In The Mood For Love © Bangsterchan

Cast: BTS all members

Rated: T

Disclaimer: Semua Cast disini bukan milik saya namun mereka milik Keluarga mereka dan BigHit Entertainment (kecuali OC).

a/n: Fanfic ini murni hasil buatan saya. Apabila reader menemukan kesamaan cerita dengan karya orang lain itu bukan unsur kesengajaan. Terima Kasih.

.

.

.

"Halo."

"Ya Min Yoongi! Kau tidak kangen padaku?"

"Suga?"

Pemuda di line seberang menghela napas sebelum membalas, "iya ini aku, Min Suga. Kakak kembarmu yang paling SWAG."

Yoongi memutar bola matanya malas. Terlalu bosan menghadapi tingkah absurd saudara kembar yang lahir tiga menit lebih dulu darinya.

"Hm, kenapa kau menelponku? Lagipula mengapa kau ganti nomor segala?" tanya Yoongi ketus.

"Memangnya aku tidak boleh menelponmu?" Suga balik bertanya. "Perihal mengapa aku mengubah nomorku, tentu saja karena aku sekarang berada di Korea."

Hening. Tak ada balasan dari Yoongi karena ia berusaha memproses kalimat demi kalimat yang dilontarkan kakaknya itu.

"APA?!"

"Kau masih saja lemot seperti biasanya. Kau tahu aku hampir bosan menunggumu loading." Ejek Suga.

Lagi-lagi Yoongi tak membalas. Tak menghiraukan juga ejekan yang dilemparakan Suga padanya.

"T-tunggu kau berada di Korea?" Yoongi mendengar Suga mendengus kesal.

"Iya Yoongi. Kau lemot sekali sih." Tukas Suga.

"Kenapa mendadak sekali?" tanya Yoongi.

"Surprise tentu saja. Tapi Yoongi, bertanyalah ketika aku sudah di rumah nanti. Lebih baik kau suruh Pak Kang menjemputku sekarang juga karena aku sudah mulai lelah di sini."

"Itu salahmu sendiri pakai surprise-surprise segala." Ujar Yoongi. "naik taksi saja. Kau tidak lupa alamat rumah kan?"

"Kau tega sekali menyuruhku pulang naik taksi!" Pekik Suga. "lagipula aku belum menukar uangku. Memangnya kau mau membayar biaya taksiku?"

Yoongi lagi-lagi memutar kedua bola matanya sebal.

"Pak Kang dipinjam Eomma untuk mengantar beliau ke butik. Pulanglah dengan taksi biar aku yang bayar nanti." Kata Yoongi. "apa kau mau aku yang menjemputmu kesana agar kau tidak naik taksi sendirian?"

Yoongi tahu betul Suga tidak suka bila harus naik taksi sendiri. Suga akan bosan setengah mati sepanjang jalan karena tidak ada teman mengobrol.

"Tidak. Tidak usah. Lagipula aku tak ingin menghabiskan uang jajanmu. Kudengar dari Eomma kau baru keluar dari rumah sakit kan kemarin sore?" sahut Suga. Tersirat kekhawatiran di suaranya. "malam ini cuaca cukup dingin. Tidak baik untuk kesehatanmu."

Yoongi menghela napas. "Aku sudah baik-baik saja Suga. Tungggu sebentar aku akan bersiap-siap untuk menjemputmu."

"Jangan. Aku sudah di taksi sekarang. Cukup dengan kau yang membayar tagihan taksiku saja setibanya aku dirumah." Tolak Suga.

Yoongi tahu Suga belum naik ke taksi. Ia hanya tidak ingin membuat Yoongi harus jatuh sakit kembali akibat menjemputnya di malam yang dingin ini.

"Baiklah. Hubungi aku jika sudah sampai." Ucap Yoongi sebelum Suga memutus telepon.

Yoongi sudah kehilangan minat membacanya. Ditutupnya buku itu setelah sebelumnya memberi batasan sampai mana ia membaca. Handphonenya ia letakkan di meja nakas sebelah ranjangnya. Matanya menerawang mencari-cari hal yang bisa dilakukannya setelah ini.

"Mungkin sebaiknya aku makan malam," Yoongi bergumam seraya melihat kearah jam meja di sebelahnya. Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh tepat.

Sebenarnya tadi Bibi Nam, salah satu pembantu dirumahnya, sudah berkali-kali menyuruhnya turun untuk makan malam. Tapi Yoongi mengabaikannya karena terlalu malas untuk makan sendirian. Tapi sekarang ia merasa lapar. Ia pun meletakkan bukunya di atas ranjang dan pergi ke bawah untuk menyantap makan malamnya. Tak lupa juga ia mengambil ponselnya agar ketika Suga menghubunginya ia bisa mendengar.

.

.

.

Yoongi tengah menyantap omelet keduanya ketika ponsel yang ia letakkan diatas meja nakas bergetar. Tertera nama 'Min Suga' yang nomornya baru ia simpan tadi.

"Halo. Kau sudah sampai?"

"..."

"Eoh, tunggu sebentar. Aku akan segera keluar."

Yoongi dengan segera melahap potongan terakhir omeletnya dan meminum air putih di sebelahnya lalu segera keluar menuju pagar rumahnya. Terlihat Suga tengah berbincang dengan salah satu satpam yang biasa berjaga di rumah dan satpam satunya tengah menurunkan koper-koper milik Suga. Kakak kembarnya ini tidak banyak berubah. Kecuali rambutnya yang tiga tahun lalu berwarna pirang, kini berubah warna menjadi pink. Tingginya pun tak jauh berbeda dengan Yoongi.

Suga memeluk Yoongi. Hal yang membuat Yoongi terkejut karena sebenarnya ia dan Suga bukanlah tipe orang yang menyukai skinship. Namun itu tidak membuatnya merasa tidak nyaman. Justru ia merasa tenang berada dalam pelukan Suga. Ia merasa seperti sudah lama ia menginginkan ini.

"Ayo masuk. Kau bisa kedinginan jika terlalu lama disini hanya dengan sweater tipis ini," ajak Suga seraya menggandeng Yoongi untuk masuk.

.

.

.

"Kau sudah makan?" tanya Yoongi.

Saat ini mereka tengah duduk berdampingan di ruang keluarga. Suga memindah-mindahkan channel tv mencari acara yang bagus untuk ditontonnya.

"Hm. Di jalan tadi aku membeli kimbap. Dan sekarang aku merasa sangat kenyang sekali." Jawab Suga.

"Begitu. Ceritakan padaku kenapa kau tiba-tiba kembali ke Korea?!" pinta Yoongi dengan tidak sabar.

"Hahahaha. Aku sudah bosan di Jepang," jawab Suga.

Saat Suga berumur enam tahun, ia memang diangkat oleh adik ibu kandung mereka karena adik ibunya itu tidak bisa memiliki keturunan. Yoongi sangat sedih karena dipisahkan dengan Suga. Namun orang tua angkat Suga berjanji akan membawa Suga ke Korea mengunjungi mereka setahun sekali. Awalnya memang begitu tetapi semenjak memadatnya kesibukan orangtua angkat Suga dan ia pun dilarang pergi ke Korea sendiri jadinya mereka baru bisa berkunjung apabila menemukan waktu yang tepat. Terakhir mereka bertemu yaitu tiga tahun lalu. Dan sekarang, karena sang ibu angkat sudah melahirkan anak yang selama ini diidamkannya, tepatnya lima tahun yang lalu, maka Suga memutuskan untuk kembali tinggal bersama keluarga kandungnya sekarang.

"Jadi mulai sekarang kau akan tinggal disini?" tanya Yoongi setelah mendengar penjelasan Suga tadi.

Suga mengangguk.

"Lalu bagaimana dengan Appa dan Eomma? Kau sudah memberitahu mereka? Apa perlu aku hubungi mereka sekarang?" tanya Yoongi bersemangat.

Suga yang melihat tingkah adik kembarnya ini mengacak-acak rambut mint adiknya dengan gemas. Hal itu membuat Yoongi cemberut. Ia tidak suka rambutnya diacak-acak.

"Tidak perlu Yoongi. Sebenarnya aku sudah memberitahu mereka tentang rencanaku sebulan yang lalu." Tukas Suga.

"Jadi hanya aku yang tidak tahu menahu sama sekali?" tanya Yoongi. Ia sedikit tidak terima.

Suga tertawa gemas melihat adiknya. "Rencanaku memang ingin membuat kejutan untukmu. Jadi aku yang meminta Eomma dan Appa untuk merahasiakan kedatanganku darimu." Sahut Suga.

Yoongi terlihat masih tidak terima dengan keputusan Suga merahasiakan semua ini darinya.

"Sudahlah. Yang penting aku sudah disini kan. Kau tidak suka aku kembali?"

"Aku suka kok." Ujar Yoongi sedikit menggerutu. "ah, sepertinya Bibi Nam sudah selesai merapikan kamarmu. Barang-barangmu juga sudah dimasukan ke dalam. Mau istirahat sekarang?"

Suga berpikir sebentar lalu mengangguk. "Baiklah. Sebaiknya aku segera membersihkan diriku lalu beristirahat. Lagipula besok katanya ayah akan mengajakku pergi ke sekolah baruku untuk mengurus kepindahanku."

Yoongi kembali menggerutu kesal. "bahkan aku tidak tahu kalau Appa besok akan pulang. Menyebalkan." Dengusnya.

Suga kembali dibuat gemas oleh Yoongi. Membuatnya tak tahan ingin mencubit kedua pipi adiknya yang sama gembilnya dengan miliknya. Namun ia harus menahannya karena takut Yoongi akan semakin kesal.

"Sekarang lebih baik kau juga istirahat. Apakah obat dan vitaminmu sudah kau minum?"

"Baiklah. Aku akan meminumnya sebentar lagi."

Keduanya pun menaiki tangga menuju kamar mereka masing-masing dan beristirahat. Walaupun waktu masih menunjukkan pukul setengah sembilan malam namun Suga begitu lelah karena perjalanannya dari Jepang ke Korea. Sedangkan Yoongi karena pada dasarnya ia tidak ada kerjaan lagi maka ia memilih untuk tidur lebih cepat.

TBC

Hai haiiii kembali lagi di Chapter 2. Terima kasih bagi kalian yang sudah Review di chapter sebelumnya. Terima kasih juga bagi yang memfavoritkan dan memfollow fanfic saya. Chapter 2 aku harap kalian suka. Dan tulis pendapat kalian di kolom review. Apa ada yang kurang atau bagaimana.

Aku sengaja menulis chapter 2 ini hanya fokus kepada hubungan Yoongi dan Suga. Jadi maaf ya kalau Jimin gak aku munculin. Jimin lagi istirahat dulu.

Dan seperti biasa Aku sangat menantikan review dari kalian semua. Tolong tunjukkan antusiasme kalian akan kelanjutan cerita ini Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan. Terima kasih bagi kalian yang menyempatkan waktu untuk membaca

Dan ini balasan review untuk yang tidak menggunakan akun:

To mysuga, iya seperti yang dijelaskan sebelumnya yoongi punya kembaran yaitu suga. Terima kasih sudah review. Ini chapter 2 nya ya. Silahkan menikmati dan jangan lupa untuk review lagi