capter 2

Naruto dan One piece bukan punya saya.

Rate : T

Warn : Ancur, Typo, OverPower, NaruxAllCru.

Other mau klarifikasi soal umur.

Uzumaki D Naruto :15 tahun

Margarite : 13 tahun

Please don't read if you don't like

it"JUST FOR FUN"

Happy Reading...

.

.

"Mewarisi semangat"

"Takdir dari sebuah era"

"Itu adalah mimpi manusia"

"Selama ada orang yang mengejar sebuah kebebasan"

"Semangat itu takan pernah hilang"

.

.

..~X~..

Grand line adalah sebuah lautan yang sangat ganas, banyak hal yang di luar akal sehat ada di dalamnya. Karena hal itu juga, Grand line juga sering di sebut kuburannya para bajak laut.

Dan di sana juga lah, tokoh utama kita sekarang berada. Sudah 1 bulan sejak di mulainya pelayarannya.

Naruto pov

Haaahhh... Sudah satu bulan lebih aku mulai berlayar sebagai bajak laut, di temani seorang gadis kecil yang yang entah kenapa bersikeras ingin mengikutiku.

Selama satu bulan ini memang banyak hal yang terjadi, dan itu cukup menyenangkan menurutku.

Setelah satu bulan berlayar bersama margarite, aku telah cukup terkenal di dunia luar. Aku adalah seorang roki dengan harga kepala 65 juta bery, dan di kenal sebagai Naruto si petir merah atau Red thander no Naruto.

Dengan harga kepala lebih dari 50 juta, memang sangat sulit di percaya jika aku adalah seorang roki yang baru mulai berlayar selama satu bulan. Namun itu cukup normal untuk seorang yang telah menghancurkan 11 kelompok bajak laut, dalam kurun waktu satu bulan terakhir ini.

Jujur saja aku dapat melawan mereka karena bisa di bilang, mereka adalah kelompok bajak laut yang hanya bermodal nekad saja, dan hanya mementingkan jumlah dari pada kekuatan dan pemikiran.

Poster kepalaku sudah menyebar sejak dua hari yang lalu, tepatnya satu hari setelah aku melawan kelompok bajak laut yang ke sebelas.

Aku hanya dapat tersenyum geli melihat poster yang memperlihatkan foto kepala ku. DEAD OR LIFE... UZUMAKI D NARUTO... 65.000.000 BERY. Di sana terlihat fotoku yang sedang menyeringai senang, dan satu tangan ku berada di depan dengan petir merah yang berada di telapak tanganku. # sama kayak foto natsu di Fairy tail, lihat aja di halaman manga fairi tail di mangaku. Cuma itu foto Naruto dan bukannya api yang ada di tangannya, tapi petir merah.

Foto yang cukup keren untuk di jadikan sebagai foto buronan menurutku. Mungkin aku akan memiliki beberapa FG nantinya. :v

Dan entah mengapa, itu membuat Margarite marah padaku sejak kemarin. Dia selalu memasang ekpresi jengkelnya selama dua hari ini padaku, dan jujur itu malah membuatnya semakin menggemaskan.

Baru saja aku membicarakannya, dia sudah muncul membawakan sebuah teh hangat padaku. "Hei ada apa dengan wajah jelekmu itu?, sejak kemarin selalu memasang ekpresi jutek seperti itu?. "

"Bukan urusanmu... Muka muka siapa, kok kamu yang ribet sih." Ucapnya, menyodorkan sebuah teh tepat di meja di hadapanku.

Karena tak tahan dengan sikap yang membuatnya semakin manis tersebut, aku menarik tangannya untuk duduk di pangkuanku. " Ayolah katakan saja, wajah ngambekmu itu malah membuatmu semakin manis, kau tau. "

"Kyyaaa" Pekiknya kaget.. " Su-Sudahku bilang bukan urusanmu.." Elaknya dengan wajah memerah.

"Baiklah kalau tak mau memberitahuku, tapi aku tak akan membiarkanmu pergi sebelum kamu cerita! " Ucapku, memeluk tubuh kecilnya di pangkuanku.

"Ehh.. Tap-Tapi... Baiklah aku menyerah" Ucapnya, mengankat kedua tangannya.

"Jadi kenapa kamu ngambek dari kemarin?.." Tanyaku.

"I-Itu karena fo-foto ini!." Dia menunjuk fotoku yang ada pada poster buronan. " Ke-Kenapa harus menggunakan foto ini jika hanya untuk poster buronan?!" Tambahnya, mengembungkan pipinya.

"Ehhh.. Bukankah ini bagus, di poster ini aku terlihat keren kan?." Tanyaku bingung.

"Justru karena itu" Ucapnya pelan.

" Apa kau mengatakan sesuatu?.." Tanyaku memastikan.

"Ti-Tidak!!.. Sudah lepaskan aku, Dasar mesum!!... Ucapnya melepaskan diri dan berlari pergi.

Kenapa dia malah lari?. Padahal aku kan cuma bertanya, karena kawatir padanya. Yasudahlah lebih baik aku beristirahat, karena sebentar lagi akan segera sampai..

End Naruto pov..

~X~

Di sebuah pulau yang akan di tuju oleh Naruto. Pulau itu terletak di pinggiran calm belt, dan merupakan sebuah pulau tak berpenghuni.

Crashh

Trankk

Duaarrrr

Pulau tak berpenghuni yang cukup besar yang tadinya adalah sebuah hutan belantara, kini tak lebih dari lahan kosong yang penuh dengan bekas pertarungan.

Di pinggiran pulau tersebut, terlihat dua buah kapal bajak laut berbeda ukuran. Satu kapal yang cukup besar, dan satu kapal yang hanya dapat memuat satu orang.

Siapa yang tak mengenal Akagami Shanks salah satu dari empat yonko. Atau mihawk si pendekar pedang terkuat di dunia?.. Dua kekuatan besar yang sangat di takuti di dunia.

Dan saat ini mereka tengah melakukan pertarungan, pertarungan yang telah mereka lakukan selama 2 hari terakhir ini.

Bermula dari Mihawk yang menantang salah satu yonko tersebut, yang baru saja pulang dari perjalanan mereka di east blue.

"Lihatlah mereka berdua, aku bosan melihat pertarungan yang mengerikan ini" Ucap salah satu cru Akagami berbadan besar, dengan daging yang tak pernah lepas dari tangannya.

"Ya mau bagaimana lagi, kapten terlihat menikmatinya. " Balas kru lainnya dengan sebuah pistol di tangannya

~X~

"Margarite bersiaplah, kita akan segera sampai" Ucap Naruto pada satu satunya kru kapalnya.

"Hai" Jawab seorang gadis kecil, berlari ke arah Naruto.

"Aku akan pergi terlebih dahulu, kau diam di kapal ini" Jelas Naruto.

Bzit.. Naruto pergi dengan kilatan petir merahnya.

Sementara di arena pertarungan.

Trankk

Shanks dan Mihawk sedang beradu pedang mereka entah yang keberapa kali. Namun... Bizt.. Mereka terpaksa harus menghentikan adu pedang mereka dan menghindar. Karena secara tiba tiba sebuah kilatan petir merah, muncul tepat di antara keduanya dan mencoba memukul keduanya.

Tap

Tap

Shaks dan Mihawk berhasil dengan mudah menghindar, dari aksi pemukulan dari sesosok tak di undang barusan. Setelah kembali menapak sempurna, mereka melihat ke tempat sosok tadi muncul.

Di sana terlihat seorang anak laki laki, berumur sekitar 12-13 tahun berdiri menatap mereka dengan sebuah senyum simpul. "Yo.." Ucap anak tersebut.

"Apa magsudmu mencoba mengganggu kami bocah?!" Tanya Mihawk serkartis.

"Ya apa magsudmu?, dan kenapa anak kecil sepertimu berada di sini." Shanks menimpali.

"Namaku Naruto, dan magsudku adalah mengajak kalian berdua untuk melakukan sebuah taruhan kecil!.." Jelas Naruto, masih dengan senyum simpulnya.

"Pergilah, kami tak ada waktu meladeni bocah sepertimu!"

"Aku akan pergi, tapi jika kalian mengalahkanku dalam taruhan.. Jangan katakan kalau seorang yonko dunia baru dan pendekar pedang terkuat, takut bertaruh melawan anak kecil sepertiku?" Pancing Naruto.

"Baiklah jika kau hanya akan pergi setelah kau kalah. Cepatlah beritahu kami apa taruhannya, kami tak memiliki waktu untuk bermain denganmu?!.." Ucap Shanks yang malas meladeni Naruto.

"Taruhannya cukup mudah, kalian berdua hanya perlu menghidariku selama 2 menit. Dan aku akan mencoba memukul kalian selama 2 menit tersebut. Jika aku berhasil memukul salah satu dari kalian, dalam waktu dua menit tersebut. Maka aku yang menang, atau sebaliknya. " Jelas Naruto, menjelaskan taruhannya.

" Apakah ada batas tempat untuk kami menghindar?. Dan jika kami menang kau akan segera pergi, dan jika kami kalah?.. " Tanya Mihawk.

"Batasnya adalah pulau ini...Dan jika aku menang, aku ingin kalian melatihku selama 2 tahun. Bagaimana?.." Jelas Naruto, memperlebar senyum simoulnya.. " Jika ini berhasil, aku akan di latih oleh dua monster sekaligus.." Batin Naruto senang.

"Jadi kau mempertaruhkan nyawamu dengan menyerang kami, yang bahkan di takuti di seluruh dunia hanya untuk sebuah kekuatan?.." Tanya Mihawk meremehkan.

"Aku adalah seorang bajak laut, bertaruh nyawa adalah keseharian bagi kita?. Dan bukankah lebih baik aku mati sendiri di sini, daripada aku memaksakan keberuntunganku dengan pergi berlayar bermodalkan nekad. Tak masalah jika itu hanya aku seorang diri, namun jika aku memiliki sebuah kru kapal dan aku tak memiliki kekuatan untuk melindungi mereka?.. Itu sama saja aku mengajak teman temanku untuk pergi menuju kematian. Jadi aku lebih suka bertaruh dengan keberuntunganku, danmendatangi kalian!.." Jelas Naruto.

"Menarik.. Aku sangat suka pemikiranmu itu bocah, baiklah kami setuju. Mari kita lihat seberapa besar keberuntunganmu itu.." Ucap Shanks.

"Baiklah jika kau setuju, aku juga ingin melihat kemampuan bocah ini" Timpal Mihawk.

"Baiklah.. Mulai" Ucap cepat Naruto.

Bizt... dan saat itu juga ia menghilang dari tempatnya, dan muncul tepat di hadapan Shaks yang sama sekali belum siap.

Bzitt

"Ehhh"

Duakk Duarr

Mihawk hanya manatap shok dan swit drop, akan kecepatan Naruto dan hal konyol yang di lakukan seorang yonko di depannya.

Naruto yang melihat Mihawk lengah, kembali menghilang dengan kilatan petir merahnya. Dan muncul tepat di hadapan Mihawk, membuat Mihawk hannya dapat pasrah menerima sebuah bogem mentah di wajah sangarnya.

Bzitt

Duarrr

Semua kru akagami di buat swit drop akan kelakuan kapten mereka, dan pendekar pendang terkuat di dunia tersebut.

Mereka memang akui jika bocah pirang yang tiba tiba muncul, dan mengganggu pertarungan kapten mereka dan pendekar pedang terhebat dunia itu memang sangat cepat. tapi siapa yang tidak tau akagami no Shanks yang merupakan salah satu yonko, dan pendekar pedang terkuat di dunia Mihawk?. Ahh sudahlah..

#Naruto sengaja berbuat curang, karena kalau engga dia pasti akan sangat kesulitan.

"Kau curang bocah... Bahkan kami sama sekali belum siap!." Protes Shanks. Sementara Mihawk hanya mendecih kesal.

"Apanya yang curang?, aku sudah bilang mulai dan aku langsung memukulmu.. Dimananya yang curang?, kalian saja yang bodoh." Bela Naruto, menjulurkan lidahnya keluar.

"Yasudahlah... Ini juga kesalahku yang terlalu meremehkanmu.. Dan kecepatan itu, buah apa yang kau makan?.." Tanya Shanks.

"Baguslah kalau kalian menerima kekalahan kalian, jangan lupakan perjanjian kita di awal!.. Dan aku memakan buah Goro Goro Red no mi, tipe paramecia. " Jelas Naruto.

"Ya kami tak akan lupa janji kami.. Jadi petir merah ya, pantas kau sangat cepat. Bisa di bilang kecepatanmu sama dengan kecepatan cahaya bukan?, karena petir juga merupakan cahaya.." Jelas Shanks.

"Apa boleh buat, aku bukanlah seorang yang suka ingkar.." Timpal Mihawk.

" Besok.. Aku ingin kita memulai latihan besok pagi. Aku ingin kalian mengajariku tentang haki dan menjadi seorang pendekar pedang. Untuk haki, aku sudah sedikit menguasainya, kalian juga merasakannya saat aku memukul kalian bukan. Dan untuk pedang, aku benar benar belum mengerti. Namun aku memiliki sebuah pedang yang bagus disini" Jelas Naruto, di akhiri menunjuk sebuah pedang di punggungnya.

#Naruto di sini nyimpen pedangnya di punggung kayak Smoker.

"Baiklah kami mengerti, namun sebaiknya jangan besok. Aku menyarankan berlatih di tempatku, dan kita memerlukan waktu satu hari satu malam untuk kesana.. Aku menyarankan berlatih di tempatku, karena sangat strategis untuk berlatih, dan kita tak perlu takut kekurangan makanan.." Jelas Mihawk.

"Baiklah aku setuju, itu jauh lebih baik. Oh aku juga meminta salah satu kru mu, untuk mengajari satu satunya nakamaku. " Ucap Naruto, menatap Shanks

"Baikalah tak masalah, dan di mana nakamamu itu?." Jawab Shanks.

"Nah itu dia." Tunjuk Naruto pada sebuah kapal bajak laut yang mendekat ke arah pulau tersebut.

Akhirnya Margarite tiba di pulau tujuan mereka, dan Naruto melambaikan tangannya pada dirinya.

"Aku berhasil Margarite, seperti dugaanku mereka sangat mudah untuk di curangi. " Teriak Naruto, melambaikan tangannya pada Margarite yang baru saja menepi.

Perempatan muncul di kening Shanks dan Mihawk, sementara Margarite dan seluruh kru akagami hanya bersweet drop.

"Jadi kau sudah merencanakan kecuranganmu itu ya gaki!!.." Kesal Shanks yang ingin memukul Naruto, namun di peggangi oleh beberapa anak buahnya.

Naruto hanya memasang wajah tanpa dosanya, dan berprilaku seolah dia tak pernah mengucapkan apapun. "Kau tak apa kan Margarite?.."Ucap Naruto memeluk margarita yang sudah ada didekatnya.

"Iya..Dan jangan memelukku!.." Ucapnya.

"Hai hai.. Baiklah ayo kita berangkat!." Ucap Naruto.

~X~

Pulau Kuraigana adalah sebuah pulau yang berkabut dan suram terletak di suatu tempat di Grand Line. Pulau ini dulunya merupakan rumah bagi Kerajaan Shikkearu yang telah runtuh, sekarang ditempati oleh Shichibukai Dracule Mihawk.

Dan disinilah tokoh utama kita sekarang berada, bersama seluruh kru akagami dan Mihawk yang merupakan pemilik pulau tersebut.

Setelah mereka berlayar kurang lebih satu hari satu malam, mereka baru tiba di pulau ini.

Pagi menjelang di pulau kuraigana, sebuah pulau yang selalu di kelilingi kabut. Dan sepertinya pelatihan yang akan tokoh utama kita dan nakamanya jalani selama dua tahun ke depan akan segera di mulai.

"Bersiaplah Naruto, kami akan melatihmu dengan keras selama dua tahun ke depan. Kau akan berlatih selama 16 jam dan istirahat 8 jam. Dan untuk Margarite hanya 8 jam, dan istirahat 16 jam. Itu karena ia adalah seorang perempuan, dan masih sangat belia. Namun itu sudah lebih dari cukup." Jelas Shanks.

"Baiklah, aku setuju dengan sesi latihan kami. Namun kami akan berusaha keras!, benarkan margarite?.. " Ucap Naruto.

" Ya tentu saja.." Balas Margarite.

~X~

Dua tahun sudah berlalu, sejak pertama kali Naruto dan Margarite memulai pelatihan mereka. Selama dua tahun itu mereka berlatih dengan sangat keras, baik Naruto ataupun Margarite.

Mereka memegang sebuah prinsip yang hampir sama, yang merupakan dasar dari semua semangat dan kerja keras yang mereka lakukan. Sebuah tekad yang mereka miliki.

Naruto bertekad untuk melindungi semua nakamanya kelak, Baik Margarite yang telah resmi menjadi nakamanya, ataupun calon nakamanya kelak. Bahkan jika harus mengorbankan nyawanya, dan karena itu ia berlatih dengan sangat keras.

Sedangkan Margarite, ia bertekad untuk membantu kaptennya tersebut. Ia tak ingin hanya menjadi beban bagi kaptennya, dan ingin berguna bagi kaptennya itu. Tak peduli apapun caranya, dan bahkan nyawanyapun akan ia korbankan jika itu di perlukan untuk sang kapten. Dan oleh sebab itu pula, ia berlatih sangat keras.

Dalam dua tahun ini mereka sudah sangat berkembang dengan pesat. Naruto sudah ahli dalam pengguanaan ketiga haki miliknya, bahkan dia sudah mendekati Shanks. Dia juga menjadi seorang pendekar pedang yang tangguh, bahkan bisa di bilang ahli. Da. dalam beberapa tahun ke depan, mungkin ia akan dapat mengalahkan Mihawk... Dan juga pengendalian buah iblisnya yang bisa di bilang sudah benar benar mahir.

Penampilan Naruto juga sudah sedikit lebih dewasa. Penampilan Naruto saat ini adalah, rambut pirang jabrik dan mata biru seindah lautan. Menggunakan baju serba putih dan kerah hitam di lengkapi dasi putih, dan kemeja putih yang di biarkan terbuka. Celana hitam panjang dan sepatu hitam, dengan pedangnya kini di simpan di pinggangnya.

#Penampilan Zoro di movi Gold.. cuma pedangnya satu, minus kacamata dan rambut pirang jabrik.

Margarite juga berkembang pesat selama 2 tahun pelatihannya. Dia lebih mementingkan kecepatan untuk bergerak cepat dan epektik, serta keakuratan dalam hal menembak. Ia juga menguasai kenbunshoku dan Busoushoku no haki untuk melapisi senjata dan pelurunya jika melawan pengguna logia.

Margarite juga sudah sedikit lebih dewasa, terbukti dengan dadanya yang sudah tumbuh cukup besar dan wajahnya lebih ke cantik daripada manis. Penampilannya memakai tank top coklat bertuliskan "Naruto" di depan dada dan celana ketat sejengkal di atas lutut, tak lupa membuatnya sangat seksi dengan pakaian terbuka tersebut.

Di pahanya terdapat 2 mini pistol, dan 1 shotgan di punggungnya. Dia juga memakai jubah berwarna coklat dan sepatu boot yang juga berwarna coklat.

Naruto dan Margarite, serta seluruh kru akagami Mihawk. Saat ini berada di tepi pantai untuk melepas kepergian Naruto dan margarite.

"Terima kasih atas pelatihan yang kalian berikan pada kami selama dua tahun ini. Suatu saat nanti kami pasti akan membalasnya dengan mengalahkan kalian..." Ucap Naruto.

"Ya pergilah, kalian itu sangat merepotkan tau.." Balas Sranks. Semntara Mihawk hanya mengangguk.

"Terima kasih atas semuanya.." Ucap Margarite, membungkuk 90 derajat.

"Hai hai..."

"Ya sudah kami pergi.. Sampai jumpa.

Saat kita bertemu nanti, kita adalah musuh!.." Ucap Naruto yang telah meniki kapalnya. Dia dan Margarite melambaikan tangannya pada akagami no ichimi dan Mihawk untuk yang terakhir, sebelum benar benar meninggalkan mereka menuju petualangan mereka sendiri.

~X~

Satu bulan telah berlalu sejak pelayaran kembali Red thander no ichimi, setelah vakum selama dua tahun. Saat ini mereka masih berada di perairan grand line, dan akan segera menepi di sebuah pulau yang terlihat bersalju.

Tujuan mereka sebenarnya adalah menuju east blue. karena Shanks sendiri yang menyarankan mereka untuk memulai pelayaran mereka dari awal kembali, dan juga menyarankan east blue sebagai tempat start mereka.

Namun perjalanan yang sangat jauh karena harus mengikuti ternal pose, mereka harus singgah di pulau yang di tunjuk oleh enternal pose untuk mengisi kembali enternal pose tersebut.

Dan di sinilah mereka saat ini, di sebuah pulau yang selalu di tutupi salju setiap tahunnya. pulau yang sepertinya tidak memiliki penghuni di dalamnya.

"Sepertinya kita harus singgah di pulau itu, walau kelihatannya tak berpenghuni tapi mudah mudahan ada bahan makanan di sana." Ucap Naruto yang melihat sebuah pulau yang di tunjuk oleh eternal pose.

"Ya mudah mudahan.. Tapi walaupun tak ada makanan di sana, kita tetap harus tinggal di sana untuk mengisi eternal pose nya." Jelas Margarite.

"Baiklah... Sebaiknya kita gunakan jaket agar kita tak membeku disana, dan jika perlu aku akan memelukmu jika kau kedinginan.." ucap Naruto dengan tampang mesumnya dan tangan yang bergerak seperti sedang meremas seseuatu.

"Ja-Jangan harap!!... Kapten no hentai!!.." Teriak Margarite dengan wajah yang memerah sepenuhnya.

"Hahaha... Aku hanya bercanda, tapi jika kau mau aku sih sudah pasti mau :v " Ucap Naruto polos.

" U-Urasai!!... Sebaiknya kita segera segera berkeliling pulau.." Elak Margarite, mengalihkan obrolan.

"Ya kau benar, ayo kita lihat ada apa di dalamnya." setuju Naruto.

Merekapun akhirnya memutuskan untuk mengelilingi pulau salju tersebut.

Setelah berkeliling hampir ke seluruh pulau, dan tak menemukan apapun. Mereka akhirnya menemukan sebuah gua di puncak pulau teraebut. Merekapun memutuskan untuk beristirahat di dalamnya, namun betapa terkejutnya mereka saat masuk ke dalam gua tersebut.

Saat mereka masuk ke dalam gua tersebut, mereka menemukan seorang gadis kecil berumur sekitar 12 tahun di dalamnya. Bukan hanya itu, tapi beberapa bagian tubuh gadis kecil tersebut yang membuat mereka sangat terkejut. Bagaimana tidak shok, jika gadis kecil tersebut tak memiliki tangan. Melainkan sayap berwarna putih, Dan kaki yang berupa cakar seekor burung.

Gadis tersebut terlihat sedang terlelap di dalam mimpi indahnya. Dengan sebuah api unggun kecil yang mulai padam di dekatnya.

"Mahluk apa itu kapten?.." Tanya Margarite sedikit takut, terbukti dengan dirinya yang memeluk erat tangan kanan Naruto.

"Dia adalah Harpy.. Aku tak menyangka jika mahluk legenda sepertinya benar benar ada. " jelas Naruto.

Naruto memerhatikan Harpy di depannya dengan teliti. Dia adalah

seorang gadis kecil cantik, namun dengan bagian tubuh harpy. Dia memiliki sayap berbulu putih sebagai lengannya, dan kaki burung yang panjang dengan cakar-cakar tajam. Rambutnya panjang, bergelombang warna hijau muda dan bermata coklat. Dia memakai tank top hijau bertuliskan "HAPPY" di depan dada, dan celana ketat selutut dengan garis-garis oranye-kuning.

Namun sepertinya dia sudah tak makan beberapa hari, terlihat badannya nya yang kurus kering tak bertenaga.

"Margarite kau tunggu di sini, aku akan kembali ke kapal untuk mengambil makanan. Sepertinya anak ini sedang kelaparan.. " jelas Naruto, setelahnya ia hilang dengan kilatan petir merahnya.

Setelah 20 menit berlalu, Naruto kembali dengan membawa makanan yang cukup banyak. " Kita akan bermukim di sini sampai eternal pose terisi kembali " jelas Naruto.

"Hai" Jawab Margarite.

Naruto pov.

Aku sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada harpy di hadapanku saat ini. Dia terlihat memprihatinkan dengan banyak luka di sekujur tubuhnya, di setiap bagian tubuhnya yang dapat ku lihat. Aku hanya dapat menggeram tertahan melihat hal tersebut.

Aku dapat melihat tubuhnya yang mulai mengigil kedinginan, di tengah suhu gua yang mulai menurun drastis. Ehh menurun srastis?.

Aku merasakan seseorang yang mengoyangkan tangan kananku. " Ada apa Margarite?.. " Tanyaku pada orang yang mengoyangkan tanganku tadi, yang ternyata margarite.

"Api nya padam taichou.." Seru Margarite, menunjuk api unggun kecil yang sudah padam total.

"Ahh pantas suhunya jadi sangat dingin" Ucapku, lalu memercikan petirku pada tumpukan kayu tadi sampai menyala kembali. Suhunyapun mulai kembali menghangat.

"Aku akan mencari beberapa kayu bakar untuk jaga jaga, kau tunggu di sini sebentar lagi ya.." Ucapku.

Naruto pov end..

Setelah berpamitan pada Margarite, Naruto kembali hilang dengan kilatan petir merahnya. Dan kembali 15 menit kemudian, dengan membawa setumpuk kayu bakar.

"Eemmhh.. Lapar.. " Ucap gadis harpy tersebut mengigau.

Naruto yang kasihan melihat gadis harpy tersebut, memutuskan untuk membangunkannya. " Hei bangun.. " Ucap Naruto, menggoyangkan tubuh gadis kecil harpy di sampingnya. Sementara Margarite sudah tidur di pangkuan sang taichou.

"Ehhmmc.. Siapa?" Ucap gadis harpy itu bangun dari tidurnya. " Jagan siksa aku... Aku bukan monster... Aku mohon jangan siksa aku.." Ucap gadis harpy tersebut ketakutan, setelah sadar ada orang lain selain dirinya di gua tersebut.

Terdengar suara gemertuk gigi Naruto yang menahan emosinya, melihat reaksi ketakutan gadis harpy di depannya. " Iblis mana yang tega menyakiti seorang gadis kecil tak berdosa di depannya ini" Batin Naruto marah..

"Tenanglah... Aku tak akan menyakitimu, aku hanya membangunkanmu. Sepertinya kau sedang kelaparan bukan?. Aku kebetulan membawa makanan yang cukup banyak, kau bisa memakannya juga.." Jelas Naruto dengan sebuah senyum ramahnya.

Gadis harpy itu terlihat mulai rileks dan berani menatap wajah Naruto. " Be-Benarkah tuan tak akan menyiksaku?, dan memberikan sebagian makanan tuan untukku?.." Tanya gadis harpy tersebut takut takut.

"Ya tentu saja.. Aku tak memiliki alasan untuk menyakitimu apalagi menyiksamu, dan kau boleh memakan makanan kami." Jawab Naruto masih menunjukan senyum ramahnya.

"Ta-Tapi aku adalah seekor monster, setidaknya itu yang orang orang katakan dan tuan bisa lihat sendiri." Seru gadis harpy itu masih ragu..

Naruto mengankat tangan kanannya dan mendekatkan ke arah gadis harpy tersebut. Ekpresi ketakutan terlihat kembali di wajah gadis harpy tersebut, menyangka Naruto juga akan menyiksanya. Hingga..

Pukk

Bukanya sebuah pukulan menyakitkan yang seperti biasa ia dapatkan, melainkan sebuah elusan pada rambut yang menenangkan yang ia rasakan.

"Tenanglah, tak perlu takut padaku.. Aku tak akan pernah menyakitimu apalagi menyiksamu. Kau bukanlah monster yang seperti orang katakan padamu!. Menurutku kamu adalah seorang gadis manis dan cantik yang harus di lindungi..." Ucap Naruto dengan lembut dan menenangkan.

"Be-Benarkah aku manis dan cantik?.. Dan tuan akan melindungiku?.." Tanya gadis harpy itu dengan air mata yang mengalir deras dari kedua bola matanya.

" Ya tentu saja... Sekarang lebih baik kamu makan, bukankah kamu sudah sangat kelaparan?." Jawab dan perintah Naruto dengan lembut.

"Emm... Arigato.." Ucap gadis harpy tersebut mengusap air matanya. Lalu memakan makanan yang sudah Naruto sediakan dengan lahap.

Setelah menghabiskan semua makanan yang telah Naruto sediakan untuknya. Gadis harpy tersebut itu juga ikut terlelap di pangkuan Naruto, bersama dengan Margarite.

~X~

Satu minggu telah berlalu sejak pertama kali Naruto menginjakan kakinya di pulau salju tersebut. Dan setelah malam waktu itu, hari hari selanjutnya Margarite dan gadis kecil harpy tersebut menjadi akrap.

Monet adalah nama gadis harpy tersebut. Dan dia sudah berada di pulau tersebut 4 hari sebelum Naruto tiba di pulau tersebut. Dia adalah seorang harpy yang selalu di siksa semasa di tempat asalnya dulu, karena di anggap sebagai moster. Oleh karena itu ia kabur dan terdampar di pulau ini.

Setelah dua hari terdampar di pulau itu, Monet kelaparan dan mencari makanan ke seluruh pulau. Namun ia hanya menemukan 1 buah aneh. Dan karena sudah sangat kelaparan, ia memakan buah aneh tersebut. Dan ternyata itu merupakan buah iblis bernama yuki yuki no mi atau salju, bertipe logia. Terbukti dirinya yang bisa merubah tubuhnya menjadi salju, dan dapat menggunakan salju sesuka hatinya.

Karena mengetahui masa lalu kelam Monet, dan sudah berjanji untuk melindunginya. Naruto mengajak Monet masuk menjadi nakama bajak lautnya.

Monet yang di ajak menjadi nakama bajak laut oleh orang yang telah menyelamatkan nyawanya, tentu saja dia setuju dan sangat senang.

"Saya akan menjadi senjata, tameng dan alat untuk tuan selamanya.." Adalah kata pertamanya setelah ia masuk kelompok bajak laut Naruto.

Naruto hanya membuang nafas lelah mendengar ucapan gadis harpy tersebut. " Kamu tak perlu melakukan hal itu. Yang harus kamu lakukan adalah mencari kebahagianmu sendiri. Aku akan lebih senang jika melihat kamu menemukan kebahagianmu itu." Ucap lembut Naruto, mengelus surai hijau gadis harpy itu.

" Ya tentu saja... kebahagianku adalah menjadi berguna untuk taichou.." Jawab Monet kembali..

"Ya baiklah.. Itu pilihanmu, aku tak bisa memaksakan kehendakmu.." Naruto tersenyum cerah pada gadis harpy di depannya.

"emm"

"Baiklah... Margarite apakah eternal pose telah terisi kembali?.." Tanya Naruto pada Margarite.

"Ya sudah.." Jawab Margarite.." Dan mudah mudahan kita menuju pulau yang berpenghuni setelah ini, karena jika tidak kita akan kelaparan. Soalnya stok makanan kita tinggal sedikit." Tambah Margarite.

Mendengar ucapan Margarite, Monet menundukan kepalanya merasa beraslah. " Gomen.."

Pukk

" Tak perlu merasa bersalah seperti itu, kita akan segera mengisi stok kita jika sampai di pulau selanjutnya.." Bujuk Naruto.

"Benarkah.." Tanya Monet ceria kembali.

" Ya tentu saja... Sekarang ayo kita pergi!!... " Teriak Naruto..

"Ya.."

Thander no ichimipun melanjutkan perjalanan mereka, menuju sebuah petualangan yang sangat panjang...

Tbc

Keterangan tokoh..

Nama : Uzumaki D Naruto

Umur. : 17 tahun ( skip 2 thun latihan)

Haki. : Ketiga jenis haki

Buah iblis : Goro Goro Red no mi

( petir merah #ciptaan other. tipe paramecia)

Senjata : pedang ( pendekar pedang)

Lainnya: Kapten Red Thander no ichimi

Nama : Margarite

Umur : 15 tahun ( skip 2 thun latihan)

Haki. : kenbunshoku dan Boshoushoku no haki.

Buah iblis : --

Senjata : Dua mini pistol dan sebuah shotgan.

Nama : Monet

Umur. : 12 tahun.

Haki : --

Buah iblis : yuki yuki no mi ( tipe logia)

Senjata : --

Yo mina.. Maaf baru up. other minggu kemarin abis Un.. doain nilainya bagus ya..

Dan kabar baiknya, other mulai senin kemarin libur... dan mungkin semua fic other bakal update kilat.. doain aja other mood nulisnya.. :v

Seperti biasa... Tolong tinggalkan RIVIEW!!.. semakin banyak semakin mood other nulisnya.

Wassalam... indrakun..