Trap
Airi shirayuki
.
SUMMARY
Jantungku selalu berdebar saat berada di dekat sahabatku. Tapi, tak mungkin ini jatuh cinta, kan? Aku tak mau mengakuinya. Itu karena dia cewek! / "Nee, bagaimana kalau aku bukan cewek?" / "Ha?"
.
RATE
T
.
CHARA
Rin Kagamine
Lenka Len Kagamine
.
GENRE
Friendship / Romance
.
WARNING
Keliatannya sih Yuri tapi aslinya gak kok *kayaknya* tenang aja…
Beware - Trap alert
.
DISCLAIMER
Vocaloid bukan punya Ai!
.
ENJOY!
.
Chapter 2 : Confusion
.
Rin PoV
Hari ini aku memandanginya lagi. Dari jauh. Tak apa, bukan? Dia kan sahabatku, iya..sahabat cewekku. Yang sepertinya aku jatuh cinta kepadanya. Uwaa! Sudahlah!. Mungkin itu karena aku terlalu sayang dengan sahabatku sampai-sampai aku suka padanya. Suka dalam artian…cinta. Tidak, kewarasanku mulai dipertanyakan lagi. Papi, mami, maafin Rin yang tiba-tiba suka sesama jenis begini. Rin gagal sebagai anak kalian…
Hari ini aku tidak bisa mengobrol dengannya karena dia sibuk dengan latihan judonya. Besok sekolah kami ikut turnamen judo dan kebetulan bulan ini diadakan di sekolah kami. Chance! Aku bisa melihatnya bertanding!. Yah…walaupun hari ini aku tak bisa pulang bersamanya.
Rin PoV end
.
Normal PoV
Keesokan harinya…
Turnamen judo antar SMA diadakan siang nanti. Tentu saja Lenka tidak mengikuti pelajaran karena harus bersiap-siap. Tapi, bagi Rin itu tak apa-apa karena dia menyiapkan sesuatu untuk Lenka. Ia pun mengeluarkan hpnya diam-diam dan menuliskan pesan singkat untuk Lenka.
'Istirahat nanti ke taman sebentar ya'
Yang tidak lama kemudian dibalas, 'Ya'
.
"Sorry, lama ya?" Tanya Rin sambil berlari kecil ke arah cewek yang tengah duduk di bawah pohon bringin *biar greget*.
"Iya lama banget, ngapain aja lu? Bersihin kloset?"
"Gak, habis diomeli guru gara-gara ketahuan nempelin permen karet di kursi guru!"
"Ciee, di notice guru ciee. Terus ngapain manggil ke sini?" Rin duduk di samping cewek itu dengan senyum bangga.
"Karena kamu mau baku hantam nanti…"
"Baku hantam njir…bahasanya.."
"Jadi aku bawain bekal banyak! Udah cepet dimakan!" Rin mengeluarkan kotak hitam dari balik tangannya dan muncul makanan dari dalam kotak *ajaib*.
"Ini gak ada racunnya kan?"
"Sudah di cek IT* dan I*B gak ada racun murni 99,99% aman!"
"00,01%nya?"
"Rahasia. Ayo makan!" Dan akhirnya rencana Rin 'makan bareng si dia di waktu kepepet' lancar jaya.
.
"Lenka nanti jangan lupa doa dulu biar gak kena azab"
"Iya"
"Jangan lupa bawa payung"
"Emang hujan?"
"Cuci tangan yang bersih"
"Lu kira mau makan?"
"Siapin uang"
"Mau ngapain?"
"Jagalah hati, jangan kau kotori"
"Malah nyanyi!" Lenka memukul kepala Rin pelan. Yang dipukul malah ketawa. Sarap.
"Berjuang ya, Lenka. Kalo kalah utangmu harus lunas hari ini"
"Kamu deh yang punya utang…"
"Jaa! Aku nonton di bangku penonton lho! Kalo kalah aku jampi-jampi kamu! Fight o!" Rin berlari ke bangku penonton sambil melambaikan tangannya.
"Kayaknya aku harus menang kalo sudah gini ya.."
Dan akhirnya Lenka menang.
.
"Ciee yang menang ciee.."
"Ya…itu mungkin gara-gara aku gak mau dijampi-jampi kamu, aku tahu kakekmu mantan dukun.."
"Ehehee…gak papa, yang penting Lenka sudah menang!" Seru Rin. Saat ini mereka dalam perjalanan pulang. Mendengar kata-kata Rin membuat Lenka tersenyum misterius.
"Tapi, kamu memang kuat ya…banyak yang nge-fans kamu lho!. Bahkan cewek-cewek pun bisa jatuh cinta padamu!" Yak Rin. Itu kamu.
"Haah…, seandainya Lenka itu cowok, mungkin ceritanya bakal beda ya…" Rin menggumam sambil menghela napasnya. Lenka yang mendengar gumamannya terdiam sebentar. Ia menghentikan langkahnya, membuat Rin berhenti dengan bingung.
"Jadi kamu berharap aku cowok, begitu?" Tanya Lenka tiba-tiba.
"Eh? Nggak-gak-gak! Lagian gak mungkin kan? Lenka kan cewek! Aku cuma bilang seandainy-" Tiba-tiba Lenka menarik tangan Rin, membuat Rin kehilangan keseimbangan dan membentur badan Lenka.
"Uwaa! Apa yang kau lakukan, Len..ka…" Wajahnya ia angkat ke atas. Hidung mancung Rin hanya berjarak 2 cm dari hidung cewek yang menangkapnya erat. Mata Lenka menatap lekat-lekat padanya. Mata yang indah. Walaupun berbeda sedikit, Lenka lebih tinggi dari Rin.
Jika dilihat baik-baik, wajah Lenka bukannya cantik melainkan mengarah ke 'maskulin'. Lebih tepatnya adalah wajah seorang pria yang tengah serius menatap sesuatu di depannya. Mata Lenka terlihat kuat dan serius. Jantung Rin semakin berdetak tidak karuan. Wajahnya mulai memerah.
Tapi,
Waktu terasa berhenti untuk mereka.
Rin tak bisa menggerakkan badannya karena terpesona oleh wajah sahabat yang di'suka'inya. Rin terlalu terpesona sampai-sampai wajah yang dipandanginya juga mulai memunculkan rona-rona merah.
Seketika lamunan itu buyar ketika Lenka angkat bicara, "Nee, bagaimana kalau aku bukan cewek?"
"…..ha?"
TBC
.
Ai Cuma ingin tanya, readers pilih update seminggu sekali tapi chapternya gak panjang atau update agak lama tapi chapternya panjang?. Beri masukan di review ya!
Balas review
.
Lukanyan14
Udah update! Jajaaanngg!
Arigatou! Iya emang, lagian itu masih prologue jadi pendek *teehee*
Arigatou sudah review!
.
Mireine Neiko
Uwaa makasiih! w)/)) ini udah update! Btw kasih saran tentang pertanyaan Ai kalo bisa ya, haha!
.
.1
Ini udah lanjuut! Makasih dukungannya! :3. Hng…kalo sarah ngeliat Lenka itu cowok ya gak keliatan yurinya kok! Ohoho…soal tugas jaga Rin sih…..baca aja sendiri :P *ditampar*
.
Sekali lagi minna, pertanyaan Ai buat update seminggu pendek apa lama panjang bisa dijawab di review! Sankyu!
