"Minseok, sekarang giliran kita untuk berfoto bersama pengantin."

Minseok tersentak pelan. Ia kemudian melihat kearah Yifan lalu mengangguk pelan. Mereka menunggu para sahabat Baekhyun yang tengah berfoto bersama pasangan JongHyun itu. Minseok tak siap. Dulu ia berfoto karena pernikahannya dengan Jongdae, sekarang ia berfoto karena pernikahan Jongdae dengan Baekhyun.

"Ayo Min." Luhan menggandeng tangan Minseok dengan pelan. Namja itu menatap anak tangga dengan sendu. Kaki kaki mungilnya bergerak perlahan, membuat Jongin dan Yixing menggeram pelan. "Yak Minseok hyung! Ppali ppali!"

Luhan menyentil dahi Jongin pelan. "Pabo!" Yifan dan Zitao sudah berdiri disamping Baekhyun. Luha berdiri disamping Zitao. Minseok menatap Jongdae ragu, yang dibalas senyuman lembut Jongdae. Jongdae menghampiri Minseok lalu merangkulnya. "Terimakasih sudah datang, Baozi."

Minseok ingin menangis, namun ia harus kuat. Ia pun berdiri disamping Jongdae, disusul Jongin dan Yixing. Dalam 30 detik, acara berfoto-bersama-mantan-suami-Minseok pun selesai. Minseok menjabat tangan Jongdae lama.

"S-selamat.. Semoga kalian berbahagia.." Suaranya bergetar. Ia ingin menangis, menangis sekencang kencangnya. Jongdae menatap Minseok lama sebelum ia memeluk namja itu hangat. Tangisan Minseok pecah saat itu juga. Mereka berpelukan lama sebelum Minseok tersadar ini pernikahan orang.

Jabatannya berpindah ke Baekhyun. Mata sipit Baekhyun bertemu dengan mata kucing Minseok. Senyum Baekhyun sangat lembut, membuat Minseok ingin menangis. "Selamat Baek.. Semoga kalian tetap bersatu selamanya.."

Baekhyun memeluk Minseok erat dan hangat. Ia mengusap air mata Minseok lalu mengecup pipi Minseok lama. "Hyung, aku menyayangimu.. Maafkan aku.." Minseok menyadari kalau namja berwajah cantik dihadapannya ini sangat cocok bersanding dengan Jongdae.

"Sekali lagi selamat berbahagia.." Minseok turun dari panggung pernikahan dengan banyak mata menuju ke arahnya. Ia kembali ke tempat duduknya dan menghapus air mata. Luhan menatapnya miris, sedangkan Zitao berusaha menahan air matanya.

"Kau namja terkuat yang aku kenal hyung, percayalah kalau jodoh sudah diatur Tuhan." Jongin memeluk Minseok erat sambil mengecup dahinya berkali kali. Namja berkulit tan itu sangat menyayangi Minseok yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri. Mereka sudah berteman selama 18 tahun.

"Permisi, apa kau Minseok?" Luhan menoleh ke kanannya dan mendapati namja berkulit albino tengah berbicara kepada mereka. Mata rusa Luhan bertemu dengan mata tajam namja itu dan menciptakan kontak mata yang lama.

"Yak Sehunnie! Kenapa kau bertanya lama seka- ah annyeong." Namja berwajah angelic menepuk pundak namja bermata tajam itu. "Nado, dia yang bernama Minseok." Luhan menunjuk Minseok yang masih dipelukan Jongin.

"Ah hyung, lepaskan dulu pelukanku." Jongin mengusap lengan Minseok pelan. Pelukan Minseok mengendur. Mata Minseok menatap ke enam namja asing yang tengah menatapnya. Ia buru buru menghapus air matanya lalu berdiri yang dilanjutkan dengan membungkuk 90 derajat.

"Kami teman teman Baekhyun. Teman teman Jongdae adalah teman kami juga. Oh iya namaku Oh Se Hun." Namja bermata tajam itu memperkenalkan dirinya terlebih dahulu. Namja berwajah angelic tadi tersenyum ramah.

"Aku Kim Joon Myeon." Namja bermata bulat tanpa ekspresi menyambung. "Do Kyung Soo." Tatapan Kyungsoo berpindah ke Jongin dan tanpa sadar ekspresinya berubah jadi terpana. Jongin tersenyum lembut, khas Kim Jong In.

"Ah aku Park Chan Yeol." Namja dengan mata sembap bersuara parau menatap mereka lesu. Mereka semua tersentak saat mengetahui nama namja bermata sembap itu. Park Chan Yeol. Mereka tahu sekali.

Nasibnya juga sama seperti Minseok. Sama sama ditinggal karena cinta pertama. Sama sama diceraikan. Sama sama kehilangan.

Suami dari Byun Baek Hyun.

.

.

.

Annyeong, maaf ya kalau singkat banget. Tangan aku lagi ngilu gitu hehe semoga kalian suka!