada didepannya, tapi seperti nya wajah pria itu sangat serius.

"Naze?" tanya Touka kepada Koma. Namun sayang, tidak ada satupun kata yang keluar dari mulut Koma

"NAZE?!" Touka masih bertanya namun tetap sama jawaban yang Kouma berikan

"NAZE YO KOMA-SAN?!" Ucapan Touka begitu terdengar lirih dan bergetar.

Kouma tidak menatap gadis itu dan memilih menggigit bibirnya. Yang ia lihat hanya mata yang berkaca kaca sedang menatap nya. Kouma menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya

"Touka-chan…" ucapnya masih dengan tidak menatap wajah gadis itu.

"CCG sudah mengetahui lokasi kita"

Touka menatap Koma dengan tidak percaya, ia begitu terkejut mendengar berita yang disampaikan Koma. Genggaman kopernya terlepas, membuat suara hentakan benda yang terjatuh ke lantai. Sebelah tangannya mengepal, membuatnya begitu kesal. Dengan memejamkan mata, ia menatap Koma dengan penuh kebencian

"Jadi… Apa yang mereka mau?" Touka menahan marah dan menahan air matanya. Ia menunggu jawaban Koma yang sedari tadi lama untuk menjawab ucapannya. Koma memperhatikannya dan kembali menarik dan menghela nafasnya, Air mata mengalir di kedua pipi Touka begitu mengetahui jawaban Koma

"Yoshimura-san dan Kaneki Ken"

To be continued