My Baka Hime
By.
Airi Shirayuki
.
Disclaimer, Warning, dll.
Lihat di chapter sebelumnya!
.
Catatan : Maaf jika di chapter ini tidak ada garis batas dikarenakan kendala edit, thanks.
.
Enjoy!
.
"Ohayou, Miku!"
"...apa yang kau lakukan di depan rumahku?"
.
Chapter 5 : Wrong Line
.
"Tentu saja menunggumu!"
"..." Miku mengangkat sebelah alisnya terdiam, kemudian ia membuka pagar dan keluar dari rumahnya.
"Eh? Udah ditunggu malah ninggalin, ya apa sih?" Kaito berjalan menyamakan langkah gadis teal yang sekarang ada di sebelahnya. Langkahnya terlihat lebih lambat dari biasanya.
"Aku tidak memintamu untuk menungguku, bukan?"
"Aku hanya memastikan kau baik-baik saja. Kali saja malam kemarin kamu diserang lagi, kan ada kemungkinan begitu..!" Benar juga apa yang dikatakan Kaito barusan, kemungkinan seperti itu bisa terjadi kepadanya. Bisa diprediksikan tanpa harus berpikir keras. Miku yang sempat mengingat kejadian kemarin tak sadar menunjukkan ekspresi sedih. Kaito pun menyadari hal itu.
"Bagaimana keadaan tangan dan kakimu?" Kata Kaito tiba-tiba menyadarkan Miku.
"Ah, ini...sebenarnya...tanganku masih agak kram...sementara kakiku..." Miku memandangi kakinya diikuti Kaito. Perban masih melekat di kaki mulus Miku. Dengan melihat langkah kaki Miku yang pelan dan tersendat-sendat layaknya orang baru belajar berjalan, bisa dipastikan bahwa kaki Miku belum sembuh benar. Kaito yang melihat keadaan seperti itu langsung mengerutkan alisnya iba.
"Tak apa-apa kok! Bentar lagi palingan sembuh! Haha!" Kata Miku sambil tersenyum. Tapi dimata Kaito, itu senyum yang dipaksakan. Miku tahu perasaan Kaito saat ini, maka dari itu ia tak ingin Kaito merasa kasihan dan sedih. Tapi, Kaito tak bisa dibohongi. Miku tahu kalau Kaito tak gampang dibohongi.
"Mau kugendong lagi?"
"Eh?"
"Daripada kau menahan sakit begitu..." Demi 7 bola naga dikumpulin jadi satu buat manggil titan collosal yang akhirnya ngancurin konoha dibantu ultraman, Miku gak salah denger ya? Digendong? Kayak kemarin? Yang buat gosip baru itu? Ohohoho, NO WAY untuk seorang Miku. Miku gak mau lagi jadi tomat goreng(?) kayak kemarin!. Juga, ini maunya digendong di jalan sampe ke sekolah? Kayaknya Kaito keracunan es krim rasa manggis campur keju kemarin deh...Oh Kaito...sadarlah plis...
"A-a-apa yang kau katakan?! Tidak usah! Aku ingin berjalan sendiri!" Miku membuang mukanya refleks. Wajahnya memerah. Kaito menaikkan sebelah alisnya bingung.
"Sungguhan? Kalau begitu hati-hati jalannya." Sejak kapan Kaito jadi perhatian begini? Mungkin sejak dia keracunan es krim rasa manggis keju...
Dengan begitulah, Miku berjalan ke sekolah dituntun oleh Kaito. Dalam perjalanan, terkadang Miku hampir terjatuh, tapi Kaito selalu menolongnya. Membuat wajah imut Miku semakin terbakar merah membara(?).
'Perasaan apa ini...? Kenapa detak jantungku terasa lebih cepat? Kenapa hawa di sekitar makin panas? Kenapa aku tak bisa melihat mukanya? Ada apa denganku?! Aku tak paham! Sepertinya aku masih sakit...ya! Sakit! Ini pasti pengaruh dari kejadian kemarin! Ohohoho!' Pikiran Miku sudah tidak waras lagi sepertinya...
.
.
"Hari ini kamu istirahat saja di ruang OSIS"
"..."
"Kalo kamu gak terima mending urus tumpukan kertas di mejamu, juga nanti kalo mau menghitung polling H-2 boleh saja"
"..."
"Oke aku patroli dulu."
"..." BLAM... . Pintu ruang OSIS telah ditutup oleh Kaito yang keluar dan meninggalkan sang Wakil Ketua sendirian di ruangan. Tidak juga sih, ada yang menemaninya di ruangan hening itu, yaitu seekor kura-kura peliharaan yang entah kenapa ada di situ. Miku masih tak bergerak dari tempat ia duduk daritadi, begitu juga dengan matanya yang masih menatap pintu di seberang mejanya yang tak bergerak. Sedikit demi sedikit wajahnya yang poker face mulai membentuk wajah cemberutnya.
"Baka." Umpatnya pelan sembari meletakkan samping kepalanya di meja. Rambut tealnya yang panjang terjatuh menyentuh lantai. Meskipun angin berhembus lembut melewatinya, itu tak membuat seorang Miku tenang begitu mudahnya. Telinganya terisi oleh sorak-sorai ramainya festival di luar. Bukan, bukan karena ia tak bisa bersenang-senang dan berpatroli di festival yang membuatnya tidak senang. Dia juga tidak begitu peduli dengan bersenang-senang di festival. Rasa tidak senangnya 'mungkin' berasal dari laki-laki biru yang sudah teracuni es krim rasa manggis campur keju itu.
Entah apa yang membuatnya tidak senang dengan itu, pastinya dia tidak senang jika ia memikirkan laki-laki itu lebih dalam. Ia ingin menepis gambaran laki-laki itu di pikirannya, tapi ajaibnya tidak bisa dihilangkan dengan mudahnya. Dia juga mulai tidak menyukai rasa aneh yang muncul tiba-tiba sejak pagi tadi. Rasa marah, senang, malu, sedih, canggung, dll. menyampur jadi satu di dalam hatinya. Itu membuatnya muak. Sangat muak. Tapi kenapa ia ingin merasakan rasa itu lagi? Apa yang membuat ia berpikir untuk menginginkan hawa panas di wajahnya dan detak jantungnya yang semakin cepat itu terulang kembali? Ia tak paham walau ia menggunakan kejeniusannya untuk berpikir. Semakin ia berpikir, semakin tak paham tentang rasa itu. Mungkin yang paham akan rasa itu adalah hati dan sedikit nalurinya akan rasa.
.
.
.
Tapi secara harafiah bisa dikatakan itu adalah
.
.
Jatuh cinta...
Ya...
Seorang Miku ini pertama kali dalam hidupnya jatuh cinta...
Sayangnya dia tak menyadari hal itu.
.
.
.
.
"Len, sudah siap?"
"Sudah, Rin"
"Kenapa kita tak berpikir cara seperti ini sebelumnya? Lebih efektif cara ini, bukan?"
"Yah...kau benar... Ini juga lebih sederhana dari robot-robot kemarin"
"Kalau begitu, ayo berangkat." SRAK... Gadis honey-blonde itu menarik sebuah kain hitam yang cukup besar dan ditanggalkan di pundak kanannya. Sementara bocah kembarannya membawa sebuah karung besar dan beberapa peralatan lainnya. Dengan senyuman menakutkan, mereka keluar dari ruangan gelap yang luas itu.
.
.
.
5 jam berlalu. Miku masih berkutat dengan tumpukan kertas dan laptopnya. Anehnya dia masih sendirian di ruang OSIS. Entah kenapa tak ada yang kembali ke ruang itu. Anggota yang mengambil sesuatu kek, menitipkan sesuatu kek, atau pun istirahat sebentar tidak terjadi di ruangan itu. Membuat sang Miku merasa sedikit kesepian.
Setelah tumpukan kertas yang semula menggunung menjadi tipis beberapa bagian, tangan-tangan Miku langsung meregang ke atas. Setidaknya ia juga bekerja walau hanya duduk saja.
Suasana ramai masih terdengar di luar jendela ruangan. Walau sudah siang hari, angin sejuk masih berhembus dengan lembutnya. Miku mendorong kursinya ke jendela mengingat kursinya terdapat roda kecil di bawahnya. Ia mulai mengintip keadaan di luar. Tampak warna-warni stand menghiasi halaman sekolah. Orang-orang layaknya semut mengkerubuti gula. Ramai sekali. Miku menyunggingkan senyuman. Walau di bawah tampak ramai, di ruangan itu tampak hening sekali. Apalagi ruang OSIS ada di pojok atas gedung. Jarang sekali orang yang lewat di depannya kecuali ada perlu ke ruang OSIS. Suasana yang tenang, hening, damai...
.
.
.
.
.
SREK! Reflek Miku menoleh ke arah suara tersebut. Tak ada angin, tak ada orang, beberapa kertas terjatuh dari meja anggota. Miku menaikkan sebelah alisnya seraya bingung dengan kertas yang terjatuh itu. Ia pun bangkit dari kursinya dan berjalan pelan menuju kertas itu. Miku mengambil kertas yang terjatuh itu dengan bingung. Saat ia membalikkan kertas itu, matanya langsung terbelalak.
"Kami mendapatkanmu, Hime~"
"!"
JLEBB
.
.
.
.
.
.
.
"Festival hari kedua sukses!"
"Yaaayyy!" Sorak para panitia pengurus. Kaito yang baru dari auditorium sekarang sedang berjalan ke ruang OSIS berada. Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore.
"Apa yang dilakukan Miku sekarang ya...palingan dia buat rumah dari negi~ gak mungkin ah~" Gumam Kaito sambil tetap berjalan. Dari warna oranye yang cerah, seketika langit berubah menjadi kelabu.
'Eh? Kok tiba-tiba...' Hati Kaito merasa aneh, seperti ada pertanda buruk yang datang. Tapi apa?.
.
.
[Miku]
.
Entah kenapa hati Kaito terus menyebut nama itu. Kenapa harus Miku? Miku kan tidak melakukan apa-apa di ruang OSIS. Tiba-tiba, Kaito mengingat secuil ingatan di otaknya. Tentang hari itu. Bocah kembar yang menyebut Miku "Hime". Robot-robot berbahaya. Kaki Miku yang sekarang sulit berjalan. Luka-luka di tangannya. Wajah ketakutan itu.
"!" Dengan segera Kaito berlari menuju Ruang OSIS itu. Butiran-butiran air mulai jatuh ke permukaan bumi. Kaito begitu ketakutan sekarang. Ia takut kalau ada sesuatu dengan Miku.
BRAAKK
"MIKU!" Hening... Tak ada siapapun di ruangan itu. Bahkan Miku sekalipun. Tapi...kondisi ruangan yang aneh. Kertas-kertas berserakan dimana-mana, meja-meja miring, tas Miku jatuh beserta isinya.
Yang membuat Kaito terperanjat kaku adalah ada bekas tetesan darah yang berceceran di lantai dan ada juga sedikit darah di bagian gorden. Instingnya berkata kalau darah itu darah dari seseorang yang ia cemaskan daritadi. Seorang gadis pecinta negi. Gadis berambut teal twin-tail itu.
Tidak. Sepertinya Kaito telah memilih jalur yang salah. Membiarkan Miku sendirian seperti itu. Mengingat ia masih dikejar-kejar begitu.
BRAK! Seketika itu, Kaito memukul-mukul lantai yang tak berdosa.
"Apa yang kau lakukan, Kaito!? Kenapa kau harus meninggalkannya sendirian?! Dia pasti sekarang sangat ketakutan! Bodoh! Bodoh!" Ditengah turunnya hujan yang tiba-tiba datang, seorang Kaito menyesali jalan yang ia pilih, yaitu meninggalkan Miku sendirian. Awalnya ia hanya ingin Miku beristirahat, tapi sepertinya takdir berkata lain. Ia mengumpat diri sendiri, sampai tidak sadar hp Miku yang tergeletak di lantai di depannya menampilkan sebuah tulisan,
.
.
.
.
.
.
.
"Tolong aku, Kaito"
.
TBC
.
Ai : Ohoho, entah kenapa Ai pingin ada adegan darah~ *yandere mode on*. Gomen lama, Ai stress gara-gara internet positif, 404, 502, dan error lainnya yang menghalang Ai buat update TT^TT. Kalo ini update berarti Ai berhasil ngelawan mereka semua... Ah sudahlah...bales review!
.
Crystal Akane
Iyaaaa~ Ai senang banget sama Miku yang tsundere~ voilaa, jadilah beginiii!
Ya ampun gomen gak bisa update kilat TTuTT
Aih, senang sekali di fav~ arigatouuu!
.
Sara Sawauchi
Ini udah lanjut! Walau gak secepat itu... TTuTT gomen lama banget...
Yaakk seperti yang Ai tulis di chapter ini! Rencana Rin dan Len buat bawa si Miku~
Ni udah lanjut! Eh pepaya?! O.o
.
May Suzuku
Uwaaa gomeenn updatenya lama banget! QAQ
Ai galau gara-gara gak bisa buka ffn!
Anjir...sampe bawa Sherina... Ampun maakk jangan bully Ai...TTuTT
.
Itachannio
Haha itu robotnya si Len sama Rin, bukan yang asli kookk~ huhuu iya tuh Miku kasihan banget... (Miku : Woi! Kan author yang bikin ginian!) Aaa iyaa~ Ai seneng banget sama si Kaito kyaaa!
Tenang aja makin lama makin banyak romancenya kok! Tunggu aja! Arigatouuu!
.
muni
Haha iyaa ni udah lanjuutt!
.
Masumiya Satomi
Ini sudah update! w arigatou udah sabar nunggu fic-fic Ai yang updatenya molor terus *plak*
.
Review, please!
