Jungkook bekerja di kantor milik Ayahnya sebagai Financial Manager. Kata Ayahnya, sekalian mendidik Jungkook untuk menjadi penerusnya. Jungkook tidak keberatan, toh ia suka dengan pekerjaannya. Ia suka menghitung untung dan rugi juga memegang kendali orang banyak yang menjunjung tinggi kedudukannya.
Ayah Jungkook pun pernah menawari Jimin untuk bekerja di perusahaan miliknya dan melebarkan sayap bersama Jungkook hanya saja, Jimin menolak.
Jungkook tahu alasan Jimin dan ia menghargainya. Jimin terlahir sebagai seorang seniman, Jungkook pikir. Ia menjadi penari terhebat di SMAnya dulu. Kemudian setelah kelulusannya dari universitas, ia menjadi komikus webtoon bertema action yang diberinya judul V. Webtoon itu begitu terkenal, V si tokoh utamanya itu diceritakan sebagai seorang pembela keadilan yang memiliki kemampuan beladiri wingchun setara dengan Master Ip Man.
Siapa yang menyimpulkan seperti itu? Tentulah Jungkook sendiri. Mungkin hobinya menonton film action dan begitu menyukai wingchun-lah yang membuat Jimin terinspirasi untuk membuat webtoon seperti itu.
Namun jika melihat tokoh utama webtoon buatannya, orang-orang yang mengenalnya pasti tahu wajah karakter tokoh utama itu dibuat mirip sahabat sehidup-sematinya yang bernama Taehyung.
Jungkook cemburu? Tidak sama sekali. Akan memalukan jika nanti orang-orang menyadari wajahnya menjadi tokoh utama di webtoon buatan pasangannya. Lalu menggodanya setiap hari.
Ketika orang lain meragukan cinta Jimin karena memakai wajah sahabatnya sebagai tokoh utama alih-alih pasangannya, Jungkook akan tertawa. Ia sadar betul wajah Taehyung yang sialnya tampan luar biasa itu memang lebih menjual untuk dijadikan tokoh utama manhwa dibandingkan dirinya. Untuk apa ia cemburu jika ia menyadari hal itu?
Namun tidak dengan Jimin, ia akan menjawab dengan begitu mudah setiap orang-orang melempar tanya, "Aku tidak mau nanti ada yang mencintai Jungkook lebih dari aku." Ujarnya dulu.
Dan Jungkook hanya bisa mendengus geli. Jimin memang seperti mistery box, ia tidak bisa menduga apa yang ada di dalam isi kepala dan hati Jimin.
Jungkook membuka mata dan melihat kain berwarna biru muda menyambut pandangannya, ia tahu itu pakaian tidur yang dikenakan Jimin. Tanpa ia sadari lengannya merengkuh pinggang Jimin semakin erat, membuat wajahnya terbenam di dada Jimin.
Jungkook suka, suka sekali.
Setelah dirasa cukup, ia menjauhkan wajah dan mencium rahang Jimin hingga dagunya. Menghirup lamat-lamat aroma yang membuatnya mabuk dan ia mendesau malas.
"Selamat pagi, Sayang."
Jungkook bersumpah ia tidak akan mengucapkan hal semenggelikan itu kalau saja Jimin sedang tersadar.
Ia melepaskan diri dan segera mengecek sticky note yang tertempel di nakasnya. Penasaran apa yang akan Jimin katakan kali ini. Entah mengapa ia selalu berdebar setiap terbangun dari tidur, seperti tengah membuka mystery box, ia tidak memiliki clue apa-apa untuk mengetahui isinya dan Jungkook hanya tahu satu clue yang Jimin beri setiap pagi: kenyataan bahwa Jimin begitu mencintai Jungkook.
Jungkookie, you were inspire me a lot of. Thank you for being alive, thank you to be with me.
You know that I love you so much, Sweetie.
Ps. Don't forget to kiss me after you already finish with your doki-doki*(*Jepang: berdebar)
"Bodoh sekali, apa yang sedang kau tulis sih?" bisik Jungkook setelah membaca kalimat tidak jelas yang Jimin tulis, meski begitu Jungkook mampu menangkap maksud Jimin, "Tinggal tulis I love you, selesai perkara." Gerutunya. Sadar bahwa Jimin menggunakan Google Translate untuk menulis kalimat yang ingin dimaksudkannya.
Ia tahu Jimin bodoh di bahasa inggris, ingin rasanya ia menertawakan Jimin keras-keras di pagi hari yang tenang dan beraroma embun basah di pucuk daun. Namun ia tidak melakukannya. Ia hanya bangkit, memakai sandal rumahnya dan mendekat pada Jimin yang masih pulas sembari memeluk bantal.
"I love you, Hyung."
Kemudian Jungkook mencium bibir Jimin. Tidak peduli pada wajahnya yang masih berminyak, atau mulutnya yang masih masam, ataupun tubuhnya yang mungkin bau keringat. Ia tidak peduli, tidak sama sekali.
Karena bersama Jimin, Jungkook merasa semuanya 'tak bercacat. Semuanya sempurna. Semuanya indah dan semuanya terasa benar terletak pada tempatnya.
Tanpa diduga Jimin membuka mata, menangkup kedua pipi Jungkook yang baru saja ingin mengambil jarak dari hadapan wajahnya. Jimin tersenyum, manis sekali, "I love you too, Jungkookie."
Jungkook membuang pandangan, kaget karena Jimin terbangun dan membalas kalimatnya, "Si-siapa yang bilang cinta sih? Hyung masih mimpi."
Lalu ia terburu melepas tangan Jimin di pipinya, mencuri kecupan di puncak hidung Jimin sebelum berlari ke kamar mandi dengan wajah merah padam.
Jimin tertawa senang sekali pagi ini.
x
to be continue
x
Uhuhu, aku gemay uhuhu bayangin tiap pagi bangun nemu sticky note ngawur dari orang yang dicintai pasti seneng banget rasanya.
Yours,
December D.
