capter 4
Naruto dan One piece bukan punya saya.
Rate : T
Warn : Ancur, Typo, OverPower, NaruxAllCru.
Please don't read if you don't like
it"JUST FOR FUN"
Happy Reading...
"Mewarisi semangat"
"Takdir dari sebuah era"
"Itu adalah mimpi manusia"
"Selama ada orang yang mengejar sebuah kebebasan"
"Semangat itu takan pernah hilang"
~X~
"is so time!!.." Ucap Naruto dengan seringai iblisnya, membuat kesan teror yang amat sangat bagi siapapun yang melihatnya.. Yang bahkan para krunya tak pernah melihat seringai tersebut.
Deg
Semua bajak laut yang tadi tertawa menertawakan ucapan Naruto, tiba tiba terdiam dengan ekpresi wajah yang amat ketakutan.
Ekpresi wajah yang amat ketakutan akan sebuah teror, terlihat jelas di wajah semua bajak laut yang melihat seringai iblis Naruto.
Jangankan tertawa seperti tadi, untuk bernafaspun seakan sangat berat untuk mereka saat ini. Hanya karena sebuah seringai yang amat sangat mengerikan menurut mereka. Seakan dewa kematian sedang menyeringai tepat berada di depan mereka, adalah kata yang tepat untuk keadaan mereka saat ini.
Tapi sepertinya kearoganan mereka lebih besar, dari rasa takut yang mereka rasakan. Membuat mereka mengambil keputusan yang amat sangat salah.
"Ma-Majulah.. Ka-Kami T-Tak Ge-Gentar!.." ucap gagap sang kapten. Keputusan yang amat salah, karena memancing iblis yang baru saja bangkit dari tidur panjangnya.
Bzit Crshh
crashh
Bzit
Bzit Carassh
Suara kilatan petir dan suara tebasan, di padukan dengan suara cipratan darah dan teriakan keputusasaan. Menjadi sebuah melodi yang sangat merdu di telinga Naruto saat ini.
Tebas Tebas dan bunuh, adalah hal yang Naruto ulangi terus menerus saat ini. Dan sebuah gumanan yang di ucapkan dengan sangat mengerikan, terus menerus ia ulangi. Membuat kesan Teror yang amat sangat, bagi siapapun yang melihat aksi pembantaian yang di lakukan Naruto saat ini.
Dalam waktu kurang dari 5 menit, sekitar 50 orang bajak laut atau bahkan lebih telah tergeletak tak bernyawa dengan keadaan yang lebih dari kata memprihatinkan.
Bau amis yang sangat menyengat, dan darah yang menggenang di antara para mayat tersebut. Menjelaskan betapa sadistnya hal yang mereka alami beberpa saat lalu.
Di antara para mayat yang tergeletak tak bernyawa, dengan darah yang menggenang. Terlihat seorang pemuda berambut kuning jabrik, dengan seringai iblis yang tak luntur dari wajah tampannya.
Ia menatap miring sesosok pria paruh baya yang terlihat sedang terguncang hebat, setelah melihat pembantaian yang teramat sadist di depan matanya.
Tubuhnya bergetar hebat, dan kringat dingin mengucur dari seluruh tubuhnya. Tatapan matanya melotot takut, dan bibirnya kelu tak dapat berbicara sepatah katapun. Bahkan hanya untuk mengekpresikan rasa takut dan teror yang ia alami saat ini.
Perasaan takut dan teror yang teramat sangat yang di alami oleh pria itu, membuatnya memaksa kerja bibirnya untuk bergerak. Hanya untuk mengucapkan keinginan yang teramat sangat ia inginkan saat ini.
"Bunuh aku!!!..." Dua buah kata akhirnya terucap dari bibir pria itu. Dua buah kata yang menjelaskan keinginan yang teramat sangat ia inginkan saat ini. Kematian jauh lebih baik daripada merasakan semua perasaan teror yang ia rasakan saat ini.
Seringai iblis di bibir Naruto semakin menjadi, mendengar permohonan mangsa di depannya. "Sesuai keinginanmu. tuan..."
Grep
Grep
Grep
Sebelum Naruto menyelesaikan ucapannya, dan mengakhiri hidup pria paruh baya di depannya. Tiga buah pelukan menghentikan kegiatan menyenangkannya, dan menyadarkannya dari sisi lain dirinya saat memegang pedang kutukannya.
Hiks hiks
Secara serempak ketiga gadis yang memeluknya menangis terisak. Pelukan yang di sarakannya tadi juga semakin mengerat, seakan tak membiarkan dirinya untuk beranjak barang sedikitpun.
"Sudah cukup Taichou.. Kembalilah menjadi dirimu yang kami kenal.. Jangan membuat takut.. Hiks hiks." Ucap Tiga gadis yang memeluk Naruto, dengan suara yang bergetar sarat akan rasa sedih.
Trannkkk
Pedang yang Naruto pegang terlepas dari gengamannya, terjatuh bebas dan berakhir tergeletak di tanah.
Grepp
Naruto membalas pelukan dari ketiga gadis yang memelukanya. Seringai mengerikan yang tadi bertengger mengerikan di bibir Naruto, kini telah di gantikan sebuah lengkungan indah yang menenangkan.
"Maaf sudah membuat kalian takut.. Dan terimakasih telah datang menyadarkanku." Ucap lembut Naruto, dengan senyum indah yang menenangkan.
Ketiga gadis yang di peluk Naruto mendongkak menatap wajah pujaan hati mereka, dan mendapati sebuah senyum yang membuat wajah mereka memanas dengan cepat.
Serempak mereka kembali menengelamkan wajah mereka ke dada bidang pujaan hatinya, menyembunyikan wajah mereka yang telah memerah sepenuhnya.
Naruto hanya menatap geli kelakuan tiga gadis di pelukannya itu. Dan ia dapat merasakan sebuah anggukan sebagai jawaban dari ucapan maaf darinya tadi.
Merasa cukup, Naruto melepaskan pelukannya pada tiga gadis yang masih memeluknya itu. " Kurasa sudah cukup acara pelukannya. Sekarang kita urus dulu apa yang sudah aku lakukan. " ucap Naruto, membuat ketiga gadis yang memeluknya salah tingkah, dan seketika menjauh darinya.
"Ma-Maaf"
"Hahaha tak apa... Jika mau di lanjutkan, nanti setelah kita membereskan semua ini." Goda Naruto.
"BAKA Taichou.." Ucap mareka serempak, dan membuang muka dari Naruto.
"Hahaha.. Gomen gomen.." Naruto mengambil kembali katana miliknya yang jatuh tadi. Dengan sebuah trik, mengayunkan pedangnya seperti menebas kedepan dan menyarungkannya dengan cepat. Menimbulkan epek kabut yang mengelilingi di sekitar Naruto.
#Lihat aja di animenya kalo mau jelas :v
Melihat hal barusan membuat mereka seperti merasakan de javu. Membuat mereka sangat penasaran tentang pedang yang Naruto miliki itu, minus Margarite yang sudah tau sejak awal.
"Sebenarnya pedang apa yang kau miliki itu Taichou?." Tanya Monet penuh tanya.
" Ini Chokutou Reiki sebuah pedang kutukan.. Dan pada kejadian tertentu, bisa membuatku melakukan hal seperti tadi." jelas Naruto.. " Baiklah kita segera urus semua ini" Tambah Naruto. di balas anggukan monet dan gadis berambut pirang.
~X~
Malam yang panjang akhirnya telah berakhi, di gantikan pagi yg sangat menenangkan.
Di sebuah pulau yang bernama metro city, tepatnya di tepi pantai. Sebuah kapal bajak laut terlihat berada di bibir pantai, dan beberpa orang yang sepertinya sedang mengucapkan salam perpisahan pada beberapa orang lainnya.
"Apa kau yakin Hina-chan?!..." Ucap seorang wanita paruh baya pada seorang gadis cantik berambut pirang keemasan di depannya.
Dengan senyum penuh keyakinan gadis pirang itu mengangguk mantap pada wanita paruh baya di depannya.. " Tentu aku sangat yakin ka-san!!.. Bahkan aku tak pernah seyakin ini sebelumnya!!.."
"Baiklah, jika itu sudah menjadi keinginanmu ka-san hanya bisa mendoakan keselamatanmu.. Dan jangan terlalu menyusahkan Naruto-kun ya.." Ucap wanita paruh baya tadi pada gadis berambut pirang keemasan aka Hina.
Naruto hanya tersenyum melihat interaksi dari anak angkat dan ibu angkat tersebut. Dia masih mengingat jelas apa yang terjadi setelah para penghuni panti kembali.
Mereka sangat tidak percaya akan apa yang mereka lihat, dan setelah ia dan ketiga gadis nya menjelaskan semuanya dan memberi beberapa bukti, barulah mereka mempercayainya.
Bukan hanya hal tadi yang terjadi tadi malam. Gadis pirang keemasan yang menyerang mereka tempo hari atau bisa di panggil Hina, setidaknya itulah nama panggilannya. Meminta dirinya untuk ikut menjadi salah satu kru bajak lautnya. Dan tentu saja dia menerimanya dan sangat senang akan hal itu, membayangkan satu lagi seorang pemakan buah logia dalam krunya, iya sangat menakjubkan bukan?..
Setelah ucapan perpisahan tadi Naruto, Monet, Margarite dan tentu saja Hina sebagai nakama baru Red Thunder no ichimi, sudah berada di kapal bajak laut mereka. Mereka melambaikan tangan mareka pada seluruh penghuni panti yang mengantar kepergian mereka.
"Tolong jaga Hina-chan ya Naruto-kun.."
"Tentu"
Akhirnya mereka memulai pelayaran mereka kembali..
~X~
Langit cerah di lautan grand line. Sebuah kapal bajak laut berlambang tengkorak di silang dengan petir merah, tengah berlayar di lautan kejam tersebut.
"Taichou kenapa kau mengumpulkan kami semua di ruangan ini?.. " Ucap seorang gadis berambut coklat aka Margarite.
"Ya kenapa Taichou, tak biasanya?.. " Setuju seorang gadis lainnya dengan surai pirang keemasan aka Hina.
"Aku mengumpulkan kalian ber tiga di sini karena ada hal yang aku ingin sampaikan pada kalian.." Satu satunya pria di sana dengan gaya rambut acak acakan berwarna merah aka Naruto, menatap semua cru yang menemani petualangan dirinya beberapa waktu terakhir ini.. " Aku tau kalian sudah cukup kuat untuk menjaga diri kalian masing masing, namun kita tak pernah tau apa yang akan kita hadapi ke depan dan tak selamanya aku bisa di samping kalian semua dan melindungi kalian semua. Oleh karena itu, aku ingin kalian melatih kembali semua kemampuan kalian dan meningkatkannya setinggi mungkin. Dan aku sengaja menjadikan ruangan ini menjadi tempat latihan kalian, karena ruangan ini cukup cocok untuk itu!!..." Jelas panjang lebar Naruto.
"Ehh berlatih?!.. Baiklah kami akan berlatih dengan giat, karena kami tak ingin menjadi beban untuk taichou.. " Setuju seluruh gadis di ruangan tersebut.
"Aku ingin kalian berlatih mengasah kemampuan kalian lagi, terutama bagi para pemakan buah setan. Kalian jangan terlalu mengandalkan kemampuan dari DF yang kalian, karena tak selamanya kemampuan kalian itu dapat di andalkan. Jadi Kalian akan aku ajari tentang haki, dan cara memamfaatkan kekuatan DF kalian dengan maxsimal. Sementara untuk Margarite, aku ingin kamu meningkatkan kecepatan dan ketapan dalam hal menembakmu.. Apa kalian mengerti?!.." Jelas Naruto lagi pada seluruh cru nya.
"Ano.. Taichou meamangnya kenapa kami harus mempelajari haki?!.." Tanya Hina bingung.
"Haki adalah kemampuan tersembunyi yang di miliki setiap orang, dan dengan haki kalian bisa meningkatkan kemampuan kalian.. jadi pelajarilah dengan sungguh sungguh.. " Jelas Naruto ..
"Hai.. " Jawab semua gadis di ruangan tersebut.
~X~
Tiga bulan telah berlalu, sejak Naruto mengajari Monet dan Hina tentang haki. Ia juga mengajari Margarite meningakatkan kecepatan dan ketepatan menembaknya, juga memastri haki yang telah ia kuasai.
Dalam tiga bulan itu mereka bertiga sudah cukup berkembang dengan cepat. Monet dan Hina sudah cukup menguasai haki yang ia ajarkan dengan cukup extrime. Margarite juga semakin lihai dalam kemampuan menembaknya.
Selama tiga bulan terakhir itu juga mereka tak pernah menemui masalah yang biasa mereka dapatkan seperti sebelumnya. Oleh sebab itu harga buronan mereka juga belum bertambah sejak terakhir kali.
~X~
Naruto pov..
Saat ini aku tengah menatap lautan yang membentang sejauh mataku memandang.. lautan yang di katakan sangat berbahaya atau sering di sebut grand line, di sanalah sekarang aku berada.
Sudah tiga tahun waktu yang aku habiskan berada di dunia yang bisa ku bilang sangat menarik ini. Masih jelas di ingatanku awal dari semua yang terjadi 3 tahun yang lalu. Pada pelayaran pertamaku di duniaku sebelumnya, dan aku tak pernah menyesalinya sama sekali dan justru sebaliknya.
Aku menjauh dari depan kapal dan melangkahkan kakiku menuju ruangan tempat kami berlatih.
Saat aku masuk ke ruangan tersebut, aku dapat melihat pemandangan yang jauh lebih indah dari lautan yang tadi ku lihat. Bagaimana tidak lebih indah, di hadapanku kini terlihat tiga bidadari dengan pakaian yang minim dan kringat yang membasahi seluruh tubuh mereka. Mereka tengah berlatih dengan gigih dan tak menyadari kehadiranku yang menatap liar mereka.
Singkirkan dulu pikiran liarku tadi, aku harus menyelesaikan urusan yang membuatku melangkah ke ruangan ini.
"ehem... " Aku mencoba mengambil perhatian mereka dan sepertinya berhasil.. " Aku sangat senang akan semangat kalian untuk berlatih, dan aku sudah melihat peningakatan kalian yang cukup pesat selama tiga bulan ini. Oleh sebab itu akan akan mengadakan pengetesan pada kalian ber tiga.!!..Ucapku pada mereka ber tiga.
"Jadi taicho ingin mengetes peningkatan kam?.." Tanya Margarite padaku.
"Baiklah kami tak masalah, tapi siapa dulu di antara kami yang akan taichou test?.." Seru Hina.
" Saya tak akan mengecewakan taichou, aku akan menunjukan kemajuan kami.!!..." Timpal Monet tak mau kalah.
Aku hanya tersenyum mendengar jawaban mereka.." Aku akan melawan kalain ber tiga secara bersamaan, tapi jangan pernah menahan diri kalian karena aku juga tak akan menahan diri.." Jelasku bersiapa.
Tentu saja taichou, kami tak akan menahan diri kami.. Barsiaplah taichou!!.." Seru mereka, juga bersiap.
Naruto pov end...
indrakun pov.. :v
Naruto dan ketiga gadis yang menjadi nakamanya sedang bersiap melakukan pertarungan, dan sepertinya tak ada yang menahan diri dari kadua belah pihak tersebut.
Dari tubuh Naruto terlihat percikan petir merah telah muncul di seluruh bagian tubuhnya, menandakan dia benar benar tak akan menahan diri.." Sebaiknya kalian benar benar serius, karena aku tak akan menahan diri sama sekali!!.." Ucapnya dengai seringai di wajah tampannya.
Sementara di sisi lainnya Margarite, Hina, dan Monet juga bersiap dengan seringai yang tak kalah dari Naruto. Margarite telah siap dengan dua buah pistol yang telah di lapisi oleh haki di kedua tangannya. Monet yang telah berubah menjadi bentuk logiannya dan menjadikan ruangan tersebut menjadi hujan salju dan di penuhi salju. Dan Hina yang sebagian tubuh nya juga telah berubah menjadi asap, dan sarung tangan hitam yang telah ia gunakan.. Menandakan mereka juga tak main main akan perlawanan mereka.
Naruto semakin memperlebar seringainya tatkala melihat keseriusan yang terpancar jelas di wajah cantik ketiga gadis di depanya..." Baiklah.. Saat pedang ku ini menyentuh lantai, maka pertarungan di mulai.." Jelasnya.
Secara dramatis # Asik dramatis :v... Naruto melempar pedang di gengamannya ke atas, dan beberapa detik kemudian..
Trraaakkk
Hajimete..
Dor.. Bzitt.. sheett.. shett..
Di mulai dengan tembakan pertama margarite yang mengincar tepat di kepala Naruto, dan Naruto yang menghindarinya di saat terakhir. Di lanjut dengan kemunculan Naruto tepat di depan Monet dan Hina, dan memberikan tendangan memutar yang di lapisi haki tepat ke arah wajah cantik kedua gadis tersebut. Monet dan Hina melebarkan mata mereka melihat hal tersebut, namun dengan replek mereka menghindari serangan kejutan tersebut dengan melombat ke belakang..
Dorrr. Dorr
Margarite tak menyia nyiakan kesempatan saat melihat Naruto masih dalam kondisi menendang, ia menembakan dua peluru dari kedua pistolnya tepat ke arah tangan kanan Naruto.
Tak mau ambil resiko, Naruto secepat yang ia bisa menjatuhkan dirinya ke lantai menghindari dua peluru yang mengincar lengan kanannya.
Dukkk
Naruto jatuh telentang menghindari dua tembakan yang mengincar lenganya tadi. Belum sempat bernafas lega, ia kembali harus di kejutkan dengan dua serangan dari Monet dan Hina.
Duarr. Duarr . Bzit
Suara dua pukulan berlapis haki yang di layangakan Monet dan Hina mengenai lantai dengan sangat keras, di sebabkan sang target yang telah hilang dari tempat awalnya.
Tap.
Naruto muncul cukup jauh dari posisi Monet, Hina dan Margarite yang menatapnya dengan kesal... "Kalian cukup hebat dalam bekerja sama, dan kemampuan kalian juga semakin bertambah seperti yang di harapkan. Namun itu belum cukup, aku yakin kalian belum menunjukan semua kemampuan kalian?!..
"Tentu saja Taichou, jika kemampuan kami hanya segitu kami akan sangat malu menunjukannya padamu!.." Jawab
Hina santai.
"Sebaiknya taichou bersiap karena kami akan menunjukan kemajuan kami yang sesungguhnya!!.. Ucap Margarite
"Sebaiknya taichou serius!.." Seru monet.
Setelah ucapan mereka,.. mereka menghilang dari tempat mereka.
Naruto tersenyum senang melihat hal tersebut, dan setelahnya ia juga hilang dari tempatnya meninggalkan kilatan petir merahnya.
Dukk.. Trankk
Naruto, Minet dan Hina muncul di tengah ruangan. Terlihat Naruto yang menahan pukulan Hina dan pedang Minet dengan kedua tangannya yang di lapisi haki.
"Kecepatan dan kekuatan kalian sudah jauh lebih baik, aku benar benar senang akan hal itu.. Namun itu semua belumlah cukup!.." Ucap Naruto, mendorong Monet dan Hina kebelakang, lalu menghindari sebuah tembakan yang mengarah ke wajah tampannnya.
Door.. Dorrr. Dorr.. Bzit
Margarite terus menerus menembaki Naruto yang terus menghindarinya dengan cepat.
Jika saja yang di tembaki bukan Naruto yang memiliki kecepatan setara atau bahkan lebih dari kecepatan cahaya, dapat di pastikan orang tersebut akan tertembak tepat di tembakan pertama.
Bagaimana tidak, taiming dan penepatan yang sempuran dan kecepatan tembakan yang 3x lebih cepat dari pistol biasa. Sudah dapat di pastikan jika orang biasa yang menjadi sasaran, dia akan tewas bahkan sebelum ia memenggan senjatannya.
Naruto yang sibuk menghindari setiap tembakan yang di arahkan padanya oleh margarite, tak menyadari dua orang lainya yang telah mengincarnya.
huuss.. sheett
Dua sosok itu yang tak lain adalah Hina dan Monet, bergerak dengan sangat cepat menuju ke arah Naruto dengan pukulan dan pedang es yang akan mereka gunakan untuk menyerang sang taichou.
Naruto membulatkan matanya tatkala melihat Monet dan Hina yang telah siap menyerangnya, tepat di depan matanya. Namun di satu sisi ia juga harus mengindari peluru yang siap membolongi kepalanya dan dua serang tepat di depanya.
~X~
Sementara tak jauh dari kapal bajak laut Red Thunder no ichimi.. Tanpa mereka sadari sebuah kapal bajak laut mendekat ke arah mereka...
Tbc .
Yo mina.. maaf baru up.. dan maaf juga jika wordnya kependekan.. Namun kalo di lanjutin bakalan panjang banget, jadi aku end aja hehe..
Yah gk ada yang jawab bener buat pertanyaan yang cap kemarin aku kasih..
Ya jawabanya udah ada di cap ini.. Jawabannya adalah Hina-chan..
jika kalian tanya kenapa Hina?..
Karena pengen aja hehe..
OKE. selanjutnya buat yang minta fic SALAMANDER dan OJOU SAMA UP..
maaf bgt belum bisa.
kenapa belum bisa??
Buat fuc ojou-sama.
--Aku sebenernya dan lanjutin tuh fic.. tapi file nya malah ilang.. Jadi other agak sakit hati untuk itu.. -- Maaf ya.. tapi nanti klo udah move on, aku bakal tulis ulang lagi.
Kalo buat Salamander.
-- Aku masih belum nentuain alur ceritanya.. rencanya aku bakal lewatin arc pulau langit dan langsung ke water seven. karena kalo petir ama petir jadi susah bikin pertarungannya hehe.. tapi belum tau juga.. kasih saran aja mau gimananya..--
Udah dulu buat fic lainnya.
sekarang aku bakal minta saran dari para reader sekalian tentang fic ini..hm
MENURUT KALIAN.. UNTUK LUFFI, APA LUFI DI HILANGIN AJA DI FIC INI?? ATAU DI JADIIN ANGAKATAN LAUT?? ATAU TETEP JADI BAJAK LAUT MUGIWARA??
Kasih jawaban saran kalian di kolom Riview ya.. aku tunggu loh. hehe
akhir kata... TOLkNG RIVIEW..
indrakun undur diri..
Wassalam...
Bzitt..
