Jimin adalah tipe orang yang senang mengumbar kemesraan di hadapan banyak orang, membuat banyak orang memandang iri atau melirik benci. Sedangkan Jungkook tipe orang yang tidak senang menunjukkan kasih sayangnya di depan orang lain.

Mereka berbeda namun Jungkook rasa mereka saling mencintai.

Jungkook selalu galak pada Jimin dan Jimin selalu membalasnya dengan manis―di hadapan orang lain maupun di hadapannya. Jungkook tahu itu bukan pura-pura, murni Jimin yang sangat mencintainya. Sayangnya sifat mereka terlalu berbeda. Jimin terlalu murni, ia bertindak dengan hatinya dan Jungkook terlalu logis, ia bertindak dengan kepalanya.

Namun saat mereka tengah berduaan pun, Jungkook tetap saja sama. Ia sendiri merasa malu untuk sekedar mengucap I love you pada Jimin meski Jimin selalu mengucapkannya selayaknya seorang rapper. Begitu cepat, berulang-ulang, 'tak kenal lelah.

Meski begitu mereka selalu bersama. Jimin akan memanjakannya dan Jungkook akan membuat gestur marah meski sebenarnya ia begitu menyukainya dan ia rasa Jimin pun tahu mengenai hal itu. Jimin tidak pernah marah, seburuk apapun Jungkook menyakitinya. Namun Jimin begitu marah saat Jungkook menyakiti dirinya sendiri. Karena itulah Jungkook jatuh cinta, pada malaikat tanpa sayap bernama Park Jimin.

Pagi ini, ia menemukan satu sticky note berwarna merah jambu. Dengan mata separuh terpejam, Jungkook membacanya.

Semalam Yoongi Hyung bertanya, mengapa aku selalu terlihat bersemangat dan 'tak kenal lelah?

Aku yakin Yoongi Hyung tidak tahu bahwa hanya dengan melihat seulas senyummu pun mampu membuatku memiliki kekuatan untuk menyebrangi lautan dan membelikanmu sate domba asal Indonesia.

Jadi jangan lupa untuk tersenyum padaku, Jungkookie. Karena senyummu adalah sumber semangatku.

Jungkook mendengus sebal. Ia meraih ponselnya dan mengambil foto dirinya sendiri dengan derp face paling buruk yang dimilikinya. Ia nyaris terbahak keras melihat hasil jepretannya itu. Maka ia segera menekan kontak Jimin untuk mengirim foto itu ke akun kakaotalknya.

Extra senyum dari Jungkookie untuk Jiminie Hyung, semoga sepulang kerja nanti aku menemukan satu monumen cinta sebesar Taj Mahal di India, buatanmu yang kelebihan kekuatan melihat senyum extraku. Tulisnya mengiringi kiriman foto itu.

Ketika ponsel Jimin di atas nakas berdenting, Jungkook tersenyum lebar. Senang sekali dan segera menuju kamar mandi dengan langkah separuh berlari.

"Rasakan pembalasanku, huh. Pagi-pagi sudah membuatku berdebar saja." Gerutunya sembari mulai membasuh diri.

x

to be continue

x

Ah, aku update Sticky Notes sekalian memberi sedikit pengumuman/ehem: Aku menunda update semua FF on-goingku (mungkin pengecualian untuk Arti dari Sosokmu, FF itu kuusahakan tetap update tanggal 13 nanti) karena berbagai alasan.

Salah satunya mungkin kalian sudah tahu, aku sedang sedikit down. Yeah, aku sekarang sedang fokus pada mencoba menaikkan semangatku lagi dengan berbagai cara (nonton film, nonton youtube, main games, nypam di grup -anggota KookMination tahulah seberapa menggilanya aku di grup beberapa hari terakhir ini). Kalau kalian mau bantu, silakan chat aku via twit atau LINE (aku jarang cek PM FFn, maaf) walau aku tahu aku gak begitu penting buat disemangatin LOL

Yours,

December D.