Fated Idol!
By. Airi Shirayuki
.
DISCLAIMER
Baca aja di chapter sebelumnya *plak*
.
Baca warning jika ada! *plak*
.
Gak tahu mau nulis apalagi *plak*
.
Enjoy!
Chapter 4 : WTF
.
"Len..."
"Ada apa?"
"Saat kami di backstage, aku mendengar percakapannya dengan temannya dan aku menemukan kata yang janggal..."
"Apa maksudmu?"
"Temannya bilang kalau 'dia masih ingat saat dia yang dulu', apakah itu mungkin..."
"Sebenarnya aku juga curiga...melihat gaya dan sifatnya saat di panggung...itu bukan seperti gaya pemula..."
"Jadi?"
"...mungkin..."
.
.
Konser kemarin benar-benar membuat gadis berambut honey-blonde dengan kacamatanya kelelahan. Setiba ia di rumahnya dari konser, tanpa aba-aba gadis itu menjatuhkan dirinya ke kasur kuningnya yang lumayan besar. Tak dihiraukan dengan pakaian pergi yang masih dikenakannya. Hari itu sangat melelahkan dan 'merepotkan' baginya. Tapi walau sikapnya yang begitu, tak ada yang memperingatinya karena sebenarnya tak ada orang di rumahnya selain dirinya. Bertahun-tahun dia tinggal sendirian di rumah yang terbilang 'cukup' besar dan luas itu. Kedua orangtuanya berada di luar negeri dan bagi Rin, ayah dan ibunya sepertinya sudah tidak peduli lagi dengannya. Rin hanya ditinggali rumah yang 'cukup' besar dan uang saku per-bulannya yang bisa dibilang melebihi uang saku anak SMA. Memang, ia disarankan oleh orangtuanya untuk mencari maid atau butler untuknya, tapi Rin menolak karena dia bisa mengurus dirinya sendiri dan ingin mandiri. Walaupun begitu, Rin merasa kesepian di rumah dan akhirnya dia sering keluar rumah. Untungnya Miku selalu menemaninya entah di rumah atau di luar karena mereka berteman sejak kecil dan Miku tahu perasaan Rin, begitu juga dengan Rin yang tahu tentang Miku.
Tak beberapa lama kemudian, Rin memutuskan untuk mandi dulu sebelum tidur. Setelah mandi, Rin mengganti bajunya dengan baju tidurnya.
TRIIINNGGG! Hp Rin berbunyi tanda ada e-mail masuk. Rin mengambil hpnya dan membukanya. Nama pengirimnya membuat mata Rin menyipit lemah.
.
From : Baka Shota (nama kontak Len di hp Rin)
Subject : awas
Kutebak namaku di kontakmu bukan namaku kan? Cepat ganti!
Untuk konser tadi...rrr...ya udahlah
.
"Kenapa dia bisa tahu nama kontaknya bukan dia?! Apa-apaan sih?!" Rin yang duduk di tengah kasurnya langsung membalas e-mail Len dengan cepat.
.
Subject : re:awas
Kenapa kamu bisa tahu kalau itu bukan namamu?! Tapi maaf saja, tak akan pernah kuganti! Hahaha!
Ingat ajakanku yang kemarin! Kau harus memenuhinya! Pikirkan waktunya!
.
"Send!" Sambil menunggu balasan dari Len, Rin memeluk teddy bearnya yang sebesar anak beruang dan menghempaskan tubuhnya ke kasur sambil memegang hpnya.
TRIINNGG!
.
From : Baka Shota
Subject : re:re:awas
Hooo jadi bener kalo bukan namaku! Ha! Sayang sekali, tapi namamu dikontakku juga bukan namamu! Dan tak akan kuganti!
Aku ingat kok ajakanmu, akan kuberitahu waktunya besok!
.
"Apa? Palingan nama yang ditulisnya aneh..."
.
.
KRAANNG
.
From : Nerd Girl
Subject : re:re:re:awas
Oke
.
Dia sempat tersenyum. Lalu iPhoenehnya ia taruh di meja samping tempat tidurnya. Lampu tidurnya segera ia matikan dan mulai tidur, tapi teringat sesuatu dia pun kembali mengambil iPhoenehnya dan mengetikkan sesuatu. Kemudian kembali tidur.
.
.
TRIIINNG
.
From : Baka Shota
Subject : re:re:re:re:awas
Arigatou
.
Rin tersenyum.
"Sepertinya memang benar perkataan Kaito.." Dia menutup hpnya dan meletakkan kembali di meja samping tempat tidurnya. Kemudian ia mematikan lampunya dan tidur.
.
.
.
"Rin-chan~ banguunn~! 3" Perlahan Rin membuka matanya. Di depan matanya sudah terpampang senyum Miku.
"Miku..."
"Ohayou, Rin-chan! Lampu hpmu daritadi berkedap-kedip lhoo!" Miku menunjuk hp Rin yang berada di meja. Lampu kedap-kedip tanda ada e-mail masuk. Dengan malas Rin yang masih tiduran mengambil hpnya.
"E-mail? Siapa pagi-pagi begini...?" Rin mulai membaca e-mail itu. Ikut-ikut Miku mengintip e-mail itu.
.
From : Baka Shota
Subject : non
Minggu, tanggal XX, 10.00 a.m, tempat tentukan sendiri
.
"Siapa Baka Shota?" Tanya Miku sambil tetap menatap layar hp Rin. Yang ditanya malah tak menjawab dan mulai mengetik balasan.
.
Subject : re:non
Kokoro Manga cafe, Jln. Kokoro 39, daerah Vocaro Street
Jangan lupa penyamaranmu!
.
"Nee, siapa Baka Shota itu? Kalian kencan nih ceritanya? Beritahu aku, Rin-chan~!" Tak menghiraukan Miku, Rin langsung bangun dan ke kamar mandi. Meninggalkan Miku yang cemberut.
.
.
.
"Nee, siapa Baka Shota itu? Aku penasaran! Kalian kencan? Ha? Haa?!" Miku seperti lebah di sekitar Rin. Sementara Rin yang masih berjalan terganggu. Ia menghela napas sembari membetulkan kacamatanya.
"Harusnya kau tahu siapa dia, bukan? Jangan buat aku menjawab pertanyaan mengesalkan itu..." Gadis pecinta negi itu memiringkan kepalanya. Kakinya masih melangkah mengikuti gadis berkacamata di sampingnya. Sejenak kemudian ia sadar dan langsung memunculkan wajah yang menurut Rin 'menyebalkan'.
"Ooo...itu yaa...jadi kalian kencan nih ceritanya?"
"Mana mungkin aku kencan dengannya! Gak sudi!" Bantah Rin dengan cepatnya. Miku langsung terkikik.
"Ini tentang taruhan itu! Aku akan membawanya ke dunia manga yang indah! Dan aku harus membuatnya tertarik!" Kata Rin membara. Matanya terlihat api yang berkobar-kobar. Sementara Rin yang masih berbicara gaje, Miku pun tersenyum. Bukan senyum manis, tapi senyum licik.
"Hmm...siapa yang duluan jatuh cinta nantinya ya...? Fufu..." Gumam Miku.
"Kamu ngomong sesuatu?" Rin mengangkat sebelah alisnya bingung. Barusan sepertinya ia mendengar Miku mengatakan sesuatu. Dengan cepat Miku menggeleng.
"Gak kok! Lebih baik kita agak cepat sebelum bel masuk bunyi lho!"
"Ah, benar juga!" Mereka berdua mempercepat langkah mereka yang akhirnya jadi lomba jalan cepat antara Miku dan Rin.
.
.
.
Sampai di kelas Rin dan Miku segera duduk di bangku mereka masing-masing. Anak-anak perempuan banyak yang membicarakan konser Len kemarin. Mereka bertanya-tanya siapa gadis yang duet dengan Len kemarin. Tapi anehnya tak ada yang sadar kalau itu Rin. Aneh banget memang. Sepertinya kacamata Rin mengandung sihir yang membuat ia berbeda *masa?*.
"Eh, gadis yang kemarin mirip banget sama Len gak sih?"
"Iya! Tingginya juga hampir sama lho!"
"Saudara kembar Len?"
"Tapi perasaan Len anak tunggal..."
"Sepupunya?"
"Masa' sepupu mirip banget?"
"Mungkin hehe.."
"Lagian suaranya itu lho...mirip Len gak sih? Cuma dia nada tinggi"
"Eh, kamu juga mikir begitu? Kirain aku aja!"
"Kalo gak salah namanya Rin ya?"
"Kayak nama teman kelas kita gak sih?"
"Tapi masa' dia? Gak mungkin"
"Bukan dia deh! Haha, lagian Rin kelas kita beda sama gadis itu deh!"
"Iya yaa!"
"Gadis itu misterius banget..." Sepertinya kacamata Rin memang ada sihirnya. Yang diomongin cuek, sementara Miku ngikik sendiri setelah mendengar obrolan cewek-cewek.
"Rin~, dibicarain tuh~"
"Oh.."
TRING! Tiba-tiba hp Rin berbunyi. Ia segera mengambil hpnya dan membukanya.
'E-mail?'
.
From : Baka Shota
Subject : Pff
Jangan kaget
.
"Haa? Maksudnya?" Kata sandi? Kode? Rin bingung dengan pesan singkat Len yang penuh makna itu(?). Sekilas Rin teringat sesuatu iklan. Kemudian, ia membalas pesan itu.
.
To : Baka Shota
Subject : re:Pff
Kaget kenapa? Kulit manggis sekarang ada ekstraknya? (Jangan mbatin para readers sekalian~, turunkan pisau anda~)
.
Bodohnya Rin. Ngapain kamu mikir kulit manggis sekarang? Lagian kamunya di Jepang, bukan di Indo. Kok tahu iklannya m****n sih? Tolong jangan mikir keju juga...
.
From : Baka Shota
Subject : re:re:Pff
Wtf, itu apaan?-_- kagak ngerti gue (gahol mode: on) bukan itu kali =_=, lu mau kubanting ya? Udah pokoknya liat aja nanti!
.
Si Rin salah persepsi. Kayaknya dia gagal nge-troll ke Len. Rin langsung memasukkan hpnya kembali. Pesan dari Len sepertinya diabaikan olehnya. Tampangnya terlihat seperti, 'bodo amat kaget-kagetan gitu. Aku kan gak gampang kaget!'. Ia tak sadar bahwa bel sudah berbunyi dan para murid sudah duduk manis di bangkunya. Guru pun sudah masuk dengan indahnya(?). Entah kenapa Rin mengantuk. Dagunya ia topang dengan tangannya sementara matanya melihat ke jendela. Hawa sejuk berhembus ke arahnya, membuatnya tambah mengantuk. Tidak sadar kelasnya yang tiba-tiba ramai. Perlahan, mata Rin mulai terkatup-katup. Tiba-tiba seseorang menepuk-nepuk pundaknya. Merasa terganggu, dengan malas ia menoleh.
"Yo!" Mata Rin langsung melotot. Anak-anak cewek mulai menggila.
"Yoroshiku, Kagirine-SAN!" Ini bagai mimpi buruk bagi Rin. Sangat buruk. Lebih buruk dari kulit manggis dan keju. Bahkan m****n sekalipun, ini lebih buruk. Mimpi apa Rin semalam sampai jadi begini? Bahkan Rin tak tahu.
"U-uso...gak mungkin..."
"Sudah kubilang...jangan kaget"
.
.
.
TBC
.
Ai : Nyaah, pendek ya? Biarin! *plak* yang penting update! Waktunya balas review! :3
.
Kiriko Alicia
Asdfghjkl
Hmm...enaknya apa yaaah? Baca aja terus XD
Sudah update!
.
Kagamine Chen
Aaaaa makasiih udah suka fic abal ini! w
Iya, Ai mulai memperbaikinya di chapter ini :D, mungkin masih ada yang kelewat tapi arigatou sudah diingatkan! Untuk deskripsinya Ai usahain!
Udah update!
.
Kagamine 02 Story
E-eh?! Jangan jadi gila! Nanti Ai juga ikutan O.o wkwk
Aih makasih dibilang keren~ Ai terharu TTuTT
Udah update!
.
Kireina Yume
Baca aja terus kalo penasaran! XD
Oh ya? Sayang banget dihapus o.o jangan dong! Wkwk belajar yang rajin yaa!
Udah update! RinXLen shipper forever! w)9
.
Kurotori Rei
Baca aja terus! X3
Wkwk yang menghalangi Miku pasti ditubruk kok! XD
Udah update!
.
Minamika Runa
CIEE CIEE YANG DUET CIEEH *niceritanyaikutan*
Banyak yang penasaran yaa~ baca aja terus! XD
Udah update!
.
rifka
Aih, makasih dibilang seru! /
Baca aja terus! X3
Thor? Thor yang palu itu? XD wkwk
Udah lanjut!
.
Furika Himayuki
Otaku mantan singer-_- keren banget namanya~
Baca aja terus kalo penasaran! XD
Udah update!
.
Review please! w
