My Baka Hime

By.

Airi shirayuki


.

DISCLAIMER

VOCALOID bukan punyaku!

.

RATE

K+

.

Miku x Kaito

.

Enjoy!


Chapter 4 : Culture Festival 1


.

.

Crypton Future High School, sekolah elite yang terkenal dengan acara-acara yang diadakan selalu unik. Tahun ini, Crypton High mengadakan festival pekan budaya yang ke-15 dengan tema 'kingdom' yang pastinya akan bernuansa istana elite dan ber-dress code 'king, queen, prince, dan princess'. Tahun ini, ada yang membuat kepopuleran Crypton naik yaitu, OSIS.

OSIS tahun ini terdiri dari para anggota yang menarik dan ajaib juga super. Maaf, kata super ini diberikan untuk ketua dan wakilnya. Ketua OSIS Crypton atau yang dipanggil Kaito Shion, murid multi-talenta yang dipandang bijak oleh sekolah juga selalu merebut hati semua gadis yang memandangnya. Menjadi salah satu tonggak penopang kepopuleran sekolah. Lalu, wakil ketua OSIS atau dipanggil Hatsune Miku. Murid multi-talenta kedua di sekolah yang mempunyai julukan 'Ratu sekolah'. Juga dianggap sebagai tonggak penopang kepopuleran sekolah setelah Kaito.

Kehadirannya selalu membuat orang spot jantung (bagi laki-laki) dan senang (bagi perempuan). Ramah, baik, pintar, dan cantik dimata semua. Tapi, adakah yang tidak tahu tentang hubungan keduanya? Pasti satu sekolah hampir semua tahu tentang hubungan mereka. Yap, sangat tidak akur. Mereka menganggap satu sama lain sebagai rival. Mereka berdua juga tahu sifat asli masing-masing. Sampai dengan lantangnya mereka terbiasa memanggil satu sama lain dengan nama kecil mereka. Tapi, apakah hubungan rival itu terus berlanjut setelah mereka berada di 'trap' para pengurus saat pekan budaya? Inilah ceritanya...

.

.

.


"Masuklah ke klub film! Sebentar lagi ada pemutaran film!"

"Selamat datang di miniatur istana abad XI! Kami akan memandu kalian melihat indahnya suasana istana!"

"Silakan lihat peradaban istana dengan diabadikannya lewat foto-foto luar biasa!"

"Blablablabloblobloblebleble" Pekan budaya Crypton telah dibuka dan para pendatang seperti semut merubuti sesuatu. Tokoh utama kita, maksudnya pasangan super kita, Miku dan Kaito sedang memandangi keadaan festival di bawah depan sekolah. Yap, mereka di atap sekolah, mengintai keadaan sekitar.

"Ah, tahun ini sepertinya sukses lagi ya..." Miku masih memandangi bawah.

"Yaaa, namanya juga Crypton, pasti selalu sukses..." Kata Kaito yang sedang menyandarkan punggungnya di pembatas pinggir atap. Kaito melirik jam tangannya dan mengangkat alisnya.

"Sepertinya waktunya kita bekerja lagi, ayo Miku!" Miku mengangguk, lalu mereka meninggalkan atap sekolah. Sekarang mereka berpatroli dari atas sampai bawah, kemudian nantinya lapor ke kepsek, dilanjutkan dengan membuka acara pertunjukkan di aula, dan sebagainya. Memang berat jadi ketua dan wakil OSIS.

.

.


"Eeeh...sepertinya banyak stand yang menarik ya~ aku pingin mengunjungi satu-satu..."

"Tidak bisa, Miku. Kita tidak punya waktu untuk itu, kita harus fokus kerja"

"Oh, jarang sekali kamu mementingkan pekerjaan...kamu sakit ya? Atau otakmu sudah beku gara-gara es krim kecintaanmu?"

"Jangan remehkan es krim, ketimbang kamu yang suka dengan daun bawang. Apa itu tidak aneh dilihatnya? Kalo bisa jadilah gadis yang normal."

"Heehh...aku tidak terbawa arusmu untuk yang kedua kalinya. Kau tidak tahu rasa spesial di dalam negi itu sih!"

"Aku masih normal, Miku."

"Apa maksudmu itu? Negi itu sehat ya, jangan salah kira! Daripada es krim, itu membuatku gendut!"

"Jadi kau sekarang menyalahkan es krim ya? Kau sangat berani sekali, Miku. Aku bisa saja serius lho..."

"Serius? Kau bisa serius? Hebat. Kau juga harus tahu, aku juga bisa serius."

"Hooh, begitu? Kita lihat saja, Miku" Miku dan Kaito yang sekarang sedang patroli sambil 'menyapu mata' mengeluarkan dark aura yang membuat orang-orang pada bergidik takut mendekat. Tiba-tiba...

GRAAANNGG!

"Kyaaa!" Miku dan Kaito kaget dan langsung menuju asal suara. Di kelas 2-3...

"Ta-tapi...itu sudah harga yang ditetapkan tu..tuan..."

"Haaah? Apa kau bilang? Harga ini terlalu mahal untuk makanan begini!"

"Hiii!" Miku dan Kaito sekarang berada di depan kelas 2-3, sebuah butler dan maid cafe. Terdapat para berandalan yang membuat keributan.

"Aah...para berandalan ya..." Miku dan Kaito masuk dan menghampiri.

"Permisi tuan-tuan, ada yang bisa kubantu?" Kata Kaito dengan sopan. Dia masih ingat bahwa sekarang ia sedang memerankan orang terhormat.

"Heeh? Aku menuntut, harga ini terlalu mahal untuk makanan ini!" Jawab salah satu berandalan.

"Maaf, tapi itu sudah ketetapan yang ada dan menurut kami harga ini sudah standarnya, tuan" Seling Miku. Ia juga ingat pada mannernya.

"Haaa? Itu tidak mungkin!"

"Ya, itu memang tidak mungkin, tapi ini mungkin saat kalian berada di Crypton." Para berandalan kehabisan kata-kata. Dan pasti kita tahu tentang berandalan, jika kalah dengan kata otot pun jadi. Berandalan itu berlari ke Kaito dan ingin menyerang.

"Wah..wah.., tampaknya tuan ini senang dengan main kasar ya..." Berandalan itu ingin mendaratkan tinjunya tapi tiba-tiba Kaito menghentikan tinju itu dengan tangannya dan dengan jurus bela diri yang ia ingat Kaito membanting berandalan itu dengan keras. Tiba-tiba salah satu berandalan ke belakang Miku dan mengunci tangan Miku.

"Aku telah merebut putrimu! Apa yang kau lakukan? Haaah!" Berandalan itu terlanjur senang tapi Kaito menghembuskan napasnya.

"Ya aku tahu itu, tapi maaf, kau salah orang" Perkataan Kaito membuat berandalan itu bingung. Tanpa ia ketahui tangan Miku sudah bebas dari kunciannya. Berandalan itu terkejut, lalu Miku membanting berandalan itu tanpa ampun.

"Hiii! Si-siapa kalian berdua?!" Para berandalan itu sekarang ketakutan.

"Aku wakil ketua OSIS, Hatsune Miku"

"Dan perkenalkan, aku ketua OSIS Crypton High, Kaito Shion" Semua berandalan itu terkejut.

"Bos, mereka pasangan yang dikatakan berbahaya itu bos! Bagaimana ini bos?!" Berandalan itu semakin takut karena melihat dark aura yang muncul di Miku dan Kaito.

"Lari! Lari!" Semua berandalan yang ada langsung lari tunggang langgang keluar.

"Terima kasih telah berkunjung, tuan-tuan!" Kata Miku sambil tersenyum. Tentu senyumannya menandakan 'dia iblis'!.

"Jadi...apa maksudmu salah orang, Kaito?" Miku melirik Kaito dengan tajam. Kaito langsung takut.

"E...etto...biar berandalan itu takut...sepertinya..hehe..." Sekarang di dahi Miku muncul perempatan.

"Kata-katamu itu selalu terlihat bermakna, bukan?! Cih, dasar...ayo kita kembali patroli!" Kata Miku sembari berbalik.

"A..ano...seito-kaichou...fukutaichou...terima kasih banyak!" Kata salah satu anak yang bertugas jadi butler.

"Ah, itu bukan apa-apa...lagipula ini tugas kami kok! Menertibkan kelangsungan acara!"

"Iyaaa...terima kasih juga buat kalian karena telah memikat banyak pengunjung~! Kami sangat terbantu~" Miku dan Kaito yang baru sadar banyak orang yang memerhatikan mereka langsung nge-freeze.

"..." Terdiam, hening. Tiba-tiba banyak tepuk tangan diberikan untuk pasangan monster ini. Miku dan Kaito masih nge-freeze.

"Sekali lagi terima kasih banyak, Shion-san, Hatsune-san! Kalau mau silakan makan di cafe kami, akan kami berikan gratis!"

"Ti-tidak usah...kami permisi...AYO MIKU!" Kaito yang panik langsung menarik tangan Miku (yang masih freeze) dan berlari sejauh angin akan berhenti(?). Orang-orang yang berada di sana cuma kedap-kedip aja.

.

.


Sekarang Miku dan Kaito sudah di tempat yang sejauh angin akan berhenti(?). Mereka sekarang lagi ngos-ngosan.

"Kaito...hosh...aku mau tanya..." Tanya Miku sambil ngos-ngosan.

"Apa..., Miku? Hosh..."

"Bukannya kamu...harus buka...acara di aula ya...?" Seketika itu Kaito membeku.

"Oh, sial! Kenapa gak bilang daritadi!? BakaMiku! Cepat!" Lagi-lagi Kaito menarik tangan Miku yang kelelahan.

"OOOHH! Kenapa pekerjaan ini menyebalkan?! Sial! Aku ingin me*******i, me*****h, me*****i kepsek!" Umpat Kaito selama berlari. Miku cuma sweatdrop mendengarnya.

"Ng...tapi kan...itu memang pekerjaan ketua OSIS? Lagian, ngapain aku juga dibawa?!"

"Kamu kan wakilnya! Wakil harus merasakan sebagian derita ketuanya!" Miku sweatdrop lagi.

"Apa-apaan teorimu itu?! Benar-benar tak berguna! Apa maksud 'derita' di teorimu?!"

"Sudah, diam aja kamu! Yang penting kita harus sampai ke aula secepat mungkin!" Mereka pun berlari dengan kecepatan 300 km/jam sejauh mata berkedip(?).

.

.


"Jadi, silahkan menyaksikan pertunjukkan persembahan dari sekolah kami~" Kaito mengakhiri pidatonya di aula.

"Kaito, selanjutnya di lapangan!" Teriak Miku. Kaito dan Miku langsung ngacir ke lapangan, tempat diadakannya lomba olahraga.


.

"Mari kita ciptakan olahraga yang sportif!" Kaito turun dari podium di tengah lapangan.

"Kaito!"

"Apa lagi?!" Miku langsung bermuka .'.

"Hehe...tenang aja, kita bisa istirahat sekarang~ sore nanti kita kerja lagi kok!" Kata Miku berhati-hati sambil nyengir gara-gara ngeliat muka Kaito yang sudah nge-dark. Kaito langsung menghela napas dan berjalan.

"Ya sudah, ayo kita kembali ke ruang osis..."

"Baiklah!" Akhirnya mereka berdua pun kembali ke ruang osis.

.


Sesampainya di ruang osis...

Kaito dan Miku kaget karena tak ada seorang pun di sana. Jelas saja, semua pengurus sedang sibuk, juga ruang osis di lantai paling atas dan paling pojok jadi jarang ada yang lewat. Kaito dan Miku menjatuhkan diri ke kursi masing-masing sambil menghela napas.

"Haaah...akhirnya istirahat jugaa~" Miku menempelkan sebelah pipinya ke meja. Ia melirik ke arah Kaito dan mengangkat alisnya.

"Apa yang kau lakukan?" Miku mengangkat kepalanya dari meja dan tetap menatap pria biru yang tengah duduk sambil membaca beberapa lembaran.

"Tidak, aku hanya mengecek status hari pertama ini. Aaah...capeknya hari ini...dan gadis negi di sebelahku hanya diam melihatku berpidato marathon...~" Miku merasa tersinggung. Kaito meletakkan lembaran itu di mejanya dan menyilakan tangannya di belakang kepalanya.

"Apa kau bilang? Aku juga sibuk ta-"

"Tenang..tenang...aku bercanda kok!" Kata Kaito sambil memejamkan matanya. Miku sadar, Kaito memang terlihat kelelahan. Lalu Miku bangkit dan berjalan ke arah belakang Kaito.

"Eh? Aku benar-benar bercanda! Jangan pukul aku!" Tiba-tiba Miku menepuk kepala Kaito pelan dan mengelus rambut Kaito lembut.

"O..otsukaresama..deshitai..." Kaito kaget dengan kelakuan Miku tiba-tiba. Semburat halus muncul di pipi Kaito dan Miku. Terdiam...tangan Miku tidak bergerak dari tempatnya berada. Kaito merasakan panas yang menjalar di wajahnya. Ia malu akan perlakuan Miku, tapi entah kenapa ia tidak ingin tangan yang berada di kepalanya saat ini pergi.

Setelah keheningan yang membuat canggung ini, beberapa detik kemudian Miku sadar apa yang diperbuatnya. Spontan Miku menarik tangannya dari kepala Miku, seketika itu juga Kaito yang tanpa sadar menangkap pergelangan tangan Miku.

"!"

"!" Tidak sengaja mereka saling bertatapan mata.

"Kaito..?"

"Miku..." Oke, sudah bisa ditebak, sekarang romance aura yang menyebar.

"Miku...aku..." Sayang sekali, sepertinya author mengubah scene ini dengan indahnya.

BRAKK!

"Kaichou, ini hasil voting gelombang pertamaaa!" Salah satu pengurus datang sambil mendobrak pintu ruangan. Otomatis Kaito melepaskan genggamannya begitu juga dengan Miku.

"? Kalian berdua ngapain? Maaf kalo mengganggu~"

"Tidak! Tidak! Kami sedang menyeleksi lembaran-lembaran ini kok!" Kata Kaito agak panik.

"I-iya! Kami sedang bekerja tadi!" Sambung Miku dengan paniknya.

"Begitukah? O ya, ini kotak hasil voting untuk sementaranya, kaichou!" Pengurus itu berjalan dan meletakkan sebuah kotak di meja Kaito.

"Terima kasih, Lui!"

"Yaa~ lagian, itu kan tugasku!" Kata si pengurus dengan wajah tak berdosa. Tidak sadar bahwa para penonton (para osis) yang bersembunyi di balik jendela depan sedang gigit dinding gara-gara romance scene batal. Author pun digebuki rame-rame.

.

.


Lambat laun langit berubah menjadi scarlet, festival hari pertama tergolong sukses besar. Para murid membereskan barang-barang mereka. Kaito sedang ikut membantu yang lain, sementara Miku sedang berjalan-jalan di halaman samping sekolah yang ditumbuhi pepohonan rindang. Ia meregangkan tangannya.

"Uwaaa~ hari yang melelahkan! Besok apalagi..." Saat Miku melemaskan ototnya, tiba-tiba dari belakangnya ada sosok tak terduga.

"Kami menemukanmu."

"!" Miku refleks berbalik dan kaget. Itu anak kembar yang waktu itu. Mereka berdua mendekati Miku layaknya robot. Miku yang merasa terancam mundur secara perlahan.

"Tidak..." Anak kembar itu semakin maju ke arahnya, sementara Miku tetap mundur. Tapi sayangnya punggungnya telah menatap pohon. Ia pun terkejut.

"Sekarang kau ikut kami." Miku yang ketakutan langsung menggeleng keras. Ia ketakutan melihat wajah kedua anak itu. Mata mereka terlihat menyala seram. Dan mereka semakin mendekat.

"TIDAKK!" Nafas Miku tidak beraturan lagi. Tangan kiri Miku ditarik dengan paksa, membuat ia terjatuh.

"Hime, kau harus ikut kami."

"TIDAK! LEPASKAN AKU!" Salah satu dari mereka yang berpita putih di kepalanya langsung mengekang Miku dari belakang. Berkat itu, Miku pun kesakitan.

"Kalau Hime tidak mau terpaksa kami harus memaksa Hime." Gadis yang mengekang Miku berjalan mundur bersama dengan Miku. Tapi Miku berontak, berusaha melepaskan diri walaupun tubuhnya terluka.

"Hime, tenang saja, kami-"

"POKOKNYA LEPASKAN AKU!"

"MIKU!" Suara itu. Semua menoleh ke arah suara itu berasal. Kaito.

"Rin, kita ketahuan."

"Kaito..." Miku mengulurkan tangannya ke depan, ingin menggapai Kaito dengan lemah. Tenaganya terkuras habis.

"Singkirkan tangan kalian dari Miku!" Kaito berlari ke arah mereka dan memukul bocah honey-blonde di depan Miku. Bocah itu terjatuh. Kemudian Kaito melawan gadis yang mengekang Miku dengan menendangnya. Gadis itu pun tersungkur dan Miku terlepas dari kekangan.

"Kau tak apa, Miku?!" Kaito berjongkok di hadapan Miku yang terduduk di bawah. Tampaknya Miku agak shock.

"Aku...tak apa, hanya saja sepertinya tangan kiriku dan kakiku..." Kaito melihat tangan kiri Miku yang memerah parah dan kaki Miku yang berdarah. Muka Miku masih menggambarkan shock. Kemudian mereka berdua melihat anak kembar yang dikalahkan tadi dan terkejut. Mereka bukan manusia! Banyak sengatan listrik mengelilingi mereka dan sirkuit serta kabel mencuat keluar.

"Mereka...robot!?"

"Uso..." Kaito melirik Miku yang ketakutan. Setidaknya robot-robot itu sudah rusak, ia sedikit lega. Kaito bangkit.

"Sebaiknya kau harus ke UKS, kau bisa berjalan?" Miku mencoba berdiri, tapi tidak bisa. Ia pun menggeleng lemah.

"Sepertinya kakiku tidak kuat untuk itu..." Kaito terdiam menatapnya, kemudian ia menghela napasnya dan mengangkat Miku ala bridal style (kyaaaa~ /). Miku pun terkejut dengan rona di pipinya.

"A-apa yang kau lakukan?!"

"Terpaksa karena kau tidak bisa berjalan, bertahanlah." Miku langsung pasrah. Mukanya sudah seperti tomat goreng(?) Dan suhunya sudah mencapai 500 derajat fahrenheit *eh?*. Kaito membawa Miku ke UKS dan membuat gosip baru.

.

.

.


"Kenapa...mereka mengejarmu?" Tanya Kaito sambil menggulung perban di tangan Miku. Miku pun menggeleng.

"Aku tidak tahu...yang pasti saat mereka menyerangku mereka memanggilku 'hime', begitu..." Kaito menatap Miku yang melihat ke bawah. Memang kejadian seperti tadi membuatnya shock dan ketakutan. Lalu ia mengikat perban di tangan Miku tanda ia selesai dan kembali menatap Miku.

"Tenang saja, Miku. Kita akan menghadapi mereka bersama jika mereka keluar lagi, ya kan?" Miku menatapi wajah Kaito yang tersenyum tipis. Ia yang mengangkat kedua alisnya perlahan tersenyum.

"Ya...mungkin..kau benar..." Mereka berdua tersenyum. Aura romance terpancar lagi. Tapi sayangnya author senang mengganggu acara romance~.

"Wakil ketuaaa! Anda baik-baik saja?!" Salah satu pengurus mendobrak pintu UKS dan telah diidentifikasikan bahwa ia adalah pengurus yang tadinya merusak romance pertama. Dan sekali lagi para penonton di luar gigit jendela.

"Ah, aku tak apa-apa, tenang saja!" Miku tersenyum.

"Syukurlah..." Tiba-tiba ada tangan mencuat dari luar UKS dan menarik kaki sang pengurus itu.

"E-eehh! Tidaaakk! Aku dibawa ke dunia roh! Tolooonnggg~" Dan pintu pun tertutup. Miku dan Kaito hanya kebingungan saja. Pengurus itu pun ditawur berjamaah.

"Sudah gelap, lebih baik kau pulang saja. Akan kuantar kau."

"Eh? Tak usah repot-"

"Kau mau bertemu dengan robot gila tadi?" Perkataan Kaito membuat Miku menutup mulutnya seketika. Ia lalu berpasrah-ria. Mereka pun mengganti baju mereka dan pulang bersama.

.

.


"Len, robot kita telah dihancurkan."

"Tenang saja, apa pun yang terjadi kita harus membawanya."

"Fufu...selanjutnya rencana apa ya..?"

.


TBC


Ai : Fuaahh, habis nyelam nih! *salah narasi*. Etto...gomen luuuuaaaamaaa banget ya? Jujur, Ai rencananya pingin nyelesaikan OPMS dulu baru ngelanjutin ini. Sungguh Ai ketiban kapal selam *heh?*. Dan maafkan banyak typo berceceran, Ai nulis ini di bb Ai dan akhirnya di transfer ke tab baru publish huhuu... Etto...dan mohon maaf jika di chapter ini Ai tidak membalas review kalian seperti biasa dikarenakan ada sesuatu dan ekstrimnya Ai nulis ini pas lagi UTS, hahahaa! *stress*. Jadi balasan reviewnya di chapter depan oke? Sekalian digabung kalo ada yang mau review buat chapter ini (emang ada?).

Yosh, udah update! Dan REVIEW PLEASE! Dengan review reader semua, Ai bisa bangun dari WB Ai yang kambuh *eh*