My baka Hime

By.

airi shirayuki


Ai : Balik lagi sama Ai *lambai-lambai*. Oke, Ai tau kalau Ai lambat banget updatenya karena Ai sibuk milih SMA yang pantes buat Ai, dengan nilai Ai yang segitu jadi bingung milih sekolah apa XD.

Lilia : Ai-sama, banyak reader yang menunggu~

Ai : Ah, Lili-chan! Ngapain kamu di sini? Mana kembaranmu? Sudah kubilang jangan bantuin aku di fic yang ini?

Lilia : Eee~ tapi aku kan OCnya Ai-sama, jadi aku akan selalu membantu Ai-sama, kalau Yuuri-chan sih...aku tak tau dimana...

Ai : Ouh, perhatian sekali kamu~, kamu memang OCku yang terbaik. Yak, langsung saja! Chapter ini lebih panjang dari yang biasanya~. Lili-chan, bacakan ya!

Lilia : Baik, Ai-sama!


DISCLAIMER

Vocaloid bukan punya Ai!

.

WARNING

Jangan salahkan author dkk. jika ada efek samping! *dihajar*

.

PAIRING

Miku x kaito

.

ENJOY!


Chapter 3 : Ai Kotoba

.

"Ittekimasu!"

"Itterashai, Miku-chan!" Miku membuka pagar rumahnya dan terkejut.

"Ohayou..!" Miku langsung berkacak pinggang melihat orang yang bersandar di dinding pagar rumahnya.

"Apa yang kau lakukan di sini, kaito?"

"Jelas berangkat sekolah." Lalu Kaito berjalan membelakangi Miku. Miku langsung mengikutinya.

"Kau cemas dengan yang kemarin ya? Aku tidak perlu dijaga, aku bisa jaga diri kok!"

"Sungguhan? Tapi siapa yang kemarin menyelamatkanmu~? Haah?" Ouh, itu kata-kata pamungkas untuk membuat Miku terdiam sambil mendengus kesal.

"Sudahlah, mulai hari ini kau jangan jauh-jauh dariku, ini perintah dari 'ketua OSIS', mengerti?" Miku hanya menggembungkan pipinya.

"Terserah!" Kaito tersenyum menang sementara Miku hanya pasrah menerima pahitnya kehidupan(?). Akhirnya mereka berdua berangkat ke sekolah bersama yang ujung-ujungnya mengundang kontroversia tentang hubungan mereka.

.

"Hei! Hei! Lihat itu! Hatsune-senpai jalan bareng Shion-senpai!"

"yang beneran?! Bukannya mereka gak pernah akur ya?"

"Jangan-jangan mereka jadian?!"

"Gak mungkin! Aku patah hati!"

"Wasweswos" Bagus, mereka sekarang jadi hot topic. Miku yang mendengar desas-desus itu jadi risih.

"Nee Kaito, sudah kuduga jadi begini akhirnya.." Bisik Miku.

"Biarkan saja mereka." kaito tetap berjalan santai, cuek dengan keadaan sekita. Miku hanya menghela napas berat.

.


.

Miku memasuki kelasnya, 2-B. Semua mata memperhatikannya, sementara Miku hanya bisa pasrah sambil menduduki bangkunya. Tiba-tiba 2 gadis menghampiri Miku.

"Yaaa selamat pagi, gadis yang jadi hot topic se-sekolah~!" Miku langsung cemberut dan menengadah ke atas.

"Apa maumu, Miki? IA?"

"Eeeh...jangan marah dong! Kami cuma mau tanya kok! Soal kamu berangkat bareng ketua OSIS kita~. Kami tahu kalau kalian sangat tidak akur dan kalian sudaah dikenal dengan sebutan rival, tapi apa yang membuat kalian berdua berangkat bareng?"

"Iya, betul! Beritahu kami!" IA menambahi. Miku menggaruk pipinya yang tidak gatal.

"Ceritanya panjang..." Jawaban yang simple, Miku.

"Eeeh...yang bener dong!"

"Aku beneran!" Sementara Miku yang masih berduet(?) dengan kedua temannya, di kelas 2-A juga bernasib sama. yap, kaito dihujani seribu pertanyaan oleh teman-temannya. Susah ya jadi orang terkenal.

.


.

GREEEKKK...Pintu ruang OSIS terbuka.

"Konnichiwa, minna" Sapa Miku ke semua yang ada di ruang OSIS.

"Konnichiwa, Miku~" Sapa Kaito tiba-tiba. Miku yang melirik Kaito langsung berjalan pelan ke mejanya dengan menjawab, "konnichiwa, kepalamu habis terbentur ya?" Kaito menopang dagunya sambil tetap fokus ke kerjaannya.

"Apa negi yang selalu kau makan sudah mulai meracunimu?" Goda Kaito.

"Apa kau bilang? Negi itu sehat tau!" Gara-gara perkataan Kaito, Miku mulai naik darah.

"Apa yang membuat daun bawang begitu enak dimulutmu? Kupikir lebih enak es krim"

"Jaga sopan santunmu itu tuan!"

"Siapa yang lebih tidak sopan di sini? Kau selalu hampir menghancurkan mejamu tiap hari" Keadaan mulai panas!. Miku saat ini sudah mendidih, sementara kaito masih santai saja.

"Kamu juga! Setiap hari hampir menghancurkan pintu ruangan ini! Lihat pintu, sudah bobrok!"

"Tapi kamu juga sering membanting pintu itu, kan?"

"Aku tidak membantingnya! Aku hanya membuka seperti biasa!"

"Berarti kekuatanmu kayak monster ya? Monster negi~ aku takut~!"

"Kyaaaaa! Kau mau kubanting haa?!"

"Oh tidak! Aku mau dibanting monster negi~ tolong aku~!" Miku dan Kaito masih berdebat. Para pengurus OSIS yang ada di dalam ruangan cuma geleng-geleng melihat mereka.

"Mereka mulai lagi..."

"Apa tak apa membiarkan mereka? Ruangan ini bisa hancur seperti minggu lalu!"

"Biarkan saja pasangan itu, kalau rusak tinggal minta ganti ke sekolah..."

"Kau tenang sekali ya..." Siang itu, di ruang OSIS, telah terjadi badai~ *BGM*. Setelah itu, Ruang OSIS benar-benar setengah hancur

.

"Selalu kalian berdua! Seharusnya dengan kedudukan kalian sebagai ketua dan wakil ketua harus saling membantu dan memberi contoh! Kenapa kalian selalu membuat sekolah ini bangkrut?!" Omel pak kepsek sambil nangis bombay.

"iya pak, maafkan kami~ kami tak akan menghancurkan ruang OSIS lagi..."

"Kalian itu benar-benar! kgfiyqPE!^$&$%* y*&!$&!" Sekarang Pak kepsek sedang memberikan kuliah tambahan(?) kepada Miku dan Kaito di ruang kepsek. Pasangan ini benar-benar dihajar oleh kepsek dan wakilnya. Mau bagaimana lagi, mereka berdua harus pasrah dengan amukan kepsek yang notabene adalah mantan jenderal AU (Ai : 0.0 WTH?!).

.

"Maafkan kami berdua dan kami permisi..." GRAK! Mereka berdua langsung menghela napas berat dan terdiam sambil berjalan. Tidak lama kemudian, mereka berdua tertawa lepas.

"Kau lihat muka pak kepsek tadi? Sungguh, daritadi aku nahan ketawa! Hahaha!" Kata Kaito diselingin tawanya.

"Ah, aku setuju! Sayang aku tidk memotretnya! Itu pasti tampak bagus di buku tahunan! Hihihihihi!" Di sepanjang perjalanan mereka berdua membicarakan kuliah dadakan kepsek tadi sambil tertawa, dan jika ada yang melihat mereka berdua, pasti akan bilang 'pasangan yang serasi'. Tidak seperti pasangan yang tadi menghancurkan ruangan OSIS (Miku+Kaito : *ngejar author*).

.

"Kaichou, pekan budaya 3 minggu lagi sudah ditetapkan!" Kata salah satu pengururs OSIS menghampiri Miku dan Kaito yang barusan sampai ruangan OSIS.

"?"

"Tadi kepsek menetapkan kalau tema pekan budaya nanti adalah 'Kingdom'!" Miku dan Kaito bingung.

"kapan kepsek bilang? Perasaan kita baru dari kuliahannya deh..."

"Sejak kalian dikuliahi"

'Kepsek ajaib...' Pikir Miku dan Kaito. Alhasil, OSIS juga akan ikut serta dalam kostum tapi mereka tetap jadi panitianya.

"Eeeh...aku kan gak punyya kostum~" Kata Miku sedih.

"Tenang fukutaichou, kami yang menyiapkan kostum untuk semua pengurus!"

"hebat banget!" Miku pun terkagum-kagum. Dan urusan pekan budaya ini membuat Miku dan Kaito melupakan anak kembar aneh kemarin.

.


.

3 minggu kemudian...

3 minggu berlalu sejak kejadian itu dan tak ada tanda-tanda dari anak kembar aneh itu. Sekarang sekolah Miku mengadakan pekan budaya yang bertemakan 'Kingdom' alias kerajaan dan sekarang Miku dan Kaito sedang memakai kostum buatan anak buahnya a.k.a pengurus OSIS.

"kau yakin ini pas buatku?" Tanya Miku sambil membawa gaun untuknya.

"Cobalah dulu! Aku yakin 99% pas!"

"tapi...aku lebih senang warna teal daripada ini..." Miku langsung didorong oleh dua pengurus cewek ke toilet.

"tenang saja! Yang penting pakai! Ini seragam untuk OSIS kok!" Dengan terpaksa Miku masuk dan mengganti seragamnya dengan gaun pemberian anak buahnya. Anak buahnya langsung tersenyum lebar sambil cekikikan.

"rencana kita berjalan mulus~"

Sementara itu di lain sisi, Kaito juga dipaksa oleh pengurus cowok memakai pakaian yang dibuat khusus untuknya. Tentunya ada udang di balik batu.

.

Beberapa menit kemudian...

"Uwaaa! Aku sudah menduganya! kau memang pantas mengenakan gaun itu!" Sambut salah satu pengurus setelah Miku keluar dari toilet.

"A..apa benar...?" Dua-duanya mengangguk mantap. Miku pun mengangkat alisnya tidak yakin, lalu ia melihat ke cermin. Sepertinya benar apa yang dikatakan kedua temannya. Gaun itu cocok dengannya. gaun berwarna hitam elegan dengan atasan se-dada dampai mata kakinya dan aksen pita warna putih di setiap sisinya. Juga dengan tambahan lengan mengembang panjang yang tidak menyambung dengan gaunnya beraksen renda dan beberapa aksesoris seperti pita hitam yang mengindahkan twin tailnya dan high-heels hitam yang menawan. Miku tampak sangat manis, bak seorang putri sungguhan.

"Hatsune-senpai, kau terlihat benar-benar seperti putri!" Pipi Miku merona, lalu ia tersenyum manis.

"terima kasih..!"

"Ayo, sekarang kita meriahkan pekan budaya ini~!" Seru salah satu cewek.

"Tapi, bagaimana dengan kalian? Gaun kalian?" Tanya Miku. Mereka berhenti dan menepuk dahinya.

"Ups! Kita lupa pada diri sendiri! Kita lebih mementingkan rencana itu ketimbang diri sendiri!"

"Rencana apa?"

"Ah, bukan apa-apa kok, Hatsune-sempai! Oi, ayo kita ganti baju!"

"Oke!" Miku pun curiga.

.

Sementara itu...

"kaito, aku iri denganmu...kenapa kau bisa seperti pangeran saat mengenakan kostum itu!? Setidaknya berikan aku tinggimu!" rengek salah satu pengurus cowok. Kaito sweatdrop. mau bagaimana lagi, benar apa yang dikatakan temannya, baju itu pas dengannya. Baju pangeran (modelnya kayak baju militer AU di 7-ghost kalo ada yang tahu/ Kaito : -_-). Warna hitam dengan sisi berwarna emas. Itu akan membuat semua wanita tergila-gila melihatnya.

"Kamu tahu Kaito?"

"Apa?"

"Hatsune-san juga pakai lho! Gaun. Pasti cantik! Aku ingin melihatnya~" Miku juga pakai? Entah kenapa Kaito penasaran. Apakah Miku pakai kostum negi bergaun(?) atau pakai parfum negi(?). Setelah itu, mereka keluar dari toilet dan berjalan ke ruang OSIS, disambung teriakan para gadis di lorong. Kondisi yang sama juga terjadi, para lelaki berteriak histeris di lorong karena ada sekelebat bayangan hitam *dihajar*, itu Miku. Kaito dan Miku sukses membuat semua orang di lorong pingsan berjamaah *panggil 100 ambulan*. Dan mereka berdua bertemu di depan ruang OSIS. Mereka begitu kaget melihat satu sama lain. Rona merah sudah mengeksiskan diri di kedua pipi mereka.

"Miku..?"

"Kaito!" Mereka saling pandang. Diam dalan keramaian lorong sekolah yang sekarang disinari flashlight kamera.

"Kau...terlihat hebat..."

"K..kau juga..." Mereka berdua tampak canggung sementara para pengurus tadi bersorak-ria karena rencana mereka berhasil yaitu, membuat mereka terkagum-kagum satu sama lain. Keadaan lorong sekolah di sekitar ruang OSIS makin menjadi.

"Ng...lebih baik kita masuk ruangan..."

"K..kau benar..." Akhirnya mereka berdua membuka pintu ruangan OSIS untuk menenangkan diri, tapi hasilnya tidak sesuai dengan pikiran mereka. Para pengurus OSIS yang sudah berkostum di ruangan ternganga melihat mereka berdua. Sedetik kemudian semua bersorak.

"Kyaaa! Memang pas!"

"Ketua, wakil ketua, kalian serasi sekali!" Betapa terkejutnya Miku dan Kaito.

'Tunggu, reaksi mereka tidak dengan yang kuduga, lagipula kenapa hanya aku dan Kaito saja yang berwarna hitam sementara yang lain putih, apa yang dibicarakan semua? Rencana? Saat itu mereka bilang rencana, berarti...serasi...rencana...pas sekali...ah! Ini!?' Miku langsung mengepalkan tangannya dan mengeluarkan dark aura. Kaito kaget dan bingung dengan dark aura yang keluar tiba-tiba.

"Jadi ini rencana kalian selama ini...aku baru sadar, ternyata kalian ya..." Semua pengurus langsung bergidik ngeri. kaito yang baru sadar kata-kata Miku langsung ikut dark aura, matanya berubah tajam.

"Ah, sialan! Kita tertangkap! Mati kita jika mereka dalam mode itu! Semua berlindung!" para pengurus langsung mencari tempat amanuntuk menyelamatkan jiwa mereka. Duo monster ini sangat berbahaya jika mengamuk. Pernah saat itu mereka mengamuk karena dikerjai oleh beberapa kakak kelas dan hasilnya...kuliah kepsek.

"Ba..baju kalian berbeda dari k..kami karena kalian pemimpinnya..." Ooh, nice! Itu alasan yang bagus! Kau bisa menyelamatkan semuanya dengan alasan itu. tapi tetap saja, kaito sudah menyiapkan pedang colongan anak terong yang tepar di pojokan sementara Miku sudah membawa negi stuff simpanannya.

"mati kita!" Benar-benar tak ada jalan lagi. tapi ada secuil cahaya yang menyelamatkan mereka dari maut.

"Ehm...perhatian semua, diberitahukan kepada ketua dan wakil OSIS untuk segera ke kantor~ terima kasih." hening...sedetik kemudian Kaito membuang pedang colongannya dan Miku menyimpan negi stuffnya, lalu mereka pergi.

"Terima kasih pak kepsek! Kau memang yang terbaik!" Sorak para pengurus. Tidak tahu kalau kepsek langsung bersin.

.

"Permisi, apakah anda memanggil kami, pak?" Miku dan Kaito masuk ke ruang kepsek. Kepsek langsung menoleh.

"Ah iya...benar sekali, oh! Apakah kalian bermain raja dan ratu~?"

"Yang bener dong pak!" Seru Miku. Ia tidak suka orang yang sedang bercanda di saat serius.

"Ah, maaf..maaf..., aku memanggil kalian ke sini hanya ingin menyampaikan sesuatu, selama pekan budaya akan diadakan polling. yang pertama polling pangeran sekolah, yang kedua adalah putri sekolah, hanya itu. Beritakan ini ke radio dan koran sekolah! Udah, perhi sana!" Setelah diusir dari ruang kepsek mereka langsung pergi ke ruang koran sekolah sambil sweatdrop.

'Kejam banget kepseknya, ngusir kita...'

.

GREEEKKK...Semua yang berada di ruang koran menoleh.

"Permisi, kami dari OSIS ingin memberita-" Tiba-tiba mereka diserbu oleh para siswa koran (Ai: Siswa yang terbuat dari koran *dikeroyok*).

"Kyaaa! Ini mereka! Kita tidak perlu repot-repot mencari mereka! Nah, ketua dan wakilnya silahkan duduk dulu~"

"E-eh?! Ti-tidak, kami cuma ma-" Mereka berdua didorong oleh salah satu anggota klub koran ke tempat duduk.

"Kalian mau minum apa, Hime? Ooji? Teh, Sirup, atau-"

"Ti-tidak usah repot-repot!" Kata Miku dan Kaito bebarengan.

"Kalian sangat membuat heboh! Kalian datang ke sini karena ingin diwawancarai ya~? Baiklah! Baiklah! BAIKLAH!"

"KAMI BUKAN MAU WAWANCARA!" *Capslock jebol* Miku dan Kaito sewot gara-gara klub koran yang terkenal gaje dan ajaib anggotanya.

"Begitukah? Kalau begitu ngapain kalian ke sini?"

"MAKANYA DIAM DULU NAPA!?" Miku dan Kaito ngos-ngosan. Hebat banget klub koran, membuat pasangan pemegang kekuasaan sekolah ini depresi berat.

"Baik! Ada apa?" Tanya ketua klub koran, CUL.

"Kami cuma mau menyampaikan berita dari kepsek kalau tolong buatkan artikel tentang polling yang diadakan"

"Polling? Polling apaan?" Sang jurnalis langsung mengambil catatannya dan menulis huruf singkatan para jurnalis (ada sendiri).

"Polling selama pekan budaya ini. Yang pertama polling untuk pangeran sekolah, yang kedua putri sekolah. Polling mulai dari hari pertama dan akan diumumkan saat puncak acara. Tolong tulis itu!" Jelas Kaito. Semuanya langsung mengangguk paham.

"Begitu ya...polling...menarik sekali! Ini akan jadi berita besar! Terima kasih, Ooji dan hime!" Miku dan Kaito sweatdrop.

"Sekarang kalian mau diwawancarai? Hah? Haa? HAAAH?!"

"Tidak, itu saja. Kami permisi!" Miku dan Kaito langsung ngacir keluar, berharap tidak bertemu dengan klub gaje itu lagi.

"Capeknyaa...kita belum ke klub radio lho..." kata Miku menghela napas. Dia sekarang agak risih dengan kostumnya. Begitu juga dengan Kaito.

"HUAAAHHH! Ini menyebalkan!"

.

GRAAAKKK...Semua siswa di ruangan radio langsung menoleh.

"permisi, kami dari OSIS ingin menyampa-"

"Apa? Menyampah?! Kalian ingin menyampah di klub kami?!"

"Bukan begitu!"

"ketua, mereka pasangan penguasa dari OSIS! terpaksa kita har- ittaii!" Kepala salah satu anggota dipukul oleh perempuan berambut ungu ke-pinkan panjang.

'"Maafkan anggota kami yang bodoh, kalian pasti dari OSIS ya? Ada apa?" Tanya perempuan itu.

"Ah, kami ingin bertemu ketua klub radio"

"Oh, maafkan aku. Aku ketua klub radio ini, namaku Yuzuki Yukari dari kelas 3-A. Salam kenal. Ada perlu apa sampai ketua dan wakilnya langsung datang ke sini?" Miku dan Kaito lega karena ketua klub ini bukan orang gaje seperti di klub koran yang keponya selangit.

"Sebenarnya kami..." Karena authornya malas ngetik jadi langsung skip *dilindes*.

.


"Akhirnya..." Kaito meregangkan tangannya.

"Iya, tapi...bukannya sebentar lagi kamu buka acara pekan budaya ya?" Kaito langsung freeze.

"Ah sialan! Aku hampir lupa itu!" kaito langsung berlari.

"Berjuanglah~"

"Kamu juga ikut, Miku!" Mulut Miku langsung membentuk angka 3, lalu ia juga ikut berlari mengikuti Kaito.

.

"Dengan begini, festival pekan budaya SMA Crypton Future ke-15 resmi dibuka!" Seru kaito selaku Ketua OSIS mewakili kepsek -yang tidak bisa hadir karena kena santet(?)- di podium. Didampingi Miku selaku wakil ketua OSIS di belakangnya.

"YEAAAHHH!" Sorak seluruh siswa menggema di ruang auditorium. pekan budaya resmi dibuka. Kegiatan 3 hari itu diselingi dengan kejadian tak terduga nantiny! Apa yang akan terjadi?

~To Be Continued~


Ai : Hyaa~ sesuai keinginan readers, Ai telah memanjangkan fic! Tapi maaf kalo kepanjangan atau kependekan *lho?*. Gomen kalo ada typo yang bertebaran, Ai bingung ngetik! Nah, sekarang bales review!

.


nuchanegi

Iyaaa, udah update~!

Makasih udah review!

.


sonedinda

Waah...makasih udah dibilang bagus! Ai seneng banget!

Sudah update! Gomen lama

Makasih udah review!

.


XxMinokaXHeartfiliaxX

Iya, Ai suka Miku yang tsundere! .

Sudah update! 0.0

Makasih reviewnya~

.


Aika Licht Youichi

Yap, seperti begitu kalo Ai gak lupa konsep ceritanya *dibakar* Maksih dibilang bagus!

Sudah update n thanks for review!

.


Philippe de Akamura

O ya? Ai gak sadar lho!

Sudah update n thanks for review and follow~

.


xkagaminex

Iya, Ai juga penasaran *lho?*. Len sama Rin umurnya masih tanda tanya (Rin+Len: *nginjek author, ambil roadroller, giles author) Huwee, kejamnya!

Sdah update n thanks for review!

.


CoreFiraga

Uwaah...makasih dibilang menarik!

Sudah update n thanks for review!

.


Yuzumi Suzu'o

Sudah update n thanks for review~!

.


Nisa Piko

Iyaaaaaaaaaa *nangis negi(?)*

Soalnya di ceritanya Len dan Rin dari luar negeri jadi begitulah!

Ai gak akan naikin bbm kok!(?) salah, naikin rate kok! tenang aja!

Ni udah update dan sudah diperpanjang~~~~~~~~~~~~~~~

Thanks for review!

.


Judul chapter ini adalah 'Ai Kotoba' yang artinya Love Words. Eits, Ai gak sembarangan ngasih judul lho~

O ya, Ai punya pertanyaan untuk readers sekalian! terserah mau jawab atau gak, pertanyaannya :

"Menurut kalian bagian mana yang merupakan 'Love Words'?"

Readers bisa memberi pendapat jawaban di review~

So, review please?