capter 3

Naruto dan One piece bukan punya saya.

Rate : T

Warn : Ancur, Typo, OverPower, NaruxAllCru.

Please don't read if you don't like

it"JUST FOR FUN"

Happy Reading...

"Mewarisi semangat"

"Takdir dari sebuah era"

"Itu adalah mimpi manusia"

"Selama ada orang yang mengejar sebuah kebebasan"

"Semangat itu takan pernah hilang"

..~X~..

monet pov.

Halo.. Perkenalkan namaku Monet. Aku adalah kru kapal baru di kelompok Red Thunder.

Aku bukanlah seorang manusia pada utuhnya. Aku adalah manusia dengan bagian tubuh harpy, seperti pada bagian kaki dan tanganku yang merupakan cakar dan sayap.

Aku berasal dari salah satu pulau di grand line. Saat aku berada di tempat asalku dulu, aku selalu mendapatkan perlakuan yang mengerikan. Aku juga merupakan seorang yatim piatu sejak kecil, jadi aku tak pernah tau atau merasakan apa yang namanya keluarga.

Sejak aku kecil aku selalu di siksa dan di buly, karena di anggap monster oleh semua orang. Karena sudah tak tahan dengan perlakan tersebut, aku akhirnya memutuskan untuk kabur.

Flash back.

Setelah berhasil kabur dari pulau tempat asalku, dengan menggunakan kedua sayap yang aku miliki. Aku yang sudah lelah, memutuskan untuk singgah di pulau tak berpenghuni yang di penuhi oleh salju.

Aku beristirahat di sebuah gua di puncak pulau tersebut, untuk memulihkan tenagaku. Dan keesokan harinya aku berkeliling pulau, hanya utuk mencari makanan.

Setelah hampir mengelilingi semua bagian pulau, dan tak menemukan makanan apapun di pulau tersebut. Dan saat aku hampir prustasi, aku menemukan 1 buah aneh dengan pola yang juga aneh, berwarna putih.

Karena hanya buah aneh itu yang aku temukan, akupun memakannya dengan terpaksa. Ternyata bukan hanya rupanya yang aneh, tapi rasanya juga sangat tidak enak. Namun karena rasa lapar yang lebih dominan, aku memakan semua buah aneh itu.

Setelah memakan buah aneh tadi, aku merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhku. Dan setelah beberapa hari aku baru menyadari, jika buah yang kumakan tempo hari adalah buah iblis. Aku tidak terlalu memperdulikan hal tersebut, karena tak ada gunanya juga menurutku.

Keesokan harinya aku kembali mengelilingi seluruh pulau, untuk sekedar berharap menemukan sesuatu yang dapat ku makan. Namun tak ada hasil sama sekali, dan hanya rasa lapar yang semakin menjadi yang ku dapatkan.

Karena sudah sangat lelah dan kelaparan, aku memutuskan untuk pasrah dan menerima kematianku. Aku tinggal di gua yang menjadi tempat untuk ku bernaung beberapa hari ini, berharap sebuah keajaiban akan datang padaku.

Sudah lebih dari 2 hari aku tak memakan apapun, dan hanya memakan 1 buah aneh dalam waktu 4 hari ini. Tubuhku hampir sampai pada batasannya, dan aku sudah siap dan pasrah menghadapi kematian yang akan menjemputku.. "Lebih cepat aku mati, mungkin akan jauh lebih baik.." Itu adalah pemikiranku saat itu.

Kematian sudah ada di depan mataku, bahkan aku merasakan sensasi dingin yang amat sangat pada seluruh tubuhku. Padahal aku yakin, jika aku sudah menghidupkan sebuah api unggun kecil tadi sore.

Merasakan suhu yang amat sangat dingin itu, membuatku semakin merasakan yang namanya lapar..

" Lapar.. " Ucapku di tengah rasa lapar dan kedinginan.

Setelah beberapa saat, aku merasakan sensasi hangat yang menjalar ke seluruh tubuhku kembali. Karena kehangatan tersebut, aku mulai nyaman terlelap dalam tidurku kembali.

Setelah cukup lama terlelap, aku merasakan seseorang menggoyangkan tubuhku. " Hey babgun" Ucap suara orang yang membangunkanku tersebut.

Tunggu dulu, orang!!.. Aku langsung menjauh dari orang tersebut, takut dia menyiksaku seperti yang di lakukan semua orang di desaku dulu.

" Jangan siksa aku.. Aku mohon.. Aku mohon jangan siksa aku.." Mohonku ketakutan.

Aku memberanikan diri untuk melihat wajah orang yang membangunkanku tadi. Dia adalah seorang pemuda tampan, dengan rambut kuning jabrik dan sedang tersenyum padaku.

Dia mengangkat salah satu tangannya, dan menggerakannya ke arahku. Aku mengira jika dia akan memukulku, dan menyiksaku seperti orang orang lainnya. Aku hanya menutup mataku pasrah, menerima rasa sakit yang biasa aku rasakan.

Pukk

Bukannya rasa sakit yang aku kira akan aku rasakan, melainkan sebuah elusan pada puncak kepalaku. Aku hanya dapat mengerjapkan mataku, menerima perlakuan lembut itu pada puncak kepalaku.

Karena perlakuan lembut yang tak pernah ku perkirakan sebelumnya itu, aku memberanikan diri untuk melihat wajah pemuda itu kembali.

Sebuah senyum lembut dan menenangkan terpatri di wajah tampannya, dan itu di tujukan untukku. "Tenanglah.. Aku tak akan menyakiti apalagi menyiksa gadis manis dan cantik sepertimu. Justru aku akan melindungimu. " Ucapnya, masih tersenyum lembut dan mengusap kepalaku lembut.

"Be-Benarkah aku manis dan cantik?. Dan tuan akan melindungiku?." Tanyaku dengan air mata yang mengalir deras dari kedua bola mataku.

" Ya tentu saja... Sekarang lebih baik kamu makan, bukankah kamu sudah sangat kelaparan?." Jawab dan perintah pemuda itu dengan lembut.

"Emm... Arigato.." Ucapku mengusap air matanku. Lalu memakan makanan yang sudah pemuda itu sediakan dengan lahap.

Setelah menghabiskan semua makanan yang telah pemuda itu sediakan untukku. Akupun terlelap di pangkuannya.

End flash back..

Aku tak akan pernah lupa dengan semua yang telah Kaichou berikan padaku. Dia bukan hanya memberikanku kehidupan, dengan menyelamatkanku di hari itu. Tapi dia juga memberikanku apa yang tak pernah aku dapatkan sebelumnya.. Sebuah arti keluarga, dan kehangatan keluarga yang sesungguhnya.

Sejak saat itu, aku sudah membulatkan tekadku. Tekad yang hanya dapat di hancurkan oleh kematian. " Aku akan menjadi senjata, tameng dan alat untuk tuan selama hidupku!!.."

Keselamatannya adalah segalanya untuku, bahkan aku akan menukarnya dengan nyawaku jika itu di perlukan.

Aku akan selalu setia di sampingnya, apapun yang akan terjadi di masa depan kelak.

Aku akan selalu mengikutinya.. Bahkan jika itu merupakan jalan menuju neraka sekalipun.

Nyawa... Harga diri.. bahkan apapun yang kumiliki, adalah miliknya.

Karena dia adalah segalanya untukku!!.

Monet pov end..

~X~

Other pov.

Waktu begitu cepat berlalu, bahkan untuk orang orang yang selalu mempertaruhkan nyawanya di setiap detiknya. Begitupun untuk Naruto dan kelompok bajak lautnya.Setengah tahun adalah waktu yang hampir di lalui oleh dirinya dan kelompok bajak lautnya, setelah memulai pelayaran mereka kembali setelah 2 tahun berlatih keras.

Sebuah kapal bajak laut yang cukup besar, dengan kepala seekor naga dan bendera tengkorak di silang dan petir merah yang melintang. Adalah saksi pelayaran mereka sebagai bajak laut selama ini.

Mereka di kenal sebagai kelompok bajak laut Red Thunder. Sebuah kelompok bajak laut yang sempat hilang selama dua tahun, dan muncul kembali setengah tahun yang lalu.

Kapten mereka bernama Uzumaki D Naruto, atau di kenal sebagai Red Thunder no Naruto. Seorang bajak laut yang memiliki harga kepala 65 juta berry dua tahun yang lalu, dan naik menjadi 105 juta berry setelah setengah tahun kemunculan mereka kembali.Dia juga memiliki dua kru kapal yang sangat tangguh.

Kru pertamanya bernama Margarite. Seorang gadis muda, berumur sekitar 15 tahun. Dia adalah gadis cantik yang menggunakan pistol sebagai senjatanya, dia juga memiliki kecepatan yang tak bisa di anggap remeh. Saat ini Margarite memiliki harga kepala 55 juta berry, setelah aksinya bersama sang kapten selama setengah tahun terakhir.

Monet adalah kru bajak laut kedua Red Thunder. Seorang gadis cantik, berumur sekitar 12 tahun lebih. Dia adalah seorang harpy, dan di ketahui sebagai Devil Fruit player yuki yuki no mi, bertipe logia. Karena kekuatan buah iblis yang di milikinya bertipe logia, dia memiliki harga buronan 70 juta berry, di usia belianya.

Walaupun hanya memiliki tiga orang kru kapal termasuk kaptennya. Red Thunder no ichimi adalah kelompok bajak laut yang cukup di perhitungkan.

Bajak laut kelompok Red Thunder di perhitungkan bukan tanpa alasan. Walupun hanya memiliki 3 orang awak kapal, termasuk kaptennya. Namun kemampuan per orangan yang di miliki kelompok tersebut, sangatlah wajib untuk di perhitungkan.

Uzumaki D Naruto sebagai kapten, di ketahui memakan buah iblis Goro Goro Red no mi. Membuatnya memiliki kecepatan yang setara dengan cahaya. Bukan hanya itu, dia juga bisa menggunakan petir merahnya untuk melapisi tubuhnya dan menyerang. Dia juga di ketahui menguasai 2 jenis haki, KenbunShoku dan BosouShoku no haki. Namun belum di ketahui jika ia memiliki satu haki lainnya... Dia juga memiliki sebuah pedang, yang di simpan di pinggangnya. Namun belum di ketahui kehebatannya dalam menggunakan pedang, sebab dia belum pernah terlihat menggunakannya.

Margarite adalah kru bajak laut pertama, setelah Naruto sebagai kapten. Margarite adalah seorang gadis muda Cantik, dan selalu menggunakan pakaian yang cukup seksi. Mungkin cukup untuk membuat setiap pria yang di temuainya terpesona. Margarite menggunakan dua buah pistol sebagai senjata utamanya, dan sebuah shotgan di punggungnya. Margarite memiliki kecepatan yang hampir menyamai sang kapten, itu ia miliki untuk membantunya saat di dalam pertempuran. Margarite juga di ketahui menguasai dua haki, sama seperti kaptennya.

Monet adalah kru kapal terakhir kelompok Red Thunder. Monet adalah seorang gadis harpy yang cantik. Monet juga selalu menggunakan pakaian yang terbilang seksi untuk usianya, namun entah mengapa cocok untuknya. Monet kini menggunakan sebuah jubah sama seperti Margarite, hanya saja berwarna putih. Monet memiliki kemampuan buah iblis bertipe logia, yaitu yuki yuki no mi atau salju. Untuk senjata dan haki masih belum di ketahui.

Dengan kemampuan per orangan yang di miliki setiap kru Red Thunder, baik pemerintah dunia maupun marine cukup memperhatikan pergerakan mereka.

~X~

Metro town adalah sebuah pulau yang cukup besar. Terletak di grand line, dan kawasan bebas bagi para bajak laut.

Metro town adalah sebuah pulau yang di dalamnya terdapat sebuah kota besar, yang mencerminkan sebuah kota mtropolitan. Dan tak jauh dari pulau tersebut, kelompok Red Thunder berlayar menuju ke arah pulau tersebut.

"Lihat di depan kita ada sebuah pulau, dan sepertinya ada kota besar di dalamnya." Tunjuk Naruto pada pulau di depannya.

"Ya kau benar Taichou.. Dan eternal pose kita juga menunjuk ke arah sana. Kita akan singgah dan membeli kebutuhan kita di sana, selagi menunggu pose terisi lagi.." jelas Margarite.

"Kau ikut bukan?." Tanya Naruto pada Monet di sampingnya. " Tenang saja, aku akan melindungimu." Tambah Naruto, mengelus surai hijau monet.

"Ta-Tapi aku akan menjaga kapal seperti biasanya.." Jawab Monet.

" Kau tak perlu melakukan itu, di sini adalah daerah bebas bajak laut. Jadi sebaiknya kamu mulai membiasakan melihat orang banyak." Jelas Naruto.

" Kalau kamu percaya padaku, ayo ikut. Tapi jika tidak, tak maslah..." Bujuk Naruto.

"Aku percaya pada Taicho.. Tapi tapi.."

"Kalau kamu memang percaya padaku, tak ada tapi tapian!.." Tegas Naruto.

"Hai.." Pasrah Monet.

Namun tanpa sepengetahuan mereka, ada seseorang yang menyeringai melihat kedatangan mereka.

"Hahhh.. Ada tamu tak di undang rupanya!.." Ucap Naruto tiba tiba, membuat kedua gadis di sampingnya bingung.

Huusshh

Tiba tiba muncul siluet asap menuju ke arah kapal mereka. Naruto menatap hal itu dengan santai, berbeda dengan Margarite dan monet yang bersikap waspada.

Tap.

Grep grep

Siluet asap yang sudah ke bentuk manusianya kembali itu, menapak ke dek kapal Kelompok Red Thunder. Namun saat itu juga, sebuah pistol yang telah di lapisi haki dan sebuah katana es telah berada di kepala dan lehernya.

Sosok asap tadi yang ternyata adalah seorang gadis muda, berumur sekitar 16 tahun. Dia menggunakan pakaian yang terbilang tak layak pakai, karena sudah lusuh dan robek di beberapa bagian. Gadis itu hanya menyeringai akan sambutan dari dua nakama Naruto lakukan padanya.

"Kalian pikir bisa menyerangku, hanya dengan senjata murahan seperti itu hah?!.." Ucap gadis itu tersenyum mengejek.

"Kalau ia memang kenap?." Jawab Margarite.

"Jangan mimp..." Ucapannya terhenti di tengah jalan, di gantikan ekpresi shok yang terlihat jelas. " Bagaimana mungkin ini terjadi.." batinnya panik.

Margarite dan monet hanya menyeringai, melihat ekpresi gadis yang di todong mereka saat ini. " Ada apa nona?, kenapa ucapanmu berhenti heh.." kini Margarite yang mengejek gadis di sampingnya itu.

Merasa kasihan melihat ekpresi shok, tak mengerti, takut dan depresi gadis yang mencoba menyerang mereka. Naruto menjeskan masalah dari kebingungan gadis itu. " Kau pasti sangat bingung bukan?, kenapa kau tak bisa berubah ke bentuk logiamu?." Tanya Naruto.

Gadis itu hanya mengangguk takut. Masih dengan ekpresi yang sama.

"Karena kau sudah memakan buah iblis bertipe logia, kau mungkin tak akan menerima dampak dari serang biasa. Namun itu akan berbeda jika kau di serang dengan haki atau senjata yang di lapisi oleh haki, ataupun di serang oleh pengguna logia lainnya." Jelas Naruto berhenti, hanya untuk melihat ekpresi shok yang kian bertambah dari gadis tadi. " Dan sekarang aku ingin tau, apa alasanmu menyerang kami?." tanya Naruto.

"Maaf... Sebenarnya aku terpaksa menyerang kalian. Aku adalah anak dari sebuah panti asuhan di pinggiran pulau itu. Aku di paksa oleh para bajak laut yang menyandra semua orang di panti, setelah mereka mengetahui aku memiliki kekuatan buah iblis. Untuk menyerang setiap bajak laut yang datang ke pulau ini, dengan tujuan merampok mereka dan menukar harga kepala mereka. Jika aku tidak mau, maka mereka akan membunuh semua orang di panti. " jelas Gadis itu.

"Aku mengerti... Margarite, Monet lepaskan dia... " Ucap Naruto. " Aku akan membantumu." Tambahnya.

"Ta-Tapi Taichou dia.." Ucapan Monet terpotong.

"Tak apa, aku memiliki sebuah rencana!.." Jelas Naruto.

Gadis berambut pirang yang mencoba menyerang kelompok tadi terdiam, ia sungguh tak percaya akan apa yang ia dengar. Pemuda berambut jabrik di depannya, yang tadi ia ingin celakai malah ingin membantunya!. " A-Apa kah kau serius?!" Adalah pertanyaan yang terucap dari bibirnya.

"Ya tentu... Percalah padaku!!" Ucap Naruto, dengan sebuah senyuman lembut dan menyiratkan kepastian. Yang entah mengapa membuat gadis itu benar benar percaya akan ucapan Naruto.

Hiks hiks

Hanya tangisan yang dapat gadis bersurai pirang keemasan itu lakukan. Jangankan untuk menjawab, melainkan tangisannya malah semakin keras dari sebelumnya.

Tap

Grepp

Entah sejak kapan gadis bersurai kuning keemasan itu bangkit dan menghambur memeluk Naruto.

Gadis itu memeluk Naruto dengan sangat erat, menenggelamkan wajahnya di dada bidang Naruto.

Hiks hiks

Lagi.. Gadis itu terisak di pelukan Naruto. " Arigato... Hontoni arigatou.." Ucapnya sambil terisak di memeluk Naruto dengan teramat erat.

Monet dan Margarite yang melihat aksi posesip #menurut mereka, dari gadis yang mencoba menyerang mereka tadi meresa sangat panas dan berniat memisahkan mereka. Namun mereka urungkan, karena melihat gelengan kepala dari taichou mereka.

"Ya tak masalah.. Kau percayakan semuanya padaku. Aku akan menolong semua keluargamu di panti, dan menghajar para bajak laut pengecut itu!!." Jelas Naruto, melepaskan pelukan dari gadis di depannya.

Merasa enggan melepas pelukannya. Namun akhirnya gadis itu melepaskan pelukannya, walau dengan berat hati. "Ya aku percaya!.." Jawabnya, menghapus air matanya dan menunjukan senyum termanisnya.

Pukk

"Tetaplah tersenyum seperti itu, kau jauh lebih cantik saat tersenyum. Jangan tutupi wajah cantikmu itu dengan kesedihanmu lagi" Ucap Naruto, mengusap surai pirang keemasan gadis di depannya.

"Baiklah.. " Jawabnya, dengan senyum yang semakin merekah. Dan seburat merah di pipi putihnya. Sementara Margarite dan Monet mendecih tak suka, melihat kegiatan di hadapan mereka. " Saingan lainnya" Batin mereka.

"Aku akan pergi sendiri mengahadapi para bajak laut itu!. Sementara kalian pergilah ke kota. Beli stok makanan untuk kita, dan beberapa pakaian untuk kalian sendiri!!..." Jelas Naruto.

"Kenapa kau pergi sendiri, itu sangat berbahaya. Mereka berjumlah lebih dari 50 orang, dan mereka bersenjata!.." Jelas gadis bersurai pirang keemasan itu.

"Bukanlah sudah ku bilang untuk percaya padaku?!.." Ucap Naruto.." Tak perlu menghawatirkanku, aku lebih kuat dari apa yang kau bayangkan!.." Tambah Naruto

"Ta-Tapi.."

"Tak ada tapi tapian.. Kalian datanglah ke panti, 3 jam dari sekarang!." Jelas Naruto.

Bzit..

Naruto pergi dengan kilatan petir merahnya.

~X~

Apakah kau masih khawatir?..." Tanya Margarite pada gadis pirang di sampingnya... " Dan jangan gugup seperti itu Monet!." Tambahnya, melihat kelakuan Monet yang selalu waspada dan gugup.

Tak ada jawaban dari kedua gadis di samping kiri dan kanannya, membuat margarite memijat keningnya prustasi.

Saat ini mereka berada di tengah kota metro city. Berkeliling untuk membeli stok makanan dan beberapa pakaian untuk mereka, seperti yang taichou mereka perintahkan. Setelah perpisahan mereka sekitar 1 jam yang lalu.

Merasa di acuhkan, Margarite kembali berucap. " Bukankah kalian percaya pada taichou?.. Kalian tak perlu Khawatir atau gugup, kalian harus percaya dengan semua ucapannya pada kalian.

Monet pov.

flahs back

"Kau ikut bukan?." Tanya taichou padaku . " Tenang saja, aku akan melindungimu." Tambahnya.

"Ta-Tapi aku akan menjaga kapal seperti biasanya.." Jawabku gugup.

" Kau tak perlu melakukan itu, di sini adalah daerah bebas bajak laut. Jadi sebaiknya kamu mulai membiasakan melihat orang banyak." Jelasnya lagi padaku.

" Kalau kamu percaya padaku, ayo ikut. Tapi jika tidak, tak maslah..." Bujuknya

"Aku percaya pada Taicho.. Tapi tapi.."

"Kalau kamu memang percaya padaku, tak ada tapi tapian!.." Ucapnya memotong ucapanku.

"Hai.." Pasrahku.

End flash back.

Benar kata Margarite, aku tak boleh membuat taichou kecewa padaku. Aku harus berani, dan membuatnya bangga!.

End Monet pov.

Gadis pirang Pov.

Flash Back.

"Aku akan pergi sendiri mengahadapi para bajak laut itu!. Sementara kalian pergilah ke kota. Beli stok makanan untuk kita, dan beberapa pakaian untuk kalian sendiri!!..." Jelas pemuda yang di panggil taichou oleh mereka.

"Kenapa kau pergi sendiri, itu sangat berbahaya. Mereka berjumlah lebih dari 50 orang, dan mereka bersenjata!.." Jelasku.

"Bukanlah sudah ku bilang untuk percaya padaku?!.." Ucapnya.." Tak perlu menghawatirkanku, aku lebih kuat dari apa yang kau bayangkan!.." Tambah pemuda itu.

"Ta-Tapi.."

"Tak ada tapi tapian.. Kalian datanglah ke panti, 3 jam dari sekarang!." Jelasnya tegas.

End Flash back.

Benar apa yang gadis itu katakan, aku harus percaya padanya. Kalau aku tak percaya padanya, sama saja aku menghianati orang yang menolongku.

End pov.

Other pov.

Kedua gadis pemakan buah iblis, yang tak tanggung tanggung bertipe logia itu tiba tiba berhenti. Membuat Margarite bingung, dan terpaksa ikut menghentikan langkahnya.

"Ada apa lagi?.." Tanya Margarite, benar benar bingung akan sikap kedua gadis itu.

"Ya kami percaya!!... " Ucap mereka tiba tiba, dengan senyum yang merekah di bibir mereka masing masing.

Naruto tiba di sebuah bangunan yang cukup besar di pinggir kota. Tak jauh dari bangunan itu, terlihat lebih dari 50 orang bajak laut sedang berpesta.

Merasa itu bangunan yang tepat, Naruto mulai menjalankan rencana yang telah ia susun.

Bzit

Dengan kilatan petir merahnya, Naruto menghilang dari tempat awalnya. Dia muncul tepat di pintu belakang bangunan tersebut, lalu mengetuknya pelan.

Tak perlu menunggu lama, pintu yang ia ketuk terbuka. Dari balik pintu muncul seorang wanita berumur sekitar 40 tahunan, menatap heran kedatangan Naruto.

"Ada perlu apa anak muda?.." Tanya to the point wanita paruh baya tersebut.

Naruto menunjukan senyum ramahnya.

"Saya Naruto, dan saya adalah teman dari salah satu anak di panti ini. Magsud saya kesini, ingin membantu.." Jelas Naruto ramah.

"Aku tak peduli kau teman siapa, tapi kami tak memerlukan bantuan apapun disini!!" Jawab wanita itu meninggi.

"Saya sudah tau keadaan panti ini dan segala sesuatunya. Saya berencana untuk membantu, dengan melawan para bajak laut yang menyandra kalian!!.." Jelas Naruto lagi, namun dengan ekpresi yang mulai serius.

"Kami memang sedang ada masalah dengan para bajak laut itu, tapi kami tak pelu bantuan dari mu anak muda!!.. Tegasnya, meninggi...

"Baiklah kalau kalian tak perlu bantuanku, tapi bisakah anda membantu saya?." Ucap Naruto rileks

"Baiklah apa itu?, jika saya mampu akan saya bantu." Jawab wanita itu.

"Bisakah nyonya membawa semua penghuni panti untuk keluar dan menjauh dari sini?.. " Pinta Naruto.. "Kalian memang tak menginginkan bantuan dariku, namun aku masih akan membantu!!. Jadi apakah permintaan saya bisa di kabulkan?.." Tambah Naruto.

"Baiklah jika kau tetap memaksa.. Tapi kenapa kami harus menjauh?."" Tanya wanita paruh baya itu penasaran.

"Saya akan menghadapi semua bajak laut itu!!.. Jadi tempat ini akan menjadi medan perang beberapa saat lagi, dan sangat berbahaya kalian berada di sini!.." Jelas Naruto.

"Apa kau gila?!!!.. Kau tak mungkin bisa menghadapi mereka semua, kau hanya akan membahayakan nyawamu sendiri!!." Bentak Wanita paruh baya itu.

"Tenanglah, aku jauh lebih kuat dari apa yang anda bayangkan.. Percalah pada saya, dan saya pasti akan menang!." Jawab Naruto santai.

"Terserah kau saja anak muda.. Baiklah saya akan membawa semua penghuni panti untuk melihat dari jauh." Ucap wanita paruh baya itu.

" 15 menit... 15 menit dan kalian boleh kembali." Intruksi Naruto.

"Sepertinya kau benar benar sudah gila ya.. Tapi baiklah, kami akan kembali setelah 15 menit. Aku harap kami tak menemukanmu yang sudah tewas, tapi ucapan keberhasilanmu" Ucap wanita paruh baya itu.

"Tentu.." Jawab pasti Naruto.

~X~

Naruto pov.

Aku akan melawan sekitar 50 orang lebih bajak laut, dan aku harus memikirkan dulu sebuah rencana.

Aku harus mengakhiri dengan cepat, dan menimalisir dampak pertarungan pada daerah sekitar.

Baiklah, sepertinya tak ada pilihan lain. Aku tak boleh bermain main, ataupun membuang buang waktu di saat seperti ini. Aku akan menggunakan Chokutou Reiki!!.

Naruto pov end.

Other pov.

Setelah memastikan para penghuni panti cukup jauh, dan Naruto sudah memutuskan satu hal penting.

Bzit.

Naruto hilang dengan kilatan petir merahnya, dan muncul tepat di hadapan sekitar 50 orang bajak laut atau lebih yang sedang berpesta. Membuat para bajak laut itu memasang sikap waspada akan kedatanganya.

"Siapa dan apa maumu bocah ingusan?!!..Tanya seorang yang Naruto yakini kapten dari kelompok tersebut.

Siapa aku taklah penting. Namun magsudku ke sini, tak lain untuk menghabisi kalian semua!!." Ucap santai Naruto.

"Hahaha... Bacah ingusan sepertimu ingin menghabisi kali?!... Jangan membuat kami tertawa!!.." Balasnya lagi.

"Hahh.. Percuma meladeni omongan kalian, aku tak perlu berbasa basi lagi!." Ucap Naruto.. " Namun satuhal yang harus kalian ketahui.. Kalian haruslah bangga menjadi korban pertama dari Chokutou Reiki miliku ini.. "Tambah Naruto penuh penekanan, di saat menyebutkan nama pedangnya..

#Chokutou Reiki adalah nama pedang yang di miliki oleh Naruto. Chokutou Reiki adalah sebuah pedang kutukan. Berwarna unggu gelap, dengan panjang 160 cm. lihat aja di anime Tenjho Tenge..

Naruto memegang sarung pedangnya di tangan kiri, lalu menarik pedangnya dengan sekali tarikan penuh.

Sebuah epek kabut/angin mengitari Naruto, saat ia menarik keluar katanya itu. Membuat kesan menakjuban bagi siapapun yang melihatnya.

#Susah ngejelasinnya.. lihat aja di animenya, pas eps 17.

"Is so time!!.." Ucap Naruto dengan seringai iblisnya, membuat kesan teror yang amat sangat bagi siapapun yang melihatnya.. Yang bahkan para krunya tak pernah melihat seringai tersebut.

Tbc.

Yo mina, seperti yang other bilang.. other lagi libur, jadi bakal update kilat. dan karena Riviewnya yang lumayanlah :v.. jadi mood other agak bagus, walau wordnya agk pendek.

Klo riviewnya lebih banyak, iinsyaallah up kilat ama wordnya agak dipanjangin lagi. :v

other juga punya pertanyaan.. coba tebak siapa nama cwek yang punya kekuatan logia asap, dan menyerang kelompok salamander.

Tebak di kolom Riview.. kalo bener, buat 3 orang pertama yang jawab bener bisa ajuin 1 carakter cewe paporitnya buat jadi nakama naruto.

Selamat menebak.

Akhirkata.. Tolong Riview .

Wassalam.. indrakun