Capter 5.

Naruto dan One Piece bukan punya indrakun.

Rate : M

Warn : Gj, Typo, Ancur, dll

Please don't read if you don't

likeit"JUST FOR FUN"

Happy Reading...

"Mewarisi semangat"

"Takdir dari sebuah era"

"Itu adalah mimpi manusia"

"Selama ada orang yang mengejar sebuah kebebasan"

"Semangat itu takan pernah hilang"

…~XxX~…

Naruto tersenyum senang melihat hal tersebut, dan setelahnya ia juga hilang dari tempatnya meninggalkan kilatan petir merahnya.Dukk..Trankk

Naruto, Minet dan Hina muncul di tengah ruangan. Terlihat Naruto yang menahan pukulan Hina dan pedang Minet dengan kedua tangannya yang di lapisi haki.

"Kecepatan dan kekuatan kalian sudah jauh lebih baik, aku benar benar senang akan hal itu.. Namun itu semua belumlah cukup!.." Ucap Naruto, mendorong Monet dan Hina kebelakang, lalu menghindari sebuah tembakan yang mengarah ke wajah tampannnya.

Door..Dorrr.Dorr..Bzitt..

Margarite terus menerus menembaki Naruto yang terus menghindarinya dengan cepat.

Jika saja yang di tembaki bukan Naruto yang memiliki kecepatan setara atau bahkan lebih dari kecepatan cahaya, dapat di pastikan orang tersebut akan tertembak tepat di tembakan pertama.

Bagaimana tidak, taiming dan penepatan yang sempuran dan kecepatan tembakan yang 3x lebih cepat dari pistol biasa. Sudah dapat di pastikan jika orang biasa yang menjadi sasaran, dia akan tewas bahkan sebelum ia memenggan senjatannya.

Naruto yang sibuk menghindari setiap tembakan yang di arahkan padanya oleh margarite, tak menyadari dua orang lainya yang telah mengincarnya.

huuss..sheett

Dua sosok itu yang tak lain adalah Hina dan Monet, bergerak dengan sangat cepat menuju ke arah Naruto dengan pukulan dan pedang es yang akan mereka gunakan untuk menyerang sang taichou.

Naruto membulatkan matanya tatkala melihat Monet dan Hina yang telah siap menyerangnya, tepat di depan matanya.Namun di satu sisi ia juga harus mengindari peluru yang siap membolongi kepalanya dan dua serangan tepat di depanya.

~X~

Sementara tak jauh dari kapal bajak laut Red Thunder no ichimi.. Tanpa mereka sadari sebuah kapal bajak laut mendekat ke arah mereka...

~X~

"Kapten, sepertinya di depan ada sebuah kapal bajak laut.." Ucap seorang awak kapal di sebuah kapal bajak laut

"Kau benar, ayo kita sapa mereka.." Ucap seorang pria sekitar berumur dua puluh lebih, bertopi koboy dengan emot tersenyum dan tato tengkorak di silang dengan kumis bulan sabit di punggunya, sama dengan bendera yang ada di kapalnya aka Ace.

# Bingung ngejelasinya, bernderanya juga kaga tau :v

Merekapun mendekat ke arah kapal Naruto no ichimi di depannya, bermagsud untuk sedikit menyapa sebagai sesama bajak laut.

Sementara di tempat Naruto.

"Sudah cukup!.." Ucap Naruto menghentikan sparing mereka.." Sepertinya ada tamu, lebih baik kita sambut mereka.." lanjut Naruto.

Merekapun keluar dari ruangan tersebut dan melihat sebuah kapal bajak lain mendekat ke arah mereka.

"Maaf mengganggu istirahat kalian, kami hanya sekedar menyapa sesama bajak laut di sini.." Jelas Ace santai.

"Seperti itukah, tentu saja kami akan menyambutnya dengan hangat pula.." Jawab Naruto juga santai.

Di detik berikutnya Naruto dan Ace menerjang ke arah satu sama lain, dengan api di tangan Ace dan petir di tangan Naruto.

Duarrr

Ledakan terjadi akibat bertemunya dua kekuatan besar tersebut, menimbulkan epek ledakan yang membuat dua kapal bajak laut di bawah mereka saling menjauh.

Baik Naruto maupun Ace cukup senang karena mendapat lawan yang bisa mereka katakan setara setelah sekian lama, adrenalin pertarungan mereka meluap luap meminta lebih dari barusan.

Naruto menyeringai senang, begitupun Ace yang tak jauh berbeda dengannya. "Menarik.." Ucap keduanya.

Jual beli serangan langsung ataupun tak langsung terjadi dengan terus menerus, membuat kadua kapal semakin menjauh karena epek pertarungan dasyat tersebut.

Naruto menghilang dari tempatnya dan muncul tepat di samping Ace yang sedang mencari keberadaanya, Mengambil kesempatan Naruto langsung memukul telak Ace yang masih belum mengetahui keberadaannya.

Duakk

Ace terpental sampai ke kapalnya, membuat kapal tersebut sedikit oleng dan menimbulkan epek gelombang kecil di air.

"Kau sangat kuat, aku sangat terhibur akan ini.." Ucap Ace semangat, kembali memasang sikap bertarungnya.

"Aku juga cukup terhibur..." Jawab santai Naruto, masih dengan posisi bertarungnya.

Ace melesat ke arah Naruto yang masih melayang, bermagsud memberikan sebuah pukulan telak pada pemuda pirang itu.

Namun naas bagi Ace, Naruto lebih dulu menghilang dari tempatnya dan muncul cukup jauh di depannya.

"Lebih baik kita akhiri saja semua ini.." Ucap Naruto, yang sudah menyiapkan petir merahnya di tangan kanannya.

"Jika kau berpikir seperti itu.." Jawab Ace yang juga sudah menyiapkan api di tangan kanannya.

Duarrr

Ledakan besar kembali terjadi hasil dari pertarungan kedua Devil Fruit User tersebut, epek dari bertemunya dua elemen pengrusak yang saling mendominasi satu sama lain itu sunggih dasyat dan menyilaukan mata.

Petir melawan api, dua elemen yang sama sama memiliki daya rusak tinggi, kini harus di putuskan siapa yang paling mendominasi di antara keduanya.

Keadaan masih terlihat seimbang untuk saat ini, namun harus berhenti saat Naruto menghilang dengan percikan petir dari tempatnya, lalu muncul tepat di depan Ace yang memasang sikap waspada tinggi..

Bzitt

Duakk

Ohokk

Naruto berhasil memukul telak dada kanan Ace dengan menggunakan haki di padukan elemen petir miliknya, membuat Ace mau tak mau harus terpental kembali ke kapal bajak laut miliknya dan menerima kekalahannya itu.

"Kau tak apa kapten?.." Tanya salah satu kru Ace yang menolong kaptennya itu untuk berdiri.

"Ohok.. Aku tak apa, tapi ini sangat sakit.." Ucapnya.

"Sepertinya ini sedah berakhir, suguh pertarungan yang sangat menarik. Aku bahkan baru merasakan sensasi menyenangkan seperti tadi setelah pertarungan kita, aku berharap kita bisa melakukannya lagi nanti.." Ucap Naruto.

"Tentu, aku juga menikmati pertarungan tadi. Kau sangat kuat, dan aku rasa kau belum mengeluarkan semuanya tadi.." Ucap Ace..

.." Tunggu dulu, aku baru melihatmu sekarang. Apa kau seorang roky? siapa Namamu?.." Tanya Ace.

"Aku sudah berlayar dua setengah tahun yang lalu, tapi karena suatu urusan aku berhenti selama dua tahun dan baru sekitar sembilan bulan lalu aku kembali berlayar.." Jelas Naruto..

.."Namaku Naruto, Uzumaki D Naruto. Lalu siapa namamu?.." Tanya Naruto

"Namaku Portgas D Ace, pangil saja aku Ace.." Jawab Ace.

"Baiklah, semoga kita bisa bertemu lagi.." Ucap Naruto.." Sampai jupa.." Lanjut Naruto sambil melambaikan tangannya.

~X~

Sudah empat bulan sejak Naruto dan krunya bertemu dengan Ace, dan saat ini mereka masih berlayar di lautan paling berbahaya yaitu grandline.

Dan selama empat bulan tersebut Naruto beserta krunya sudah mengalami beberapa hal besar, dan membuat harga kepala mereka kembali naik dan juga sekaligus debut pertama dari kru baru dari Red Thunder yaitu Hina.

Selama empat bulan terakhir mereka sudah melawan lebih dari dua puluh kapal bajak laut, dan menghancurkan lebih dari sepuluh kapal marine yang mencoba menagkap mereka, ya walau tanpa ada korban jiwa di setiap pertempuran mereka.

Mereka juga beberapa kali harus berurusan dengan seorang wakil admiral, ya walaupun mereka berhasil melarikan diri atau sengaja mengalah.

Dan hasil dari semua hal yang di jelaskan di atas, mereka sudah memiliki harga buronan baru untuk setiap kepala mereka.

Uzumaki D Naruto, kapten.

Dead or Life 160.000.000 bery.

Margarite.

Dead or Life 85.000.000

Monet.

Dead or Life 90.000.000

NEW.

Hina.

Dead or Life 80.000.000

Setidaknya itulah harga per kepala setiap kru Red Thunder saat ini, harga yang sangat luar biasa memang tapi itu cukup sepadan dengan orang yang mengalahlan puluhan bajak laut yang ada di Grendline dan belasan kapal marine yang berpatroli di Grenline.

Selain itu mereka juga sudah menguasai haki ataupun memiliki buah iblis dengan kelas tinggi, dan juga dua di antaranya adalah logia.

Dan oleh sebab itulah, mereka cukup di perhatikan oleh pemerintah dunia atas semua sepak terjang mereka.

~X~

Di tengah lautan biru yang tenang, Naruto yang sedang memancing dan ketiga gadisnya yang sedang berjemur hanya dengan menggunakan pakaian renang mereka, adalah rutinitas yang setiap hari yang mereka lakukan.

Namun dari arah samping tepat di arah Naruto memancing dengan santainya, terlihat sebuah perahu yang mengapung ke arah kapal mereka.

Dukk

Beberapa saat kemudian perahu tersebut membentur kapal milik kelompok Naruto, membuat mau tak mau membuat perhatian Naruto yang masih fokus memancing ter ralih pada perahu tersebut.

Bola mata Naruto membulat setelah melihat apa yang ada di atas perahu tersebut, seorang gadis bersurai biru muda dan seekor burung besar tergeletak tak sadarkan diri di sana.

Bzit

Di detik berikutnya Naruto menghilang dari tempatnya dan sudah berada di atas perahu tersebut.

Bzitt

Naruto kembali muncul di atas kapal miliknya dengan membawa seorang gadis ber umur sekitar enam belas tahun dan seekor burung.

"Kalian semua, bantu aku.. Aku menemukan mereka di atas perahu yang menambrak kapal kita.." Jelas Naruto memanggil ketiga gadisnya.

"Ha'i.." Ucap ketiganya.

Satu jam kemudian...

"Ehhhhmm.."Erang sang gadis ber surai biru muda yang mulai siuman.

Setelahnya ia membuka matanya dan beberapa kali mengerjapkan matanya menyesuaikan sinar yang masuk ke matanya.

"Kau sudah sadar?.." Tanya Margarite yang pertama bersuara..." Naruto-kun dia sudah sadar.." Lanjut Margarite memanggil Naruto.

"Benarkah? kebetulan aku berhasil menangkap ikan besar.." Ucap Naruto yang sedang memanggul ikan yang ukurannya lima kali ukurannya sendiri.

~X~

Saat ini Naruto beserta seluruh kru dan gadis tadi beserta peliharaannya berada di ruang makan kapal milik kelompok Naruto, mereka sedang menikmati ikan yang tadi berhasil di tangkap Naruto berbarenngan dengan gadis bersuarai biru yang ternyata bernama Vivi itu.

"Jadi namamu Vivi ya, kenapa kau ada di atas perahu mengapung itu tadi?.." Tanya Naruto yang masih mengunyah makannya..

"Selesaikan dulu makanmu itu Naruto-kun.." Ucap Margarite memperingati, di balas anggukan malas Naruto.

"Aku dan peliharaanku beserta satu orang temanku satu tahun yang lalu masuk ke dalam sebuah organisasi kriminal, kami bermaksud mencari tahu siapa orang di balik organisasi tersebut.."Jelasnya..

..."Dan setelah hampir satu tahun kemarin, seperti dugaan kami orang di balik organisasi kriminal tersebut sama dengan orang yang saat ini berada di kerajaanku..."

..."Dan setelah kami tau kami memutuskan untuk keluar dan kembali ke kerajaan tempat kami, tapi sepertinya mereka mengetahui siapa kami dan betmagsud menghabisi kami..."

..."Temanku mengorbankan dirinya dan membiarkanku lolos, hingga kalian menemukanku.." Jelasnya panjang lebar.

"Jadi seperti itu, tapi magsudmu seseorang yang saat ini di kerajaanmu?.." Tanya Naruto.

"Dia adalah seseorang yang saat ini di puja puja di kerajaan asalku, dan raja di tempat asalku di tuduh melakukan korupsi. Dan saat ini kerajaan terancam hancur karena banyak rakyat yang berniat memberontak.." Jawab Vivi.

"Lalu siapa orang itu?.." Tanya Naruto lagi..

"Aku tak bisa memberitahukan kalian, jika kalian tau kalian juga akan di incar dan nyawa kalian dalam bahaya.." Jelasnya.

"Tak perlu menghawatirkan kami, bertaruh nyawa sudah biasa kami lakukan.." Ucap santai Naruto.

"Tapi.."

"jelaskan saja pada kami, mungkin kami bisa membantu.." Potong Margarite.

"Baiklah.." Ucap Vivi pasrah..

..." Dia Bernama Crocodile dan dia adalah salah seorang shichibukai atau bajak laut yang di lindungi oleh pemerintah dunia, dan sebagai seorang bajak laut dia pasti memiliki rencana licik sehingga menetap di kerajaan tempat asalku.." Jelas Vivi.

"Bajak laut yang menetap di sebuah kerajaan? Itu memang sangat mencuriggakan, terlebih dia adalah seorang Shichibukai.." Ungkap Naruto

Naruto juga pernah di tawari untuk menjadi seorang shicibukai, mengingat seberapa cepatnya ia berkembang setelah dua tahun menghilang. Juga jangan lupakan semua kru nya yang memiliki kemampuan yang tak bisa di anggap enteng, dan dua di antaranya adalah pengguna devil fruit dengan tipe logia.

" Kau juga berpikir keperti itu? ya aku yakin dengan itu.." seru Vivi.

"Setau ku Alabasta sangat dekat dengan Read line, dan kami sedang dalam perjalanan ke sana. Jika kau memiliki enternal pose yang langsung menuju ke tempatmu, kami akan dengan senang hati mengantarmu atau mungkin membantumu.." Jelas Naruto.

"Aku memang memiliki enternal pose teesebut, tapi apa kalian tak takut nyawa kalian terancam jika membantuku?.." Tanya khawatir Vivi.

"Asal kau tau saja kami adalah seorang bajak laut, dan dia memiliki harga kepala sebesar 80jt bery. Itu sudah cukup membuatmu tau seberapa kuat dia.." Jelas Naruto menyebutkan harga buronan kepala Hina, tanpa menyebutkan harga kepalanya.

"Kau serius kalian adalah bajak laut, dan dia berharga buronan 80jt?.." Tanya shok Vivi.

"Kami tak bercanda, dan tenang saja kami bukan bajak laut kejam sepeti yang kau pikirkan. Kau lihat saja betapa manisnya gadis kecil itu, mana mungkin gadis semanis dia kejam.." Jawab Naruto menunjuk Monet.

"Tapi.."

"Jika kami seperti yang ada di pikiranmu, mana mungkin kami menolongmu.."Ucap Margarite.

"Baiklah aku percaya, lagipula aku tak ada pilihan lain selain mempercayai kalian.." Ucapnya.

~X~

Naruto Vivi beserta seluruh krunya akhirnya melakukan perjalanan ke Alabasta, sebuah kerajaan padang pasir yang dekat dengan Read line.

Setelah satu minggu perjalanan mereka, Vivi dan seluruh kru Red Thunder sudah sangat akrap dan sering bercanda tawa bersama.

Seperti hari ini, Naruto masih dengan kebiasaan memancingnya dan Seluruh krunya termasuk Vivi lebih memilih bersantai berjemur sinar matahari dengan pakaian renang mereka.

Pada awalnya Vivi tidak mau karena malu pada Naruto, tapi lama kelamaan dia menikmati waktu bersantainya itu.

"Naruto-kun bisakah kau bawa minuman untuk kami?.." Ucap Margarite.

"Kau ambil saja sendiri, sejak kapan kapten di perintah.. Wee.." Jawab Naruto di akhiri ejekannya.

"Sekali-kali kau menuruti kru mu kenapa sih.." Ucap sewot Margarite sebari melangkah ke dapur.

"Hm.." jawab Naruto.." Tapi kau sangat sexsi menggunakan pakaian itu kau tau, bagaimana kalau setelah ini kita mandi bersama.." Goda Naruto.

"Diam kau ero-taicho, bermimpilah.." Jawab jutek Margarite, namun dengan pipi yang merah sepenuhnya

"Ada apa denganmu? bahkan dulu kau berani memengan milikku, tapi kenapa sekarang kau tak mau mandi bersama.." Goda Naruto lagi..

"I-Itu karena dulu aku ta-tak tau baka..." Jawabnya sebelum lari meninggalkan Naruto

"Hahaha, kau sangat manis dengan sikapmu itu Margarite-chan.." Tawa Naruto yang sukses dengan aksi jailnya.

Duarr

Duarr

Tiba tiba ada meriam yang di tembakan ke arah kapal Naruto no ichimi, dan itu membuat semua kru Red Thunder terkejut.

"Gawat aku lengah karena menggoda margarite tadi, semuanya bersiap.." Teriak Naruto.

Dapat di lihat tak jauh dari tempat kapal milik Red Thunder empat kapal bajak laut sedang menyerang ke arah mereka, sepertinya mereka bersembunyi di balik sebuah pulau kecil tak jauh dari mereka sehingga Naruto tak dapat melihatnya tadi.

"Vivi kau diam saja di belakang, sementara kalian semua bersiap.." Jelas Naruto.

Tanpa sempat mengganti pakaian renang yang mereka gunakan, para anggota kru Red Thunder minus Naruto yang memang tak menggunakannya bersiap bertarung.

Dan dapat di lihat para bajak laut yang sudah sangat dekat dengan kapal milik Naruto mimisan melihat pakaian renang yang di gunakan para kru Red Thunder.

"Lihat itu kapten, mereka sangat sexsi dan juga cantik. Kita pasti akan sangat puas setelah menikmati tubuh indah mereka.." ucap seseorang di samping seorang yang dia sebut kapten teesebut.

"Tentu saja, mereka semua akan kita jadikan budak sex kita setelah kita membunuh satu satunya pria di sana..." Ucap sang kapten bajak laut itu, dengan air liur yang mengucur deras dari mulutnya.

"Mereka sangat menjijikan, aku ingin muntah mendengar omong kosong mereka.." Ucap Margarite.

"Aku ingin mencincang tubuh mereka.." Seru Monet.

"Akan ku hancurkan selangkangan mereka semua.." Geram Hina.

"Ow santai santai, kalian tak benar benar akan melakukan itu kan?.." Ucap canggung Naruto.

"Tentu saja akan.." jawab mereka bertiga kompak.

"Sepertinya aku harus berhati hati saat menggoda mereka setelah ini.." batin Naruto..." Tapi itu akan membunuh mereka.." Ucap cangung Naruto lagi..

"Tak akan ada masalah dengan itu, aku sudah sangat muak dengan mereka.." Jawab Margarite.

"Tapi usahakan jangan membunuh mereka.." Ucap Naruto, melihat kapal mereka yang sudah berjarak sepuluh meter..." Hajar mereka..." Lanjut Naruto.

Naruto, Margarite, Monet, dan Hina langsung melompat masing masing ke arah empat kapal bajak laut di depannya.

Naruto sengaja tak menggunakan petirnya, melompat ke arah kapal paling besar di antara empat dan langsung memukul seseorang yang ada di depannya saat mendarat.

Mengandalkan kekuatan pisiknya saja, Naruto menyerang dan menghidari setiap serangan yang mencoba mengenainya.

Duak

Duak

Shett

Duak

Pukul pukul menghindar dan pukul, adalah metode yang Naruto gunakan saat ini, tapi itu sukses menumbangkan tanpa membunuh hampir seluruh kru bajak laut di kapal itu yang hampir berjumlah seratus.

Beralih ke monet, saat ini dirinya sudah berada di mode logia miliknya sehingga menimbulkan hujan salju di kapal tersebut.

Menggunkan dua pedang es miliknya, Monet menebas setiap orang yang ada di dekatkanya dan tak memperdulikan serangan yang mengarah padanya, ya karena dia seorang DF usher tipe logia jadi serangan apapun selain haki itu tak akan mempengaruhinya.

Berbeda di Tempat Margarite, dengan menggunakan dua mini pistol milknya, dia sudah mengalahkan semua kru bajak laut yang ada di kapal bajak laut yang ia tempati dengan hampir semua lawannya memiliki lubang di kepala mereka.

"Kalian pantas mati karena mencoba melecehkan kami tepat di depan Naruto-kun.." Ucapnya

Terakhir adalah tempat Hina, dia juga sudah mengalahkan musuh terakhirnya dengan menebas semuanya dengan sebuah pedang pemberian Naruto yang baru saja di miliknya.

"Kalian tak pantas melihat tubuh kami, tak seorangpun keculi Kapten. Jadi kematian adalah harga yang sebanding yang harus kalian bayar karena sudah melihat dan berpikiran kotor dengan tubuh kami.." Ucapnya tajam.

Kembali ke tempat Naruto yang saat ini sedang One by One dengan kapten dari keempat kapal bajak laut yang menyerang mereka tadi, sementara semua krunya sudah kembali ke kapalnya karena sudah menyelesaikan urusan mereka.

Jual beli serangan masih terjadi antara Naruto dan kapten dari bajak laut musuh yang mengaku dirinya sebagai si pukulan kilat.

Julukan itu memang sedikit pantas di sandang dirinya, karena Naruto akui jika pulukannya sangat cepat dan akurat, bahkan jika tidak menggunakan haki dirinya akan sangat kesulitan melawan orang tersebut.

Shet

Shett

Naruto masih terus menghindari pukulan cepat dari lawannya, dan sesekali mencoba memukul balik walau sangat sulit dan selalu berhasil di hindari juga oleh lawannya.

Tap

Tap

Duarrr

Pukulan orang yang melawan Naruto mengenai lantai kapal, dan membuat kapal langsung terbelah menjadi dua.

Naruto sedikit membulatkan matanya melihat daya hancur pukulan cepat tersebut, bukan hanya cepat tapi ternyata juga sangat kuat.

"Dia cukup berbahaya, lebih seriuslah sedikit..." Teriak Hina dari kapalnya dan Vivi di sampinya, sepertinya gadis berambut biru muda itu mencemaskannya.

Berbeda dengan Hina dan Vivi yang masih melihat sang kapten, Margarite dan Monet sudah kembali ke kursi santai mereka sembari menikati buah kelapa mereka, tanpa sediktpun khawatir pada pemuda itu.

"Kalian berdua lebih baik kesini, dia hanya sedang bergurau jadi jangan pedulikan dia.." Ucap Margarite.

"Tapi.."

Duarrr

Ucapan Vivi tak dapat di selesaikannya karena sebuah ledakan besar lainnya, dan ternyata Naruto adalah pelaku yang memukul lawanya hingga terpental dan membelah ketiga kapal lainnya.

"Sudah ku bilang.." Ucap Margarite.

Sementara Vivi hanya dapat menjatuhkan rahangnya tak percaya.

"Yo, aku sudah selesai.. kita lanjutkan perjalanan kita.." Ucap santai Naruto seolah tak pernah terjadi apapun.

~X~

Alabasta, salah satu kerajaan yang bertempat di grandline. Dan hampir seluruh wilayahnya adalah padang pasir yang sangat panas, namun masih memiliki sumber air yang mencukupi di setiap tahunnya. Itu dulu, karena sekarang hampir seluruh wilayahnya sudah mengalami kekeringan yang sangat panjang kecuali di ibukota.

Sebuah kejadian besar terjadi di pelabuhan pada saat kekeringan melanda di daerah tersebut, di temukannya puluhan karung serbuk ajaib yang bisa memanggil hujan di kereta yang akan di kirim ke istana.

Seluruh rakyat sangat marah mengetahui hal tersebut, dan pemberontakan terjadi hampir di seluruh wilayah kerajaan tersebut.

Pemberontakan yang semakin hari semakin marak terjadi di seluruh belahan daerah, membuat kerajaan hampir terancam hancur.

Satu satunya putri dari sang raja merasa ganjal akan apa yang terjadi di kerajaanya, dan memutuskan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Satu tahun telah berlalu sejak sang putri meninggalkan rumahnya, dan hari ini dia kembali dengan sebuah kebenaran yang sesungguhnya.

Ya, saat ini Naruto dan kru nya ada tepat tak lebih dari dua mill dari alabasta. Dan jika sudah sampai di sini, berarti perjalanan mereka untuk mencapai east blue akan segera berakhir.

"Jadi ini tempat asalmu itu? sejauh manapun mataku memandang yang ku lihat hanyalah padang pasir tanpa batas.." Ucap Naruto.

"Kerajaanku memang adalah kerajaan padang pasir, namun kami tak pernah kekurangan air dulu.." Ucap Vivi.

"Begitukah?, jadi semuanya berubah saat negara api menyerang? Eh magsudku saat orang bernama Crocodile itu datang.." Seru Naruto.

"Begitulah, aku harap semuanya kembali seperti dulu.." Ucapnya lagi.

"Itu bisa kita bicarakan nanti, karena saat ini kita sedang kedatangan tamu.."Ucap Naruto, menoleh ke arah sosok tak di undang tersebut.

"Sepertinya kalian bukanlah orang orang sembarangan, aku bisa melihatnya dari ketenangan kalian.."Ucap sosok itu yang merupakan seorang wanita dengan setelan koboynya.

"Entahlah, tapi ada urusan apa sehingga wanita secantikmu mau singgah di tempatku ini.." Ucap Naruto.

"Fufufu.. Kau sangat pintar dalam hal memuji seorang wanita rupanya, mungkin aku tertarik denganmu.." Ucap wanita koboy itu lagi.

"Tentu, kenapa tidak? Bolehkah aku tau siapa namamu? bukankah pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang.." Ucap Naruto lagi.

"Robin, panggil saja aku Robin. Jujur saja baru kali ini aku memperkenalkan namaku pada seseorang secara jujur, mungkin karena aku tertarik padamu. eh.."Ucap Robin.

"Aku sangat tersanjung untuk itu, mungkin aku bisa mengundangmu ke dalam bagian kru kapalku jika kau mau.." Naruto berucap dengan senyum yang tak luntur dari bibirnya.

"Kapten..." Ucap ketiga kru Naruto bersamaan.

"Aku sangat ingin bergabung, tapi aku tak bisa untuk saat ini. Setidaknya sampai tujuanku tercapai, mungkin aku akan memikirkannya nanti.." Ucap santai Robin.

"Undangan ini berlaku untuk selamanya, jadi kau bisa bergabung kapanpun kau mau.." Jawab Naruto, menghiraukan tatapan membunuh ketiga krunya.

"Tentu saja, aku akan sangat menantikan itu terjadi..."Jawab Robin menyendu.

"Selain itu kau tak mungkin datang ke sini hanya untuk menyapa, kau ingin mennyampaikan sesuatu?.." Tanya Naruto.

"Tentu saja, aku datang hanya untuk memperingatkan kalian jika kalian sedang di incar..." Jelas Robin sebelum pergi.

"Seperti itukah? menarik.." Ucap Naruto

"Kau tau siapa dia Vivi?.."tanya Hina yang melihat Vivi hanya diam sejak awal.

"Ya aku tau, dia adalah pasangan dari MR.0 atau Crocodile... Dia adalah miss allsunday..." Ucapnya.

"Jadi dia adalah musuh utama kita, dan kapten terhormat kita mengundangnya menjadi bagian dari kita..." Sindir Margarite.

"Aku punya alasan mengundangnya untuk bersama kita.." Ucap Naruto.

"Alasan?.." Tanya Margarite

"Kau ingat tatapan Monet dan Hina saat kita pertama bertemu dengan mereka? Tatapan keputus asaan yang sama aku lihat dari kedua bola matanya saat aku menatapnya tadi..." Jelas Naruto, sebelum pergi meninggalkan seluruh krunya yang menatapnya lekat.

"Kita akan berlabuh, bawa barang dan bekal yang menurut kalian penting saja. Kita berlabuh di belakang bukit di depan sana, agar kapal kita tidak di temukan angkatan laut.." Jelas Naruto.

Merekapun menepi dan di lanjutkan berjalan kaki ke arah kota di depan mereka, sementara peliharaan Vivi sudah lebih dulu berlari sendiri menuju kerajaan.

"Tunggu aku ayah, aku membawa orang orang hebat yang akan menyelamatkan kerajaan kita.." Ucap Vivi, dengan latar belakang empat orang bajak laut Red thunder.

sementara itu di tempat yang tidak di ketahui...

"Rencanaku akan segera berhasil di lakukan, dan sebentar lagi juga aku akan menguasai dunia. Hahahha..." Ucap sosok asing yang tidak di ketahui namanya...

Tbc.

Yo mina apa kabar, setelah sekian lama auther up fic auther yang satu ini.. Bingung ke jalan ceritanya, soalnya udah lama banget jadi saya lupa alur ceritanya.

Di sini saya mungkin akan sedikit ke jalur canon untuk di beberapa bagian, soalnya udah bener bener lupa sama alur yang dulu saya pikirin..

kalo ada yang mau ngasih buat ide kedepannya, bakal saya tampung and usahain bakal saya terapin di cerita.

Di sini Naruto udah punya harga kepala 160jt. tapi mungkin gk akan naik terlalu jauh di kedepannya karena akan masuk ke est blue.

Oke sekian aja dari saya, mohon kritik and saran dari semuanya di kolom riview

Wassalam...indrakun..