My baka Hime
By.
airi shirayuki
Chapter 2 : Twins Bodyguard
.
"Hatsune-senpai, bagaimana dengan berkas ini?" Tanya pengurus seksi kesehatan, Yuuma.
"Kau sudah membuat catatannya? Kalau sudah taruh di mejaku, akan kuperiksa lagi." Jawab gadis berambut teal, Miku.
"Wakil ketua, kepsek meminta laporan bulan ini?" Kata pengurus bidang kesenian.
"Ya, ini berikan ke kepsek sekarang!"
"Hatsune-san, proposal yang kemarin masih belum ke-"
"AHHHHH! Mou! Dimana Bakaito sih?!"
My Baka Hime
by.
airi shirayuki
"Aku lelah sekali...! Hrr! Di saat sibuk-sibuknya begini dia malah kabur! Dasar..." Miku meletakkan kepalanya di atas meja. Rasa lelah mengguyur gadis manis itu. Seketikanya, angin yang berhembus lembut dari jendela membawanya ke alam mimpi. Tertidur pulas di ruang OSIS sendirian karena anggota lain sudah pergi semua.
GRAAAKKK
"Haaahhh...aku tak percaya, kenapa aku bisa ketiduran di atas pohon begitu..." Kaito masuk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tapi garukan itu berhenti setelah ia melihat Miku yang tertangkap basah tidur dengan pulasnya. kaito berjalan perlahan ke meja Miku dan menatap wajah Miku. Sesaat muncul rona merah kecil di pipinya. Tangan Kaito semakin mendekati Miku, kemudian...
PAAAKKK
"ITTAAAIII! Siapa yang ganggu tidurku?!" Teriak Miku mengerang kesakitan. Yap, Kaito memukul kepala Miku. Miku langsung menatap tajam kaito yang tertawa di depannya.
"Apa maksudmu?! Jangan tertawa, bakaito!" Miku menggembungkan pipinya marah.
"Hahahahaha! Nggak..hihi...mukamu lucu...bwahahaha!" Saking kesalnya dengan tertawanya Kaito secara 'sengaja' Miku menggunakan teknik bela dirinya ke Kaito.
BUAAGGHHH!
"Ugh! Ku..kuat se..kali..." Kaito memegangi perutnya meringis kesakitan sementara Miku berkacak pinggang layaknya bos.
"Kamu darimana saja hah?! Kau suka melihat aku yang menggantikan pekerjaanmu itu, haahh?!" Oke, Miku jadi OOC di sini -_-'. Miku langsung mengambil tasnya dan keluar ruangan, meninggalkan Kaito yang masih dalam derita(?).
.
"Dasar...BAKAito!"
"Miku...baka-onna...ittai..."
.
Di gerbang sekolah...
Miku yang berjalan keluar dari sekolah melihat dua anak kecil yang berdiri di sisi tembok gerbang.
'Siapa mereka?' Pikir Miku. Lalu, ia menghampiri dua anak kecil itu.
"Ano...kalian sedang apa di sini? Cari siapa? Kalian tersesat ya?" Tanya Miku pada salah satu dari dua anak kecil di gerbang. Seorang gadis berambut pendek honey-blonde berpita putih menoleh ke arah Miku. Begitu juga dengan satunya, bocah pendek yang hampir mirip dengan gadis itu. Sepertinya mereka kembar.
"Dimana ibu kalian?" Twitch! Di dahi bocah itu muncul urat.
"Oi, big sister! We're not a kid! You know that!?" OMG, the languange has changed! But, keep calm and remember, Miku is multi-talent and smart girl (Ai: Bahasanya beneran berubah-_-').
"Hei, where's you're mom? It's almost dark in here, maybe I can search your parents or your cousin?" Miku menundukkan kepalanya dan memajukannya mendekati anak kembar itu.
"Hrr, I said we are not a kid! Yo-" Tiba-tiba gadis kecil itu tersentak kaget melihat Miku. Kembarannya beserta Miku bingung.
"What's wrong? Are you okay?" Tanya Miku lagi.
"Y..you..re...the princess..." Bocah yang satunya tersentak kaget juga. Matanya membulat. Miku masih bingung dengan perkataan gadis di depannya. Tiba-tiba tangan Miku dipegang oleh bocah satunya.
"Wh..what?"
"Hime..."
"Eh, hime? Kau bisa bahasa Jepang?!" Bocah itu menarik paksa Miku. Miku ingin melepaskan cengkaman itu, tapi terlalu erat.
"Lepaskan! Tolong lepaskan! Hei bocah, kau dengar tidak?! Hei!" Miku berusaha melepaskan cengkraman itu berulang kali karena nampaknya tangan Miku mulai lecet. Mata Miku membulat saat ia melihat kedua mata dari anak kembar itu. Sangat berbeda dengan yang tadi! Begitu tajam dan menakutkan. Bahkan Miku hampir tidak bisa bergerak karena mata itu. "Hime, cepat ikut kami sekarang juga." Kata salah satu anak kembar itu. terdengar nada mengancam dari perkataannya. Sepintas Miku merasa takut, tapi ia tetap berusaha melepaskan diri dari cengkraman itu.
"Kubilang lepaskan!"
PLAAAKKK! Miku dan anak kembar itu menoleh ke arah orang yang melepaskan cengkraman bocah tadi.
"Kalau dia bilang lepaskan ya lepaskan, hei bocah" Kata Kaito tenang. Miku langsung berlari ke belakang Kaito sambil memegang tangannya yang lecet berat.
"kamu gak apa-apa, Miku?" Miku mengangguk pelan.
"Oi big brother, who are you?"
"I am a president of student council in this school. Who are you anyway?" Bocah itu mendecih, tapi gadis honey-blonde terpaku melihat Kaito.
"You...your aura...is blue!" Kata-kata gadis itu membuat Kaito bingung.
"What are you talking about? By the way, we have some work to do so, excuse us." Kaito menarik tangan Miku dan berjalan cepat meninggalkan anak kembar aneh tadi.
.
Setelah cuku jauh, mereka berhenti.
"Berhenti Kaito, berhenti! tanganku tambah sakit!" Miku melepaskan genggaman Kaito, lalu mengusap-usap tangannya yang semakin memerah.
"Ah, maaf. Sepertinya tanganmu perllu diobati..apa yang terjadi, Miku?"
"Aku tak tahu mereka siapa dan saat bocah itu mencengkramku rasanya itu bukan cengkraman biasa. Lebih sakit, tanganku sampai lecet begini. Juga tatapannya membuatku takut..." Kata Miku sedih.
"Dan lebih anehnya lagi gadis honey-blonde itu, dia menyebutku putri! kau juga disebut auramu biru kan? Apa maksudnya?" Omel Miku.
Sementara Miku mengomel, Kaito mengeluarkan sesuatu.
"Ya..ya...cukup omelanmu, sekarang duduk di bangku itu, akan kuobati kau!" Miku menaikkan sebelah alisnya dan menuruti kata-kata Kaito. Setelah ia duduk, kaito mulai mengobati tangannya.
"Jadi ini ya isi tasmu? Kukira kau cuma bawa buku dan es krim"
"Mana mungkin aku bawa es krim, leleh dong! Baka"
"Siapa yang baka?! Bakaito!"
"Oi, jangan gerak-gerak dong!" Akhirnya Miku diam sambil menggembungkan pipinya.
PLOK! Kaito memukul pelan tangan Miku dan membuat pemilik tangan itu mengerang.
"Yak, selesai!"
"Iya..tapi jangan dipukul dong, Bakaito!" Kaito tertawa kecil.
"Iya..iya..gomen" Kata Kaito sembari menepuk pelan kepala Miku. Semburat kecil muncul di pipi Miku. Ia mengangkat pelan kepalanya dan bertatap muka dengan Kaito yang tersenyum lembut. Rasa hangat menjalar di hatinya. Ada sedikit rasa yang menggetarkan jantungnya untuk memompa lebih cepat.
"Ayo kita pulang! Kuantar kau" Kaito meraih tasnya.
"I..iya..." Mereka berdua berjalan meninggalkan taman yang barusan mereka singgahi sementara.
.
Di bawah langit berbintang ini, bisakah ia mencari rasa hangat tadi di dalam kamusnya?. Sekarang Miku dalam keadaan bahaya dan insting lelaki Kaito pun berfungsi untuk menjaga rivalnya -atu bisa dibilang 'teman spesialnya'- dari anak kembar tadi.
-To Be Continued-
Ai : Gomen kalo ai update lama banget sampe dikira hiatus sementara m(_ _)m. Hasil UNAS dah keluar dan jujur kalo ngelihat hasilnya ai nangis. Doain aja tpnya turun biara ai bisa masuk SMA negeri ya...
Sekarang bales review! ^_^
.
Wa~ gomen kalo Ai maksa buat review, padahal Ai setengah bercanda -_-'. Btw, thanks for your review! Ni udah update!
.
vermiehans
Ya, ni udah lanjut :3. Ai gak tahu ini panjang atau tidak *ditendang*.
Udah update!
.
Ceciliananda
Nih udah update! :D
.
Kireichan Kawaii
Ai gak tahu, bisa update kilat gak ya~?
.
Nisa Piko
Ya!Ya!Ini update! Jangan bunuh Ai! Jangan dong~!
Ai gak akan men-discontinued kok! karena jumlah reviewnya lumayan~ ^_^
Udah update~
.
Yuzumi Suzu'o
Udah update! ((\(^0^)/))
.
Aprian.
Ini update~! Yeay!
Ai tidak bisa menjanjikan update kilat lho!
.
Nuchanegi
Sudah update~ gomen kalo lama~
Eh, bagus? Gak nyangka lho dibilang bagus, makasih!
Thanks for review! ^_^
.
Mavis Heartfilia
Iyaaa! Ai sengaja buat Miku tsundere! Soalnya Ai baca fic tentang Miku x Kaito yang rata-rata Miku manis dan lembut jadi Ai buat beda di sini .^
Sudah update!
.
Ai : Ai minta maaf untuk chapter ini, mungkin banyak typo karena suatu alasan yang penting sekali bagi Ai. Jaa!
review, please! :3
