My Baka Hime

By.

Airi shirayuki


.

DISCLAIMER

Vocaloid bukan punya Ai!

.

Rate

K+

.

Miku x Kaito

.

Enjoy!

.


"Apa yang kau lakukan, Kaito!? Kenapa kau harus meninggalkannya sendirian?! Dia pasti sekarang sangat ketakutan! Bodoh! Bodoh!"

Ditengah turunnya hujan yang tiba-tiba datang, seorang Kaito menyesali jalan yang ia pilih, yaitu meninggalkan Miku sendirian. Awalnya ia hanya ingin Miku beristirahat, tapi sepertinya takdir berkata lain. Ia mengumpat diri sendiri, sampai tidak sadar hp Miku yang tergeletak di lantai di depannya menampilkan sebuah tulisan,

.

"Tolong aku, Kaito"


Chapter 6 : Separated


.

3 hari sesudah festival berakhir.
Keadaan ruang OSIS saat itu masih melekat di pikiran anggota OSIS. Pasalnya bahwa wakil ketua kesayangan mereka sama sekali tidak terlihat batang hidungnya.

Kaito meminta untuk merahasiakan tentang keadaan ruangan OSIS yang berantakan dari semua siswa dan memohon untuk tidak bertanya apapun soal ini. Hanya OSIS lah yang tahu.

Kaito juga mengarang cerita tentang Miku. Ia berkata bahwa Miku mempunyai penyakit parah dan depresian sehingga cepat-cepat dibawa ke rumah sakit. Saat seorang anggota bertanya dimana rumah sakitnya untuk bisa dijenguk, Kaito hanya menggelengkan kepala dan berkata bahwa Miku tidak boleh dijenguk siapapun.

Sejak saat itu, ketua dan wakil ketua OSIS selama 3 hari ini tidak nampak satupun. Miku dimaklumi karena sakit, tapi entah apa alasan Kaito untuk tidak masuk sekolah juga. Akhirnya, untuk sementara kendali OSIS diserahkan kepada Sekretaris 1 dan 2 dan 2 anggota OSIS lainnya ditugaskan menjadi sekretaris sementara.

Keadaan Miku dan Kaito yang telah absen 3 hari dan perombakan OSIS membuat para siswa bertanya-tanya. Banyak siswa yang bertanya kepada anggota OSIS yang hanya dijawab Miku sakit dan Kaito sedang cuti sehingga kepemimpinan OSIS sementara digantikan.

.


- H+5 festival, 19.20 pm, London -

Pria paruh baya dengan rambut agak beruban duduk di sofa sambil mempersilahkan tamunya duduk di sofa putih sebrangnya. Istri dari pria itu pergi ke dapur. Mata tamu itu melekat pada mata pria yang duduk di depannya. Tidak peduli pada interior ruang tamu rumah yang klasik dengan 2 pedang yang dipajang di atas perapian serta lampu mewah di atasnya. Serta dinding berwarna biru tenang yang menambah suasana.

5 menit berlalu dengan diam. Pria itu merubah posisi duduknya senyaman mungkin lalu menyatukan jari-jarinya dan merapatkannya sambil memandang tamunya.
"Jadi, ada apa kamu ke sini? Pasti kau ingin meminta sesuatu dariku, bukan?" Pria itu membuka percakapan dengan to-the-point. Tamu pria itu langsung tersenyum.
"Paman tahu maksudku ternyata, kalau begitu aku tidak perlu berbasa-basi lagi." Istri pria itu kembali dari dapur dengan membawa nampan berisi 2 cangkir teh. Lalu, ia letakkan kedua cangkir itu di meja depan pria dan tamunya. Setelah itu wanita berambut panjang itu melihat ke arah tamu mereka sambil tersenyum hangat.
"Tidak kusangka kamu berkunjung ke sini. Terakhir kali usia 9 tahun, tapi sekarang kamu jadi anak yang tampan ya, Kaito."
"Hehe..., iya bibi terima kasih. Bibi juga makin muda kok!"

"Ishh…, bisa aja kamu!" Wanita itu tertawa sambil memukul keras pundak Kaito yang sekarang kesakitan, lalu kembali ke dalam dapur.

Aroma black tea khas langsung menyenggol udara yang masuk ke hidung mereka berdua. Kaito mengambil cangkir yang ada di depannya dan menyeruput isi cangkir itu pelan-pelan. Rasa hangatnya teh seketika terasa di tenggorokannya. Membuat rasa rileks menyerang saraf-sarafnya.

"kau sangat mirip dengan ayahmu, Kaito" Pria paruh baya dihadapan Kaito memulai kembali pembicaraan mereka. Kaito yang masih menyeruput tehnya mengangkat bola matanya menatap pria itu. Seketika tersenyum, Kaito meletakkan kembali cangkirnya ke meja dan menautkan jari-jari tangannya. Lalu badannya ia condongkan ke depan dan menatap fokus pria itu dengan senyuman misteriusnya.

"Tanpa basa-basi lagi, paman. Sekarang beritahu aku…, bagaimana caranya kembali ke Anatolie?"

"Kau...!"

.

TBC

.


Author Note :
Halo semua, disini Airi ^^. Gak nyangka kalo Ai hiatus selama 2 tahun, gak ada yang kangen kan? Gak ada? Ya udah..

Ai mohon maaf sebesar-besarnya karena Ai telah menghilang selama 2 tahun ini m(_ _)m. Disaat Ai masih banyak tanggungan fanfic yang gak kelar-kelar tbc dll., Ai sendiri disibukkan dengan dunia nyata.

Selama 2 tahun tertinggal ini, yang tadinya SMA sekarang Ai kuliah lho! *tebar konfetti*. Dengan perjuangan keras dan mengorbankan segalanya, Ai akhirnya masuk ke institut ternama di Surabaya dan sekarang sedang menempuh semester 2 ^^. Doakan kuliah Ai lancar jaya yaa, aminn.

Untuk fanfic saat ini Ai gak bisa menjanjikan update rajin dan tulisan yang sempurna karena begitu banyaknya tugas tiada akhir sampai sering lupa makan TT_TT [positifnya jadi kurus sekarang hehe..]. Secara, Ai anak jurusan desain yang harus terbiasa dengan mengerjakan tugas sampai larut malam atau bahkan tidak tidur, tangan yang tidak mulus lagi, kehabisan uang untuk beli bahan dan alat desain untuk tugas, dll.

Lalu, tentang My Baka Hime sendiri, chapter 6 ini masih jauh dari kata ending dan entah berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai ending itu. Tapi Ai memang sudah ada plotnya sampai ending kok, tinggal buat cerita dan ngetiknya beserta nge-publish.

Tapi yang bikin lama emang kendala Ai gak ada waktu :(. Mungkin saja saat liburan semester Mei 2017 nanti Ai akan berusaha melanjutkan kembali fic-fic Ai yang belum selesai :D. Doakan saja lancar jaya ya!. Tapi Ai akan nyicil-nyicil cerita tentu saja^^. Jadi mungkin juga Ai akan ngelanjutin dengan chapter yang sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit^^ *keroyok authornya yuk!*.

.

Maafkan jika di chapter ini Ai gak bisa membalas review, mungkin chapter kedepannya akan Ai balas semuanya^^.

39!

Airi Shirayuki